
Akhsan tangah menatap bingung layar laptop di mejanya ada yang aneh dengan perubahan pemasukan di bagian keuangan. Baru kemarin dia memeriksa nya dalam keadaan baik-baik saja dan terbilang normal tapi sekarang penurunan mulai terjadi dalam waktu hanya satu malam saja.
Akhsan menutup mulutnya dengan telapak tangan, bingung kenapa semua ini bisa terjadi dan kenapa dan apa alasan nya. " ini tak boleh di biarkan kalau seperti ini terus lama-lama perusahaan ini pasti akan hancur " gumam Akhsan lirih.
" assalamu'alaikum pak. ini laporan yang anda minta " ucap Ardi yang sudah masuk sembari memberikan berkas pada Akhsan.
Akhsan menoleh pada Ardi menjawab salam dan menerima berkas itu dan langsung memeriksanya " Wa'alaikumsalam,, apa kamu merasa ada yang mengganjal dengan hasilnya Ardi, " tanya Akhsan matanya melirik ke arah Ardi sekejap dan kembali lagi menatap berkas yang ada di depannya.
" Saya merasa ada sedikit yang mengganjal pak di ujung berkas itu tapi saya kurang tau itu apa, mungkin bapak bisa memeriksanya sendiri dan lebih bisa mengerti letak permasalahannya " jawab Ardi.
Akhsan manggut-manggut. Seperti nya yang di katakan Ardi benar ada laporan yang sedikit menyimpang dengan laporan yang pertama dan juga hasil akhir nya. Fixs ini perbuatan orang dalam. " cari tau siapa orang nya, jika dia benar-benar bersalah maka rumah kan dia secepatnya , Hmm, dan jangan lupa tetaplah kasih dia pesangon yang pantas " perintah Akhsan.
" baik Pak akan saya laksanakan, saya permisi pak " pamit Ardi dan pergi untuk menjalankan tugasnya dari Akhsan saat itu juga..
Akhsan mengangguk dan kembali lagi ke laptopnya. seperti nya bukan hanya dari laporan di berkasnya itu yang salah, seperti nya memang ada pihak luar juga yang ingin main-main dengan Akhsan dengan cara mulai meretas file perusahaan Akhsan dan mulai menjual ke pihak perusahaan lain.
" padahal pengamanan sudah sangat kuat tapi masih saja dapat di buka oleh orang lain. berarti orang itu sangat luar biasa " Gumam Akhsan bingung.
Akhsan kembali mengotak-atik laptop nya dan membuat pengamanan yang lebih kuat lagi mungkin itu akan membantu merahasiakan sisa yang masih belum di capai oleh orang yang telah mengusik nya.
" semoga saja sekarang tak lagi bisa terbuka oleh orang lain. Seperti hacker ini sangat hebat tak bisa dianggap sepele " Akhsan bernafas lega setelah berhasil membuat pengamanan yang baru.
Akhsan menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran nya wajah nya menengadah ke atas melihat langit-langit yang berwarna putih, pikirannya mulai melayang memikirkan siapa dalang dibalik perbuatan ini yang sudah mulai membuat penurunan penghasilan dari perusahaan Akhsan dalam waktu satu malam saja.
" benarkah ada musuh yang bersembunyi di perusahaan ini atas permintaan orang lain. siapa orang itu sebenarnya sepertinya dia bukan lah orang yang sembarangan dia pasti orang yang sangat kuat " gumam Akhsan.
Tak beda jauh dengan keadaan Akhsan sekarang, ikhsan pun juga demikian dia sama-sama pusing karena keamanan file nya telah di bobol oleh orang tak bertanggung jawab.
" siapa yang berani main-main dengan ku. apa dia mau cari mati. " geram Ikhsan yang lebih emosional dari pada Akhsan.
Ikhsan berusaha keras mencari sang pelaku namun ternyata orang itu sangat lah cerdik dan mungkin ini memang keinginan dia untuk menghancurkan perusahaan Ikhsan.
Ikhsan mengacak rambut nya frustasi. sudah dia bulan lebih Ikhsan tak pernah menghadapi masalah seperti ini dan sekarang masalah ini datang entah dari mana asalnya.
Bukan berarti pengamanan mereka yang terlalu lemah mereka sangat memperhatikan pengamanan nya dan memperkuat nya dan tak mudah untuk di jangkau oleh orang. Mungkin orang itu saja yang terlalu cerdas dalam urusan untuk menghancurkan.
