
" Akkk,,,, "
Marco mengadu kesakitan di kepala bagian belakang. pukulan Akhsan kemarin sangat lah kuat dan membuat dirinya pingsan dan langsung di larikan ke rumah sakit oleh para anak buah nya.
Tangan Marco memijat kepala belakang nya ini sangat sakit, entah dengan apa Akhsan memukul nya tapi tak ada yang luka di bagian luar tapi entah untuk bagian dalam semoga tak ada yang serius.
Mata Marco menajam, dia begitu marah mengingat kejadian kemarin hampir saja dia berhasil merusak segalanya tapi semua itu sekarang banyak tinggal kenangan yang Marco sesalkan untuk seumur hidup nya.
" mentang-mentang kalian bertindak berdua kalian pikir bisa mengalahkan aku. jangan mimpi,,!! aku tak akan pernah melepaskan kalian semua, kalian harus hancur hingga berkeping-keping dan tak bisa untuk kembali bangkit lagi. "
Tangan Marco mengepal meremas spray di sana. Kegagalan kemarin hanyalah sebuah gertakan saja untuk Akhsan dan Ikhsan dan masih ada cara yang lain yang lebih banyak untuk menghancurkan mereka berdua.
" Dimana preman sialan itu.? tanya Marco pada anak buah nya yang selalu menemani Marco di saat Marco tak sadar kan diri.
orang itu melangkah dua langkah mereka mendekatkan dirinya pada Marco yang terus menatap nya dengan tajam. pria itu menunduk takut pikiran nya was-was takut kalau sampai dia yang akan menjadi amukan iblis seperti Marco yang tak pandang bulu jika sudah marah besar. " Dia berada di ruang bawah tanah, Tuan."
Marco menyeringai senang. seenggaknya dia masih punya satu orang yang akan menjadi senjata nya untuk masa depan. " bagus, jangan pernah kalian lepaskan dia. untuk sementara biarkan dia bernafas lega di sana, biarkan aku sendiri yang melakukan apa yang pantas untuk dia. "
" baik tuan. "
Marco kembali melamun. bayangan kemarin benar-benar masih membekas di pikiran nya. Marco menarik senyum dikala mengingat kejadian kemarin, wajah ketakutan itu, tubuh putih mulus dan paha yang sangat menggiurkan untuk di nikmati milik Nyonya Ikhsan benar-benar tak ingin dia lepaskan begitu saja. tidak terjadi kemarin tak masalah dia harus tetap dapat kan entah itu kapankapan, tapi harus secepatnya. Marco berjanji dalam hatinya dia akan bisa dengan mudah dan tanpa halangan dari Akhsan dan Ikhsan saat menikmati itu.
" aku akan membuat kamu terbuai dalam permainan cinta ku Nyonya Ikhsan, aku berjanji secepatnya aku akan bisa mendapatkan mu. " gumam Marco percaya diri.
Ingatan Marco beralih pada kedua laki-laki kembar yang menghalangi dia kemarin, ini tak bisa dibiarkan terjadi lagi. apapun yang Marco mau harus dia dapatkan tanpa ada perusuh yang akan menggagalkan semua keinginan nya.
" kalian pikir bisa mengalahkan ku.? kalian salah besar. aku Marco,! aku tak akan pernah bisa kalah dan terkalahkan, aku adalah raja iblis dan akan mudah hanya sekedar membuat kalian hancur,? Hmm...
Senyuman maut keluar dari bibir Marco membuat anak buah yang ada di sana dan melihat nya langsung bergidik ngeri. Apalagi sorot mata tajam itu benar-benar terasa ingin menusuk hingga ke ulu hati mereka semua.
" Ihhh,,,,!
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Desir ombak yang begitu menyeru. Pasir putih yang membentang panjang di area pesisir pantai membuat semua para wisatawan sangat menikmati akan keindahan sang Pencipta di pulau itu.
Pemandangan yang sangat indah, hembusan angin yang terasa menenangkan membuat semua akan terbuai dan melupakan sejenak kepenatan yang ada di hati dan pikiran mereka.
Pemandangan Sunset yang sangat indah pun menambah kesan yang mewah dari tempat itu. mendukung setiap pasangan yang ada di sana dan menambah kesan romantis dengan menikmati bersama pasangan tercinta.
