
Semua berhamburan mendekati Aisyah yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai. Perut nya mengeluarkan darah segar akibat kulit tipis nya tertembus peluru dengan keras.
Aisyah masih bisa tersenyum melihat semua orang tersayang berada di sekelilingnya dengan derai air mata yang menetes di sekujur tubuh Aisyah. Tangannya masih menutup perut nya yang terluka berharap bisa menghentikan aliran darah yang keluar tanpa henti.
" Aisyah.. " Faisal yang lebih dahulu berada di sana membawa kepala Aisyah ke dalam pangkuannya hanya bisa terus menangis. dia sendiri yang telah menyaksikan kejadian itu. Sasaran yang sebenarnya adalah dirinya namun ternyata Aisyah lebih dahulu mengetahui dan mendorong Faisal hingga dia sendiri yang menjadi korban dari keganasan peluru yang di peruntukan untuk nya. " Aisyah kamu harus kuat. " Faisal terus sesenggukan tak mampu melihat adik yang barusan dia ejek sekarang terkulai tak berdaya.
" abang jangan nangis, Aisyah baik-baik saja kok. " ucap Aisyah dalam keadaan yang semakin lemah.
" Aisyah.. " Faisal terus menangis di hadapan Aisyah hingga berkali-kali air mata nya jatuh di wajah Aisyah.
Dengan tangan yang penuh darah Aisyah menghapus air mata Faisal yang tak mau berhenti hingga darah Aisyah berpindah ke pipi Faisal. Aisyah menggeleng dan tersenyum meyakinkan pada Faisal bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja.
" Aisyah..!! teriak semuanya. kebahagiaan mereka kini terganti dengan ketegangan dan juga kepanikan karena Aisyah sudah semakin lemah namun masih berusaha untuk tersenyum.
" Aisyah sayang kamu harus baik-baik saja." ucap Akhsan panik.
" Aisyah..!! bertahan lah, " susul Ikhsan.
Begitu besar kebahagiaan Aisyah sekarang bisa di kelilingi oleh ketiga Abang nya yang selalu dia sayang meskipun dia sering menjadikan ketiga Abang nya pelampiasan untuk kesusilaan dan kenakalan nya, nyatanya mereka semua tetap menyayangi Aisyah.
Sementara Keisha tak pernah berhenti menangis di hadapan putrinya. bagaimana semua ini terjadi dan apa sebabnya bahkan apa kesalahan Aisyah. " Sayang, kamu harus kuat ya. Mama akan selalu bersamamu, kamu harus tenang kamu pasti akan sembuh." ucap Keisha sesenggukan.
Aisyah menghapus air mata semuanya yang bisa di gapai dengan tangan nya dan yang terakhir adalah Oma nya dan setelah itu tangan Aisyah mulai tak berdaya dan terjatuh di tubuhnya sendiri karena tak sadar kan diri.
" Aisyah..!! teriak semuanya histeris.
Dengan air mata yang masih mengalir Akhsan mengangkat tubuh kecil Aisyah hingga darah Aisyah berpindah ke baju putih yang Akhsan kenakan dan membawa lari keluar ruangan itu untuk di membawa ke rumah sakit secepatnya.
Semuanya sudah tak perduli lagi dengan acaranya yang sebenarnya belum selesai. semuanya bubar dan masih deg-degan karena kejadian yang tiba-tiba dan bisa saja menghilangkan nyawa.
Semua ikut berlari mengikuti Akhsan hanya tinggal Tasya yang masih terduduk tak berdaya dan Fahmi yang terus menenangkan nya.
" Abi. kenapa lagi-lagi hal seperti ini terjadi lagi. Apa memang keluarga kita telah di kutuk karena Abi menikah dengan bunda. Sejak pernikahan kita sampai sekarang pernikahan Si kembar selalu saja terjadi tragedi. Abi, bunda takut. " Tasya terus sesenggukan menatap kosong di mana Aisyah terbaring tak berdaya tadi.
