
Ikhsan Tengah mondar-mandir tak jelas di pinggir jalan mencari Fatma yang tadi ikut turun dari mobil karena merengek meminta di belikan sate yang nongkrong di pinggiran jalan.
" dimana sih tuh anak. baru aja di tinggal sebentar sudah hilang aja." gumam Ikhsan sedikit gusar matanya terus menatap sembarangan tempat yang dapat ia jangkau.
Ikhsan menaruh sate permintaan Fatma ke dalam mobil lalu mencari keberadaan Fatma yang entah kemana. " Fatma,,, Fatma..!! teriak nya dengan keras.
Semua orang dia tanya namun satu pun tak ada yang tau kemana Fatma pergi. Baru saja Ikhsan akan kembali melangkah ponsel nya berdering dan dengan cepat Ikhsan mengangkatnya mungkin itu adalah Fatma.
""Assalamu'alaikum dek. kamu dimana.? ini gawat, Fatma dan Aira ada dalam masalah besar sekarang "'
" Wa'alaikumsalam, apa maksud Abang..!!
" nanti Abang cerita kan yang penting sekarang kamu harus menyelamatkan mereka, aku akan kirim alamat nya sekarang dan Abang akan mengikuti Fatma sebelum kehilangan jejak nya Abang akan nyalakan GPS Abang kamu ikuti itu, sekarang cepat lah. "
Telfon langsung terputus, Ikhsan pun menjadi sangat khawatir. " Apa yang terjadi pada Fatma dan Aira,? bingung Ikhsan.
Ikhsan berlari kembali ke mobil secepatnya dia harus pergi mengikuti Akhsan untuk menyelamatkan Fatma dan juga Aira.
" semoga kamu tidak kenapa-napa Fatma, " ucap Ikhsan dan tergesa-gesa menjalankan mobil nya dengan cepat.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Fans beserta anak buah nya berhenti di rumah yang sangat besar dan mewah rumah kediaman seorang yang di panggil dengan sebutan Tuan oleh Fans beserta anak buah nya.
" Masuk,,,!! bentak Fans dengan sadis pada Aira yang terus menangis.
Aira terus di paksa untuk masuk ke kediaman itu. meskipun tak mau namun Aira tak bisa melawan kekuatan nya tak mampu untuk melawan semua orang.
Pintu terbuka sangat lebar mempersilahkan calon Nyonya di sana yang tengah datang dengan di paksa. semua sudah mengetahui akan hal itu. sebenarnya ada rasa kasihan juga melihat Aira, dia masih sangat kecil usianya pun masih sangat muda dan harus di paksa untuk menikah dengan tuan mereka yang notabene seorang yang selalu memaksa dan bertindak sesuai kehendak.
Aira terus menangis tak berdaya, Aira tak mampu melakukan apapun lagi dia hanya bisa pasrah mungkin inilah akhir dari cerita kebebasan nya mungkin setelah ini dia tak tau apakah masih bisa menghirup udara luar atau tidak, bisa bertemu dengan kakak nya lagi atau tidak,? semua itu mungkin hanya akan menjadi sebuah mimpi setelah ini.
" ingat Aira sekali lagi kau bertindak yang tidak benar maka kau sendiri yang akan tau akibatnya. ayah tak mau membantu mu jika kau bertindak bodoh " ucap Fans dengan bengis memperingatkan Aira yang terus tersedu " hapus air mata mu, Aira. air mata mu tak ada gunanya di sini. "
Hati Aira semakin sakit bagaimana bisa dia akan menerima begitu saja, bagaimana jika orang yang akan menikahi nya adalah laki-laki tua yang kejam, jelek dan juga jenggotan. Ihhhh,,,, Aira bergidik ngeri memikirkan itu semua.
" Masuk,, " Aira kembali di seret, setelah sampai di dalam Aira di biarkan berjalan sendiri di depan.
Takut. itulah yang Aira rasakan saat ini. siapa yang tak takut berhadapan dengan masalah seperti ini. tubuh Aira bergetar hebat saat ada tangan yang menyembul dari balik kursi yang memunggungi nya.
" Bawa dia padaku " ucap orang di balik kursi itu.
