
" udah dari tadi,? mungkin Mas tidak tau karena terlalu fokus pada Nara " ucap Kairi dengan sangat pelan dengan mata yang berkaca-kaca dan dia sembunyikan.
" sini. " Akhsan menarik Pergelangan tangan Kairi dan membawanya masuk ke ruangan nya mungkin Kairi tengah mengalami penyakit dalam percintaan yaitu penyakit cemburu.
Mereka berdua masuk ke ruangan Akhsan, duduk berhadapan dengan Akhsan menggenggam tangan Kairi dan Kairi terus menunduk kan wajah nya.
" Kamu kenapa,cemburu,? tanya Akhsan.
" tidak,!
" terus. "
" Kairi hanya takut, Mas akan menerima undangan Nara dan pergi meninggalkan Kairi itu saja " lirih Kairi.
Akhsan memeluk Kairi Ketakutan Kairi memang berdasar, perempuan mana yang tak takut Suami nya dekat dengan perempuan lain dan mendapatkan undangan khusus untuk datang, " aku tidak akan datang jika tidak dengan mu Kairi, percayalah. kita akan datang bersama jika memang dia juga mengundang mu, tapi jika tidak aku juga tidak akan berangkat. Lagian aku juga tak menerima nya begitu saja, aku akan datang jika tak ada kerjaan, " jawab Akhsan.
" benarkah.?
" Hmm,, jadi sekarang istri ku yang cantik ini carikan suami mu ini kerjaan yang begitu banyak jadi kita tak perlu datang ke sana kan. Ayo sekarang kerjaan apa yang pantas untuk ku,? pekerjaan merayu mu, bermesraan dengan mu, mencumbu mu, atau mungkin yang lebih bermanfaat bercinta dengan mu, gimana. " mata Akhsan terus berkedip menggoda Kairi yang malah melototkan matanya.
" itu,,, itu bukan pekerjaan Mas, tapi..??
" tapi apa hayoo,, " Akhsan menarik Kairi dan membawa nya ke pangkuan nya, " ayo jelaskan itu apa. "
" itu itu,, antara hak dan kewajiban. jadi itu bukan pekerjaan. mana ada kerjaan seperti itu." jawab Kairi
" oh,, hak dan kewajiban, hak siapa dan kewajiban siapa.?
" hak nya Mas yang seharusnya Mas dapat dari Kairi dan kewajiban Kairi untuk memberikan nya hanya pada Mas saja. Hmm benar nggak sih, kok malah jadi bingung. " Kairi yang mengatakan sendiri namun dia sendiri yang kebingungan.
" itu benar sayang. tapi dalam hal seperti itu kita memiliki hak dan kewajiban yang sama. bukan hanya hak ku saja yang harus Mas dapatkan dari mu Mas pun juga punya kewajiban atas itu. dan juga bukan hanya kewajiban saja yang harus kamu berikan padaku tapi kamu juga berhak mendapatkan hak dari ku. jadi kita sama-sama memiliki keuntungan bukan hanya merugikan di satu pihak. kamu ngerti apa maksud ku. " terang Akhsan.
Kairi mengangguk pelan namun masih terus mencerna perkataan Akhsan, ternyata antara Hak dan kewajiban keduanya sangat lah rumit baginya. tapi dia harus tetap memahaminya meski tak secepat Akhsan yang sudah lebih paham. " jangan lelah untuk membuat Kairi mengerti ya Mas. Kairi masih sangat bodoh dan butuh bimbingan dari Mas. " ucap Kairi.
" iya sayang, kita belajar bersama ya. Cup,, " Akhsan mencium pipi Kairi sekilas di saat Kairi selesai mengangguk " sekarang pergilah ke kelas. " pinta Akhsan.
__ADS_1
" baik Mas, Assalamu'alaikum " Kairi beranjak dengan hati penuh syukur memiliki suami yang bisa membimbing nya untuk menjadi yang lebih baik lagi "makasih Mas. "
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Di dalam ruang bawah tanah yang begitu luas. laki-laki yang bertubuh kekar dan besar tengah meratapi nasib dan juga penyesalan nya. meski dia belum percaya sepenuhnya namun hatinya benar-benar telah merasakan penyesalan yang sangat dalam.
Fatma dan Aira mereka adalah kedua anak gadis nya yang sekarang telah tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik. Penyesalan nya tidak terhenti karena dia telah membuang mereka berdua tapi juga karena dia telah menyiksa Aira yang ternyata adalah darah daging nya sendiri bahkan dia juga yang telah menyerahkan Aira pada Marco dan juga membahayakan kedua gadis kecilnya.
" maafkan ayah, maafkan "
Penyesalan memang selalu datang belakangan
begitu dengan yang di alami Fans saat ini. dia mendapatkan penyesalan yang begitu menyiksa dan sekarang di tambah dengan kebencian dari kedua anaknya akan dirinya.
Seandainya waktu bisa diputar kembali dia akan memberikan limpahan kasih sayang dan tak akan pernah dia sia-siakan sedikit pun kepada kedua anaknya.
" apa kah ayah sudah tak lagi mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahan Ayah,? apa Ayah sudah tak bisa mendapatkan kata maaf dari kalian " Fans mengacak rambut nya begitu frustasi.
Mungkin kesedihan nya sekarang tak pernah sebanding dengan apa yang dia lakukan dengan kedua anaknya yang dia buang begitu saja dan karena itu mereka harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup hingga suatu saat dia bertemu dengan Aira saat sudah berumur 10 tahun dan dia tak bisa mengenalinya lagi. dan untuk Fatma entah kesusahan seperti apa yang dia alami seorang diri.