Pantai Kuta. Ya di sanalah kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu berada. Duduk bersantai menikmati desiran ombak, hembusan angin Sore dan juga Sunset yang begitu indah.
Akhsan menggenggam tangan Kairi istrinya. menarik senyum semanis mungkin di saat Kairi menoleh dan menatap nya dan Seakan-akan mengucapkan begitu banyak terimakasih lewat pandangan mata dan juga tersenyum penuh kebahagiaan.
Salah satu destinasi yang Kairi ingin datangi dan sekarang telah terwujud. bukan hanya lewat dunia maya dia melihat pemandangan ini namun dia dapat melihat ini secara langsung dan tentunya di temani oleh pria yang benar-benar menyayangi dan mencintai dirinya
" Terima kasih, Mas. " tiga kata yang terlontar dari bibir mungil Kairi dan membuat Akhsan kembali tersenyum bahagia.
Akhsan duduk semakin dekat dengan Kairi memeluk nya dari belakang sembari terus menatap indahnya Sunset yang begitu menenangkan. " apa kamu suka.? tanya Akhsan basa-basi. ya siapa yang tak bahagia bisa mendapatkan semua itu. di temani suami tercinta pula.
Kairi menoleh kebelakang melirik Akhsan meskipun tak bisa menggapai semua wajah Akhsan. "'Kairi sangat suka, terima kasih Mas. "
ucap Kairi yang lagi-lagi hanya kata terimakasih lah yang selalu keluar dari mulut nya.
" aku bosan mendengar kata itu terus, kenapa tak ada kata lain yang lebih menyenangkan, yang mungkin bisa membuat hatiku berbunga-bunga " keluh Akhsan.
__ADS_1
Kairi berbalik menatap Akhsan yang sedang cemberut dengan muka masam. Kairi tersenyum kemudian mengedipkan matanya berkali-kali " Mas,, " panggil Kairi lembut namun malah membuat Akhsan merinding dengan kelembutan yang tak pernah dia dengar sebelum nya.
" ada apa dengan matamu, kelilipan pasir,? sini aku tiupin. "ucap Akhsan menggapai kedua pipi Kairi dengan kedua telapak tangan nya dan memajukan mulut nya yang sudah monyong.
Kairi terkekeh. bukan kelilipan apapun sebenarnya. yang sebenarnya adalah Kairi tengah merayu pada Akhsan dan meminta sesuatu mungkin dengan cara itu bisa meluluhkan hati Akhsan yang sedari tadi melarang Kairi untuk dekat-dekat dengan air pantai. " bukan itu maksud Kairi, Mas..!!
" lalu,,? bingung Akhsan sembari melepaskan tangan nya perlahan.
Kairi memainkan matanya melirik arah pantai yang terus memanggilnya untuk datang dan menikmati dingin nya dan asing nya air pantai itu. " main air, " ucap nya dengan imut.
" tidak tidak,,!! tolak Akhsan dengan begitu cepat dengan kepala yang menggeleng. "aku nggak mau kamu basah dan nanti masuk angin. tidak, pokoknya tak ada main air. "
Wajah Kairi tertekuk kusut. memalingkan wajah nya dengan kasar dan penuh kecewa. " ya udah kita pulang aja. " Kairi hendak beranjak.
" ehh,,!! mau kemana.?
" mau,,,,? kesana..!! teriak Kairi dan sudah berhambur lari menyambut air pantai yang sudah melambai-lambai sedari tadi memanggilnya untuk datang. " Mas sini,,!! ini akan sangat menyenangkan..!! teriak Kairi sembari berlari dengan cepat.
Akhsan tertegun melihat istri nya yang sudah berlari dan menggeleng setelah melihat Kairi yang telah melambaikan tangan memanggilnya. " Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku, istri ku. apapun akan aku lakukan untuk bisa membuat mu tersenyum seperti ini. " gumam Akhsan dan mulai melangkah mendatangi Kairi.
Kairi berdiri tegak menghadap air biru yang terus berlambai-lambai. matanya terpejam menikmati hembusan angin yang begitu menenangkan, tangan nya merentang bebas menyambut angin yang berlalu melewati nya.
"'Akk,,,!! teriak Kairi setelah menikmati ciptaan Tuhan di tempat itu.
