
Di sebuah Mol yang begitu besar kawanan perempuan tengah bercanda gurau bersama-sama dan berjalan dengan begitu asyik dan penuh kegembiraan tak ada beban sedikit pun yang menghantui mereka semua.
Kawanan itu terdiri dari 5 orang, Kairi, Fatma, Aisyah, Shelvia dan juga Aira. Menikmati hari minggu yang begitu membahagiakan dengan terus bermain dan berbelanja apapun yang mereka ingin kan yang pastinya ada kartu black cart yang ada di tangan Fatma dan juga Kairi ada juga punya Aisyah dan juga Shelvia yang tak sedetikpun keluar dari dompet mereka masing-masing.
Hanya untuk membuat Fatma dan juga Aira menghilangkan kesedihan nya yang belum juga berujung, Aisyah dan Shelvia lah yang berinisiatif untuk mengajak jalan dan bersenang-senang.
Semua tak akan pernah semudah itu karena Akhsan dan Ikhsan tak akan mungkin membiarkan mereka pergi begitu saja. semua itu ada syaratnya yang harus mereka sepakati. Semua harus berjanji dalam keadaan baik-baik saja.Dan tentunya ada pengawalan dari anak buah Akhsan dan Ikhsan yang terus membuntuti mereka dari jauh.
" akhirnya akhirnya,,,, huff huff,, aku bisa berjalan-jalan juga menikmati kesenangan di hari minggu yang begitu pajang, Ahhh,,,!! teriak Aisyah berkali-kali dengan tangan terus
terlentang berjalan berputar-putar di depan keempat perempuan yang terus tersenyum melihat gadis yang terus bertingkah seperti anak kecil.
" Oh iya Kakak ipar kuadrat, kalian sudah beli semua keperluan kalian.? tenang saja kalau bisa habisin saja uang yang ada di dalam kartu itu, Aisyah yakin kedua Abang ku tak akan keberatan. Mereka kan super duper kaya raya dan bergelimang harta. " Mode pemborosan dari Aisyah langsung On begitu saja apalagi tak ada kedua abang nya yang menemani mereka semua belanja. Seandainya ada kedua Abang nya mungkin Aisyah hanya bisa meringis terus memohon untuk membelanjakan semua uang mereka.
" Kak, lihatlah di sana,,! ada hijab yang seperti nya sangat cocok dengan kalian, " Aisyah menarik tangan kedua kakak ipar nya dan mereka berjalan dengan cepat ke salah satu toko yang khusus hijab.
" Aisyah,, pelan-pelan,,!" ucap Kairi terkejut karena tiba-tiba di tarik oleh Aisyah dengan sangat keras setelah tadi Aisyah baru saja menunjukkan toko hijab yang begitu besar.
" Dek,, !! " teriak Fatma yang sama terkejut nya.
sedangkan Aira dan juga Shelvia hanya diam dan mengikuti mereka bertiga dari belakang.
Wajah Shelvia begitu kesal dia terus menggerutu di dalam hati merutuki Aisyah yang selalu saja seenaknya sendiri. " dasar bocil,,, kayak baru keluar dari sarang saja langsung heboh melihat barang bagus, apalagi tuh matanya sudah seperti mau keluar begitu saja. Ckk... menyesal aku ikut dengan Aisyah tadi. " Wajah Shelvia begitu masam matanya menatap sembarang arah dengan kasal.
Aisyah begitu antusias memilah dan memilih semua hijab dan memberikan pada Fatma dan juga Kairi, serasa nya Aisyah yang berbelanja bukan Fatma dan juga Kairi karena semua yang mereka beli adalah pilihan dari Aisyah semuanya." ini Kak,, ini kak,, " tangan Aisyah begitu gesit mengambilkan satu persatu hijab untuk mereka berdua, dan tak lupa dia juga memilih kan untuk Aira juga. " ini dan ini untuk Kak Aira. " Aisyah memberikan tiga hijab pada Aira, merah jambu, hijau muda dan juga coklat susu.
" Kak Shelvia nggak usah ya. Kak Shelvia kan hijab nya udah segunung krakatau di rumah. " Sekejap Aisyah menatap Shelvia untuk memberitahukan itu pada Shelvia.