" baik tuan, " jawab Fans dan langsung kembali menarik Aira hingga ke depan orang itu. " ini tuan "
Mata Aira bertemu dengan mata orang itu. Dalam sejenak Aira mengagumi orang itu, dia tampan, kulit nya putih bersih, senyum nya indah, dan matanya tajam namun terasa sedikit menenangkan jika semakin dalam menatap nya namun tidak jika hanya sekilas ada tatapan penuh amarah di sana . "tidak buruk " dua kata yang keluar dari hati Aira. sedari tadi hatinya begitu ketakutan dengan tampang yang mengerikan namun ternyata sebaliknya. " dia seperti orang baik tapi kenapa ada sebuah amarah yang sangat besar yang menutupi kebaikan itu. " batin Aira setelah dia menunduk dalam ketakutan setelah melihat pria itu seakan mau memangsa Aira saat itu juga.
Pria itu duduk dengan tegak menarik tangan Aira dengan pelan dan menjatuhkan Aira ke dalam pangkuan nya. bibir itu tersenyum melihat wajah Aira yang ketakutan namun matanya begitu menikmati keindahan dan kesempurnaan ciptaan Tuhan di hadapan nya.
" wajah yang indah, matanya yang sipit, hidung mancung, bibir tipis kecil dan dagu runcing, aku sangat menyukainya " ucap pria itu dan menyentuh satu persatu anggota yang dia ucapkan.
Aira begitu risih dengan itu baru kali ini dia mendapatkan pelecehan seperti ini, baginya lebih baik mendapatkan siksaan dari pada harus di sentuh dengan orang yang ada di depan nya ya meskipun dia tampan dan tak buruk.
__ADS_1
Tangan orang itu terus membelai wajah Aira. matanya melirik Fans sekejap untuk memintanya pergi dari hadapan nya dan Fans pun langsung pergi dari sana membiarkan apapun yang akan di lakukan pada Aira.
Aira semakin ketakutan saat tak melihat Fans di hadapan nya, ya meskipun dia tau seandainya ada pun dia tak akan mungkin menolong nya apapun yang terjadi padanya.
" Kenapa kau harus lari dari ku sayang, aku sudah sangat lama menunggu mu " ucap pria itu tangan nya menyelipkan rambut Aira ke telinga nya memperlihatkan wajah Aira yang sempurna tanpa tertutup sehelai rambut pun.
Aira semakin takut tubuh nya bergetar hebat di atas pangkuan pria itu. namun pria itu malah semakin menikmati dan tersenyum pada Aira.
" jangan takut aku bukan orang jahat, aku akan selalu baik jika kamu menurut padaku " ucapnya lagi.
" masih sangat polos dan lugu. semua pun masih rata tak akan mudah membangun kan junior ku tapi aku sangat menyukai nya " batin Pria itu.
Tapi ternyata apa yang ada di pikiran nya itu salah besar, melihat Aira yang ketakutan dan tubuh nya bergetar di pangkuan nya malah langsung membuat bagian bawah nya langsung berontak ingin keluar dan bangun dengan gagah dan begitu tegak.
" astaga Marco , bahkan hanya bocah saja junior mu tak bisa menahan nya. segitu besar kah rangsangan dari gadis kecil ini "
Ya pria itu adalah Marco. seseorang yang dengan mudah melakukan sex pada gadis yang dia mau. bahkan banyak gadis di kantor nya yang rela memberikan itu pada Marco dengan suka rela karena melihat betapa sempurna nya seorang Marco.
Aira hampir kembali menangis saat merasakan ada yang menusuk bokongnya dan terasa begitu keras, Aira sangat ketakutan jika kehormatan nya akan hilang hari ini dan di usianya yang masih sangat dini, 15 tahun.
" Kenapa, apa kamu takut.? junior ku memang tak bisa melihat gadis cantik seperti mu. sekali dia melihat dia pasti akan terbangun dan hanya yang dia lihat yang bisa menidurkan nya lagi " ucap Marco begitu enteng nya.
Marco menarik dagu Aira dia ingin sekali merasakan seberapa manisnya bibir mungil di hadapan nya yang bisa dengan mudah membangun junior nya.
" Aira,,,!!! teriak Fatma yang sudah menyerobot masuk dan menghentikan Marco yang hampir saja menyatukan bibir nya dengan milik Aira.
