Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
58.Mawar berduri


__ADS_3

Aisyah berjalan mengendap-endap di lorong sekolah berjalan membungkuk dengan tangan menutup mulut dan sesekali celingukan ke sembarang arah.


Setelah mendapatkan chat dari jon Aisyah bergegas untuk segera pergi dari sekolah dengan membolos tanpa meminta izin terlebih dahulu pada wakil kelas nya.


Tas kesayangan nya tak pernah ketinggalan dan dia gendong di punggung nya dengan satu tangan saja. " aku harus bisa secepatnya pergi dari sini dan harus cepat sampai di mana pak Jon berada " gumam Aisyah dengan sangat lirih.


Aisyah berjalan jinjit supaya tak terdengar siapapun yang mungkin akan melintas di tempat Aisyah sekarang berada. Seperti seekor kangguru Aisyah menyelinap dari dinding ke dinding lain dan beralih ke pohon besar. eish sudah seperti seekor cicak kamu syah. "


Jalannya di percepat setelah dia hampir sampai di sebuah pagar pembatas yang lebih tinggi dari tubuhnya. Wajahnya mendongak keatas dan beralih ke kanan kiri untuk kembali memastikan lagi kalau tak ada orang di sana.


" Alhamdulillah aman. " ucapnya penuh syukur.


Bagaimana pun juga Aisyah harus bisa keluar tanpa melalui pintu gerbang karena ada penunggu nya di sana dan di sinilah tempat satu-satunya yang bisa dia lewati karena tak ada pengaman yang membahayakan seperti kaca, paku atau aliran listrik seperti pada umumnya.


Berkali-kali Aisyah lonpat tapi tak kunjung tangannya menggapai puncak. Aisyah berdecak dengan kesal dengan wajah cembetut juga dan tak ketinggalan pula menggerutu khas Aisyah si gadis cerewet.


" Ckk.. bagaimana sih nih. Hey tembok seharusnya kamu itu lebih pendek daripada Aisyah. Aisyah jadi nggak bisa kan. " gerurunya dengan sangat kesal memarahi tembok yang tak berdosa padanya.


Aisyah kembali mengambil aba-aba untuk lompat lagi dengan tinggi berharap tangan nya akan bisa menggapai puncak. Tapi baru saja berjongkok dan menghitung sampai dua sudah ada yang menghentikannya dengan menarik telinga Aisyah dengan keras. " Satu dua... Awww..!! Aisyah memegangi tangan pelaku dengan cepat dan juga ingin melepaskan telinganya yang semakin perih.


" mati aku, sepertinya aku ketahuan guru. Aku pasti akan mendapatkan hukuman karena mau membolos di jam kedua, buntung lah nasipmu Aisyah, matilah kau. " batin Aisyah.


Aisyah meringis mengeluarkan giginya yang gingsul, " hehehe,, maaf Pak, Aisyah lagi kesurupan nih sama siluman kera jadi bawaan nya mau manjat terus. " celetuknya dengan asal mengatai dirinya sendiri sedang kesurupan siluman kera.


Tak ada jawaban yang Aisyah dengar hanya hembusan nafas saja yang sampai ke pipi Aisyah dengan nafas yang tak beraturan dan memiliki hawa panas di sana.


Aisyah melirik. wajah nan ayu sedikit bulat seperti nya dan mata melotot kearah nya itulah yang berhasil tertangkap di lirikan mata Aisyah yang terpaksa. " ehh salah perkiraan ku, kirain pak guru, hehehe," meringis Aisyah setelah melihat siapa yang tengah menarik telinganya dengan kasar, " Ada apa inces es balok." tanyanya polos.


Gadis yang berumur satu tahun lebih tua dan satu tingkat kelas nya dengan Aisyah itu tengah menatap Aisyah dengan dingin pantas saja mendapatkan julukan es balok dari Aisyah.


" mau kemana, Bolos.? " tanyanya dengan dingin namun tegas.


gadis yang memiliki karakter yang berbanding terbalik dengan Aisyah. Aisyah yang selalu periang, banyak bicara, jail, dan juga banyak tingkah itu begitu berbeda dengan gadis satu ini. Dia lebih terlihat dingin, cuek, sedikit bicara tidak terlalu jail seperti Aisyah, hanya satu hal yang sama dari mereka sama-sama mempunyai otak yang cerdas dan juga sangat hangat dengan keluarga.


