
Akhsan begitu buru-buru setelah mendengar berita sadu Rayyan. Dia sangat panik dan kini sudah berada di dalam mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi.
Ponsel Ikhsan yang tak bisa di hubungi membuat Akhsan harus melacak keberadaan Ikhsan menggunakan GPS yang ada di ponselnya.
" aku harus secepatnya sampai di sana. "
Akhsan benar-benar tak sabaran, dia sangat yakin kalau adiknya kini tengah membutuhkan bantuan nya. Yah meskipun Ikhsan mungkin sudah meminta bantuan dari Arlan dan juga kelompoknya.
Gudang tua di tempat terpencil dan tempat yang melewati tempat padat penduduk di sanalah yang kini menjadi tujuan dari Akhsan. Dengan mobilnya Akhsan terus menempuh perjalanan yang jauh.
Satu jam dalam perjalanan akhirnya Akhsan sampai juga di tujuan. Matanya langsung menangkap sebuah mobil yang yang terparkir di pinggir jalan. Mobil yang sangat Akhsan kenal. " itu mobil Ikhsan. Berarti Ikhsan sudah sampai di sini. "
Akhsan pun ikut menepikan mobilnya di belakang mobil Ikhsan, keluar dengan cepat dan melihat situasi yang terlebih dahulu sebelum dia akan bertindak.
Mobil hitam mendekati, namun Akhsan juga tak minggir ataupun sembunyi karena mobil yang datang itu adalah mobil nya Arlan.
"'Ketua!! " teriak Arlan sembari berlari dan di ikuti oleh beberapa orang nya di belakang.
" kamu baru datang? berarti Ikhsan masuk ke dalam sana sendiri? " tanya Akhsan terkejut.
Arlan mengangguk menyesalkan keterlambatan nya, " maaf Ketua, saya terlambat karena Ketua Ikhsan memberitahu ku juga baru saja. " terang Arlan.
" baiklah, ini bukan kesalahan mu. Sekarang kita harus segera menyelamatkan mereka, " ajak Akhsan yang mulai melangkah maju terlebih dahulu.
Mereka semua berhati-hati, masuk dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak di ketahui oleh orang-orang yang menjaga tempat itu. Satu persatu mereka memukul dan melumpuhkan orang-orang itu, menyeretnya dan menyembunyikan nya di semak-semak.
" kita harus hati-hati, jangan sampai kita yang akan celaka " ucap Akhsan memperingatkan.
" Baik.. " jawab Arlan singkat.
Orang yang menculik Fatma bukan lah orang yang sembarangan, karena tidak mungkin kalau hanya orang biasa namun menggunakan jasa dari para preman yang begitu banyak.
Bahkan penjagaan nya di setiap titik dan membuat mereka harus lebih hati-hati untuk menjalankan semuanya.
Bugh....
Terlihat Akhsan memukul satu orang di bagian tengkuknya dan langsung membuat nya tak sadarkan diri. " cepat bereskan dia. " pintanya dengan suara yang pelan.
Orang-orang nya pun langsung menurut dan menutupnya dengan kardus yang ada di sana.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Aww..!! teriak Fatma namun dengan lirih saat tangan nya tergores oleh kaca yang ia gunakan untuk melepaskan ikatan dari tangan nya.
Fatma meringis kesakitan karena darah juga sudah mulai mengalir, namun Fatma juga lega karena bisa berhasil melepaskan nya.
__ADS_1
" Alhamdulillah " serunya.
Fatma melihat luka yang ada di tangan nya, luka yang sedikit dalam namun itu tak menjadi masalah untuk nya. Fatma mengusap darah nya dengan sapu tangan nya yang ada di saku hingga bersih setelah itu dia dia melilitkan nya untuk menutupi nya.
Fatma melepaskan ikatan yang ada di kakinya dengan cepat, dan berjalan ke arah pintu. " semoga saja tidak di kunci. " lirih nya.
Perlahan Fatma menarik handle pintu dan ternyata tidak di kunci, Fatma berseru dengan senang di dalam hatinya, membuka perlahan melihat situasi di luar sebelum dia kabur dari sana.
" astaga bagaimana ini. Kenapa mereka tidak pergi sih? " kesal Fatma saat melihat dia orang yang ada di belakang dan tengah mengobrol di sana.
" setelah bos datang kita bisa berpesta, hahaha!! " seru orang itu.
" bos adalah orang kaya dan memiliki perusahaan yang besar pasti kita akan mendapatkan bayaran yang sangat banyak, hahaha.. " tawanya lagi.
Fatma mengerutkan kening mendengar itu, bos yang menyuruh orang-orang itu adalah pengusaha kaya dan juga memiliki perusahaan besar itu berarti, semua ibu di lakukan untuk mendesak Ikhsan suaminya yang sama-sama pengusaha.
" siapa dia? apakah dia saingan nya Mas Ikhsan? " lirih Fatma. " sudah lah, sebaiknya aku memikirkan bagaimana bisa keluar dari sini, aku bisa mengatakan ini pada Mas Ikhsan untuk lebih hati-hati nanti " gumam Fatma.
