Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
184.Belajar bersama


__ADS_3

Sepulang sekolah Fatma dan kedua komplotannya berniat ke rumah Rico, di samping mereka ingin menjenguk dan melihat kearah Rico mereka juga ingin mengantarkan catatan untuk Rico sekaligus untuk belajar kelompok, yang jelas akan ada Ikhsan juga yang ikut. Ya, karena Ikhsan lah yang akan mengawasi dan mengajar di mereka berempat.


Perumahan yang begitu kecil dan sangat sederhana di sanalah mobil Ikhsan berhenti, perumahan yang mungkin hanya beberapa ruangan saja, rumah Rico memang tak besar bahkan itupun juga masih belum lunas masa pembayarannya.


Rico dia terlahir di keluarga yang serba terbatas namun tidaklah kekurangan, bisa di bilang cukup atau pas-pasan saja.


Bunda Rico hanya bekerja sebagai buruh cuci di komplek sebelah sedangkan Ayahnya Rico hanya seorang tukang bangunan yang pendapatan nya juga tidak menentu.


Rico bisa masuk dan bersekolah di tempat nya sekarang itu pun juga dengan cara beasiswa sama seperti Fatma dulu, di dalam satu kelas hanya Rico dan juga Fatma yang hanya orang yang susah tapi tidak untuk Fatma sekarang. Namun untuk Rico dia masih sama saja seperti awal dia masuk semuanya belum berubah sama sekali.


" Assalamu'alaikum! " teriak Fatma sembari mengutuk pintu rumah Rico.


Agak lama mereka menunggu, membuat Fatma dan yang lain terus mengetuk nya berulang-ulang, karena mereka yakin Rico ada di dalam.


" Assalamu'alaikum, Rico!! " teriak mereka bersamaan.


Tak lama setelah itu pintu perlahan terbuka, perlahan-lahan wajah Rico mulai muncul dari balik pintu itu. " wa'alaikumsalam " jawab Rico. Rico semakin melebarkan pintu nya dan menyuruh mereka semua untuk masuk.


Meski sudah sembuh namun di kepala Rico masih ada sedikit perban pas di tempat operasi nya.


Tak ada yang spesial di dalam rumah Rico, semuanya tampak sederhana namun semuanya tertata sangat rapi. Meskipun seorang laki-laki, Rico sama sekali tak malu membersihkan rumah dan juga merapikan semuanya, apalagi kedua orang tuanya sibuk untuk mencari uang jadi Rico sadar diri untuk selalu membantu orang tua nya.


" duduklah, aku siapkan minum dulu " ucap Rico.


" biar kamu bantu, Co.! " para cewek kembali beranjak dan mengikuti Rico yang sudah menyetujui nya dengan menganggukkan kepalanya. Sementara Ikhsan dia duduk seorang diri di sana.


Ikhsan terus mengedarkan pandangan nya, ternyata Rico yang menjadi pahlawan untuk keluarga nya hanya tinggal di tempat yang begitu kecil. Namun masih pantas lah dan masih sangat cukup untuk tiga orang saja.


Tak lama Mirna dan Santi keluar, Santi membawa nampan berisi gelas minuman sedangkan Mirna membawa toples berisikan camilan ringan.


" mana Fatma dan Rico? " tanya Ikhsan.


" Fatma sedang di toilet pak, sedangkan Rico mengambil buku " jawab Mirna sembari menaruh nampan di atas meja.


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Di saat yang bersamaan Rico keluar dari dalam kamar sedangkan Fatma keluar dari toilet yang jaraknya tidak jauh.


" Rico " panggil Fatma dan berhenti di hadapan nya Rico.


Rico yang sudah ada di hadapan nya langsung menghentikan langkah nya, dia menatap Fatma dengan santai. Rico tau apa yang ada di dalam pikiran Fatma jadi apapun itu Rico tidak akan goyah.


" ada apa miss.?";? tanya Rico yang seolah-olah tidak mengetahui apapun, padahal dia mengetahui segalanya.


" Co. Waktu itu..? saat kamu tak sadarkan diri di rumah sakit, kamu selalu memanggil nama Aisyah, apa Aisyah yang kamu maksud itu Aisyah adiknya Mas Ikhsan? " tanya Fatma dengan hati-hati.


Fatma memberanikan diri bertanya tentang itu pada Rico, sudah hampir satu bulan semua itu ada di dalam otaknya namun sampai sekarang belum juga dia menemukan jawabannya kecuali kalau dia menanyakan langsung pada Rico sendiri.