" Kenapa hatiku benar-benar telah tertutup, kenapa hanya karena harta saja aku melupakan kalian, aku mohon Fatma Aira maafkan ayah. "Fans terisak di tengah penyesalan nya.
" jangan siksa ayah dengan cara seperti ini, ayah sudah mendapatkan ganjaran karena perbuatan Ayah, ayah mohon jangan tambah lagi. jangan benci ayah, "
plok.. plok.. plok...
Suara tepuk tangan begitu menggema keras di ruang bawah tanah itu mengejutkan Fans dan langsung mendongak memastikan siapa yang datang.
Fans mengusap kasar air mata penyesalan nya. menatap benci orang yang datang. orang yang hampir saja menghancurkan kehidupan kedua putri nya yang ia buang 11 tahun yang lalu.
orang itu tersenyum sinis pada Fans duduk berjongkok di hadapan Fans yang terus menegakkan tubuhnya menatap benci orang itu. " tak ku sangka ternyata preman seperti mu bisa melahirkan dua putri yang sangat cantik, menggemaskan, dan juga sangat menggiurkan untuk di nikmati. Ayah, kapan kau akan membawa kedua anak mu dan menjadikan mereka berdua sebagai pengantin ku. Aku sudah sangat tak sabar ingin bisa memiliki mereka berdua, jangan lama-lama ayah " ucap orang itu yang tak lain adalah Marco.
Fans sangat emosional, hanya dengan kata-kata barusan dari Marco, Fans sangat marah dan hampir saja memukul wajah Marco namun berhasil di hentikan oleh kedua anak buah Marco yang berada di sana dan kedua tangan Fans langsung di tangkap dan tubuh Fans di tarik mundur beberapa langkah. " lepaskan,,!!
" kamu pikir bisa menyakiti ku, Fans. kau takkan pernah bisa. aku adalah penentu masa depan mu. jika aku masih ingin kamu hidup maka kamu akan tetap hidup. tapi jika kamu tak bisa menguntungkan ku maka kamu akan tiada, hahaha,,, " tawa Marco dengan begitu senang.
__ADS_1
" aku harap kamu bisa membatu ku mendapatkan kedua putri mu itu Fans. jika kau masih ingin hidup dan menghirup udara di bumi ini. " ucap Marco kemudian berbalik memunggungi Fans yang terus berontak dengan tatapan penuh amarah ingin sekali menghajar Marco. " beri dia pelajaran, tapi ingat jangan sampat dia mati sekarang. ini belum saatnya dia mati, dia harus mati secara perlahan-lahan dan itu pun setelah aku mendapatkan kedua putri nya. " Marco melenggang pergi keluar dari tempat laknat itu.
" baik Tuan. " jawab semua anak buah nya dengan menurut patuh.
Lagi-lagi Fans harus mendapatkan kekerasan yang membuat dirinya semakin tak berdaya. meskipun begitu sakit yang ia rasakan belum seberapa di bandingkan dengan dengan sakit nya di benci oleh kedua putri kandung nya sendiri.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Bang, gimana. sekarang apa yang harus kita lakukan,? aku sangat takut Marco melakukan hal yang lebih membahayakan semua keluarga kita Bang. Seperti nya apa yang dia lakukan hanya sebuah gertakan semata untuk membuat kita jera dan mengalah padanya. setidaknya kita harus bisa melangkah satu lebih depan daripada dia, Bang. " ucap Ikhsan.
Dengan pikiran yang terus fokus keduanya duduk berhadapan di ruang rahasia milik mereka berdua. Ruangan yang mereka rahasiakan dari siapapun termasuk keluarga nya sendiri.
Akhsan melamun. tak mendengar kan apa yang Ikhsan katakan saat itu. pikiran nya benar-benar telah melayang jauh hingga ke kediaman Marco.
" Bang,,!! teriak Ikhsan mengejutkan.
Akhsan bukanlah Aisyah yang sangat kebal dia akan mudah terkejut dengan teriakan kecil di saat dia tengah melamun. " Dek. saat berada di rumah Marco, saat menyelamatkan Aira, Abang melihat Opa Joe. Dia berada di dalam kamar dan seperti nya di kunci di sana. abang melihat dia menangis seakan-akan dia berteriak memanggil Abang namun Abang tak bisa mendengarkan nya. " terang Akhsan.
" terus,,!!..
" Opa Joe begitu kurus. Matanya penuh harap mendapatkan bantuan dari kita. mungkin kah Opa Joe memang meminta kita membawa nya pergi dari sana.? apa sebaiknya kita membantu Opa Joe untuk bisa keluar dan terlepas dari genggaman Marco,? Abang yakin Marco tak merawat Opa Joe dengan baik, dek. "
" mungkin abang benar, sebaiknya kita menyelamatkan Opa Joe dari sana. tapi bagaimana caranya kita tak mungkin bisa masuk begitu saja ke sana kan bang, apa lagi kita tiba-tiba datang bukan kah itu artinya kita yang mencari mati. "
" kamu benar dek, kita harus merencanakan ini dengan matang terlebih dahulu. kita harus pastikan Marco sendiri yang membawa Opa Joe keluar dari rumah itu dan saat itu baru kita bisa membawa nya pergi. "
" tapi bagaimana caranya.?
" tak ada yang tak mungkin bisa kita lakukan jika kita menginginkan nya dek. kita harus berjuang penuh demi Opa Joe. Opa Joe harus segera bebas dan kembali berkumpul lagi dengan kita. "
" semangat,!!
" semangat,,,!!!
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
semangat abang kembar...