Mulut Shelvia menganga lebar, matanya membulat sempurna menatap sebal bin dongkol pada Aisyah. " keterlaluan sekali kau Aisyah. kau sungguh sialan, aku ratakan juga wajah mu seperti gundukan tanah sebelah desa. " omel Shelvia begitu kesal.
" , sudah Aisyah ini sudah cukup " tolak Kairi karena Aisyah tak habis-habisnya mengambilkan hijab yang begitu banyak di tangan Kairi dan Fatma.
" Kak Kairi benar dek. ini sudah kebanyakan nanti bisa-bisa nggak kepakai jadi mubazir kan." sambung Fatma menimpali.
" tapi,,,?? oke deh. sekarang kita bayar dan setelah itu masih ada satu tempat lagi yang harus kita datangi. "
" Lagiii,,!!! terkejut semuanya. sedari tadi mereka terus keluar masuk di semua toko dan itupun semua gara-gara Aisyah, dan sekarang masih ada lagi.? ck ck ck.... mereka semua saling melemparkan pandang mata pada semuanya. terkecuali Aisyah yang malah meringis manis tanpa dosa.
" hanya satu kok. dan setelah itu kita pulang " Jawab Aisyah dengan senyuman semanis mungkin.
semuanya mengangguk pasrah. semuanya harus nurut pada Aisyah kalau tidak akan ada hukuman yang akan mereka dapatkan.
Pembayaran sudah selesai. Dan tujuan mereka sekarang adalah sebuah salon kecantikan, Aisyah menginginkan semuanya melakukan perawatan pada wajah mereka supaya lebih berbinar dan terlihat sangat cantik, terutama Fatma dan juga Kairi, Aisyah berencana ingin memberikan kejutan untuk kedua Abang nya jadi setelah istri mereka terlihat cantik mereka akan puas kan dan tak sia-siakan mereka berjalan-jalan.
" untuk apa kita kesini.? bingung Kairi. dan di angguki oleh semua.
__ADS_1
" ya untuk melakukan perawatan lah. iya kali untuk arisan. " jawab Aisyah enteng. " lebih baik kakak-kakak ipar ikut aja ya jangan banyak protes. "
Kaki mereka masuk ke dalam salon kecantikan yang di datangi oleh mereka semua. Acara perawatan wajah telah di mulai dari ketiga di antara mereka namun tidak dengan Aisyah dan Shelvia mereka tidak mau melakukan itu. Alasan nya Karena kulit mereka masih kulit bayi jadi tak boleh terkena kontaminasi dengan alat-alat yang ada di sana.
"Kakak-kakak ipar dan Kak Aira Aisyah dan Kak Shelvia ke toilet sebentar ya. dan sekaligus mau beli sesuatu untuk kalian " pamit Aisyah.
Kata-kata yang sudah keluar begitu saja dari mulut Aisyah membuat Shelvia begitu bingung, kenapa dia harus di bawa-bawa padahal dia tak mau pergi kemanapun karena kakinya terasa mau patah saat itu juga. " Haduh,, nih bocah nyebelin banget sih. ada apa lagi dia ngajak aku untuk ikut. awas saja kalau hanya mau membuat kakiku semakin membengkak "
" baiklah. tapi jangan lama-lama ya " jawab Kairi.
" iya dek, jangan lama-lama perginya " sambung Fatma.
Aisyah mengangguk patuh. "'iya Kak " Tangan nya menarik pergelangan tangan Shelvia yang masih terdiam di tempatnya. " Yuk kak. " Shelvia dan Aisyah pun pergi dari tempat itu untuk pergi ke toilet dan mencari sesuatu yang membuat Fatma dan Kairi menjadi sempurna.
Aisyah dan Shelvia pergi dari sana dengan rencana yang ada di dalam otak Aisyah yang tadi sudah di jelaskan pada Shelvia sebenarnya, tapi Shelvia tak menganggap nya serius, maklum lah bicara hanya dengan bocil saja jadi semua belum tentu serius kan.
Satu jam Kairi dan Fatma juga Aira menunggu mereka berdua, wajah mereka sudah sangat cerah bersinar setelah melakukan perawatan. Mata mereka bertiga terus mencari-cari di sembarangan tempat menjangkau setiap titik yang bisa tercapai oleh matanya . " di mana sih mereka berdua.? bingung Fatma yang mulai frustasi menunggu.
