
Berkali-kali Kairi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. bayangan akan Sukma dan Akhsan benar-benar mengganggu pikiran nya. semua yang ia lakukan selalu terasa salah. Kairi tak bisa konsentrasi dengan tugas yang belum selesai dia kerjakan.
" ihh..! kenapa sih nih dengan otak ku. lupakan dia Kairi, biarkan mereka bahagia. suatu saat kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik. lagian kamu itu kalau bermimpi jangan terlalu ketinggian. tuh kan belum juga jatuh udah sakit aja. " gerutu Kairi.
" Kairi Kairi, lupakan semuanya lupakan.! Kairi berkali-kali memukuli kepalanya sendiri dan terus menggerutu dengan mata tertutup.
" siapa yang harus di lupakan.? tanya Seorang pada Kairi dan orang itu tak lain adalah Akhsan.
Kairi tersentak dan langsung menatap siapa yang bertanya padanya. mata Kairi terbelalak antara percaya dan tidak. bagaimana bisa orang yang baru saja ia bicarakan tiba-tiba nongol seperti Jailangkung yang tak di undang langsung datang begitu saja.
" Akk..!! teriak Kairi sementara orang itu hanya tersenyum geli melihat wajah Kairi. " Astaga Kairi, kamu itu kalau berkhayal jangan kebangetan. kamu itu tak pantas sama dia. kamu harus ngaca Kairi,ngaca." ucap Kairi sembari menggeleng dan menutup mata nya lagi.
" oh ternyata kamu lagi mengkhayalin aku ya. so sweet banget sih. " ucap Akhsan dengan menatap Kairi dan menumpu pipinya dengan tangan sembari memasang wajah imut.
" kenapa jelas sekali suaranya. ini nggak mungkin benar kan.? ini pasti tidak nyata. tidak tidak.! Kairi buang jauh-jauh semua nya, buang."
ucap Kairi
" Kairi. " panggil Akhsan dan Kairi malah menutup telinga nya.
" Kairi..!! panggil Akhsan sedikit keras.
" Ya..!! jawab Kairi. mata Kairi terbuka dengan sangat lebar dan menatap Akhsan tanpa berkedip. " aku tidak berkhayal.? bingung Kairi.
" segitu besarnya ya kamu rindu padaku. sampai kau tak bisa melupakan ku. " ucap Akhsan.
" i-ini beneran pak Akhsan.?
"menurut mu.?
" kenapa pak Akhsan kesini. ini nggak boleh terjadi aku harus bisa menjauh dari pak Akhsan. aku nggak mau menyakiti hati sahabat ku sendiri. " batin Kairi.
dengan cepat Kairi berdiri membawa tas dan juga buku-buku nya untuk menjauh dari Akhsan. Kairi benar-benar tak mau ada yang salah paham pada nya nanti.
" maaf, saya harus pergi. " ucap Kairi dingin.
" Kairi..!! panggil Akhsan namun langkah Kairi semakin di percepat. Akhsan pun secepatnya mengejar Kairi. " sebenarnya ada apa sih dengan Kairi.? kemarin dia tak masalah jika aku dekat dengan nya , tapi sekarang.Kairi..!!! teriak Akhsan dan secepatnya mengejar Kairi.
Kairi masuk ke dalam perpus dan bersembunyi di sana berharap tak di temukan oleh Akhsan yang terus membuntuti dirinya.
Kairi bersembunyi di balik rak buku yang menjulang sangat tinggi. berkali-kali Kairi mengintip dan Alhamdulillah Akhsan tak masuk ke perpus. " Alhamdulillah akhirnya.. " Kairi bernafas lega sembari mengelus dadanya.
" Kairi kamu kenapa sembunyi.? tanya seorang yang tak lain adalah Akhsan sendiri yang berdiri di belakang Kairi.
" Ssttt... diam ya. aku lagi kabur dari seseorang.? jawab Kairi sembari jari telunjuknya berdiri di depan bibir nya dan juga tanpa menoleh ke arah Akhsan.
" kabur.? kenapa.?
" Ssttt.. diam aja napa sih.! kalau sampai ketahuan aku harus Jawab apa coba. "
" lagian sampai kapan kamu mau terus-menerus kabur seperti ini.? tanya Akhsan.
