
" Kairi maaf ya, akhir-akhir ini aku sering tak menghiraukan mu.? Akhsan duduk di belakang Kairi yang sedang sibuk dengan setumpuk baju-baju mereka berdua dan hampir saja selesai di bereskan. Akhsan memijat perlahan bahu Kairi, dia benar-benar menyesal, bukan niatnya untuk melupakan Kairi istri nya tapi karena dia terlalu sibuk dan fokus dengan kejadian kemarin, " maaf ya, " ucapnya sekali lagi.
satu tangan Kairi memegangi tangan Akhsan beralih duduk menghadap Akhsan dan tersenyum manis padanya, ini bukan lah kesalahan buat apa Akhsan meminta maaf " Mas nggak salah. " jawabnya membuat Akhsan tenang. " keluarga Mas juga sangat penting kan. aku tidak apa-apa, sungguh. "
Akhsan mengangkat tangan Kairi mengecup punggung tangan nya, bahagia nya begitu terasa. memiliki istri yang benar-benar pengertian padanya. " makasih sudah selalu ngertiin aku. "
" Hm. " Kairi menarik senyum, bahkan dia yang lebih beruntung bisa bersama dan mendapatkan suami seperti Akhsan yang selalu sayang padanya." itu sudah kewajiban ku mas. semua itu kan demi kebaikan kita juga. " terang Kairi.
" kamu benar "
Kairi melepaskan tangan nya dari Akhsan mengambil setumpuk baju yang sudah di lipat dan beranjak untuk memasukkan nya ke dalam almari. Akhsan terus memandangi setiap pergerakan Kairi, udah tiga kali dia bolak balik dan tak pernah terlepas dari mata Akhsan meskipun hanya sekejap saja.
Akhsan tersenyum geli, saat Kairi berkali-kali berjinjit untuk menaruh baju Akhsan di tempat tertinggi, Kairi benar-benar tidak bisa menjangkau nya meskipun dia sudah berusaha. " apa aku sependek ini.? gumam nya begitu lirih namun terdengar oleh Akhsan.
Akhsan beranjak, berjalan mendekati Kairi, berdiri di belakang nya dan memutar hingga berdiri di depan nya " biar aku bantu. " Akhsan sedikit membungkuk melingkarkan tangan nya di kedua paha Kairi dan mengangkat nya tinggi-tinggi.
" Mas,,!! Kairi terkejut karena pergerakan Akhsan yang tiba-tiba, takut terjatuh itu pasti bahkan bajunya hampir saja terjatuh karena Kairi sangat terkejut tadi." Mas,! nggak usah,,!
" sudah cepat taruh, " pinta Akhsan tetap dalam posisi itu.
" I-iya, " Kairi menaruh bajunya dengan cepat tak mau sampai kelamaan dan membuat Akhsan lelah nanti nya, Akhsan pasti sangat lelah seharian di terus sibuk kerja dan juga memikirkan keadaan rumah yang sama sekali belum terkendali dengan baik. " sudah " lirih nya dan langsung berpegangan dengan bahu Akhsan.
Bukannya menurunkan Kairi Akhsan malah asyik dengan Posisi itu. menurunkan sedikit Kairi hingga wajah Akhsan bisa bersembunyi di tengah-tengah dua gundukan milik Kairi yang tertutup dengan hijab yang belum Kairi lepaskan.
" Mas, turunin,,!! pinta Kairi menyibak hijabnya dan bisa melihat dengan jelas wajah Akhsan yang sedang bersembunyi di sana. " mas, " lirih Kairi.
" buka hijab mu, " perintah Akhsan, dengan patuh Kairi melepaskan nya terlihat dengan jelas kecantikan Kairi dengan rambut yang tergerai indah dan begitu hitam. " menunduk. " perintah nya lagi.
Kairi tau akan akhir dari permainan Akhsan saat ini hingga dia nurut begitu saja tampa menolak bahkan tidak bicara dan langsung melakukan apa yang Akhsan minta.
Kairi menunduk sedangkan wajah Akhsan mendongak dan tatapan mereka saling bertemu, bukan hanya itu saja tapi juga hidung dan terakhir bibir mereka pun saling menyatu.
" aku merindukan mu, Kairi " ucap Akhsan sebelum bibir merah kembali bertemu lagi.
Entah sudah berapa hari keduanya tidak melakukan rutinitas malam seperti sebelumnya, pastilah akan membuat Akhsan begitu merindukan masa itu dan ingin cepat mengulangnya lagi, menyalurkan hasrat yang telah lama tidak terpenuhi karena keadaan dan juga kesibukan nya.