Mereka bertiga menunggu dan duduk di bangku yang berada di depan salon sesekali Kairi dan Fatma berdiri dan mondar-mandir menunggu kedatangan Aisyah dan juga Shelvia namun ternyata belum juga datang.
Mata Fatma dan Aira melotot tajam. tubuhnya langsung gemetar saat melihat wajah tampan yang begitu menyeramkan baginya. Aira memeluk takut tubuh Fatma dan sebaliknya Fatma juga langsung merangkul dengan kuat tubuh Aira yang sangat ketakutan.
" Kak, Aira takut. " lirih Aira.
Mata Fatma sekali menetap Aira dan kembali lagi menatap wajah orang itu. namun seperti nya dia belum melihat Aira dan juga Fatma. " kamu tenang dek. sepertinya dia tidak melihat kita " jawab Fatma dengan menundukkan wajah nya supaya tak terlihat oleh orang itu.
" tenang lah ada kakak di sini, lagian di sini banyak orang tak mungkin dia akan melakukan kejahatan di tengah keramaian seperti ini, tenang. "
Orang yang di takuti oleh mereka berdua semakin dekat, entah kenapa dari sekian banyak jalan dia memilih jalan itu, jalan dimana ada Aira dan Fatma apa dia tau kalau mereka ada di sana dalam keadaan ketakutan sekarang.
🌾🌾🌾🌾🌾
Ternyata alasan Aisyah mengajak Shelvia ke toilet benar juga, seakan-akan sebuah mantra Shelvia langsung kebelet begitu saja saat matanya melihat tulisan toilet di depan mata nya.
Shelvia berlari dengan kencang tak mau ke dahuluan Aisyah yang sama-sama tengah menderita kebelet. " kak tunggu,, Aisyah dulu..! teriak Aisyah heboh menyerobot semua orang yang berjalan berseberangan dengan nya.
" nggak,,!! aku dulu. Siapa yang cepat dia yang dapat!! tak kalah Shelvia dia terus berlari menjauh dari Aisyah dan semakin dekat dengan toilet yang sebenarnya tak hanya satu di dalamnya. tapi itulah mereka gak mau ada yang mengalah dan selalu saja pilihan mereka sama.
" Kak Shelvia awasss,,,!! teriak Aisyah histeris melihat di depan Shelvia yang ada orang namun saat itu Shelvia tengah menatap kearah nya.
" Brukkk,,,,
Ternyata peringatan dari Aisyah tak berfungsi bagi Shelvia yang sudah terlanjur terpental jatuh ke lantai beserta dengan orang yang ia tabrak juga. " Awww... " pekik Shelvia kesakitan.
Aisyah menghampiri Shelvia dengan cepat namun enggan untuk menolongnya dorongan dari dalam perut nya yang ingin keluar itulah sebabnya Aisyah tak punya rasa manusiawi sekarang dan memiliki lari terbirit-birit mendahului Shelvia " maaf Kak, Aisyah sudah tak tahan. Bangun sendiri ya, jangan ngompol di situ banyak orang nanti pesing lagi Kak Shelvia. " Aisyah melambaikan tangan nya acuh menjauhi Shelvia yang kesal tingkat dewa.
__ADS_1
Mata Shelvia dan orang itu bertemu sebelum mereka berdua berdiri. Mata-mata tajam bin melotot bin membunuh keluar dari mereka berdua. " loh lagi,,!! pekik Shelvia.
Ya orang itu adalah pria yang menabrak Shelvia kemarin dan menyebabkan dia harus kecemplung got. dan membuat sepatu yang bernilai jutaan rupiah harus merasakan lumpur got yang begitu menjijikkan.
Pria itu berdiri dengan cepat membersihkan debu yang mungkin tertempel di bokongnya. matanya memicing kearah Shelvia yang menekuk wajahnya kesal. " saya heran deh. situ yang nabrak kenapa jadi saya yang salah. makanya kalau jalan itu hati-hati matanya lihat ke depan bukan ke belakang untung yang di tabrak kuat karena masih seger gini, coba kalau udah tua pasti langsung jantungan kan. " oceh pria itu.
