Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
32.Aisyah is the best


__ADS_3

Gadis kecil berjalan setengah berlari dengan begitu semangat masuk ke dalam perusahaan yang dipimpin oleh Akhsan. masih lengkap dengan seragam sekolah beserta tas besar yang ada di punggung nya itu terus berlari mengayunkan kakinya untuk memasuki lift khusus CEO.


" Nona Aisyah. " panggil Ardi yang tak sengaja melihat nya dan langsung berjalan menghampiri Aisyah yang hampir saja menekan tombol lift.


Aisyah menoleh menurunkan tangannya yang hampir saja menyentuh tombol. " Kak Ardi, " ucap Aisyah dengan begitu lucunya dan terlihat girang bertemu dengan Ardi yang selalu dia panggil Kak tersebut.


Ardi semakin dekat dan berhenti pas di depan Aisyah yang sudah menghadap ke arah nya. "Nona mau kemana.? tanya Ardi.


" Aisyah mau menemui Bang Akhsan ,Kak. apa Bang Akhsan ada.? Tanya Aisyah antusias.


Jam menunjukkan waktu istirahat bagaimana mungkin Akhsan tak ada di ruangan nya. karena sudah beberapa hari ini Akhsan lebih senang berada di sana menghabiskan waktu makan siang dengan Kairi seorang.


Ardi begitu takut. bagaimana dia mau menjawab pertanyaan Aisyah, mau dan tidak nya di jawab Aisyah pasti akan tetap pergi ke ruangan Akhsan. " pak Akhsan..?


" kenapa dengan Bang Akhsan.? tanya Aisyah yang bingung melihat Ardi yang menjawab nya dengan takut dan ragu.


" pak Akhsan ada kok Nona. beliau sedang makan siang di ruangan nya. "jawab Ardi dengan sangat jelas.


sejak kapan Akhsan makan siang di ruangan nya. bukankah Akhsan tak pernah melakukan itu sebelum ini.? " tumben.? ya sudah Kak Ardi, Aisyah mau ke atas dulu. " Aisyah segera menekan tombol lift dan meninggalkan senyum manis sebelum dia masuk kedalam lift dan lift itu tertutup.


" silahkan Nona. " jawab Ardi.


Ardi hanya mampu memandangi lift yang perlahan-lahan mulai tertutup dengan rapat. entah apa yang akan terjadi di atas sana. apa mungkin perang dunia atau mungkin ada hal yang lain.


" maafkan saya pak Akhsan karena saya tak bisa menahan Nona Aisyah. kalau yang lain mungkin saya bisa tapi jika Nona Aisyah saya tak bisa, maaf. " gumam Ardi perlahan.


dudududu..


Aisyah keluar dari lift dengan penuh semangat tak seperti biasa Aisyah yang selalu pulang sore tapi saat ini semua guru-guru di sekolah nya sedang ada rapat dan semua murid dipulangkan jadi Aisyah dengan semangat menemui Akhsan dan setelah dari sana dia juga akan menemui Ikhsan di perusahaan nya.


tangan memegangi handle pintu dan mendorong nya dengan cepat. " aku akan mengejutkanmu Abang." gumam Aisyah menyeringai.


" Assalamu'alaikum Abang..!!! teriak Aisyah dan masuk begitu saja.


pintu tertutup dengan otomatis dan Aisyah langsung ternganga matanya melotot terang melihat Abangnya tengah duduk si sofa dan di sofa depan nya ada kakak cantik yang sedang memakan nasi box di tangan nya.


" kau mengejutkan ku bang. " lirih Aisyah.


Akhsan yang tengah menyantap hidangan makan siang bersama kairi tersentak dan langsung mengarahkan pandangan nya pada Aisyah. begitu pula dengan Kairi yang sama-sama terkejut dan langsung menatap sosok gadis kecil imut dan cantik bahkan pipinya sangat tembem pantas saja Akhsan dan Ikhsan memberikan julukan padanya si pipi bakpao.


" Wa'alaikumsalam. " Jawab keduanya dengan mata terbuka lebar.


" astaga dek, kamu mau buat Abang jantungan karena terkejut. " kesal Akhsan.


Aisyah berjalan mendekat dan langsung duduk di samping Akhsan dan duduk sangat dekat dengan Akhsan namun matanya tak teralih dari Kairi. " Bang, kakak cantik ini siapa.? Tanya Aisyah yang akhirnya mengalihkan pandangan nya pada Akhsan.


Akhsan menatap sekejap kearah Kairi dan bergantian pada Aisyah. " dia kak Kairi, Aisyah. " jawab Akhsan.


