Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
165.Ku tunggu kau di surga


__ADS_3

Maaf ya semua readers ku tersayang, beberapa hari ini jarang Up.. Maaf....


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak dan juga komennya ya di tulisan author yang tak ada apa-apa nya ini. Mau di bully atau mau di kasih komen apapun juga boleh.


Yang terpenting setelah itu kasih Vote, atau gift nya ya. Untuk membahagiakan hati Author yang sedang galau. 🤣🤣🤣


Sudahlah....


Siapkan tisu terlebih dahulu sebelum membaca 🤧🤧🤧🤧


Selamat membaca para readers..


Love you so much...


😘😘😘😘😘😘


................... 🙏🙏🙏🙏.............


" Opa!!... "Akhsan teriak dengan sangat keras saat matanya melihat dengan jelas pisau yang di bawa salah satu dari penyusup itu berhasil menusuk perut Fahmi.


Darah segar keluar begitu saja dari perut Fahmi, Fahmi menundukkan wajahnya melihat perutnya yang berdarah dan tangannya sudah menyentuhnya dan langsung berlumuran akan darah nya sendiri.


Perlahan-lahan tubuh Fahmi mulai merosot ke lantai, matanya mulai sayu-sayu dan mulai tertutup. Racun yang ada di pisau itu sepertinya sudah menyebar dengan cepat ke seluruh anggota tubuh nya.


Brukk....


Fahmi terjatuh begitu saja namun tidak langsung ke lantai karena Rayyan sudah menangkap nya.


" Abi!! bangun abi, bangun!! " teriak Rayyan yang mulai ikutan lemas melihat Fahmi yang tak berdaya dan semakin hilang kesadaran nya.


Akhsan pun juga langsung ikut merosot di lantai, dia juga ikut berusaha membangunkan Fahmi yang sudah tak berdaya.


" Opa, bangun Opa. Opa harus bertahan," ucap Akhsan mulai lemah dan khawatir seakan dia juga ikut menanggung rasa sakit yang di alami Fahmi.


Sementara Tasya dia masih menatap Fahmi dengan tak percaya, tatapan nya kosong, air mata nya perlahan-lahan mulai berjatuhan membasahi pipi nya.


" Abi" lirih Tasya hampir saja tak terdengar oleh siapapun yang ada di sana.


Tasya berjalan dengan pelan dan langsung ambruk begitu saja di sebelah Fahmi. Tasya menyentuh perut Fahmi menyatukan tangannya dengan tangan Fahmi yang ada di sana. " Abi.. Abi pasti akan baik-baik saja


Bunda akan pastikan itu. " ucap Tasya dengan tangis yang terus menyeruak dengan keras.


Samar-samar Fahmi masih bisa melihat Tasya, air mata yang keluar dari mata Tasya membuat Fahmi merasa sangat sakit, jauh lebih sakit dari perutnya yang terluka.


Fahmi mengangkat tangannya, mengusap air mata Tasya yang terus keluar. Senyum pun Fahmi berikan untuk Tasya.


" Bunda tidak boleh cengeng seperti ini. Bunda harus kuat, bunda adalah wanita paling tangguh yang Abi kenal selama ini, jadi jangan menangis hanya karena luka Abi." ucap Fahmi yang kian lirih dan juga tersendat-sendat. Pipi Tasya pun penuh dengan darah Fahmi.


Satu tangan Tasya mengikuti tangan Fahmi yang masih ada di pipinya, Tasya meraih tangan Fahmi dan terus membawa ke bibir nya dan terus menciuminya.

__ADS_1


Tasya juga menggeleng dia tak akan sanggup jika sampai terjadi sesuatu pada Fahmi, lelaki yang membuat nya menjadi orang yang lebih baik, bahkan dari Fahmi lah Tasya mengenal rasa cinta dan kasih sayang, dan juga karena Fahmi pula Tasya meninggalkan kegelapan nya dan lebih mengenal Tuhan nya. Dan juga Fahmi lah orang pertama yang mengajarkan sholat padanya.


Dari pertama bertemu, Tasya selalu menjaga dan memastikan keselamatan Fahmi dari bahaya dan dari masalah, dan sekarang dia rapuh karena tak sanggup melindungi suaminya seperti dulu lagi.


" Abi,, maafkan Bunda " Tasya semakin terisak.