" aku milikmu Mas " jawab Kairi pasrah,
Bibir mereka saling bertaut kerinduan begitu terasa dan kini akan terobati, Akhsan menurunkan Kairi pelan di kasur nya dan segera memulai rutinitas yang sempat tertunda beberapa malam ini.
Akhsan mematikan lampu utama dan tersisa lah lampu kecil hingga penyinaran hanya terlihat remang-remang saja. Akhsan menarik selimut menutupi tubuh keduanya dan memulai nya, " berdoa dulu Sayang " pinta Akhsan dengan lembut di telinga Kairi membuat Kairi langsung meradang karena hembusan nafas yang masuk ke telinganya.
" Hm. " Kairi mengangguk,
Doa keduanya lantunkan bersama, dan mulailah penyatuan Cinta yang kesekian kalinya. " semoga membuahkan hasil. " gumam Akhsan.
Kairi tersenyum mendengar harapan Akhsan yang juga menjadi harapan nya " Amin, " ucapnya tulus.
πΎπΎπΎπΎπΎ
" Assalamu'alaikum,, " Fatma melangkah masuk ke kamar, membawa botol air putih seperti biasanya. Matanya langsung menatap Ikhsan yang masih sibuk dengan laptopnya , " Huff,, " hembusan nafas keluar karena Ikhsan tak menjawab salam nya, segitu fokus nya kah sampai Fatma ter nomor duakan oleh Ikhsan.?
__ADS_1
" Assalamu'alaikum,,!! ulangnya lagi dan kali ini sedikit keras, semoga saja bisa di dengar oleh Ikhsan, kalau sampai tak di jawab lagi,? Fatma putuskan bakal kembali keluar atau mungkin lebih baik tidur di luar daripada di abaikan.
satu detik...
dua detik...
tiga detik....
Fatma bertekad bulat akan kembali keluar, handle pintu sudah di tangan tinggal clik dan Fatma bisa langsung keluar.
" Wa'alaikumsalam,, kamu mau kemana lagi.!?
Ikhsan menoleh melihat Fatma yang mau keluar lagi. " Hmm,, " menegaskan.
" Nggak kemana-mana.! Fatma berjalan masuk dengan kesal menaruh botol nya di nakas. padahal tujuan nya dari dapur dia mau mengatakan segalanya yang di katakan Rico tadi di sekolah tapi kini mood nya telah hilang.
Fatma menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di ranjang, menatap langit-langit mengingat sepatah demi sepatah yang di katakan Rico tadi. " Rico nggak mungkin bohong kan.? tapi masak iya sih orang yang sudah meninggal bisa hidup lagi. tapi kalau bukan Aisyah terus siapa? " Fatma membatin dengan bingung.
" Fatma,,!! panggil Ikhsan, dan sekarang giliran Fatma yang tak menyaut panggilan nya.
Ikhsan terheran tak biasanya istri nya itu melamun sampai tak mendengar panggilan nya, siapa sih yang ia pikir kan sampai Fatma melupakan nya.?
Ikhsan menutup semua berkasnya juga laptop nya menyudahi pekerjaan dan waktu nya untuk bermanja-manja dengan istri nya, " Fatma," panggil Ikhsan dan ikut bergabung di sebelah Fatma. " Mikirin siapa kamu.? sampai aku ajak bicara nggak menjawab. " ?
Lagi-lagi tak ada jawaban.
" Fatma,," panggil Ikhsan sedikit keras dan sekarang Fatma langsung menoleh kearah nya.
" Rico,!! tegas, lugas dan jelas
Astaga. suaminya ada di samping nya dan dengan cepat Fatma bilang memikirkan laki-laki lain,?ckckckck " Apa kamu bilang.? kamu,, kamu memikirkan laki-laki lain disaat suamimu ada di hadapan mu.? sungguh luar biasa kau ini.? kesal, jengkel, dongkol, bersatu padu menyerobot masuk di hati Ikhsan.
Plakkkk,..
Fatma menepuk jidatnya sendiri dengan keras,
" awww,, " keluhnya karena sakit.
" tega kamu Fatma, Ck. " Ikhsan berbalik memunggungi Fatma, lelah hati lelah pikiran juga pastinya.
" mulai deh mulai deh. Udah tua juga, masih aja curigaan, " ucap Fatma dan tak berniat membalikkan tubuh Ikhsan untuk merayunya.
