
Aisyah dan juga Shelvia turun dari mobil yang di sopir oleh Jon. Langkah mereka di percepat setelah matanya melihat rumah yang mereka cari-cari ada di depan matanya.
" ini benar rumahnya kan,?" bingung Aisyah dengan satu tangan nya memegangi ponsel yang menyala dengan alamat yang tertera di sana.
" seperti nya memang ini rumahnya, tapi kenapa sepi begini ya " ucap Shelvia yang juga sama bingung nya. " udah lah, ketuk aja yuk siapa tau ada orang nya di dalam "
" Hm " Aisyah mengangguk
Mereka berdua pun langsung berjalan mendekati pintu dan langsung mengetuk nya sembari mengucapkan salam.
Tok tok tok....
" Assalamualaikum" Ucap mereka berdua bersamaan,, " Assalamu'alaikum,,!! " ucapnya sekali lagi.
Menunggu beberapa saat namun belum juga ada orang yang membukakan pintu dan keluarga dari sana.
" Apa mungkin orang nya tidak ada di rumah,? " tanya Aisyah, " Assalamu'alaikum,,, " ucapnya sekali lagi dengan tangan terus mengetuk.
" mungkin orang nya lagi pergi kali, Syah. Terus gimana dong, apa kita harus menunggu atau mungkin kita pulang aja dulu " Shelvia angkat bicara.
Aisyah menggeleng dengan cepat.
" tidak tidak.. pokoknya kita harus membawa orang yang kita cari itu pulang bersama kita, dan misi kita harus secepatnya selesai. apa kakak lupa satu minggu lagi Om David ulang tahun loh,! bukannya kakak sendiri yang bilang kalau saat itu tiba kita akan pulang " jawab Aisyah.
" Iya juga sih, tapi mau gimana lagi kalau orang nya tidak ada " lirih Shelvia yang begitu malas.
" Aisyah yakin, di dalam pasti ada orang Kak " kekeuh Aisyah.
" Semoga saja "'
Tok tok tok....
" Assalamu'alaikum,,!! teriak mereka lagi.
" belum di buka juga. kalau begitu kita tunggu setengah jam, kalau nggak ada orang kita pulang " ucap Aisyah.
Mereka berdua berjalan ke arah kursi yang tersedia di depan rumah itu. menunggu tuan rumah untuk keluar, atau mungkin pulang dari berpergian nya.
" mana sih " ucap Aisyah tak sabaran.
" Ya elah kau ini, baru saja beberapa menit nunggu udah kayak orang demo aja yang tak sabaran " sindir Shelvia.
" hehehe,, " meringis Aisyah dengan polos nya.
keduanya begitu Fokus menunggu, namun semua itu tak berlangsung lama karena terdengar suara keras dari dalam rumah itu.
" Kak,,!! sepertinya ada sesuatu di dalam " ucap Aisyah panik.
Tanpa menunggu jawaban dari Shelvia, Aisyah sudah terlebih dahulu beranjak dan membuka pintu begitu saja dan ternyata sedari tadi pintu nya tidak di kunci sama sekali.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum,!! ada orang,,!! " teriak Aisyah sembari nyelonong masuk.
Shelvia yang ketinggalan hanya bisa mengejar Aisyah sembari menggerutu kesal karena Aisyah masuk begitu saja di rumah orang tanpa seizin nya.
" Dasar anak itu, selalu saja bertindak semaunya sendiri. emangnya ini rumah nya sendiri apa.? kalau tuan rumah nya marah bisa berabe nih, dikira mau maling " gumam Shelvia.
" Aisyah, tunggu,,!! teriak Shelvia sembari berlari.
Satu persatu ruangan Aisyah masuki namun belum juga menemukan apapun. Aisyah berdiri dengan satu tangan berkacak pinggang dan berfikir dengan bingung. " kalau nggak ada siapapun terus tadi suara apa dong " pikir keras Aisyah.
oek... oek...
Baru saja Aisyah terdiam telinganya menangkap suara dari dalam ruangan yang ada di depannya. " apa di sini ada orang? " Aisyah berjalan perlahan mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tapi tak ada jawaban hanya suara orang yang muntah saja yang ia dengar.
" masuk nggak ya,? " bingung Aisyah " masuk saja lah. kalau tidak aku tidak akan mendapatkan apapun"
" Assalamu'alaikum, " Aisyah membuka pintu dan mendorong nya perlahan. " sepertinya orang nya ada di kamar mandi "
Aisyah mendekati pintu kamar mandi dan mengetuk nya dengan keras semvari mulutnya mengoceh," kak, mbak, Mas, teteh, bibi, tante, bude atau Pakde,,, permisi.!! " ucap Aisyah.
Mendengar suara cempreng Aisyah, orang yang ada di dalam kamar mandi itu keluar dan langsung terkejut melihat kedatangan Aisyah, orang yang sama sekali tidak dia kenal.
" hehehe,, kakak kenapa? " tanya Aisyah setelah meringis memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.
