
__
Happy Reading..
_________________
Keisha sudah tak sabar menunggu kepulangan dari Ikhsan dan juga Fatma, waktu sudah menunjukkan jam Tiga sore namun mereka belum juga datang.
Padahal ada sesuatu yang ingin Keisha bicarakan pada keduanya namun sampai sekarang Ikhsan belum juga nongol. " Adikmu di mana sih, Akhsan. Apa dia selalu seperti ini?. " Tanya Keisha tak sabaran.
" Tidak sih, Ma. Biasanya dia akan pulang tepat waktu, bahkan dia sering pulang lebih awal. Jawab Akhsan.
" Kalau sepuluh menit lagi mereka nggak pulang lebih baik Mama pulang, dan kalian berdua besok ke rumah bersama-sama. Ada hal penting yang akan Mama bicarakan. " Pinta Keisha.
" Iya, Ma. " Jawab Akhsan.
Sudah habis tiga cangkir teh selama mereka menunggu, bahkan cemilan pun juga sudah di ganti dengan dengan yang baru matang namun Kedua tuan rumah belum juga nongol.
Sedangkan Kairi sedari tadi terus ngemil, mungkin pengaruh kehamilannya sudah mulai mempengaruhi dan membuat dia ingin makan dan juga ngemil apapun yang ada dua hadapannya. Akhsan dan Keisha tak mempermasalahkan hal itu, mereka malah senang kalau Kairi makan banyak, karena itu akan membuat dia dan janinnya sehat.
Sepuluh menit berlalu namun belum juga ada tanda-tanda keduanya pulang, dengan berat hati Keisha putuskan untuk pulang saja, tanpa bertemu dengan Ikhsan dan juga Fatma. Meskipun kecewa, tapi mau bagaimana lagi.
" Mama pulang saja, ya. Ini sudah Sore Papa pasti sudah nunggu. " Ucap Keisha.
" Iya, Ma. Maafkan Ikhsan ya, Ma. Nanti biar aku jewer dia." Gurau Akhsan dan membuat Keisha terkekeh.
" Hehe.. Iya iya! Jewer aja kalau dia nakal, meskipun sudah jadi suami orang dia juga tetap adikmu, selain istrinya yang menjewer kamu juga berhak. " Jawab Keisha.
" Iya, Ma. Itu pasti "
Mereka bertiga beranjak dan pamit pada asisten rumah yang kebetulan ada di sana saat itu, Keisha hanya titip pesan kalau dia datang, hanya itu saja tak ada yang lain.
Baru saja sampai pintu Keisha terkejut karena hampir saja kejedot dengan Ikhsan yang juga masuk dengan di papah oleh Lukman dan juga Fatma.
Fatma sudah berusaha keras untuk membangunkan Ikhsan namun sepertinya obatnya terlalu tinggi dosisnya sampai-sampai Fatma bangunin dengan air Ikhsan juga tidak bangun.
" Loh!.. Ikhsan kenapa, Fatma!. " Tanya Keisha terkejut.
" Mas Ikhsan terkena uler keket, Ma. " Jawab Fatma tanpa pikir panjang.
" Uler keket?. " Terkejut Keisha, Kairi dan juga Akhsan bersamaan.
Fatma mengangguk pelan sembari terus berjalan membawa Ikhsan sampai di sofa dan menidurkannya dengan pelan. " Alhamdulillah, akhirnya sampai juga. " Fatma terduduk lemas di sebelah Ikhsan, dia sangat lelah karena memapah tubuh Ikhsan yang sangat berat untuk nya.
" Jelasin ke Mama, sebenarnya apa yang terjadi?." Selidik Keisha.
Tidak apa-apa, Ma. Mas Ikhsan hanya kelelahan saja. Dia salah minum obat jadinya dia tidur pules banget. " Jawab Fatma berbohong.
" Beneran?. "
" Iya, Ma. "
__ADS_1
Tak tega juga Keisha membangunkan Ikhsan, dia benar-benar percaya kata-kata Fatma kalau Ikhsan tengah ketiduran karena salah minum obat.
Ting....
Ponsel Keisha berbunyi sepertinya ada chat masuk. Dengan cepat Keisha mengambilnya dan segerakan membaca, dan ternyata itu dari Rayyan sang suami meminta Keisha untuk pulang.
" Papa sudah minta Mama pulang, jadi Mama harus pulang sekarang. " Pamit Keisha.
" Kok buru-buru banget sih, Ma. Kan Fatma baru ketemu sebentar. " Ucap Fatma mania.
" Besok kamu datang ke rumah bersama Ikhsan. Kita puas-puasin bersama-sama oki. " Ucap Keisha dan akhirnya Fatma mengangguk patuh.
" Iya, Ma. " Jawab Fatma nurut.
Tak hanya Keisha yang pamit pulang, namun Akhsan dan juga Kairi juga pamit pulang, mereka sudah lelah, sekaligus mereka harus bersiap untuk sholat ashar.
Tinggal Fatma dan juga Fatma di sana. Fatma duduk menjauh, menatap Ikhsan dengan sangat kesal. Kenapa Ikhsan bisa beras di rumah Suci, dan kenapa Ikhsan bisa tertidur begitu lelapnya. Dan apa saja yang sudah mereka lakukan di sana.
