
Dua mobil mewah terparkir manis di depan hotel X. Sebuah hotel yang besar yang dipilih oleh Aisyah ter-imut katanya. Hotel dimana semua persiapan telah di lakukan sekarang detik-detik menegangkan bagi kedua pengantin wanita tapi tidak untuk pengantin pria mereka tengah kalang kabut mencari mereka bertiga dan juga keluarga nya juga yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
" Bunda kenapa senyam-senyum terus dari tadi.? tanya Fahmi melihat Tasya yang tak henti-hentinya tersenyum geli melihat yang terjadi sekarang bener-bener sama seperti saat Tasya membuat kedua sahabatnya Ika dan Sasha menikah di hari yang sama. dan sekarang ini terjadi pada kedua cucu kembar nya dan yang melakukan adalah Aisyah cucu perempuan nya sendiri.
" aku nggak apa-apa Abi, hanya teringat masalah lalu saja.. " Tasya kembali tersenyum.
Fahmi merangkul Tasya dengan lembut dan begitu banyak cinta dan menuntun Tasya untuk masuk kedalam melihat semua persiapan yang seharusnya sudah hampir selesai seperti yang di katakan oleh Aisyah.
" Bunda, Abi.! " panggil Rayyan dan berjalan di ikuti Oleh Keisha dan juga Faisal di belakang nya " Apa Abi yakin Aisyah bisa menyelesaikan semua tanggungjawab sebesar ini.? aku takut Aisyah tidak bisa Abi, dia masih terlalu kecil bagaimana kalau dia melakukan kesalahan. " sambung Rayyan takut.
Fahmi tersenyum. bahkan dia lebih percaya dengan Aisyah di bandingkan dengan Rayyan sendiri. meskipun kemampuan Rayyan tak bisa diragukan tapi dia masih tak bisa mengimbangi kemampuan Aisyah yang masih kecil " kamu tenang saja Ray, percayakan semuanya pada Aisyah dan kita hanya tinggal melihat hasilnya saja. " jawab Fahmi.
" Tapi Abi.?
" Sudah lah Ray.Apa kamu meragukan anak mu sendiri, tenanglah dan lihatlah seberapa hebatnya anak gadis mu itu. "saut Tasya.
" Bunda, bukan nya aku meragukan Aisyah tapi bagaimana kalau dia membuat kesalahan.!
" kamu tenang saja Ray, ada bunda kan di sini. " jawab Tasya.
" sudah lah Pa, mungkin kata Bunda dan Abi benar kita tak boleh meragukan Aisyah, seharusnya kita bangga dan menyemangati dia kan.? mungkin dengan ini dia akan lebih bijaksana lagi dalam mengambil tindakan dan dia akan lebih dewasa. " susul Keisha.
" baiklah. " jawab Rayyan lemah.
" mari pak Jandi, Hasan. " ajak Keisha
Jandi dan Hasan mengangguk dan tersenyum kecil. mereka berdua sangat senang karena di perlakukan sangat baik dari keluarga Akhsan bahkan mereka tak di biarkan untuk melakukan apapun juga.
Mereka semuanya masuk dan langsung di arahkan oleh para petugas hotel ke kamar masing-masing yang sudah dipilihkan oleh Aisyah. Satupun tak ada yang boleh melihat sudah sampai mana persiapan untuk acara nanti malam, semuanya harus menjadi kejutan untuk semua keluarga besar.
Di dalam kamar Rayyan benar-benar tak bisa tenang. Rasanya sangat campur aduk senang, bahagia, bangga dan juga takut semuanya jadi satu. Dia adalah orang tua yang ingin sekali merencanakan pernikahan untuk anak kembarnya namun semua itu harus terenggut karena kesalahan nya sendiri, jika dia tak menantang anak gadisnya mungkin semua itu tak akan terjadi.
Tak pernah terbayang kalau ternyata perkataan nya yang dia anggap sepele itu di artikan serius oleh Aisyah. Rayyan salah karena dia akan menyerahkan semua urusan dan semua keperluan pernikahan kembar jika Aisyah bisa melakukannya tanpa bantuan siapapun dan dalam waktu yang sangat singkat dan ternyata semua itu benar terjadi.
Rayyan terus mondar-mandir tak jelas dia begitu panik dan takut, bagaimana kalau sampai Aisyah membuat kesalahan, kesalahan kecil saja akan menghancurkan kehormatan keluarga besarnya itu pasti.
" Sudah lah Pa. lebih baik Papa berdoa saja semoga semua baik-baik saja dan tak akan terjadi kesalahan, yakinlah pada anak gadis kita, dia sangat pintar mengatur semuanya tenang lah. "ucap Keisha menenangkan Rayyan.
" Tapi Ma. bagaimana kalau sampai apa yang aku takutkan terjadi. Mau taruh mana muka kita Ma. " jawab Rayyan yang terus mondar-mandir.