" tau..? Kairi menaikan bahunya dan kali ini dia menoleh kepada Akhsan. " eh.. hehehe." meringis Kairi kaku.
" kenapa.? kamu kabur dari siapa, dariku.? tanya Akhsan.
__ADS_1
" eng-enggak, siapa yang kabur dari bapak.? jawab Kairi kikuk.
" lah terus.!
" terus kenapa pak....
bel berbunyi sebelum Kairi melanjutkan kata-kata nya dan itu bisa menjadi alasan Kairi untuk menjauh dari Akhsan. " maaf pak saya harus segera ke kelas. " ucap Kairi.
" pergilah, aku juga harus bekerja. " jawab Akhsan
dengan langkah cepat Kairi segera pergi dan itu membuat Akhsan kembali tersenyum. " sampai kapan kamu akan berlari dariku Kairi. sekuat apapun kamu lari aku akan tetap mengejar mu." ucap Akhsan.
langkah Akhsan semakin di percepat saat dia harus tiba di salah satu kelas yang benar-benar Akhsan ingin kan.
" Assalamu'alaikum.. " Sapa Akhsan dengan penuh wibawa.
" Wa'alaikumsalam pak.! jawab serentak
dan ternyata Akhsan berniat menjadi Dosen dan mengajar di kelas Kairi.
" lah kenapa pak Akhsan kesini.? sampai kapan dia akan selalu di hadapan ku. kapan aku akan melupakan dan menjauh darinya kalau begini.? batin Kairi dengan sangat bingung.
Wajah Kairi semakin cemberut. dia begitu kesal pada Akhsan dia ingin menjauh darinya namun seperti nya Akhsan sengaja terus mendekati dirinya bahkan sekarang dia menjadi dosen pembimbing nya. " Ahh menyebalkan.!
πΎπΎπΎπΎπΎ
Pagi begitu cerah. suasana hati Fatma benar-benar sangat lah secerah seperti pagi ini tak ada awan hitam yang menyelimuti wajahnya yang ada hanyalah senyuman yang sangat manis dan terang tanpa ada nya semburat mendung.
seperti biasa dengan sepeda kesayangannya Fatma bergegas ke sekolah. dengan seragam yang rapi meskipun sangat kusam, namun tak menjadi masalah akan hal itu yang terpenting adalah sekolah nya, ya meskipun sampai di sekolah dia jarang-jarang untuk fokus.
dengan sesekali berdendang Fatma terus mengayuh sepeda nya mood nya benar-benar sangat baik hari ini bahkan dia sama sekali tak menghiraukan suara nya yang begitu cempreng.
dengan memegangi tas nya Fatma bergegas untuk masuk ke kelas namun langkah nya terhenti saat sampai di lapangan. matanya menatap tak suka dengan seorang cowok yang sok cool dan merasa paling tampan itu, siapa lagi kalau bukan si ketos Iqbal.
" Hey cantik..!! sendirian aja, mau saya antarkan sampai ke kelas, aku siap sedia menjadi penjaga sekaligus pelindung hati kamu loh. " ucap Iqbal.
" cuihh..jangan terlalu mimpi. rayuan loh nggak bakal ngaruh sama gue. " sinis Fatma.
" ck elah. gitu amat jadi cewek, nyesel loh nanti. oh ya nih aku tadi mampir di toko bunga, ini bunga khusus untuk mu. bunga yang cantik untuk gadis yang cantik. " Iqbal memberikan satu batang bunga mawar merah yang di bungkus indah dengan plastik pada Fatma.
bukannya menerimanya Fatma malah menyunggingkan bibir nya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Iqbal. " gue nggak butuh sama bunga. lagian gue juga nggak doyan. " ucap Fatma.
Iqbal meremas bunga nya hingga hancur dan matanya menatap kepergian Fatma dengan begitu benci. " kau tak akan bisa lari dariku gadis tengik. aku akan pastikan kau akan segera mengemis cinta padaku, awas kau. " gumam Iqbal.
seperti biasa Fatma pasti akan datang terlambat dan yang pasti dia yang paling terakhir. jelas saja, semua teman-teman nya banyak yang tinggal duduk di dalam mobil dan langsung sampai di sekolah dan ada juga yang mengendarai motor bahkan ada juga yang mengendarai mobil. tak seperti Fatma yang harus bekerja keras untuk sampai di sekolah dengan mengayuh sepeda namun meskipun semua teman-teman sudah tau kalau Fatma adalah yang paling miskin namun mereka tetap patuh pada Fatma, ya karena Fatma lah yang paling eror di kelas.