Fatma termenung, dia terus manyun, dia juga takut kalau seandainya Ikhsan dan Suci sudah melakukan sesuatu sebelum dia datang tadi.
" Assalamu'alaikum, Miss." Masuk Mirna dan juga Santi.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab Fatma acuh.
" Miss, lapar. Makan yuk. " Ajak Santi.
" Iya, Miss, perut masih lapar nih. " Rengek Mirna tak mau kalah.
" Aku ini masih masa puber coy... Jadi harus banyak asupan yang bergizi dan banyak. " Jawab Mirna.
" Bergigi kali!. " Santi semakin sewot.
Tak mau mendengarkan perdebatan keduanya Fatma langsung beranjak dan berjalan mendahului untuk ke ruang makan. Fatma langsung duduk dan mengambil begitu banyak nasi dan juga lauk pauknya hingga memenuhi piring.
Santi dan Mirna melihat tak percaya yang ada di hadapan Fatma sekarang, itu begitu banyak, bagaimana mungkin perut Fatma akan muat.
" Miss beneran makan segitu?. " Tanya Mirna sembari beberapa kali menelan saliva nya sendiri.
" Iya, kenapa emang! Aku lapar jadi harus makan, kan?." Jawab Fatma.
" Kalian juga makan gih. Habisin semua lauk-pauk nya. " Pinta Fatma.
" Tapi nanti pak Ikhsan gimana?. "
" Gampang, sekarang makan." Ucap Fatma.
Mirna dan Santi pun langsung sikat semua menu di atas meja. Ini kesempatan buat mereka berdua, kapan lagi bisa makan enak dengan puas.
" Bik! Bibik! Sini. Pak Lukman! Sini!. " Teriak Fatma.
Semua yang di panggil pun langsung datang, mereka berdiri di samping Fatma dengan hormat.
__ADS_1
" Duduk duduk, kita makan besar bersama. Habisin semua makanan nya, harus habis kalau tidak habis gaji kalian aku potong " Ancam Fatma.
" Tapi, Bu?. " Jawab bibik ragu. Mereka masih memikirkan bagaimana nanti Ikhsan makan kalau semuanya mereka habiskan.
" Satu... Dua.. Ti.... "
" Baik, Bu. " Ketiganya langsung duduk mereka ketakutan kalau sampai gaji mereka beneran di potong oleh Fatma.
Tak butuh waktu lama semua makanan di atas meja habis ludes tak tersisa, bahkan nasinya saja hanya tinggal sekitar satu sendok saja. Fatma benar-benar baik hati pada mereka semua, meskipun mereka selalu makan enak makan yang sama seperti yang Ikhsan dan Fatma makan, tapi kapan lagi mereka bisa makan satu meja dengan Fatma, bos mereka.
_____
" Mas, aku belum paham dengan apa yang di katakan Fatma. Uler keket? Maksudnya? . " Kairi masuh sangat bingung, dia sama sekali tak tau apa yang di maksud oleh Fatma.
" Aku juga belum tau, Sih. Tapi mungkin..? Nggak mungkin lah Ikhsan seperti itu " Jawab Akhsan yang sama sekali tak jelas dan tak bisa menjelaskan pada Kairi.
"'Maksudnya apa?. " Tanya Kairi.
" Nggak tau?. " Jawab Akhsan singkat. " Sudahlah, itu urusan mereka, sekarang kita bersih-bersih dan siap-siap untuk sholat ashar." Ajak Akhsan.
" Hem.. " Kairi mengangguk.
" Mereka berdua pun langsung pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri untuk bersiap melaksanakan sholat ashar.
________
Mata yang masih terpejam dan masih sangat berat untuk terbuka. Sedangkan tangannya mulai meraba-raba dan berhasil menyentuh sesuatu yang lembut dan juga sangat hangat.
Suci tersenyum akhirnya dia bisa tidur dengan memeluk Ikhsan sang pujaan hati yang selama ini selalu ada di dalam mimpi dan angan-angannya.
Tangan Suci mulai merasa keanehan dengan apa yang dia sentuh, tidak mungkin Ikhsan memiliki bulu yang beruntung halus kan.
Perlahan-lahan Suci membuka mata nya dia sangat penasaran dengan apa yang dia sentuh, meskipun dia masih yakin jika itu adalah Ikhsan, mungkin bulu halus itu adalah rambut milik Ikhsan.
" Akkkk... "
Teriak Suci saat melihat sosok apa yang ada di depannya. Suci langsung beranjak dan berlari menjauh sedangkan sosok itu juga langsung bangun karena mendengar teriakan dari Suci.
ππΆπ¨.. ππΆπ¨.. ππΆπ¨....
Anjing itu langsung menggonggong, lidahnya menjulur keluar dan matanya menatap lurus ke arah Suci seakan ingin memangsanya.
" Ti- tidak mungkin aku tidur dengan anjing, kan?. " Tanya Suci pada diri sendiri.
" Tidak..tidak..tidak..!!. "
ππΆπ¨... ππΆπ¨... ππΆπ¨....
______
Bersambung...
__ADS_1
_________________