Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
108.Tekat


__ADS_3

" Bang, sepertinya kita masih harus menyelidiki tempat kemarin deh. entah kenapa aku merasa ada yang aneh dari tempat itu " ucap Ikhsan dengan terus berfikir keras. Hati dan pikiran nya mengatakan ada hal yang tersembunyi di sana.


" Kamu benar " jawab Akhsan yang satu pemikiran dengan Ikhsan. Akhsan juga sangat yakin ada hal menarik di tempat itu kalau tidak ada, tak mungkin Aisyah menuntun mereka sampai ke sana.


" Terus sekarang apa yang akan kita lakukan Bang, ? apa kita harus ke tempat selanjutnya. kita harus secepatnya menemukan mereka Bang, Aku takut mereka ada dalam masalah " Ikhsan bergabung duduk di sebelah Akhsan, mengambil gelas teh panasnya yang ada di meja.


" iya lah kita harus ke sana, semakin cepat kan semakin baik " jawab Akhsan setelah menyeruput teh nya juga. Akhsan kembali menaruh teh nya di meja. melirik ke arah Ikhsan yang masih menikmati manis nya teh buatan istri nya. "' jangan lupa kau ajak Arlan juga, biarkan dia juga bekerja " sambung Akhsan.


" Iya Bang," jawab Ikhsan " Bang, kenapa tempat itu terasa tidak asing ya, seperti nya kita pernah ke sana, tapi kenapa aku benar-benar lupa " Ikhsan terus mengingat tempat itu tapi terasa sangat susah untuk di ingat.


" ya seperti nya sih emang iya , tapi tempat siapa Ya? sama seperti Ikhsan, Akhsan juga melupakan tempat itu.


" masih muda juga, udah pikun! " Faisal menyerobot duduk di tengah-tengah mereka berdua membuat nya bergeser dan mata mereka langsung menatap nya dengan tajam. " nggak usah di plototin nggak bakal cair juga "


Kepergian Aisyah ternyata sangat berpengaruh pada Faisal, dulu yang selalu diam tak banyak bicara sekarang sudah mulai menggantikan Aisyah yang selalu bawel di pagi hari, menggantikan Aisyah untuk meledek kedua Abang kembar nya itu.


" emang situ es dan sini api! sungut Ikhsan tak terima. pagi-pagi Faisal sudah membuat nya tersungut.


Bibir Faisal menyungging dan kedua bahunya terangkat " mungkin " jawabnya enteng.


Pletakkk....


Jitakan Akhsan berhasil membuat Faisal meringis kesakitan, hanya ucapan sedikit saja membuat nya mendapat jitakan sadis, bagaimana kalau sampai Faisal seperti Aisyah pasti kehilangan darahnya seperti di hisap oleh kedua abangnya.


" Bang,,!! Jangan gitu napa sih, kan yang Faisal katakan benar " protes Faisal sedetik kemudian wajah Faisal berubah memelas, menatap kedua abangnya bergantian " Bang, Faisal nggak mau pergi, Faisal bisa kan lanjutin belajar nya di kota ini juga kan nggak usah ke luar negeri " ucap Faisal lesu.


"'Ya elah Sal. kamu kan cerdas, kamu pasti bisalah cepat menyelesaikan kuliah mu dalam waktu sekejap. ayolah, kasian Opa juga yang sudah berharap lebih padamu. lagian abang juga dari sana kan. lagian besok Aisyah juga akan ke sana kan, semua pasti akan ke sana "'ucap Ikhsan, membuat Faisal terkejut karena masih menyinggung soal Aisyah juga.


" Aisyah.? maksud Abang? bingung Faisal matanya terus meminta penjelasan pada Ikhsan yang sudah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena tersadar telah keceplosan. " Bang,,?

__ADS_1


" Hehehe,,, bukan apa-apa. sudah sudah Abang mau pergi, " ucap Ikhsan dan langsung melarikan diri " Yuk Bang, bukannya meeting nya hampir di mulai nanti telat " sambung Ikhsan kembali menoleh ke arah Akhsan sebelum benar-benar keluar.


" Hm. " Akhsan mengangguk dan beranjak dengan cepat, menyentuh bahu Faisal yang masih terlihat kebingungan dan beralih menatap Akhsan meminta penjelasan " sudah jangan dipikirkan, Bang Ikhsan sedang pusing jadi bicaranya ngelantur. dan ya, jangan ragu dalam kebaikan. kamu pergi untuk belajar kan untuk menimba ilmu dari Allah kan? jadi kuatkan tekat mu dan jangan kecewakan kita semua, Abang akan selalu mendukung mu "' ucap Akhsan menasehati dan langsung pergi setelah itu.


Faisal menatap kepergian kedua abangnya, ada yang aneh dan ada yang mereka sembunyikan dari Faisal, dan Faisal begitu menyakini akan hal itu. " apa yang abang sembunyikan dari Faisal, Bang. Aisyah? apa maksudnya. apa kalian masih mempercayai kalau Aisyah mazih ada?. gumam Faisal bingung sendiri.