" Tenang lah Pa. "
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
Mobil hitam baru datang dan langsung terparkir di depan hotel. ketiga gadis yang tak sama umur nya keluar satu persatu dan langsung berjalan masuk ke dalam hotel. " yuk kak kita masuk. " ajak Aisyah dan menggandeng lengan kedua calon kakak ipar nya dan dia berjalan di tengah antara Fatma dan Juga Kairi.
" Astaga, Aisyah apa ini yang namanya hotel.? tanya Fatma mengagumi bangunan yang menjulang sangat tinggi " wah benar-benar sangat luar biasa. " sambung Fatma.
" iya Kak Fatma, ini lah yang namanya hotel bintang lima. Bagaimana kakak suka. " tanya Aisyah dengan tersenyum kecil melihat kekaguman yang teramat dari Fatma.
mereka terus berjalan dan hampir masuk namun Fatma menghentikan. " tunggu Aisyah.! apa kita nggak perlu lepas sendal ya.? bagaimana kalau lantainya kotor, bagaimana kalau ada kuman yang menempel di sendal dan akan mengenai lantai yang begitu putih itu.. " ternyata bukan hanya eror saja, namun Fatma ternyata juga masih sangat polos juga, atau mungkin karena memang tak tau karena Fatma tak pernah tau bagaimana masuk ke hotel.
" pakai saja Kak sendal nya. tak akan ada yang marah meskipun sendal kakak kotor " jawab Aisyah.
" sungguh.! tapi aku tidak enak Aisyah. " Fatma berkali-kali menoleh ke sembarang arah melihat semua orang yang berjaga di sana dan ternyata tengah menertawakan Fatma.
" Hehehe.. " meringis Fatma.
Mereka kembali berjalan masuk dan sekarang giliran Kairi yang bertanya dan hampir menghentikan mereka lagi. " Aisyah. apa tidak sebaiknya kita pulang saja. tempat ini pasti sangat mahal kan.? bahkan gaji ku satu tahun tak akan mungkin bisa membayar tagihannya nanti " ucap Kairi.
" astaga Kak, kakak tenang saja Aisyah tidak akan meminta apapun dari kakak, jika kakak punya uang makan simpan lah aku masih punya banyak di sini. " Aisyah menunjukan dua kartu ATM dan itu adalah dari Akhsan dan Ikhsan. "meskipun uang di sini habis tapi aku yakin abang tidak akan marah padaku nanti. kalau sampai marah awas saja akan Aisyah bawa kabur lagi kedua kakak ipar. " batin Aisyah.
" tapi Aisyah. bagaimana kalau uang mu habis apa kita akan mencuci piring selama satu tahun di sini. " ucap Fatma.
" bahkan satu tahun itu belum cukup Fatma. kita butuh mencuci piring seumur hidup untuk melunasi semua tagihannya. " saut Kairi.
" aduh kedua kakak ipar ku ini ribet amat sih ayo cepat masuk. " Aisyah menarik keduanya dan masuk ke dalam lift. "aku akan ubanan di usia ini jika aku terus meladeni mereka, Ya Allah kenapa Abang ku mencinta gadis yang seperti mereka. apa tak ada yang lebih cerdas sedikit dari mereka, Ya Allah jangan kau ubah aku menjadi tua sebelum waktunya. " Batin Aisyah.
Pintu Aisyah dorong dari luar dan mereka bertiga langsung masuk. Mata Fatma dan Kairi langsung terpana melihat betapa besar nya kamar itu dan juga satu yang membuat mereka terpana. Gaun yang terpajang cantik berwarna putih, gaun yang semalam mereka pilih dan sekarang benar-benar sudah ada dan tersedia.
Kairi dan Fatma melihat gaunnya dengan dekat, apa mereka tidak sedang bermimpi, apa ini nyata.? " Aisyah ini beneran nyata kah. " tanya Fatma.
" iya Aisyah apa ini nyata.? sambung Kairi.
" kakak ini nyata seratus persen, kalian tidak mimpi. lihatlah dengan baik-baik apa kalian pikir ini mimpi. " jawab Aisyah enteng. " sekarang istirahat lah, kakak harus bisa siap lahir batin untuk nanti malam "
" Aisyah. "
" apa kak. " Aisyah duduk di sofa dengan santai menatap kedua kakak ipar nya yang sedang berjalan menuju padanya.
Fatma dan Kairi langsung memeluk Aisyah dengan sayang. semua tak akan terjadi jika tidak karena Aisyah, Aisyah benar-benar pahlawan untuk mereka berdua. " makasih ya Aisyah. " ucap Fatma dan Kairi bersamaan.
" apa sih Kak, seharusnya Aisyah yang minta maaf karena melakukan ini semua. mungkin Aisyah terlalu memaksa dan memutuskan sendiri pernikahan kalian, seharusnya kalian lah yang mengurus semuanya karena ini adalah pernikahan kalian. tapi aku malah melakukan itu pada kalian, Aisyah minta maaf ya kak. " ucap Aisyah.