Ada balok di sebelah Fatma dan dengan itulah Fatma bisa kabur setelah memukul orang itu dari belakang, pikir Fatma.
Fatma mengangkat balok itu, membuka pintu perlahan dan langsung memukul tengkuk kedua orang itu dengan keras.
Bugh... Bugh....
Kedua orang itu tersungkur namun masih sadarkan diri. " sialan! " ucapnya kesal sembari memegangi tengkuknya yang sakit.
Kedua orang itu ingin berdiri namun dengan cepat Fatma memukul kaki mereka. " Bugh.."
" tak akan semudah itu kalian menangkap ku? gini-gini juga bekas preman pasar, jadi menyerah saja kalian..! "
" kurang ajar!! " kesalnya.
Terakhir Fatma melemparkan balok itu hingga mengenai kedua orang itu dan kembali terjatuh. Fatma pun langsung berlari kabur dari sana. " selamat tinggal tuan tuan.. Dah... " ucap Fatma kegirangan karena akhirnya dia bisa bebas.
" kejar dia! " suruh satu orang tadi srmbari beranjak. " woii.. jangan kabur!! " teriak nya.
Fatma terus berlari keluar, mencari jalan lain yang bisa membuat nya terbebas dari sana. " aku harus bisa bebas " gumam nya.
Brukk....
Fatma terjatuh saat dirinya menabrak seseorang di depannya. " sial. seperti nya aku tertangkap lagi." gumam Fatma yang sudah terduduk di lantai.
" Fatma!! " teriak orang itu yang tak lain adalah Ikhsan.
Fatma mendongak, sebelum nya dia terus menunduk karena tak mau membayangkan kalau dirinya kembali tertangkap, namun setelah mendengar siapa yang memanggilnya Fatma pun langsung melihat nya dan beranjak dengan cepat lalu menubruk memeluk Ikhsan " Mas Ikhsan..!! " teriak nya.
__ADS_1
Ikhsan pun memeluk Fatma dengan sangat erat, dia lega bisa melihat istri nya baik-baik saja. Ikhsan pun terus menghujani kecupan di puncak kepala Fatma dengan senang campur sedih.
Sedangkan Rico yang ada di belakang Ikhsan mengalihkan pandangannya menatap langit-langit dengan mulut yang bersiul. " nasib orang jomblo.. " ucapnya lalu melanjutkan dalam bersiul.
Fatma melepaskan pelukan nya karena mendengar Rico yang bersiul, Fatma memiringkan tubuhnya untuk bisa melihat belakang Ikhsan. " Rico! kamu di sini juga? " tanya Fatma terkejut.
"hm.. ini bukan Rico, Miss. Tapi nyamuk! " ucapnya ketus.
Ikhsan dan Fatma terpingkal mendengar penuturan dari Rico yang mengaku dirinya sebagai nyamuk. Dan setelah itu, Fatma pun kembali memeluk Ikhsan lagi. " aku takut! " rengek nya dengan manja.
" helehh..." sinis Rico.
" apa sih, Co. syirik aja loh!, makanya cepat cari pacar dan nikahin sekalian.! " seru Fatma.
" jodohku sedang menuntut ilmu di negeri orang, Miss. Jadi tunggu aja dia pulang dan setelah itu aku nikahin meskipun tanpa restu. Aku aku ajak dia kawin lari! "'jawab Rico.
" emang bisa kawin lari?, penghulunya ogah kali ngejar kalian " jawab Fatma.
" sudah sudah!! kenapa malah jadi berdebat sih. lebih baik sekarang kita pergi dari sini. " ucap Ikhsan menengahi.
Fatma dan Rico pun setuju.
" tak semudah itu kalian bisa pergi dari sini! " seru orang yang mengejar Fatma tadi dengan tangan yang membawa senjata masing-masing.
Namun belum juga Ikhsan menjawab sudah ada yang menjawab nya lebih dulu dan itu ada dua belakang orang-orang itu.
" tak semudah itu juga kalian bisa selamat dari kami! " ucap nya.
Ikhsan tersenyum sinis melihat bala bantuan ternyata sudah datang.
kedua orang itu menoleh dengan cepat dan begitu terkejut melihat orang yang begitu banyak mengepung mereka berdua. " siapa kalian!! " ucapnya dengan nada tinggi.
" tidak usah kalian tau siapa kami, yang terpenting kalian harus menanggung akibat perbuatan kalian sendiri! "
Kedua orang itu pun langsung di keroyok dan dihajar hingga babak belur dan tak bisa melawan lagi. Dan terakhir mereka memukul nya hingga mereka tak sadarkan diri.
" kita apakan mereka, Ketua? " tanya Arlan.
" biarkan saja seperti ini. biarkan orang yang menyuruh mereka melihat nya. Dan kita lihat apa yang bisa dia lakukan setelah ini. " ucao Ikhsan.
" Sekarang kita pulang " Ikhsan merangkul pinggang Fatma dan mereka mulai berjalan.
" hadeuh... si malaikat penolong di lupakan. " ucap Rico pasrah.
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1