Fahmi terus mengelus pundak Tasya menyalurkan kekuatan untuk wanita yang selama ini memberikan kebahagiaan untuk nya dan melahirkan penerus yang luar biasa untuk keluarga Fahmi. " Bunda tidak boleh seperti itu. semua yang terjadi memang sudah takdir, Bunda. Jangan pernah salahkan bunda karena bunda tak pernah salah. "
" Tapi Abi.? .
Fahmi beralih duduk di hadapan Tasya menghapus air mata nya dan memberikan senyum nya untuk membuat nya tenang. " sekarang kita susul mereka dan kita berdoa saja untuk kesembuhan Aisyah, cucu kita. " Ujar Fahmi yang berusaha kuat meskipun di hatinya sendiri dia juga sangat terpukul dengan terulang nya kejadian itu di hari yang membahagiakan.
" Hmm. " Tasya mengangguk.
Fahmi dan Tasya berjalan beriringan dengan Fahmi terus menggandeng Tasya yang masih terus menangis. Keduanya masuk ke mobil dan segera menuju ke rumah sakit di mana Aisyah di bawa.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Dokter... Dokter... Dokter...!! teriak Akhsan dengan menggendong Aisyah setelah turun dari mobilnya.
Akhsan yang begitu sangat khawatir terus menggendong Aisyah tanpa mau bergantian dengan Ikhsan yang juga berlari di belakangnya. Ikhsan berlari duluan memanggil para medis dan membawa brangkar untuk membawa Aisyah ke ruangan UGD.
" Dokter..!! teriak Ikhsan.
Satu dokter dan beberapa perawat datang berlarian menyambut Aisyah yang masih tak sadar. Brangkar di bawa masuk ke ruang UGD dan semua keluarga pun menunggu di luar.
Semua begitu tak tenang. Akhsan dan Ikhsan terus berjalan mondar-mandir dengan satu tangan di pinggang dan satunya berguna untuk menutup mulutnya dan juga sesekali menghapus air mata nya bahkan juga mengacak rambutnya karena pikiran nya sangat kacau.
__ADS_1
" Aisyah... " lirih Akhsan khawatir.
Akhsan benar-benar tak bisa diam, kadang dia mondar-mandir kadang dia duduk dan kadang dia berdiri menyandarkan punggungnya di tembok rumah sakit.
Begitu juga dengan Ikhsan. dia juga sama-sama kacau pikiran nya baru saja dia bahagia karena melihat semua keluarga nya bahagia begitu juga dengan Aisyah tapi sekarang senyum itu berubah menjadi tangis yang begitu memilukan dan sangat menyayat.
" Kamu haru kuat Aisyah, kamu harus kuat, " racau Ikhsan tak jelas.
Sementara Faisal yang benar-benar tau kejadian itu dan dia melihat sendiri di depan matanya masih terus menangis air mata nya tak mau berhenti. Ada rasa bersalah yang sangat besar dari Faisal seandainya saja Aisyah tidak mendorongnya maka dia lah sekarang yang ada di posisi Aisyah.
" dek maafin Abang " Faisal mengacak rambut nya dengan kasar rasa bersalah nya sangat besar.
Akhsan dan Ikhsan yang melihat Faisal tak henti-hentinya merasa bersalah mulai menghampiri nya dan memeluk Faisal untuk menghilangkan rasa itu dari Faisal " kamu tenang lah Faisal ini semua bukan salah mu. ini salah orang yang telah melakukan ini pada Aisyah. " ucap Akhsan.
" kamu tak boleh seperti ini ini Faisal, semua ini sudah menjadi takdir. " susul Ikhsan menenangkan.
" Pa. bagaimana ini Pa. " ucap Keisha yang juga sangat khawatir. kejadian di hari pernikahannya dulu masih sangat rapi tersimpan di pikiran nya hingga dia benar-benar takut jika dia harus kehilangan Aisyah seperti mereka dulu kehilangan Oma dan Opa nya Rayyan.