" kamu tidak salah Sayang, kamu tidak salah. kami yang seharusnya minta maaf karena membuat mu harus bekerja keras sendiri maafkan kami. "ucap Kairi.
Air mata haru luruh dari mata mereka bertiga. Kebahagiaan begitu sangat dalam hingga mereka bertiga tak mampu menahan air mata bahagia mereka.
__ADS_1
" sudah Kak. ini adalah hari bahagia untuk kalian berdua jadi jangan nangis ya. sekarang kalian istirahat, Aisyah mau keluar sebentar ada kerjaan yang harus Aisyah lakukan sekarang. " Aisyah beranjak dan keluar dari sana meninggalkan Fatma dan Kairi.
Aisyah menutup pintu dan bersandar di sana, sebenarnya ada rasa bersalah di hati Aisyah. dia benar-benar egois telah memaksakan kehendaknya demi menerima tantangan dari Papanya " maafkan Aisyah kak, Aisyah janji setelah ini apapun yang terjadi Aisyah akan selalu melindungi dan membantu kalian, aku berhutang banyak pada kalian kak. Aku ingin kalian bahagia tanpa ada ketakutan apapun, berbahagialah dengan Abang yang kalian cintai kak. " gumam Aisyah dan menghapus air mata yang membuat nya sangat lemah.
Aisyah berjalan dengan cepat menuju tempat dimana acara akan berlangsung. ruangan yang kemarin tidak ada apapun di sana sekarang semuanya begitu indah dekorasi yang sangat indah pilihan Fatma dan Kairi telah selesai hanya tinggal kursi-kursi saja yang belum terpasang pada tempatnya.
Aisyah berkeliling melihat semua persiapan tengah di kerjakan, begitu banyak orang yang melakukan pekerjaan itu. Pihak WO harus mengerahkan orang lima kali lipat untuk menyelesaikan semuanya.
" Selamat datang Nona. " sapa salah satu petugas dari WO .
" iya Kak. gimana semuanya sudah beres kan.? pokoknya saya mau semua selesai satu jam lagi, saya tak mau sampai ada kesalahan sedikit pun " ucap Aisyah.
" iya Nona. palingan hanya tinggal satu jam lagi semuanya akan selesai, hanya tinggal menata kursi dan juga finishing dari altar nya Nona. "
" baiklah, saya percaya pada kakak. apa boleh saya melihat-lihat " tanya Aisyah dan kakak itu mengangguk dan berjalan di samping Aisyah untuk menemani Aisyah melihat semuanya.
Aisyah duduk di salah satu kursi di hotel tersebut dan mengaktifkan hpnya dengan sengaja. karena dengan itu bisa memancing kedatangan kedua Abang kembarnya " datang lah Bang, kebahagiaan menunggu kalian di sini." gumam Aisyah lirih.
begitu banyak chat masuk di HP Aisyah dan itu semuanya dari Akhsan dan juga Ikhsan. semuanya menulis ancaman untuk Aisyah jika tak segera pulang, ada yang mau Aisyah di jadiin bergedel di bikin sayur lodeh, ada juga yang mau di lempar di Kutub Selatan dan di sungai Amazon. Begitu banyak yang Akhsan dan Ikhsan tulis namun malah membuat Aisyah tertawa terpingkal-pingkal seorang diri.
" apa kalian benar-benar akan melakukan itu Bang pada Aisyah setelah ini. coba aja kalau bisa siapa takut. " Aisyah menyeringai namun dengan sinis.
Aisyah terus duduk di sana menunggu kedua Abang nya datang dan siap menerima apapun. entah itu kemarahan ataupun sebaliknya, ucapan terimakasih.
" permisi Nona.! datang Jon dan membawa kan berkas yang sempat ketinggalan di tempat Aisyah semalam " ini berkas yang Anda minta Nona. "
Aisyah menerimanya dan memasukkan nya ke dalam tas. " oh iya Pak Jon. apa sudah ada kabar dari Abang kembar.? tanya Aisyah.
" sudah Nona, dari kabar yang saya dengar Abang Anda sudah menuju kesini, Nona. mungkin mereka sudah tau bahwa anda ada di sini. " jawab Jon.
" syukur lah, memang itu yang saya mau, Jon. Abang kembar harus datang atau kalau tidak bagaimana pernikahan ini akan berlangsung, iyakan. "
" Nona benar, kalau begitu saya permisi Nona. " Jon undur diri dan Aisyah lagi-lagi sendiri di tempat itu.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
1.apa tanggapan kalian mengenai Aisyah.....
2.kira-kira kalian setuju atau tidak dengan yang di lakukan Aisyah...
please jawab ya di kolom komentar. ππππππππ
__ADS_1