Aisyah mengambil nasi box yang ada di tangan Akhsan dan langsung mulai melahap nya tanpa ragu. " oh Kak Kairi. " Aisyah manggut-manggut " calon kakak ipar ya.? celetuk Aisyah sebelum menyuapkan nasi di dalam mulut nya.


uhuk uhuk uhuk.


Kairi tersedak ludahnya sendiri karena setelah kedatangan Aisyah Kairi tak menyuapkan nasinya di mulut nya. wajah Kairi memerah dia sangat malu dengan pertanyaan Aisyah yang sangat sontan.


" Bang, kenapa nggak di kenalin ke rumah sih. ingat ya Bang jangan terlalu lama sering berduaan begini nanti ada setan loh. " ucap Aisyah sembari terus dengan nasi sisa dari Akhsan.


" abang tau dek." jawab Akhsan. " kamu lapar atau kelaparan.? tanya Akhsan yang melihat Aisyah begitu lahap.


" hehehe.. Abang tau aja. lagian Aisyah ini sungguh sangat teraniaya Bang masak punya tiga Abang nggak ada yang pengertian semua. percuma jadi bos kalau nggak pernah ngasih uang jajan buat Aisyah. " terang Aisyah dalam mode matre nya yang mulai muncul.


" apa uang dari Papa masih kurang.?


" bukan kurang lagi Bang tapi sangat sangat kurang. Papa begitu pelit Papa juga sangat perhitungan, hufff sialnya hidup Aisyah. nyam nyam nyam... "


pletakk...


" bukan Papa yang perhitungan, tapi kamu yang boros. terus kamu kesini mau ngapain.? tanya Akhsan.


" mau minta uang lah masak mau kerja. " ketus Aisyah.


" hm. kamu tuh ya. kalau mau dapat uang itu bekerja dulu baru bisa dapat. "


" ya nggak lah. percuma dong punya tiga Abang yang kaya raya tapi masih mempekerjakan adiknya di yang masih di bawah umur. " Aisyah menaruh box yang sudah kosong di meja dan matanya beralih pada Kairi yang sedari tadi hanya diam menjadi pendengar saja.


Aisyah beralih duduk di dekat Kairi melihat wajah Kairi yang terkesima sangat malu dengan kedatangan Aisyah seakan dia tengah kepergok berduaan dengan Akhsan.


" halo Kak Kairi, saya Aisyah adik bontot Bang Akhsan yang paling cantik serumah " ucap Aisyah memperkenalkan diri dan menjulurkan tangan nya pada Kairi.


Kairi tersenyum dan menyambut tangan Aisyah dengan begitu hangat. " sa-saya Kairi." jawab Kairi.

__ADS_1


" astaga Bang, kakak ipar sungguh pemalu. Bang cepetan di halalin kalau tidak biasanya yang pemalu gini yang jadi rebutan Bang. " terang Aisyah.


" Hmm " Akhsan menggeleng. anak kecil tau apa soal seperti itu. Akhsan bener-bener terkejut akan kata-kata Aisyah.


" Kak Kairi. ! Kak Kairi nanti ikut Aisyah pulang ya. kak Kairi pasti akan terkejut nanti nya. " ucap Aisyah.


" terkejut apa.?


" ya rahasia lah.


" Bang, Bang Akhsan udah cerita belum soal Bang Ikhsan. " bisik Aisyah dan Akhsan hanya menggeleng. " bagus."


" punya rencana apa nih bocah. dia pasti mau ngerjain Kairi. ish Aisyah awas saja kalau kau buat Kairi dekat dengan Ikhsan. Abang makan tuh pipi. " batin Akhsan.


" Kak Kairi beneran ikut ya. "


" maaf dek. kakak ada kuliah nanti." jawab Kairi.


mulut Aisyah monyong wajah nya langsung di tekuk tak semangat. " Kak Kairi pleaseee,. "'


" Aisyah kak Kairi harus kuliah. besok-besok pasti abang ajak ke rumah ya. " ucap Akhsan memberikan pengertian pada Aisyah.


" nggak.! abang pasti bohong.!


" beneran dek. sekarang aja Kak Kairi juga harus berangkat kuliah dan Abang juga harus ke kampus.lebih baik sekarang kamu pulang ya. " ucap Akhsan.


" tidak Bang.!!


" Aisyah sayang. "


" iya iya. tapi bagi duit dong. " ucap Aisyah


" bilang aja kalau mau minta uang. " Akhsan mengambil dompet dan membukanya. baru saja mau mengambil uang tunai Aisyah langsung menyambar salah satu ATM milik Akhsan dan langsung berlari.


" makasih ya Bang.!! dah Abang dah kak Kairi, ingat ya belum halal jangan macam-macam..!! teriak Kairi sebelum keluar.