Akhsan memeluk perut Kairi dari belakang membuat sang empu menggeliat kaget membuka matanya lalu menoleh memastikan siapa pelaku yang telah mengejutkan nya " Mas, " Kairi kembali melakukan hal itu menyandarkan kepala nya di dada Akhsan dan kembali berteriak,, " Akk,,, !! Mas Akhsan,, I love you,,!! teriak nya dan tiga kata itu mampu membuat Akhsan sangat bahagia.
Akhsan tersenyum lebar mendengarkan pengakuan Kairi secara langsung seperti sekarang ini. ini adalah kali pertama nya Kairi mengatakan I love you pada nya. " I love you to istri ku. " jawab Akhsan lirih
Akhsan dengan iseng menggelitiki perut Kairi dan membuatnya tertawa terpingkal karena tak mampu menahan geli " hahaha,,!! lepasin Mas, geli, hahaha,,, Mas,,!!
" jangan berfikir aku akan melepaskan mu, "
Kairi terus menggeliat seperti cacing kepanasan, dia begitu kegelian karena Akhsan. Kairi mencoba melepaskan diri dari Akhsan namun malah tergelincir dan hampir saja terjatuh dan tersapu air ombak.
Dengan cepat Akhsan menarik Kairi kedalam pelukan nya. tak akan dia biarkan istri tercinta nya itu terjatuh dia harus selalu baik-baik saja.
Mata mereka saling bertemu bola bola hitam itu saling bertabrakan satu sama lain.
Tak seperti pada hari-hari biasanya yang selalu ramai tempat itu sekarang sangat sepi hanya ada mereka berdua di sana dan tak ada yang mengganggu nya dalam kemesraan mereka berdua.
Akhsan mendekatkan wajah nya membuat Kairi gugup. Akhsan menyatukan bibirnya perlahan dan begitu penuh dengan kelembutan, tak seperti biasanya yang melakukan nya hingga sampai lidah mereka saling bertaut tapi ini hanya sekedar cium bibir saja.
" tetaplah bahagia sayang. jangan pernah hilang kan sedikit saja senyum mu itu dari dirimu. dan tetaplah bersamaku hingga kapanpun aku berjanji akan selalu melindungi mu dan tak akan pernah aku biarkan kamu terjatuh. " ucap Akhsan dan kembali mencium Kairi sehingga menumbuhkan detak jantung yang tak normal milik Kairi.
Akhsan mengangkat tubuh Kairi dan membawa nya pergi dari sana ini sudah petang dan mereka belum menjalankan sholat maghrib juga. mereka pun bergegas untuk kembali ke hotel.
******
******
Akhsan begitu fokus dengan laptop yang ada di hadapan nya. Ternyata benar kedatangan mereka ke pulau indah ini karena Akhsan benar-benar ada kerjaan dan tentunya dia harus menyiapkan materi untuk meeting besok.
Sebenarnya mereka datang dengan sekertaris Akhsan juga namun mereka berada di tempat yang lain dan besok saat meeting lah mereka akan bertemu.
" Mas belum selesai.? tanya Kairi dan duduk di sebelah Akhsan melihat betapa sibuk nya Akhsan saat ini.
__ADS_1
" Bentar lagi selesai. kenapa, kamu ngantuk.? tanya Akhsan menoleh sekejap ke arah Kairi.
" belum.! jawab Kairi singkat.
Kairi beranjak berpindah duduk di depan meja rias, melepaskan hijabnya lalu menyisir rambut nya yang panjang.
Meskipun tidak dekat dengan Akhsan Kairi bisa melihat dari cermin yang berada di depannya bahwa Akhsan tengah tertegun menatapnya penuh dengan kekaguman.
Kairi tiba-tiba sangat gugup di saat Akhsan berjalan mendekat dengan senyum manis bertanda sedang mengharapkan yang lebih untuk malam ini.
Akhsan berdiri di belakang Kairi tatapan mata mereka saling bertabrakan meskipun hanya lewat cermin diri depan mereka. senyum merekah keluar dari Akhsan mungkin kah dia akan melakukan saat ini dan mendapatkan haknya dari Kairi yang sudah lama dia nantikan. sementara Kairi begitu gugup dengan kedekatan ini meskipun mereka selalu dekat tapi tak menumbuhkan desiran yang berarti karena mereka hanya duduk duduk biasa tapi sekarang senyum yang tak biasa dari Akhsan begitu mengisyaratkan bahwa dia benar-benar menginginkan sesuatu dari Kairi.