" Aira,,,!! teriak Fatma lagi.
Semua menoleh pada Fatma begitu juga dengan Fans. sedangkan Marco masih tak mau membalikkan kursinya dan masih ingin dengan tempat nya.
Mata Fatma bertemu dengan mata Fans, seketika Fatma menangis dia merindukan tatapan ini dia sangat ingin memeluk nya menumpahkan segala kerinduan nya selama ini. tapi saat Fatma kembali mengingat karena dialah penderitaan nya dan Aira terjadi bahkan sampai saat ini membuat Fatma benar-benar membencinya.
Fatma mendekati Fans dengan kemurkaan, tatapan mata nya tak bisa di kondisi kan lagi masa bodoh dengan Fans yang ketua preman, masa bodoh dengan kekejaman Fans yang dia dengar dari cerita Aira, masa bodoh, Fatma sama sekali tak takut padanya.
Fatma berhenti di hadapan Fans. matanya kian tajam dan memerah. " aku menyesal sempat merindukan mu, aku menyesal sempat ingin mencari mu, aku menyesal mengharapkan kasih sayang dari mu, aku menyesal darahmu mengalir dalam darah ku dan aku sangat menyesal telah telah terkahir sebagai darah daging mu."
" seandainya saja aku bisa memilih aku tak pernah mau terlahir sebagai anakmu aku tak sudi mengenalmu sebagai Ayah ku aku tak sudi. lebih baik aku mati saat ibu melahirkan ku yang terdapat darah mu atau lebih baik aku tak pernah di lahir kan "
Dengan mata terus berderai Fatma tetap memberanikan diri menatap Fans yang sepertinya sedang mencerna kata-kata Fatma mulai mengenalinya.
" di mana tanggung jawab mu sebagai seorang ayah dan orang tua, dimana,!! .kau rela membuang anak mu memberikan nya begitu banyak penderitaan, tak pernah memberi kasih sayang sebagaimana ayah pada umumnya, dan sekarang bahkan kau tega menyerahkan anak mu sendiri pada orang yang kau anggap paling kejam dan paling kau takuti. demi apa,? demi uang demi harta,,!! hahhh,,!! katakan ayah, katakan pada Fatma, katakan.
" apa selama 11 tahun ini kau begitu melupakan kedua anak mu ini apa kau begitu melupakan kami, Hahhh,,!! apa tak ada setitik saja kasih sayang mu untuk kami, apa tak ada rasa sedikit pun kamu mengenali Aira saat kalian tinggal bersama kalau dia adalah anakmu darah daging sendiri dan sekarang kau mau menjual nya, Hahhh,, katakan pada Fatma ayah, katakan. " Air mata Fatma mengalir begitu sangat deras mengeluarkan semua amarah nya selama ini di depan ayah kandung nya sendiri.
Fans terduduk lemas mendengarkan penjelasan Fatma, kenapa dia begitu bodoh tak bisa mengenali anaknya sendiri padahal mereka tinggal cukup lama , 5 tahun.
" kenapa, ayah menyesal sekarang. apa ayah sudah bisa berfikir. apa sekarang otak ayah sudah terbuka " !!
" penyesalan ayah tak akan pernah bisa sebanding dengan apa yang ayah berikan pada kami, meskipun ayah menangis darah pun tak akan mengubah kebencian di hati Fatma pada ayah. oh maaf, tuan Fans,,!! kau tak pantas di panggil ayah Fatma sangat jijik dengan sebutan itu, jijik. "
" Aira,,,, Aira,,!! teriak Fatma.
__ADS_1
Mata Fatma melihat kaki Aira yang tertutup kursi tapi kenapa dia hanya diam, ? apa terjadi sesuatu padanya. Fatma berlari menghampiri Aira yang ternyata tengah di bekap mulut nya oleh Marco.
Fatma menarik Aira dengan kasar dari Marco hingga Aira bisa terlepas. Fatma hendak berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu namun ternyata semua itu tak akan mudah.
Marco menarik tangan Fatma dengan cepat tak akan dia biarkan siapapun membawa Aira nya pergi meskipun itu adalah kakak nya sendiri, Aira nya.?