" dek.!! jangan boros-boros.!!


" siap Bang.!!


🌾🌾🌾🌾🌾


dengan mata terus mengagumi ATM yang ada di tangan nya Aisyah berjalan masuk dan nyelonong begitu saja tanpa bertanya pada resepsionis yang tak jauh dari depan pintu.


" bukankah dia Nona Aisyah ya.? ucap salah satu resepsionis.


"mana.?


" tuh. yang di depan lift. "


mata kedua resepsionis tak hentinya melihat Aisyah yang tengah senang terlihat dari wajahnya yang berbinar.


" lucu dan imut-imut. " puji nya.


" iya. jadi gemes pengen cubit pipinya. "


Aisyah masuk ke lift dan membuat para resepsionis itu berhenti mengaguminya. gadis kecil itu memang mampu membuat mata menatapnya dengan kekaguman.


Aisyah keluar dari dalam lift dan sudah tak sabar ingin bisa secepatnya bertemu dengan Ikhsan. semoga saja kali ini dia yang mengejutkan bukan sebaliknya.


" Bang Ikhsan, I'm Coming .!! teriak Aisyah dan langsung berlari.


" Assalamu'alaikum Bang..!! teriak Aisyah dan berlari dengan cepat ke depan meja di mana Ikhsan berada.


Ikhsan menggeleng kebiasaan Aisyah selalu saja membuat onar di manapun tapi takkan membuat Ikhsan terkejut lagi.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Ikhsan malas dan menghentikan tangannya dari laptop.


mata Aisyah menggerilya semua sudut ruangan Ikhsan alhamdulillah tak ada yang membuat nya terkejut " syukur lah. " gumam Aisyah.


" kamu nyari apa.? tanya Ikhsan bingung.


Aisyah menaruh tas nya di sofa dan duduk begitu saja. " nyariin sesuatu yang membuat Aisyah jantungan. " Jawab Aisyah.


" membuat jantungan maksudnya.?


" maksudnya..


" Assalamu'alaikum, pak ini kopinya. maaf ya lama Fatma bingung mencari keberadaan pantry. untung saja Fatma nggak nyasar kalau nyasar ilang deh. " ucap Fatma yang tiba-tiba masuk dan membawa secangkir kopi untuk Ikhsan.

__ADS_1


Ikhsan dan Aisyah menoleh pada Fatma yang berjalan masuk. mata Aisyah melotot terang kedua abangnya benar-benar telah mengejutkan nya. sedangkan Fatma sudah memberikan kopi pada Ikhsan tanpa melihat Aisyah yang ada di sofa.


" nah ini nih yang buat Aisyah jantungan. " ucap Aisyah. "Bang seharusnya kalian berdua itu jangan suka berduaan dulu sebelum halal. tadi abang pertama gitu sekarang Abang kedua juga gitu, jangan bilang nanti Abang ketiga sedang jalan sama cewek nya, haduh dosa berterbangan dimana-mana. " ucap Aisyah frustasi.


Fatma seketika menoleh pada gadis kecil yang sedang berdakwah tersebut yang sedang memberikan arahan padanya dan Ikhsan." pak, dia.? bingung Fatma.


" dia Aisyah, yang waktu itu kamu tolong. " jawab Ikhsan.


Fatma menghampiri Aisyah dan duduk tanpa ragu dan malu sama sekali. Fatma yang sedikit bar-bar mana mungkin dia punya rasa malu seperti itu.


" maaf ya dek buat kamu jantungan.bagaimana kalau kakak antarkan ke rumah sakit biar tak menjadi penyakit yang serius. " ucap Fatma.


" astaga. nggak sampai gitu juga kali kak. Aisyah ini sehat wal'afiat jadi mana mungkin jantungan beneran. ish Kak Fatma ini. " jawab Aisyah. " oh ya kak, Aisyah minta maaf ya soal yang kemarin itu dan Aisyah berterima kasih buanyakk. kalau nggak ada kakak entah apa yang akan terjadi pada Aisyah. "


" iya dek. kakak juga minta maaf telah membuat kamu dan Faisal ketakutan, kakak hanya...?


Aisyah tiba-tiba memeluk Fatma sebelum Fatma selesai mengatakan semuanya. entah kenapa hati Aisyah merasa ikut merasakan penderitaan Fatma meskipun belum di ucapkan. " sudah lah kak. Aisyah tau kok."


" makasih ya. " Fatma membalas pelukan Aisyah dengan hangat dan melepaskan setelah beberapa saat. " kita malah kayak teletubies ya, berpelukan. " sambung Fatma.


