
" Mas,,,!! Fatma bisa jelasin.! Fatma berlari, ini harus di luruskan.
" Mas,,,!!!
Brakk....
Pintu di banting dengan keras oleh Ikhsan, lagi-lagi Ikhsan kembali marah.Pintu tertutup dengan keras dan hampir saja mengenai Fatma. " Assalamu'alaikum,, " Fatma masuk tampa rasa takut akan kembali mendapatkan marah dari Ikhsan. matanya mencari-cari Ikhsan yang ternyata terbaring " Mas Fatma bisa jelasin. ini tidak seperti yang mas kira. " Fatma menaruh tas nya di meja mendekati Ikhsan dan langsung memeluknya.
Ikhsan masih terus diam menutup matanya dengan tangan. " apa Mas tau.? aku hampir saja tertangkap oleh orang yang jahat itu. orang yang mau menikahi Aira. " ucap Fatma masih terus memeluk Ikhsan dengan sangat erat tak akan dia biarkan Ikhsan pergi sebelum mendengarkan ceritanya.Bahkan Fatma menaruh kepalanya di dada Ikhsan dengan begitu manja.
Ikhsan langsung kaget, orang itu berarti adalah Marco. " tapi aku bisa selamat karena ada Rico yang menyelamatkan ku. karena tak mau terjadi apapun padaku Rico terus mengantarkan ku pulang itulah kenapa Aku dan Rico bersama kita tidak ada apa-apa kok sungguh, mas " Fatma menghentikan katanya mendongak dan mencium keruk leher Ikhsan.
Benarkah apa yang di katakan Fatma,? atau itu hanya sebagai alasannya saja supaya bisa selamat dari amarah Ikhsan.? " Masss..!! apa Mas nggak lagi percaya dengan Fatma, Fatma bicara benar loh ini. Fatma tidak bohong loh. " bibir Fatma mengerucut karena tak mendapatkan tanggapan dari Ikhsan.
" Terus kenapa kamu bolos sekolah, alasan apa yang akan kamu buat.? tanya Ikhsan ketus.
" kalau saja Mas mau dengerin aku kemarin malam pasti aku tidak akan bolos, tapi Mas sudah keburu marah sebelum mendengarkan semuanya. " kesal Fatma mengingat kejadian kemarin.
" Cerita.? apaan.? bingung Ikhsan
" Aisyah dan Shelvia. " jelas, lugas, dan tegas.
Ikhsan terhenyak, mengalihkan tangannya dan membuka mata. " Aisyah, Shelvia, maksudnya? " bingung Ikhsan beralih duduk bersandar kan kepala ranjang sementara Fatma ikutan duduk namun tetap dalam kondisi memeluk Ikhsan dan kepala nya tetap berada di dada Ikhsan " apa maksudnya, Fatma.!
" Kemarin itu Rico cerita, kalau dia melihat Aisyah dan juga Shelvia, dan Aisyah tertabrak mobil katanya dan dia juga terluka parah. ya awal nya aku tidak percaya sih tapi Rico begitu yakin kalau itu adalah mereka berdua. aku mau cerita semuanya Mas sudah keburu marah sampai pagi pun Mas pergi meninggalkan ku tanpa mendengarkan cerita ku dulu, jadi aku mencari mereka lah di setiap rumah sakit seorang diri, hingga aku harus bertemu dengan orang jahat itu dia terus mengejar ku sampai ada Rico yang menolong ku. " terang Fatma panjang kali lebar plus tinggi juga.
Ikhsan tercengang tak percaya, bagaimana semuanya itu mungkin.? sepertinya sangat mustahil kalau itu adalah mereka berdua. apa mungkin ini hanya alasan Fatma saja atau Rico yang salah lihat. " kamu nggak bohongin aku kan. " ucap Ikhsan menegaskan.
Fatma mengangkat wajah nya menatap mata Ikhsan dengan mata bulatnya. " Mas nggak percaya, ayo lihat mata Fatma apa ada kebohongan di sana,? tantang Fatma.