Bukan hanya Tasya sendiri yang begitu sedih, namun Akhsan dan juga Rayyan juga sama, mereka sangat sedih sekaligus khawatir dengan keadaan Fahmi sekarang.


" Siapkan mobil, cepat! Abi harus segera di bawa ke rumah sakit! " perintah Rayyan pada salah satu penjaga yang ada di sana.


Fahmi menggeleng pelan, dia beralih menyentuh pipi Rayyan dan juga Akhsan dengan pelan dan penuh perjuangan.


" tidak, Ray. Abi sudah tidak tahan lagi. Mungkin ini memang sudah saatnya Abi pergi. " ucap Fahmi dan seketika membuat mereka bertiga semakin terisak, tak mau menerima apa yang di katakan oleh Fahmi.


" tidak, Abi. Abi akan baik-baik saja. " ucap Rayyan.


" Opa pasti akan baik-baik saja Akhsan yakin" imbuh Akhsan.


Dengan mata yang semakin sayu-sayu Fahmi masih bisa tersenyum, dia kembali menoleh ke arah Tasya yang terus terisak. Fahmi menggeleng, meraih tangan Tasya dan menciumnya terus menerus.


" Jika Abi harus pergi sekarang Abi ikhlas. Tapi Abi minta, tolong jaga Bunda dan jangan biarkan dia sedih dan kesepian. Jangan biarkan air mata nya keluar meskipun itu air mata kebahagiaan sekaligus. Berjanjilah untuk selalu membuat Bunda mu tersenyum, Ray. " ujar Fahmi.


" Bunda jangan bersedih dengan perpisahan yang mungkin akan terjadi, perpisahan ini adalah awal untuk kita bisa bertemu lagi dan bersama-sama dengan kekal kelak di surga. Abi akan selalu menunggu Bunda dengan sabar, dan Abi akan selalu mengawasi Bunda di jauh sana. Meskipun Abi tak lagi bersama Bunda, tapi Abi akan selalu hidup di hati Bunda. "


" tidak Abi! Jangan tinggalkan Bunda sendiri, Bunda tidak akan bisa tanpa Abi, Abi harus tetap hidup dengan Bunda. Bukankah Abi sudah berjanji akan hidup dan mati bersama Bunda! jika Abi pergi Bunda juga harus pergi. Kita akan pergi bersama-sama " tukas Tasya.


" tidak Bunda. Bunda tidak boleh bilang seperti itu, hidup dan mati bukan untuk pasangan kita, tapi hidup dan mati kita hanya karena Allah dan hanya untuk Allah. Jadi Bunda harus hidup dan mati karena Allah bukan karena Abi. " ujar Fahmi yang semakin lemah.


Tempat yang tadinya hangat dengan cinta dan kasih sayang antara Tasya dan Fahmi, kini tempat itu bagaikan genangan dengan air mata dari Mereka bertiga, bahkan kedua penjaga juga tak luput meneteskan air mata mereka.


Kamar yang menjadi saksi bisu cinta dan perjuangan Fahmi dan Tasya kini mungkin akan menjadi saksi dari perpisahan mereka berdua.


" Abi pasti akan baik-baik saja. " Tasya masih terus mengatakan hal sedemikian.Dia masih berharap masih bisa menyelamatkan Fahmi.


" Bunda akan berjuang untuk membuat obat untuk racun di tubuh Abi, bunda akan berusaha " ucapnya lagi.


Meskipun sudah sangat lama Tasya tak bergelut dengan rumah sakit dan juga Laboratorium namun dia akan lagi berusaha demi Fahmi, sang suami tercinta. Dan meskipun dengan tubuh yang tak lagi sekuat dulu lagi.


" tidak lagi Bunda. " tolak Fahmi.


Fahmi sudah sangat yakin, apapun yang akan Tasya lakukan tak akan bisa menyelamatkan nya, karena dia sangat yakin hari ini, jam, menit dan detik ini akan menjadi akhir hidup nya.


" tidak Bunda, Abi hanya ingin bisa bersama Bunda, menikmati akhir Abi bersama Bunda. Bunda, izinkan Abi melihat senyum Bunda untuk yang terakhir kalinya. Abi mohon " ucap Fahmi meminta, dan benar-benar berharap bahwa keinginan terakhirnya akan di kabulkan oleh Tasya.