Senyum sinis keluar dari Marco saat melihat wajah Fatma yang tak takut sedikit pun padanya, tapi bukan karena itu dia tersenyum " ohhh, ternyata Nyonya Ikhsan yang datang menemui ku. sebuah kehormatan bisa kedatangan Nyonya Ikhsan ke kediaman saya. selamat datang Nyonya. " ucap Marco dan dengan suara sinis di akhir kalimat.
Marco memisahkan tangan Fatma dan Aira. menarik Fatma hingga jatuh ke dalam tubuh Marco. tangan marko mengunci tangan Fatma ke belakang tubuh Fatma dan mereka berdiri dengan berhadapan dengan tubuh yang menempel.
Fatma berontak. Fatma begitu marah dengan perlakuan Marco padanya " lepaskan saya, lepaskan. "
" lepaskan, hahaha,,,!! kenapa harus aku lepaskan. aku juga ingin merasakan hal yang sama dari Ikhsan atas dirimu. kau telah mengganggu kesenangan ku dan sekarang kau yang harus menggantikan nya " ucap Marco.
" lepas,,!!!
" gimana,? apakah Ikhsan melakukan nya dengan pelan, apakah kalian begitu sangat semangat dan menikmati nya. "
" bukan urusan mu,,!!
" oh atau jangan-jangan Ikhsan belum pernah menyentuh mu, ok biar aku yang akan mengajarkan mu bagaimana caranya engkau membahagiakan suami mu " Marco menyeringai.
" kakak,,!! teriak Aira namun dia tak berdaya karena tangan nya di kunci oleh orang nya Marco.
" lepaskan,,,!! geram Fatma mencoba melepaskan diri dari Marco namun tak semudah yang Fatma bayangkan. kekuatan nya tak sebanding dengan Marco.
" tidak perlu sungkan padaku, aku akan memberikan pengajaran yang paling berharga untuk mu sebagai bekal untuk rumah tangga mu supaya lebih baik "'
" Cuihh,,, " Fatma dengan beraninya meludahi wajah Marco dengan cepat. " jangan pernah bermimpi untuk bisa menyentuh ku. "
Mata Marco menatap tajam Fatma dengan begitu bengis. Fatma telah membangunkan sifat iblis nya dari Marco. Marco begitu murka dia menarik hijab Fatma dengan kasar membuang nya ke sembarang arah. " pergi kalian semua, dan bawa Aira ke kamar, jangan pernah kalian kembali sebelum aku meminta nya. aku ingin tau seberapa sombong nya Nyonya Ikhsan jika berada di hadapan ku , pergi,,!!
Semua pergi dari sana. Aira begitu takut dia terus teriak memanggil Fatma. sedangkan Fans dia harus di seret keluar oleh orang-orang nya Marco karena dia masih terlalu syok dengan kenyataan yang sebenarnya, dan karena kesalahan nya sekarang kedua anak gadis nya berada dalam masalah besar.
" aku pastikan bukan hanya bisa menyentuh mu tapi aku juga akan menghancurkan masa depanmu " ucap Marco dengan begitu geram.
Marco benar-benar seperti orang yang kesetanan dia mendorong Fatma ke sofa dengan kasar.
Fatma terus menghindar dari Marco, dengan tangis yang mulai keluar dia harus bisa selamat dengan iblis yang berada di depannya. Fatma melemparkan semua barang-barang berharga milik Marco masa bodoh semua nya hancur, persetan dengan semua amarah Marco yang jelas dia harus bisa menjauhkan dirinya dari Marco. Bahkan Ikhsan suaminya saja belum menyentuhnya sama sekali bagaimana bisa dia membiarkan orang lain yang menyentuh nya terlebih dahulu.
Di lantai atas.Di kamar yang terkunci dan di balik jendela laki-laki tua hanya bisa menangis dia begitu tak berdaya dia tak bisa membantu gadis yang terus berlari dari kejaran Marco.
" Maafkan aku Tuhan, maafkan aku. " ucap Joe menyesal.
" hentikan Marco, hentikan. atau kau sendiri yang akan hancur jika mengusik keluar putri. hentikan Marco hentikan..!! teriak Joe namun tak dapat terdengar karena kamar itu kedap suara.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
ππππππΎπΎπΎπΎπππππ
Ku menangis membayangkan betapa kejamnya dirimu Marco,,,
__ADS_1