Aisyah kembali meringis. malu lah pasti ketahuan sedang akan membolos dengan naik pagar pula, seorang gadis pula, kalau cowok mungkin biasa tapi ini,? seorang gadis woii,,!!


" hehehe, maaf Inces es balok. ini lagi mulai kumat. " ucapnya.


" ada masalah.?


" nggak,,!! jawab Aisyah dengan cepat. " selama ada Mawar berduri mana mungkin ada masalah. " ucapnya.


Mawar berduri julukan dari Geng yang di pimpin oleh Aisyah bocah kecil yang kepandaian dan kecerdikannya tak sekecil umur nya.


Mawar. Sebuah bunga yang begitu sangat indah di pandang dan di sanjung oleh banyak orang selalu di ingin kan dan ingin di miliki orang banyak orang juga dan selalu di ikut sertakan dalam hal-hal tertentu juga dalam hal cinta ataupun kematian.


Berduri. itu karena di bawah keindahan itu tersimpan duri yang begitu tajam dan akan melukai siapapun yang ingin menggapai tangkainya alias ingin menggenggamnya.


Gadis itu geleng-geleng kepala karena perkataan Aisyah. tingkat ke-pd- annya Aisyah terlalu tinggi dan itu membuat gadis itu tak habis pikir. " ke-pd-an luh ya. " gadis itu menoyor kening Aisyah hingga bergerak ke belakang beberapa senti.


" Inces es balok,,,!! teriak Aisyah dengan keras seketika wajah nya berubah menjadi menyeramkan. " ihh dasar es balok.!! Aisyah semakin geram.


Shilvia Anggraini. Gadis berhijab, cantik namun begitu dingin orang nya. selalu cuek pada orang lain namun tidak saat bersama Aisyah meskipun mereka kadang bertengkar dan berdebat namun mereka tetap bersatu dengan tujuan yang sama.


Shilvia mencapit hidung Aisyah dengan cepat menghentikan hawa panas yang keluar dari hidung Aisyah karena ulahnya. " bisa diam nggak,! kamu mau ketahuan guru kalau kamu mau bolos, hahh,,!! ucap Shilvia kasar.


Nafas Aisyah tersengal rasanya begitu sesak karena tak mendapatkan oksigen yang cukup karena hidung nya tertutup sempurna. " huff huff.. , inces es balok lepas,,!! Aisyah mengibaskan tangannya membuang tangan Shilvia dengan kasar, " inces mau buat Aisyah mati, hah.!! lagian inces kenapa sih kesini.? mau laporin Aisyah pada guru, iya.? ketus Aisyah.

__ADS_1


Shilvia menepuk jidatnya lalu memijat pelipis nya karena pusing, bocah di depannya ternyata udah mulai pikun dia sendiri yang menghubungi nya untuk ikutan bolos tapi sekarang dia malah memarahinya. " umur mu berapa sih sekarang.?


" 13 tahun. "


" baru 13 tahun kenapa sudah pikun.? heran Shilvia.


Shilvia mengambil ponsel nya dari dalam saku dan memperlihatkan chat yang di kirimkan Aisyah di ponselnya beberapa menit yang lalu.


" gimana, udah inget sekarang.? tanya Shilvia dan kembali memasukkan ponsel nya ke saku.


Aisyah melongo. dan sekian detik dia tertawa terbahak-bahak " hahaha.. Astaga, astaga kenapa aku udah pikun begini, Astaga. " ucapnya berkali-kali. Mata Aisyah menatap punggung Shilvia yang ternyata juga ada tas di punggungnya juga " pantesan inces es balok juga bawa-bawa tas, ternyata mau ikutan ngelayap juga. hahaha...!! Aisyah kembali tertawa.