Rico tersenyum, apa yang terbaca oleh nya tidak pernah meleset sama sekali, dan kali ini pun tidak. Rico udah menyiapkan semuanya kemungkinan yang akan terjadi dan itu ternyata terjadi saat ini.


" jika itu memang Aisyah adik pak Ikhsan apa yang akan miss lakukan? Apakah Miss akan mendukung ku atau mungkin mendukung orang lain yang kelak juga mengharapkan Aisyah juga. Dan tentunya orang biru akan mendapatkan seluruh restu dari keluarga nya. Siapa yang akan Miss dukung? " tanya balik Rico.


Fatma masih belum mengerti, orang lain yang juga akan mengharapkan Aisyah, dan akan mendapatkan restu seluruh keluarga nya , siapa orang itu? Fatma sama sekali belum mengetahuinya.


"siapa orang itu? apa aku mengenalnya? "


" Aku tau Rico mungkin bagi kita orang miskin tak akan bisa bersama dengan orang kaya, tapi aku? nyatanya aku bisa. Dan semua keluarga Mas Ikhsan tidak mempermasalahkan hal itu, aku yakin kelak kamu pun juga tidak " ucap Fatma.


" Nasib ku dan nasib miss itu berbeda dan jalan kita pun juga tak akan sama. Mungkin miss memang mudah tapi tidak untuk ku kelak,tapi miss tenang saja, jika semua jalan itu di mudahkan kita akan jadi iparan lah, dan aku akan menjadi adik mu,hehehe... " ucap Rico terkekeh.


" amin,, semoga harapan mu benar-benar terwujud. Dan kita bisa menjadi saudara " seru Fatma.


Fatma terdiam, meskipun dia sama sekali tak tahu apapun namun dia sangat berharap jika apa yang menjadi harapan sahabatnya itu akan terwujud dan semua jalannya akan di permudahkan.


" Pak Ikhsan pasti sudah menunggu, ayok ke depan " ajak Rico yang merasa pembicaraan ini sudah selesai dan harus berakhir di subuh saja. Apapun yang Rico katakan dan seberapa banyak pun Fatma gak akan mungkin bisa memahami juga.


Fatma mengangguk, dia berbalik dan berjalan lebih dahulu dan di iringi Rico di belakang nya.


Benar saja, sesampainya di sana Ikhsan sudah menunggu dan kedua temannya sudah asyik dengan soal yang Ikhsan berikan pada mereka.


" maaf lama " ucap Fatma dan langsung duduk lesehan di depan Ikhsan yang duduk di atas kursi.

__ADS_1


Rico pun juga sama dia juga ikut bergabung duduk lesehan dengan buku-buku mereka yang ada di atas meja.


Ikhsan sedikit mengernyit melihat kedatangan Fatma dan Rico yang bersamaan, dan juga wajah mereka yang sedikit tak biasa seolah ada hak yang mereka bicarakan dan sekarang mereka sembunyikan darinya.


Ikhsan hanya diam dan bersikap biasa, dia hanya bisa menunggu waktu saja hingga belajar ini selesai dan dia dan Fatma akan pulang dan Fatma menceritakan semua padanya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Ikhsan terus menggiring Fatma masuk kedalam kamarnya, Fatma belum juga mau bicara akan hal yang tadi dia bicarakan dengan Rico.


Namun Ikhsan masih terus diam dan juga tak menayangkan nya, Ikhsan hanya mau Fatma yang menceritakan sendiri padanya. Ikhsan tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan Fatma yang itu termasuk privasi dari Rico.


" Mas, duduk sini. " Fatma lebih dahulu duduk di sofa, dia meminta Ikhsan untuk ikut gabung duduk dengan nya.


Ikhsan pun langsung duduk di samping Fatma mungkin kali ini Fatma akan menceritakan semua padanya.


" Mas "


" Hemm"


" Apakah Mas keberatan jika antara si kaya dan si miskin itu hidup bersama? apakah harta dan juga status akan menjadi pertimbangan untuk penyatuan kedua insan. Apakah cinta itu bukan hal yang di utamakan? " tanya Fatma yang begitu banyak.


" kenapa kamu bertanya seperti itu?, apakah aku pernah mempermasalahkan hal itu? " jawab Ikhsan.


" bukan kita Mas, aku yakin mas tidak pernah mempermasalahkan hal itu padaku. Tapi apakah kelak akan ada yang mempermasalahkan hal itu jika itu terjadi pada Aisyah ? " tanya Fatma.


" sepertinya tidak ada? emang kenapa? dan.. siapa yang kamu maksud, Rico? " Jadi beneran Rico menyukai Aisyah? "


" Hem.. "


_______


Bersambung.....


________________

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2