" aku ikut dong. aku bisa jadi dipsy atau Po aja lah nggak apa-apa. " saut Ikhsan yang sudah duduk si sofa sebelah mereka berdua.


" ngarep.!! ketus Aisyah dan Fatma bersamaan.


" ish kompak banget. baru aja ketemu udah klop gitu, ngiri aku." ucap Ikhsan dengan wajah kecewa.


" iya lah. kalau tidak bisa-bisa kita kalah di tindas sama Abang. " celetuk Aisyah.


" mana ada, Abang kan penyayang sini-sini Abang buktikan. " tangan Ikhsan merentang dan siap memeluk mereka berdua.


sontak Aisyah mendorong Ikhsan hingga kembali terduduk di sofa nya dan mengeluh pasrah.


" belum halal Bang, makanya halalin cepet biar bisa peluk-peluk. "


" hufff.. terserah kamu deh dek. " Ikhsan menyenderkan kepalanya di sofa dan menatap langit-langit, mungkin apa yang di katakan Aisyah benar tapi bagaimana bisa Fatma masih sekolah dan umurnya pun masih sangat muda mana mungkin Ikhsan akan langsung menikahi nya. seandainya bisa Ikhsan pun langsung membawa Fatma ke KUA saat itu juga.


" Kak Fatma. sebenarnya kakak dan Bang Ikhsan itu beneran ada hubungan spesial kan.? tanya Aisyah.


" hubungan spesial apa. aku dan pak Ikhsan saja hanya sebatas guru dan murid. benar sih pak Ikhsan memperlakukan ku berbeda dari yang lain tapi nggak mungkin kan pak Ikhsan beneran suka pada Fatma. itu sungguh mustahil."


"Kak..!!


" Ya..


" gimana.? apa Bang Ikhsan sudah menyatakan cinta pada Kak Fatma.? atau masih ngegantung tanpa kepastian. " ucap Aisyah dan Fatma hanya diam. " Bang.!! gimana sih. ingat ya bang kalau sampai Abang kelamaan biarkan Aisyah yang bertindak. Aisyah akan mengatakan sama Papa kalau kedua Abang Aisyah sudah berpacaran. dan Abang pasti tau sendiri kan apa yang akan terjadi. tak perduli Kak Fatma belum cukup umur, Aisyah yakin kalian akan langsung di bawa ke KUA. " tegas Aisyah.


" apa sih dek." kesal Ikhsan.


" dek Aisyah. saya dan pak Ikhsan itu tak ada hubungan apapun jadi jangan berfikir aneh-aneh Ok. "


" baik lah kalau begitu mulai sekarang kalian mempunyai hubungan spesial. Aisyah mewakili Abang ya." Aisyah menjabat tangan Fatma dengan erat. " Kak Fatma, jadilah kekasih dunia akhirat untuk Abang Aisyah. jangan pernah pergi ataupun menduakan Bang Ikhsan meskipun usia kakak belum cukup tapi tak ada halangan untuk dihalalin daripada berdosa dan menimbulkan Fitnah. "


" apa sih dek. "ucap Fatma.


" Bang.! ini untuk masa depan Abang.!kenapa harus Aisyah sih. jadi cowok lembek amat. " ejek Aisyah.


" astaga Aisyah. loh memang adik ter the best. salut Abang padamu. "


" Bang..!!!


"Hm.. ?


"Fatma sebenarnya yang di katakan Aisyah itu benar. aku benar-benar menyukaimu dan aku hanya ingin kamu yang menjadi kekasih ku hingga akhirat kelak. aku mohon Fatma Terima lah rasa ini dari ku aku memang pengecut aku tak berani mengatakan langsung padamu tapi ini sungguh nyata aku mencintaimu. "


" Pak. "


" sebenarnya aku sudah memikirkan ini sejak lama. dan sebenarnya ini adalah hadiah dariku Fatma. cinta ku akan menjadi hadiah untuk mu jika kamu menerimanya. meskipun kamu menang ataupun kalah dari cerdas cermat itu tapi hadiah ini akan tetap aku berikan padamu."


" tapi Fatma hanya...


" Kak Fatma, sudah jangan banyak berpikir yang aneh-aneh. Aisyah tau kakak pasti akan ragu karena keadaan kakak. tapi Abang benar-benar sayang sama kakak. dan Abang hanya ingin membahagiakan kakak, jadi Terima ya. "


" bisakah beri aku waktu untuk berfikir.?


" aku akan memberikan waktu selama yang kamu mau Fatma. tapi aku mohon jangan sakiti aku. aku tak akan sanggup. "jawab Ikhsan.


" InsyaAllah pak. "


" Kak Fatma. " Lagi-lagi Aisyah memeluk Fatma dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2