" tapi benar sih aku memikirkan Rico, Rico kan memang laki-laki,? berarti Mas Ikhsan nggak salah lah kalau Fatma memikirkan laki-laki lain.."
" diam Fatma berisik,,!! kesal Ikhsan.
" ciee ciee,, cembukur nih yee,,, " goda Fatma memeluk perut Ikhsan dari belakang dengan erat , menempelkan wajahnya di ceruk leher belakang Ikhsan " tapi tadi kata Rico Mas Ikhsan nggak bakal cemburu, katanya.? bahkan kita tadi sempat bertatap-tatapan, sungguh. "
Hati Ikhsan semakin memanas. mendengar Fatma memikirkan laki-laki lain saja sudah membuat nya kesal dan sekarang harus di tambah lagi apa yang mereka berdua lakukan.
" besok aku akan congkel mata Rico, biar tidak bisa melihat mu lagi. dan aku akan kasih lem mata kamu biar nggak jelalatan. " kesal Ikhsan begitu dongkol.
__ADS_1
" Hahaha,,!! tega bener kau Mas. "tawa Fatma menggelegar." jangan belajar jadi narapidana kalau nggak mau di penjara, itu namanya penganiayaan. emang Mas mau di penjara dan aku kesepian gitu,? tidak mungkin kan. atau mungkin Mas mau aku berpaling karena Mas di dalam penjara..?
" Fatma,,!! sentak Ikhsan beranjak duduk matanya melotot kearah Fatma membuat nya terjangkit kaget. " udah selesai ngomong nya, udah selesai mendoakan keburukan pada suamimu, atau masih ada lagi yang belum kamu katakan, Hahh,,!!
Mata Fatma langsung berkaca-kaca, dengan hitungan detik air mata nya langsung keluar, ini adalah pertama kali nya Ikhsan menyentak nya. Fatma sadar dia salah, apa yang ia katakan itu benar-benar keterlaluan, tapi bukan itu niatnya Fatma, dia hanya mau bergurau saja dengan Ikhsan tapi mungkin caranya yang salah " maaf.
Fatma benar-benar minta maaf, " sesalnya dengan terisak.
Ikhsan mengusap wajah nya kasar, melihat Fatma yang menangis membuat nya juga menyesal " maaf, aku tidak bermaksud membentak mu, maaf "
" Fatma yang salah " Fatma semakin terisak " sebenarnya ada hal lain kenapa Fatma mikirin Rico, bukan karena apapun sungguh,"
" sudah sudah, sekarang tidur lah. besok harus sekolah takut kesiangan bangun nya, yuk tidur " Ikhsan kembali merebahkan tubuh nya menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua.
" Tapi Fatma belum cerita,!
" sudah, tidur lah. aku percaya kamu dan Rico tidak ada apa-apa, yuk sekarang tidur. " Ikhsan memeluk Fatma dengan erat.
" Fatma masih mau cerita, ini sangat penting,,!!
" Fatma,,!!
" Mas,, !! ini benar-benar penting,,"
" Fatma tidur. "
" Nggak mau, " Fatma terus menggeleng. Fatma benar-benar harus menceritakan semuanya, jika benar Aisyah masih hidup pasti sedang membutuhkan pertolongan dari keluarga nya.
" Fatma,,!! tidur,,!!
" tapi cerita Fatma,?
" besok,!!
Ikhsan menutup kedua mata Fatma dengan telapak tangan nya. Fatma harus tidur dengan cara itu bisa menghentikan semua ocehan Fatma yang tidak akan berujung, mungkin bisa sampai pagi dan yang paling Ikhsan tak mau dengar adalah apa yang Fatma dan Rico lakukan.
Fatma mendengus kesal karena Ikhsan yang tidak mau mendengar kan cerita nya. sebenarnya begitu banyak yang harus di cerita kan tapi Ikhsan sudah tidak mau mendengarkan nya.
"baiklah, kalau besok Mas Ikhsan masih tidak mau denger cerita Fatma, Fatma akan cari Aisyah sendiri di semua rumah sakit, aku pasti akan bisa menemukan nya tanpa Mas Ikhsan. "
Batin Fatma.
" kau tau Fatma,? kau telah membuat hatiku rasanya tercabik-cabik, kamu hanya memikirkan laki-laki lain saja hati ku sudah sesakit ini, bagaimana kalau kamu pergi dengan laki-laki lain,? pasti aku akan gila. "
Batin Ikhsan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Salah Paham... πππ
wkwkwk ckkkkk.,..
__ADS_1