Ikhsan menurut mencari kebohongan di mata Fatma namun tak dia dapatkan. "Coba aku lihat." Ikhsan memegang kedua pipi Fatma mendekatkan wajah nya matanya terus menatap mata bulat istri nya itu. " Muahh... muahh.. muahh.. " Ikhsan mencium rata semua wajah Fatma gemas, membuat Fatma kalang kabut untuk melepaskan diri namun ternyata tak bisa.
" Mass,!! geli,,!! Mas Fatma bau keringat, Fatma bau kecut karena tadi terus lari, Fatma gerah mau mandi,,!! protes Fatma yang ingin kabur dari Ikhsan.
" kamu pikir aku juga nggak gerah,? aku juga gerah, seharian aku juga belum mandi karena menunggu mu. kita sama-sama bau kecut, jadi sesama kecut nggak usah banyak alasan. " Ikhsan terus melancarkan aksinya.
" Mass,, Fatma gerah, Fatma juga lapar dari pagi belum makan sama sekali.!!
" Sama aku juga. aku juga gerah dan juga lapar, dan sekarang aku mau memakan mu dulu. " ucap Ikhsan, " sini aku bukain biar tidak gerah " Ikhsan menanggalkan seragam Fatma merebahkan tubuh Fatma di kasur nya.
__ADS_1
Selimut Ikhsan tarik menutupi mereka berdua dengan Fatma terus berontak, " Mas gerah.. "
" nanti mandi bareng,, "
" Maasss,,,,!!
" Mass,,,!! pengaman.! teriak Fatma mengingatkan.
" Nggak usah ya. "
" Nggak,,!!
" Iya-iya.." Pasrah Ikhsan tak berdaya.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Malam begitu larut, Akhsan dan Ikhsan berdiri di depan pendopo keadaan malam sudah semakin sunyi senyap semua sudah tertidur.
" Ikhsan, gimana kamu dan Fatma.? udah baikan kan.? Akhsan menoleh meminta penjelasan pada Ikhsan, semoga saja masalah nya sudah kelar,
Ikhsan mengangguk runtut. semua sudah terpecahkan kenapa Fatma melakukan itu dan kenapa Fatma pergi bahkan bolos sekolah. " semua baik-baik saja Bang, hanya salah paham saja. " Ikhsan menoleh kearah Akhsan sejenak dan kembali menatap kosong jauh ke depan
Akhsan terhenyak, kenapa tiba-tiba Ikhsan bertanya tentang mereka berdua. bahkan semua sudah sepakat untuk tidak membahas lagi takut Keisha dan Airin kembali bersedih, meskipun sampai sekarang Airin belum mau bicara dan terus terdiam diri di dalam kamar.
" Maksudnya.?
" Apa Abang tau apa yang Fatma lakukan seharian ini di luar sendirian.? tanya Ikhsan dan Akhsan hanya menggeleng. " Fatma mendatangi beberapa rumah sakit untuk mencari keberadaan mereka berdua, setelah teman Fatma di sekolah bilang katanya dia melihat Aisyah dan Shelvia tiga hari yang lalu. dan katanya Aisyah tertabrak mobil." Ikhsan menjelaskan.
Sebenarnya sangat susah di terima nalar. bagaimana bisa Aisyah dan Shelvia bisa selamat dari ledakan se-dasyat itu dan jangan lupakan dengan semua hasil tes di rumah sakit, bagaimana semua itu mungkin. " benarkah.? tapi bagaimana mungkin.?
" Aku juga masih ragu sih Bang, ini benar-benar sebuah teka-teki yang membingungkan. tapi semuanya harus segera di pecahkan, jika mereka berdua masih hidup berarti mereka ada di salah satu rumah sakit dan kita harus mencarinya.
" Kamu benar, kita harus pecahkan semuanya dengan cepat. jika benar aku yakin Aunty akan sembuh, dia pasti akan kembali bicara lagi dan menghentikan kesedihannya setelah bertemu dengan Shelvia." jawab Akhsan.