Akhsan mengambil sisir yang di bawa Kairi menyisiri rambut Kairi dengan pelan. " rambut mu sangat indah " puji nya meskipun itu sudah yang kesekian kalinya terucap dari mulut Akhsan.
Kairi tersenyum dengan gugup. menyentuh tangan Akhsan saat Akhsan menaruhnya di bahu Kairi.
" apakah aku bisa meminta hak ku malam ini " tanya Akhsan ragu.
Nah benar kan. Akhsan tengah menginginkan hal yang lebih dari Kairi, tapi mungkin ini emang sudah saatnya mereka saling memberikan hak nya pada pasangan mereka dan hak di antara keduanya akan terpenuhi sekaligus mereka akan benar-benar bersatu.
Kairi tersenyum manis dia menunduk bertanda dia telah mengizinkan nya namun tak berani untuk mengatakan nya langsung.
Syukur Alhamdulillah Akhsan panjatkan akhirnya dia akan mendapatkan nya juga setelah sekian lama dia berpuasa. Akhsan membopong Kairi membawa nya ke kasur menurunkan Kairi di sana dengan pelan dan tatapan mereka terus bertemu.
Kairi begitu gugup saat mereka sudah sangat dekat membuat Akhsan terkekeh kecil melihat Kairi yang memejamkan matanya saat Akhsan mendekatkan wajah nya. " kamu kenapa.?
Kairi memicingkan matanya sebelah menatap Akhsan yang masih terkekeh. " aku takut. " jawab Kairi jujur.
Akhsan terdiam dia sangat sadar siapapun gadis pasti akan merasakan ketakutan saat akan melakukan hal itu untuk yang pertama kali nya. bayangan akan rasa sakit sudah menjadi momok pada mereka semua tak terkecuali dengan Kairi sekarang, pasti itulah alasan nya Kairi takut.
" Mungkin memang awalnya akan sakit, tapi lama-lama akan berubah menjadi kenikmatan. aku janji akan melakukan nya dengan pelan dan tak akan aku biarkan kamu kesakitan " bisik Akhsan pas di telinga Kairi sebelah kanan.
Kairi tersipu pipinya begitu merah karena perkataan dari Akhsan.
" kita mulai sekarang.? tanya Akhsan dan Kairi mengangguk pelan. " berdoa dulu sayang " sambung Akhsan
Keduanya melantunkan doa sebelum memulainya. memulai awal dari rumah tangga mereka yang sebenarnya, menyatukan cinta diantara mereka berdua hingga akhirnya mereka benar-benar telah menyatu.
Setetes bening keluar dari kelopak mata Kairi setelah Akhsan benar-benar telah membobol pertahanan nya merobek selaput keperawanan nya yang begitu berharga hingga mengeluarkan bercak darah di spray, namun Kairi juga sangat senang dan bahagia dia bisa memberikan nya dengan orang yang tepat dan yang benar-benar mencintai nya.
Penyatuan cinta yang begitu menggairahkan terjadi di antara mereka berdua di pulau Bali, tanpa adanya pengganggu atau perusuh.
" Alhamdulillah, " puji syukur mereka berdua panjatkan setelah mereka akhirnya telah menyatu seutuhnya.
Akhsan membelai pipi Kairi pelan tersenyum penuh terimakasih padanya memberikan kecupan di kening nya sebagai tanda akhir dari ritual mereka berdua yang telah usai. " Terima kasih " ucap Akhsan.
" itu sudah menjadi hak Mas Akhsan yang harus Mas dapatkan dari Kairi " jawab Kairi.
" Terima kasih " sekali lagi Akhsan mengecup kening Kairi sebelum dia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka.
Mereka tertidur lelap dengan saling berpelukan setelah kelelahan bergulat demi penyatuan cinta mereka berdua dan menggapai mimpi bersama-sama di temani peluh yang masih membasahi tubuh mereka berdua.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Akhirnya kedua Abang kembar sudah sama-sama gol. Alhamdulillah..
selamat untuk Abang kembar bahagia selalu untuk kedepannya. "