Shilvia membungkam mulut Aisyah dengan cepat matanya celingukan memastikan tak ada orang di sekitar mereka yang mendengarkan mereka berdua. " sstttt.. diam.! apa kamu mau di kepung oleh semua guru. Dasar mulut toa. " ledek Shilvia.


" sekarang diam lah, dan cepat naik dan pergi dari sini bersama-sama, cepat. " Shilvia melepaskan tangan nya dari mulut Aisyah dan mulai membantunya untuk naik ke pagar.


" Astaga kenapa kamu berat sekali, kapan kau akan mengurangi berat badanmu Aisyah. " ucap Shilvia.


dengan bantuan Shilvia , Aisyah mulai memanjat pagar dan meringis saat melihat Shilvia yang kesusahan dan merasakan tersiksa saat harus menahan berat badan Aisyah. " hehehe,, maaf ya inces. Aisyah memang berat tapi otak Aisyah sepadan kok dengan berat Aisyah, maaf ya. " ucapnya tanpa dosa.


Shilvia meringis tapi bukan karena senang melainkan karena perkataan Aisyah yang seakan menohok dirinya bahwa dia seakan-akan lemah di pikiran Aisyah yang tak bisa kuat menahan berat badan Aisyah. " diam loh ya, atau aku lepaskan kamu hingga kembali jatuh. " kesal Shilvia.


Aisyah menggeleng dengan cepat. " tidak tidak,,,! jangan lepaskan Aisyah. nanti Aisyah bisa patah tulang nantinya.


" bukan hanya tulang mu yang aku bikin patah tapi juga seluruh tubuhmu yang akan aku berikan pada si manis. " ancam Shilvia.


" tega banget. gini-gini juga atasan mu sekaligus partner mu loh inces. dari mana kau akan mendapatkan partner yang sebaik aku jika kau memberikan aku pada si manis. " jawab Aisyah begitu enteng.


Aisyah sudah berhasil sampai di atas dan berdiri tegak di sana. " Alhamdulillah akhirnya sampai juga di sini, makasih inces. " ucap Aisyah menyeringai.


" siap inces. "


Aisyah mulai menjulurkan tangan nya ke bawah dan menarik tangan Shilvia secepatnya.


" ayo inces, buruan. " ucap Aisyah dan mulai susah payah membantu Shilvia. " astaga inces, tadi inces bilang aku berat tapi lihatlah bahkan inces lebih berat seperti batu duduk. " ucap Aisyah asal.


" diam loh, banyak sekali omelan tak bermutu mu. Cepat tolong aku. " kesal Shilvia.


Nafas lega keluar dari keduanya saat mereka berhasil menempuh tebing tinggi di sana, ya mana nggak tinggi karena mereka berdua sangat pendek daripada pagar itu.


" Hahaha,,!! Alhamdulillah. " ucap mereka berdua bersamaan.


Mobil hitam berhenti tepat di depan mereka berdua dan keduanya langsung masuk untuk cepat pergi ke tujuan. " Aisyah, sebenarnya kita mau kemana sih.? tanya Shilvia bingung.


" kita lagi ada misi inces, dan secepatnya harus beres. " jawab Aisyah.


" misi.?


" iya misi, misi perlindungan rakyat. "


" astaga mulai lagi nih " Shilvia geleng-geleng kepala. Lagi-lagi Aisyah mengatakan kata-kata yang membuat nya selalu pusing. " terserah kamu deh" ucap Shilvia pasrah.


Setengah jam perjalanan mobil berhenti di sebuah tempat yang begitu sepi orang-orang. namun terdapat beberapa orang yang tengah menjaga di rumah yang lumayan besar itu.


" ini rumah siapa.? bingung mereka berdua.


setelah lama menunggu ada seorang yang keluar dari sana dengan wajah yang babak belur dan berdarah di bagian ujung bibir nya.

__ADS_1


" Fans..? ucap Aisyah.


" Fans.? siapa.?


" brandal. " jawab Aisyah singkat, " tapi rumah siapa.? dan ada hubungan apa Fans datang ke sini,? apa ada sesuatu yang lebih menarik di sini. atau mungkin akar semua masalah berada di rumah ini.? Aisyah semakin bingung.