Rayyan merangkul Keisha membawa nya ke dalam pelukan nya. meskipun dia sendiri tak sekuat seperti yang terlihat namun Rayyan harus bisa menguatkan Keisha meskipun dia sendiri sebenarnya sangat lemah.
" Mama harus kuat dan ikhlas, percayalah lah Aisyah pasti baik-baik saja. " jawab Rayyan di buat setenang mungkin.
" siapa sebenarnya yang melakukan ini, bukankah sekarang kami tidak memiliki musuh tapi kenapa masih ada yang melakukan ini.? pikir Rayyan dengan sangat keras.
Sementara Fatma dan Kairi belum juga datang karena mereka tak mungkin mengikuti mereka dengan gaun pengantin yang terseret-seret di lantai dan harus berganti dulu sebelum datang.
Satu jam berlalu namun belum juga ada dokter maupun perawat yang keluar semuanya semakin panik, pikiran nya tak menentu. Dan hanya bisa berdoa untuk kebaikan Aisyah si adik bontot dan si pipi bakpao nya Akhsan dan Ikhsan.
" Assalamu'alaikum.. " ucap Tasya dan Fahmi yang baru datang. langkah nya di percepat meskipun sudah tak sekuat dulu lagi, " bagaimana keadaan Aisyah. " tanya Tasya khawatir.
" kenapa mereka bekerja lambat sekali, awas kalau sampai kenapa-napa dengan cucuku dia akan aku tendang dari rumah sakit. " ucap Tasya dengan suara lemahnya khas orang di usia lanjut.
" sudah lah Oma, mereka sedang berusaha. " saut Akhsan meninpali.
" seharusnya kalian bawa ke rumah sakit aunty kalian, dia akan bisa menangani adikmu dengan cepat. "
Fahmi hanya bisa geleng-geleng meskipun sudah tua namun Tasya masih saja suka marah-marah dan selalu mengomeli orang-orang yang tak sepadan dengan dirinya dulu. " sudah lah bunda, kalau bunda ragu bagaimana kalau kota hubungi Airin, mungkin dia bisa datang ke sini. " ucap Fahmi memberikan solusi terbaiknya.
" Abi benar, Akhsan hubungi aunty mu, cepat. " pinta Tasya dan Akhsan langsung menurut.
" Bunda. " lirih Keisha menatap Tasya dan memeluk Tasya setelah Tasya mengulurkan tangan.
" kamu tenang nak, Aisyah adalah anak yang kuat dia tak akan mungkin kenapa-kenapa, dia pasti akan baik-baik saja. " Tasya mengelus punggung Keisha dengan sabar meskipun akhirnya dia sendiri tak mampu menahan air mata nya sendiri.
" Aku takut Bunda "
" Stttt... jangan takut semua pasti akan dalam keadaan yang baik. kita berdoa saja semoga Aisyah bisa melalui cobaan ini dengan kuat. "
Semua terdiam dalam penantian menunggu keluar nya dokter yang menangani Aisyah. semuanya berdoa dalam hati mereka masing-masing untuk keselamatan Aisyah.
Kring.. kring... kring....
ponsel Aisyah yang ada di tas, yang di pegang oleh Faisal berbunyi dengan sangat nyaring mengagetkan semua orang yang terdiam dalam kecemasan mereka.
" Siapa sih. " kesal Faisal.
__ADS_1
Faisal membiarkan nya namun lagi-lagi ponsel Aisyah kembali berbunyi. Ikhsan mendekat dan meminta ponsel Aisyah yang sudah di tangan Faisal. " sini biar Abang saja. " Ikhsan menarik ponsel Aisyah dan segera mengangkat nya.
" kenapa tak ada namanya. dan kenapa hanya terdapat gambar bunga mawar merah disini, siapa.? Ikhsan begitu bingung, biasanya orang akan memberikan nama pada orang yang nomornya tersimpan di ponsel namun kenapa Aisyah memberikan lambang bunga mawar merah.? apa jangan-jangan Aisyah mempunyai kekasih dan merahasiakan semua itu dari keluarga nya.