Tasya menggeleng, dia tak mau kehilangan Fahmi sama sekali. " tidak Abi, Bunda akan terus tersenyum untuk Abi, tapi bukan untuk yang terakhir kalinya yang Abi lihat! Abi harus terus melihat senyum Bunda "


" Abi mohon, Bunda. Izinkan Abi melihat nya, sekali saja. " ucap Fahmi terus memohon.


Tasya terus menangis, air mata nya terus membanjiri pipinya bahkan selain penuh dengan darah, baju Fahmi juga basah akan air mata Tasya.

__ADS_1


" Apakah Bunda tidak akan memberikan apa yang Abi minta untuk yang terakhir kalinya, apakah Abi tidak akan bisa melihat nya? " tanya Fahmi yang sudah semakin lemah dan nafas nya sudah semakin sesak.


" Abi.. "


Fahmi mengangguk dia tersenyum untuk yang terakhir kalinya di hadapan Tasya, Rayyan dan juga Akhsan. " Abi tidak akan marah jika Bunda memang tak mau mengabulkan nya, tapi tetaplah bahagia meskipun tanpa Abi, Bunda. " ucapnya.


Mendengar itu, hati Tasya akhirnya luluh, dia menarik ujung bibir nya untuk tersenyum dengan terpaksa. Jika memang itu adalah keinginan terakhir dari Fahmi Tasya tak akan bisa menolak untuk mewujudkannya.


" Terima kasih, Bunda. " ucap Fahmi.


Fahmi begitu lega akhirnya dia bisa melihat senyum wanita nya untuk yang terakhir kali.


Nafas Fahmi yang mulai memburu membuat mereka bertiga panik dan tangis mereka semakin keras.


" jangan bersedih setelah kepergian Abi. Kalian semuanya harus bahagia. Ray, jaga Bunda baik-baik, dan ingat pesan Abi. Apapun yang akan terjadi pada keluarga kita kelak, kamu tak boleh mementingkan ego mu dan memaksakan kehendak mu sendiri. Istri, anak-anak mu dan kelak cucu-cucu mu harus mengenal mu sebagai ayah yang terbaik untuk mereka. "


" Opa!! " teriak Ikhsan yang akhirnya datang.


Ikhsan langsung merosot lemah di sebelah Akhsan, dia langsung menangis melihat Fahmi di nafas-nafas yang terakhir nya.


" Opa.. Opa harus baik-baik saja. Opa tidak boleh pergi meninggalkan kita semuanya. Opa harus sembuh " ucap Ikhsan.


Fahmi hanya bisa tersenyum mendengar harapan cucunya itu karena dia tak akan bisa mengabulkan nya.


" Akhsan, Ikhsan. Berjanjilah dengan Opa, kalian harus menjadi yang terbaik. Dan kalian harus menjaga Oma kalian. Dan jika suatu saat Papa kalian berbuat kesalahan dalam mengambil keputusan apapun, Opa minta, kalian harus mengingatkan nya. Kalian mengerti " nasehat Fahmi untuk keduanya.


Fahmi kembali menatap Tasya membelai lembut pipinya, Fahmi terasa sangat susah untuk mengambil oksigen lagi, mungkin itu adalah waktunya Fahmi akan pergi.


" Bunda, Abi tunggu bunda di surga " ucapnya yang terakhir kalinya di lanjutkan dengan dua kalimat syahadat dengan begitu fasih.


Mata Fahmi perlahan terpejam setelah berakhir mengucapkan dua kalimat syahadat. Tangan yang tadi berada di pipi Tasya perlahan-lahan jatuh dan berakhir di dadanya dan masih menggenggam tangan Tasya.


Tangis mereka semua pecah mengiringi kepergian Fahmi untuk kembali ke sang Pencipta.


" Abi!! " teriak Tasya sembari memeluk tubuh Fahmi yang sudah tak bernyawa.


" Abi, " tangis Rayyan pun juga pecah.


" Opa! " sambung Akhsan dan Ikhsan bersamaan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dan berakhir lah kisah cinta Anastasya Wilona Putri dan Fahmi Ilham saputra.Semoga cinta mereka menjadi motivasi bagi semua readers yang mengikuti kisah mereka dari awal.


Selamat jalan Fahmi, Author berduka dengan kepergian mu. Kamu adalah sosok yang menjadi pedoman untuk semuanya, bahkan fans mu lebih banyak dari pada Fans Author sendiri. 🤧🤧🤧🤧


Huaaa...


Author tidak tahan,..

__ADS_1


😭😭😭😭😭😭😭😭


__ADS_2