" Ada apa dengan Shelvia.?
keduanya menoleh melihat siapa yang datang dan sudah berjalan mendekat kepada keduanya. keduanya saling lempar pandang bingung bagaimana akan di jelaskan kalau mereka sendiri belum punya bukti dan belum bisa menemukan Shelvia. " Om David.! terkejut keduanya.
" Ada apa dengan Shelvia,? tanya David menegaskan.
__ADS_1
" Nggak apa-apa kok Om, kita hanya merindukan kejailan mereka berdua, keisengan mereka berdua " jawab Akhsan beralasan.
" Iya Om, Abang benar." jawab Ikhsan menimpali.
David mengangguk. bahkan dia lebih merindukan semua tentang Shelvia, keisengan nya, kenakalan nya, jail nya, suara cerewet nya, senyum nya, dan semuanya tentang Shelvia.
" Bahkan Om, sangat merindukan nya. Tapi kerinduan itu hanya akan membuat hati ini semakin sakit karena tak lagi bisa menggapainya. tak lagi bisa menatap semuanya dari dia. " David terus termenung mengatakan sisa-sisa kepedihan yang masih ada di dalam hatinya.
Setetes air mata keluar dari mata David. seandainya hanya ada satu permohonan yang bisa terkabulkan maka David hanya akan meminta Shelvia bisa kembali ke dalam pelukan nya. " Tapi dia sudah tenang di atas sana." mata David menatap semua bintang di atas sana, mungkin kah ada salah satu di antara bintang itu adalah Shelvia, namun sinar itu akan tetap ada dan tak akan pernah redup di dalam hatinya.
" Om, yang sabar ya. Semua nya pasti akan baik-baik saja. "
" Om tidak tau, Akhsan. kalian sendiri bisa melihat kan keadaan aunty kalian sekarang. bahkan kesedihan nya belum juga berujung, bahkan dia tak bicara meskipun hanya dengan Om, dan semakin lama tubuh aunty kalian semakin kurus karena tak mau makan, Om begitu sedih. Om harus bagaimana.? hati David begitu sakit.
" Om. kita akan berusaha untuk kebaikan Aunty. kita akan bantu Om. Om jangan pernah merasa sendiri. " ucap Ikhsan.
David merangkul kedua pemuda itu, sebelum dia pamit untuk kembali masuk untuk menemani Airin. " Om mau masuk. kalian jangan malam-malam begadang nya. jangan sampai kalian sakit "'ujar David.
" iya Om. " tangan David terlepas dari keduanya dan langsung pergi. keduanya menatap kasihan David yang begitu menanggung beban yang begitu berat. dari kehilangan anaknya dan sekarang keadaan istri nya yang semakin lama semakin memburuk.
" kita harus segera memecahkan teka-teki ini Bang. Jangan sampai kita terlambat dan akan semakin memperburuk keadaan " ucap Ikhsan.
" Kamu benar. kita harus bergerak cepat. dan kita mulai dari besok dan kita juga harus kerahkan anak buah kita untuk membantu kita." jawab Akhsan.
" aku akan bertanya dengan Rico besok. jangan sampai kita sudah kalang kabut mencari mereka dan ternyata Rico hanya salah lihat "
"Hmm " Akhsan mengangguk membenarkan.
" dimana kalian sebenarnya Aisyah, Shelvia. Benarkah kalian masih hidup.? jika benar cepat lah pulang, dan temui kami semua kami sangat merindukan kalian berdua. " lirih Akhsan dan menatap langit.
" semoga saja apa yang di katakan Fatma itu adalah benar, dan kita bisa mencari dan menemukan mereka dengan cepat. Entah dimana mereka sekarang berada. dan entah bagaimana keadaannya sekarang, semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja jika benar mereka masih hidup ya Bang. " ujar Ikhsan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎ
Cepat lah kembali Aisyah dan Shelvia. bahkan kakak author juga sangat merindukan mu.
ππππ
__ADS_1