" kalau memang ini misi yang wajib di selesai kan maka kita harus berjalan dengan cepat sebelum ada yang menyadari nya, syah. " ucap Shilvia namun matanya tak pernah berpaling dari keadaan rumah beserta semua yang ada di sana.


" itu harus, inces. " jawab Aisyah.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Aira tengah duduk seorang diri di bawah pohon. hari ini Fatma tengah berangkat sekolah jadi dia hanya di rumah seorang diri. Sebenarnya Aira hendak di masukkan ke sekolah namun dia menolak nya karena dia takut akan ayah angkat yang mungkin akan menangkap nya.


Faisal yang tengah tak berangkat sekolah datang menghampiri Aira, menyodorkan buku padanya mungkin dengan buku itu akan menghilang kan kejenuhan yang di miliki oleh Aira.


Assalamu'alaikum.. nih buat kamu " ucap Faisal.


Aira menoleh menatap Faisal sekejap, pria yang selalu baik padanya selalu berusaha membuatnya melupakan segala masalah nya yang begitu menyiksa batinnya.


" Wa'alaikumsalam, kakak kenapa ke sini.? kakak nggak sekolah.? tanya Aira.


Faisal duduk di bangku yang lain tersenyum seketika mendengarkan kata yang lembut dari Aira " tidak, di sekolah ku sedang ada acara dan semua di liburkan. " jawab Faisal." nih,,!!


Aira mengangguk dan menerima buku yang di berikan oleh Faisal. " Terima kasih Kak. " jawab Aira pelan dan mulai membuka satu persatu lembar dari buku tersebut.


" kenapa kamu nggak mau sekolah.? tanya Faisal.


" Hmm.?? saya takut sampai ayah menemukan ku Kak, aku takut jika dia akan memaksaku untuk ikut pergi dengan nya. Aira sangat takut Kak. " jawab Aira dan menunduk dengan lesu.


Faisal tau benar apa yang di alami oleh Aira. siapapun pasti akan ketakutan saat berhadapan bahkan memiliki Ayah angkat yang selalu kejam padanya dan selalu memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan hati yang lain.


" kamu tidak usah takut selama kamu di sini, lagian sekarang kamu juga sudah bertemu dengan Kak Fatma, dia pasti akan selalu menjagamu. Dan untuk sekolah dan ilmu aku percaya semua ilmu akan kita dapatkan bukan hanya di sekolah saja. kamu juga bisa mendapatkan ilmu yang berharga dari sini. lagian ilmu agama juga lebih penting bukan. "'ucap Faisal.


" Terima kasih Kak. "


" Sama-sama Aira , aku hanya bisa membantu mu sebisa ku. tetaplah semangat dalam hal apapun dan jangan pernah menyerah karena keadaan. kamu pasti akan bisa maju meskipun tidak berada di dalam lingkup sekolah. " ucap Faisal lagi dan selalu bisa membuat Aira tenang dan merasa nyaman.


" Hmm. "'


Faisal terdiam sesekali melihat Aira yang tengah membaca buku pemberian nya. gadis yang pintar, baik dan cantik tapi semua itu harus tersembunyi kan dari semua orang karena kekejaman ayah angkat nya.


" malang sekali hidupmu Aira. aku hanya bisa berharap semoga kelak kamu bisa bahagia seperti Kak Fatma. dia dulu juga harus menderita dengan sejuta perjuangan nya untuk hidup dan sekarang dia sudah bahagia bersama Bang Ikhsan, semoga kelak kamu juga akan bisa bahagia seperti nya. " batin Faisal menatap sendu Aira yang tengah fokus dengan bukunya.


" aku masuk dulu ya Aira. kamu jangan lama-lama di sini matahari semakin panas jangan sampai kamu pusing nanti nya " pamit Faisal yang sudah beranjak.


" iya kak, makasih bukunya. " jawab Aira.


" Hmm. " meskipun masih mau menemani Aira di sana namun Faisal tak boleh tetap di sana dan jangan sampai ada yang membuat fitnah untuk mereka berdua.


" Assalamu'alaikum. " ucap Faisal.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Aira dengan senyuman kecil yang begitu tulus.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2