Faisal menyeruput teh sisa Akhsan dan langsung beranjak pergi setelah menghabiskan nya.


*****


Dengan satu mobil saja Akhsan dan Ikhsan bergegas ke tempat kedua yang di tunjukkan oleh Aisyah melalui peta peninggalan nya, lebih tepatnya peta teka-teki sih karena merasa tidak tau apa yang ada di dalamnya.


Mobil terus melaju dengan cepat dengan Ikhsan sebagai pengemudinya, Ikhsan tak akan sabaran kalau sudah menyangkut akan keluarga nya semua harus cepat beres.


" pelan Ikhsan " Akhsan menoleh ke arah L


Ikhsan yang begitu fokus dengan jalan raya, dan seperti tak menganggap kalau ada abang nya di sana " Ikhsan,, " panggil nya dengan pelan.


" Ikhsan, " Akhsan mencoba bersabar menghadapi Adik nya itu, tekatnya yang begitu bulat malah membuat nya sedikit takut karena keadaan jalan raya yang begitu ramai di pagi hari.


Ikhsan terus dengan pendirian nya. mobil nya terus melaju dengan cepat.


" Ikhsan, kalau sampai terjadi apa-apa dengan kita, bukan nya bisa bertemu dengan Aisyah tapi kita malah celaka, hati-hati bisa kan? atau aku saja yang mengambil alih mengemudi nya" ucap Akhsan.


" iya iya maaf Bang, nih aku pelan " jawab Ikhsan sembari memperlambat laju mobilnya menjadi standar.


Mobil melewati di depan pasar dan sesekali berhenti karena keadaan yang begitu macet. bukan di pasar saja kalau pagi-pagi pasti macet apalagi di depan pasar, di saat semua emak-emak pada berkumpul untuk membeli kebutuhan sehari-hari untuk keluarga mereka.


" Astaghfirullah,, ini nih! kenapa aku tak suka melewati jalan ini apalagi pagi pasti macet abis " gerutu Ikhsan.

__ADS_1


" Sabar "


Mata Akhsan menatap luar di dalam keramaian matanya berkedip-kedip mengingat siapa yang ia lihat. " dek bukan nya itu murid mu ya.? tanya Akhsan, " tapi sedang apa pagi-pagi gini di pasar bukannya dia harus sekolah, dan sedang bicara dengan siapa dia? bingung Akhsan terus mencari celah untuk bisa melihat lawan


bicara nya.


" mungkin dia sedang nganterin ibunya kali Bang, sekalian berangkat ke sekolah " jawab Ikhsan.


" mungkin " jawab Akhsan masih dalam keraguan. " apa tidak sebaiknya kita turun dan lihat, entah kenapa aku pengen lihat " Akhsan begitu penasaran kenapa hati nya tergerak ingin melihat siapa lawan bicara nya.


" ya sudah sebentar cari parkir dulu " Ikhsan tengak-tengok mencari tempat kosong untuk memarkir kan mobil nya dan mereka bisa bersama-sama melihat.


🌾🌾🌾🌾🌾


Aisyah dan Shelvia tengah keluar dari rumah Marco pamitnya ke pasar untuk membeli bahan makanan dan mereka pun tak bohong karena mereka sedang berada di pasar sekarang, tapi entah setelah dari pasar,? mereka ada acara untuk ketempat lain pastinya.


" Alhamdulillah, Akhirnya terbeli juga semua yang kita butuhkan Kak " Aisyah menghembuskan nafas lega setelah semua daftar belanjakan sudah dia beli semuanya " Kak,! bantuan Aisyah dong " protes Aisyah pada Shelvia karena bawaan nya yang lebih banyak daripada Shelvia.


" Hm. " Shelvia mengambil beberapa kantong plastik dari tangan Aisyah, meringankan beban Aisyah yang terlalu keberatan udah kecil bawaannya banyak yang ada Aisyah nggak tumbuh-tumbuh nantinya.


Keduanya berjalan keluar dari Pasar, menghadang taksi yang sudah mendekat. melambaikan tangan nya dan berteriak "'Taksi..!! teriak Aisyah keras.


Satu pasang mata melihat mereka berdua, matanya langsung melotot dan berlari ke arah Aisyah dan Shelvia sebelum mereka berdua masuk ke taksi. " tunggu,,!! teriak nya menarik hijab Aisyah membuatnya mendongak menghadap langit.


Sontak Aisyah memegangi hijab nya. menoleh dengan susah payah dan berwajah kesal tentunya. siapa yang telah berani melakukan itu padanya, " lepasin,,!! teriak Aisyah tak Terima.


Orang itu melepaskan hijab Aisyah setelah mereka berhasil berhadapan." gimana keadaan mu,? udah sembuh? tanyanya dengan cepat.


Aisyah kebingungan, kenal kagak, teman juga bukan, apa lagi saudara tidak sama sekali.

__ADS_1


" Maaf anda salah orang,! ketus Aisyah dan ingin kembali masuk taksi.


" tunggu,,!!


__ADS_2