Akhsan menoleh pada Ikhsan yang tak kunjung mengangkat nya dan ikut mendekat pada Ikhsan karena begitu penasaran. " siapa.? tanya Akhsan sedangkan Ikhsan hanya menaikan bahunya saja. " angkat cepat.!
Ikhsan mengangkat nya, menaruh di telinga Ikhsan. dan Akhsan pun ikut bergabung mendengarkan nya .
" Nona, tadi kami melihat orang mencurigakan masuk ke hotel dan sekarang kami berhasil menangkap nya. dann.....
"halo.! ini siapa..! tanya Ikhsan dan memotong pembicaraan orang yang ingin menjelaskan semuanya.
"...................... maaf salah sambung.! ucap orang itu dan mematikan ponsel nya dengan cepat.
" halo halo..!! ucap Ikhsan dengan keras namun sudah tak lagi ada jawaban.
Akhsan dan Ikhsan begitu bingung, Nona.? siapa Nona.? apa Aisyah. tapi mana mungkin.? Akhsan dan Ikhsan hanya mengada-ada mungkin memang benar salah sambung tak mungkin Aisyah di panggil dengan sebutan Nona.
Dokter keluar, semua pun langsung menghampiri dengan cepat begitu juga dengan Akhsan dan Ikhsan dan melupakan semua kecurigaan tentang orang yang menghubungi Aisyah barusan.
" gimana dok. " tanya Akhsan khawatir.
" Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik saja tuan, sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke kamar rawat. " jawab dokter.
Semuanya bernafas dengan lega, akhirnya mereka mendengar berita yang sangat baik dan membuat mereka semua puas.
" apa kami boleh menemuinya Dok.?
" sebaiknya jangan dulu pasien juga belum siuman, biarkan pasien di pindahkan terlebih dahulu setelah itu kalian boleh menemuinya. "
semuanya patuh dengan kata-kata dokter mungkin memang benar, mereka akan lebih baik menemui Aisyah setelah berada di kamar rawat.
Akhsan dan Ikhsan berpelukan dengan sangat erat, mereka benar-benar sangat bahagia mendengar kabar bahagia itu. meskipun mereka belum bisa melihat Aisyah namun mereka sudah sangat yakin bahwa Aisyah dalam keadaan baik-baik saja.
" Aisyah baik-baik saja bang. " ucap Ikhsan.
" Iya kamu benar dek, Aisyah kita adalah yang terkuat, dia pasti akan selalu baik-baik saja. " jawab Akhsan dengan membelai lembut punggung Ikhsan.
pletakk.....
pletakk...
Dua sentilan mendarat di Kepala Akhsan dan Ikhsan dari Keisha, keduanya langsung meringis sakit dan menatap Keisha dengan bingung, apa kesalahan mereka berdua.? "Maaa...!! ucap keduanya dengan manja.
" nggak malu berpelukan begitu. kalian udah nikah masih saja kayak bocah, untung saja istri kalian belum datang coba kalau mereka datang, pasti mereka akan ragu tidur dengan kalian
pasti mereka akan mengira kalian menyukai satu sama lain. " jelas Keisha.
mulut keduanya menganga, tuduhan apa ini.? saling menyukai,? astaga.. " maa kami masih normal, maa.. kalau kami saling menyukai buat apa kami menikah dengan menantu Mama, eishh Mama ini. " tak terima Ikhsan.
" iya maa.. kita tidak mungkin seperti itu. kita hanya sangat bahagia jadi kita berpelukan. apa Mama mau di peluk juga. " saut Akhsan.
Keisha terdiam dan keduanya langsung memeluk Keisha dengan bahagia dan hangat. " Mama, kami sayang sama Mama. " ucap keduanya bergantian.
" Mama juga sayang kalian. " kedua tangan Keisha menyentuh pipi keduanya dan mereka pun tersenyum bersama.
__ADS_1