" ka-kamu siapa,? dan kenapa kamu bisa ada di sini.? " tanya orang itu bingung.
" siapa? "
" sudah lah Kak, nanti kakak akan tau setelah sampai di sana. " Aisyah menarik tangan Orang itu dengan sedikit paksa karena dia takau sebenarnya. " ayolah kak "
" tapi,, saya harus ganti baju dulu kan " ucap nya, karena saat ini dia hanya mengenakan baju tidur saja.
" tidak usah, di sana semua keperluan kakak sudah tersedia. "
Setelah melewati rayuan yang begitu keras akhirnya Aisyah dan Shelvia bisa membawa orang itu pergi.
Di saat mobil Jon sudah pergi dari sana mobil Akhsan datang, bersama Ikhsan, Kairi dan juga Fatma. Ternyata kedatangan mereka berempat kalah cepat dengan Aisyah.
Setelah beberapa kali mereka berteriak dan mengetuk pintu tapi tak ada orang yang membukakan nya membuat mereka berfikir kalau tak ada siapapun di dalam.
" mungkin Nara tidak ada di rumah, atau mungkin Nara pulang ke rumah orang tuanya.?"
bingung Akhsan.
" mungkin "
Kairi mencoba menghubungi nomor Nara namun sama sekali tak di angkat. " tidak ada jawaban "'ucap Kairi.
" kalau begitu kita pulang dulu, biar aku dan Ikhsan yang mencari tau keberadaan Nara sekarang " ucap Akhsan, dan mereka bertiga mengangguk.
__ADS_1
Mobil pun kembali melaju dan pergi meninggalkan tempat itu.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Orang sukses bisa gagal, orang kaya bisa jatuh miskin, dan orang gagah dan kuat bosa saja jatuh sakit. semua pasti akan berputar seperti roda terkadang di atas dan terkadang berada di bawah.
Seperti saat ini, semua itu baru saja di alami oleh Marco. kesuksesan nya tengah mengalami masalah dengan turunnya semua pemasukan dari satu persatu usahanya, dan juga kesehatan nya yang kini tengah menurun.
Sudah satu minggu ini Marco hanya terus berada di rumah lebih tepatnya menghabiskan waktunya di dalam kamar saja. tubuhnya terasa lemas, suhu tubuh nya tinggi menandakan bahwa dia tengah mengalami demam yang sangat hebat dan jangan lupakan suaranya yang habis karena dia terus batuk.
Orang rumah begitu sangat khawatir dengan keadaan Marco yang semakin memburuk, tapi keras kepalanya Marco lah yang membuat semua tak bisa melakukan apapun, bahkan untuk mengundang dokter untuk memeriksa nya saja tidak di perbolehkan.
Uhuk uhuk....
Berkali-kali Marco batuk wajah nya semakin pucat bahkan bibir nya terlihat sangat biru.
Marco berjalan dengan tertatih, dua begitu sangat kesusahan untuk bisa sampai di ranjang nya saja, padahal jarak dari Sofa dan ranjang Marco begitu dekat.
Tubuh yang tidak bertenaga membuat Marco hampir saja terjatuh, namun semua itu tak terjadi karena Farel sudah keburu berlari dan menangkap nya membuat Marco tidak terjatuh.
" Astaghfirullah, Bang, "
Farel langsung menangkap Marco saat itu juga, dan menuntunnya hingga Marco sampai di ranjang. " Seharusnya Abang panggil Farel kalau mau melakukan apapun, Bang. Farel pasti akan datang untuk Abang " Ucapnya sembari menarik selimut untuk menyelimuti Marco setelah berbaring.
" Aku masih kuat, aku masih bisa melakukan apapun sendiri tanpa bantuan siapapun. " jawab Marco dengan dingin dan juga dengan suara yang lirih dan serak.
" Farel tau Abang kuat, tapi tidak untuk sekarang Bang. Abang membutuhkan orang untuk membantu Abang,! lagian Farel bukan siapa-siapa, Bang. Farel adalah adik Abang sendiri " ucap Farel.
" Hm " Jawab Marco dengan berdehem saja.
" Kemana dua bocah itu,? " tanya Marco.
" Putri dan Via,? " tanya balik Farel.
" Hm, siapa lagi yang ada di sini kecuali dua bocah yang selalu bikin rusuh itu. " jawab Marco lagi-lagi dengan suara yang sama.
" bukanya mereka sudah pamit sama Abang mau beliin obat, dan juga mau mencarikan perawat untuk menjaga Abang sesuai permintaan Abang ,? " ucap Farel.
" semoga saja kali ini mereka berdua bisa di andalkan, semoga saja mereka tak membuat masalah lagi. " gumam Marco.
" Dan semoga obat yang mereka beli adalah obat yang mujarab, aku sudah lelah sakit begini terus. "
" Amin,, " jawab Farel sungguh-sungguh. " semoga mereka berdua tidak salah membawa obat dan juga membawa perawat untuk abang.
🌾🌾🌾🌾🌾
Tunggu lah kejutan dari kedua bocah biang kerok,, Marco....
🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1