" Heyyy,!! seharusnya situ yang melihat itu minggir kalau ada orang yang lagi nggak lihat. apa mungkin memang situ aja yang mau menabrak ku. bilang aja hayoo.. ketagihan ya. menabrak gadis cantik " tingkat Ke-pd-an Shelvia langsung menyala begitu saja saat ini berhiaskan wajah songong nya yang begitu angkuh.
" Helloooo,,,!!! situ cantik, dari mana,? Hongkong.! lagian gue ogah ketabrak sama situ najis kali, apalagi nabrak orang songong kayak situ.ihhhh amit-amit jabang bayi.. " pria itu mengelus dada saat mengatakan jabang bayi di ujung kalimat.
" wajah loh itu yang najis,,!!
" yeee,,, !! wajah tampan gini najis,, mata nya minus neng,, atau mulai katarak. " ucapnya dengan begitu songong juga tak kalah dengan Shelvia.
Shelvia semakin geram di katai mata nya Katarak. kedua tangan nya mengenal sempurna siap melayangkan bogeman maut pada pria di depannya yang selalu membuat nya sial. Matanya melotot tajam tak bersahabat seakan ingin menguliti pria itu saat ini juga.
" napa, marah.? mau mukul,? ayo pukul. tangan kecil gitu mau mukul palingan cuma seperti di tabok sama bayi " ledek pria itu tak ber kemanusiaan.
Shelvia semakin geram. tangan nya yang terkepal sudah naik ke atas siap untuk melayang kan nya ke pipi pria itu yang malah asyik memajukan wajah semakin dekat dan meringis penuh dengan ejekan untuk Shelvia " rasakan ini.!!
" Kak Shelvia,, !! stop..!! Aisyah berlari menarik tangan Shelvia yang sudah sekian detik sudah berhasil membuat pria itu meringis kesakitan jika terkena, tapi untung nya Aisyah datang di saat yang sangat tepat . Aisyah menggeleng tak memperbolehkan Shelvia melanjutkan kemarahan nya yang masih menggunung di dadanya. " Kak jangan kak. kakak bisa membunuh orang "
" biar saja. lagi aku senang jika itu terjadi " jawab Shelvia angkuh.
" Istighfar Kak,, istighfar,, " Aisyah terus mencoba menenangkan Shelvia, kemarahan nya harus segera reda kalau tidak semua akan hancur berantakan. dan semua akan tau siapa mereka sebenarnya. " kak, ingat Kak. apa tujuan kita sebenarnya kan.?
" Hufff.. iya iya. " luluh juga hati Shelvia mendengarkan kata-kata Aisyah barusan. mata Shelvia menatap benci pada pria itu yang masih terus terdiam di belakang Aisyah menunggu akankah drama ini akan berlanjut " awas ya. urusan kita belum kelar "
Pria itu meringis manis pada Shelvia bukan karena kesakitan, mengagumi ataupun senang, namun seperti nya pria itu mengiyakan akan tantangan Shelvia padanya. " aku tunggu " ucap nya tegas.
" hehehe,, maaf ya Kak, kakak saya emang sedikit nggak waras jadi maklumin aja. kami permisi dulu teman-teman kita sudah menunggu " ucap Aisyah pada pria itu sembari tangan nya merangkul lengan Shelvia.
" lihatlah adik mu lebih bijak dari mu. " puji Pria itu pada Aisyah.
Pletakkk....
" dasar adik laknat.. teganya kau mengatai kakak mu sendiri tak waras " kesal Shelvia dan sentilan keras berhasil mendarat ke kening Aisyah.
" kakak,, sudah lah. kita harus cepat pergi, perasaan ku nggak enak. pasti ada sesuatu pada kakak ipar, ayo cepat. " Aisyah menarik Shelvia dengan cepat. perasaan Aisyah selalu tepat jika dia mengatakan ada sesuatu pasti itu benar.
Pria itu terus melihat punggung kedua gadis kecil itu. dia menggeleng dengan senyum sinis lalu sekian detik wajah nya menjadi datar.
" Iqbal,,,,!!
" sialan kau mengerjai kita.. awas kalau ketangkap..!!
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