" pagi semuanya. " sapa Fatma dengan malas mood nya telah hilang karena bertemu dengan Iqbal tadi.
semua menoleh ke arah Fatma yang melaju dan duduk begitu saja di bangkunya tanpa melihat mata semuanya yang menatap Fatma dengan heran tak terkecuali Ikhsan.
" kenapa tuh anak.? tumben-tumbenan di tekuk wajahnya. tak seperti biasanya yang selalu ceria dan eror. " batin Ikhsan.
" Miss loh kenapa.? tanya Mirna.
Fatma mendengus kesal matanya terus lurus kedepan tak melihat Mirna yang bertanya. matanya melotot dan bibir nya terus mengerucut dan beberapa kali di mainkan selayaknya ingin mengomel.
__ADS_1
" kamu tau Mir.?
" tidak tau.? jawab Mirna.
" Mirna, aku belum selesai bicara.! begini Mir.! aku hari ini sangat kesal dengan cowok playboy itu, berani-beraninya dia menggoda ku coba.! " ucap Fatma
" siapa maksud mu.? ketos kita.? " jawab Mirna.
" iya.! siapa lagi.? di sekolah ini kan hanya dia yang paling playboy. playboy cap badak. " ucap Fatma.
" playboy.? cap badak.? siapa.? bingung Ikhsan yang samar-samar mendengarkan percakapan Fatma dan Mirna.
meskipun kata-kata yang di keluarkan Fatma adalah kata cacian untuk cowok lain tapi kenapa rasanya hati Ikhsan begitu panas dan sakit.
" hey, ini sekolah bukan tempat rumpi. cepat kerjakan tugas ulangan kalian ingat satu jam lagi harus sudah selesai dan di kumpulkan. " sarkas Ikhsan.
" baik Pak.! " serentak semuanya.
" nye nye nye.. , setiap hari ujian ujian terus kapan lulus nya. ujian selalu akan membuat kepala ku botak. " gerutu Fatma.
" Fatma..!!
" Iya iya.!! " ketus Fatma.
soal demi soal di kerjakan dengan baik semua murid tak ada yang merasa kesusahan. bahkan semuanya selesai sebelum waktunya.
setiap hari Ikhsan di buat heran dengan semua itu, sepertinya semua murid nya sangat lah cerdas tapi kenapa kelas itu mendapatkan julukan kelas yang paling terbelakang dan kelas paling bodoh.?
pelajaran terus berjalan dengan sangat baik, meskipun jelas itu memang belum jauh dari kelas paling eror namun perlahan-lahan sudah semakin membaik dari sebelumnya.
*****
*****
jam istirahat kedua telah tiba semuanya bersukacita dan berlarian menuju kantin untuk makan siang.
Ikhsan terus berkeliling sekolah hanya sekedar mencari keberadaan Fatma sekarang. meskipun sudah hampir satu bulan namun Ikhsan belum juga mengetahui dengan jelas kebiasaan Fatma.
" Mirna.! panggil Ikhsan saat melihat Mirna berada di kantin.
Mirna menoleh dan berjalan menghampiri Ikhsan. " iya Pak. ada apa.? tanya Mirna.
" apa kamu tau dimana Fatma sekarang.? ada sesuatu yang harus aku tanyakan padanya." tanya Ikhsan.
" ada apa pak.? bapak kangen ya, baru saja beberapa menit udah kangen aja. kalau benar-benar suka buruan pak di ikrar kan, kalau tidak keburu di ambil yang lain. " ucap Mirna.
"Mirna, di mana Fatma berada jangan banyak bicara yang tidak penting. " kesal Ikhsan
" ya elah pak, gitu aja marah. miss lagi semedi pak seperti biasa. " jawab Mirna
" semedi.?
" tuh di sana.!! Mirna menunjukan tempat pada Ikhsan dan Ikhsan pun mengangguk dan segera pergi.
"Terima kasih. " ucap Ikhsan dan berlalu pergi.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπππΉπΉπΉπππΊπΊπΊ
πΎπΎπΎπΎπΎππππΎπΎπΎπΎ