" Awas sampai ketemu, akan aku buat kau menderita karena telah menantang seorang Ikhsan. aku bisa lembut jika dengan orang baik tapi aku bisa lebih menakutkan jika ada yang berusaha mengganggu ku "
Ikhsan kembali dengan laptop nya kembali mencari hal yang mungkin bisa dia temukan dan bisa menjadi titik untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya.
Mata Ikhsan mendelik setelah mendapatkan hasil yang dia ingin kan, pencarian nya ternyata membuahkan hasil. " M,... " Ya hanya inisial M itulah yang Ikhsan dapatkan. " siapa M,? bagaimana aku bisa mencari orang ya mempunyai inisial M di seluruh dunia ini. orang yang namanya di dahului M itu sangat banyak " bingung Ikhsan.
Ikhsan kembali lagi dengan laptop nya berharap ada lagi yang dia temukan. satu setengah jam Ikhsan mencari namun tak menemukan apapun lagi dan hanya inisial M itulah yang berhasil dia dapatkan. bahkan akun atau e-mail orang itu tak bisa dia temukan.
__ADS_1
" ini akan sangat sulit. aku tak akan mudah menemukan pelakunya hanya dengan inisial nya saja. Argghhh,, " geram Ikhsan.
Meskipun kerugiannya belum seberapa di perusahaan mereka berdua tapi itu sangat mempengaruhi penghasilan mereka. bahkan mereka harus mencari donor dana untuk mengembalikan dan memulihkan pemasukan nya.
" Aku harus bicara dengan Abang, mungkin abang bisa membantuku "'
Ikhsan bergegas pergi ke perusahaan Akhsan. berharap sangat besar akan bantuan dari Akhsan.
Satu jam perjalanan dan Ikhsan sampai di tempat Akhsan dengan sangat cepat. Ikhsan berlari tanpa menghiraukan siapapun lagi yang menyapanya dan berlari masuk ke lift untuk segera sampai ke ruangan Akhsan.
Ikhsan berjalan dengan cepat setelah keluar dari lift berharap Akhsan ada di tempat karena dia tak sempat memberitahu akan kedatangannya.
" Assalamu'alaikum " ucap Ikhsan dan nyelonong masuk ke ruangan Akhsan dengan sangat gusar dan begitu gelisah.
Untung saja Akhsan tidak pergi dan sedang pusing juga menatap layar laptop nya. Akhsan menoleh menatap heran Ikhsan yang datang dengan wajah yang tak bisa di artikan.
" Wa'alaikumsalam dek. kenapa, ada masalah? tanya Akhsan yang langsung beranjak dan bergabung duduk di tempat Ikhsan yang duduk di sofa dan sudah meneguk air mineral yang ada di sana.
Ikhsan mengeluarkan nafas yang begitu sangat berat masalah ini harus dia selesaikan dan berharap Akhsan akan bisa membantunya sebelum semuanya terdengar oleh semua termasuk para karyawan nya sendiri.
"'Bang, Ikhsan punya masalah Bang, "'
" masalah? apa.? apa sama dengan keamanan yang di bobol orang dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit '" tebak Akhsan.
" bukan hanya kamu dek yang mengalami itu bahkan perusahaan Abang juga mengalaminya. ini adalah masalah yang harus segerakan di selesaikan kalau sampai berlarut perusahaan kita tidak menutup kemungkinan akan hancur " 'terang Akhsan
" benarkah tempat Abang juga? Ikhsan begitu terkejut mendengar penuturan Akhsan. dia kira hanya tempat nya saja yang mengalami masalah ternyata di tempat Akhsan pun juga sama. sekarang hanya satu pikiran Ikhsan, dari mana mereka akan minta bantuan untuk mengembalikan keadaan keuangan perusahaan mereka.
"'saya yakin ini ada masalah pribadi dengan kita Bang, kalau tidak mana mungkin dia berniat menghancurkan kita secara bersamaan. secepatnya kita harus mencari tau dalang di balik semua ini. apa Abang menemukan sesuatu yang bisa menjadi kunci untuk pencarian kira "? tanya Ikhsan.
" Abang belum sempet mencari nya dek, Abang hanya sedang membuat pengamanan yang baru untuk melindungi sisanya, emang apa yang kamu dapatkan?
"M, hanya inisial itulah yang Ikhsan temukan Bang. "
" M,?
Mereka berdua bingung, M.? inisial yang masih sangat minim untuk menemukan pelaku yang sebenarnya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Fatma pulang seorang diri. berjalan kaki setelah sebelumnya dia naik angkot dan turun di Alfamart untuk membeli sesuatu di sana lagian jarak Alfamart dan tempat nya tinggal tak begitu jauh jadi akan lebih menyenangkan jika sesekali jalan dan menghirup udara segar karena setelah menikah dengan Ikhsan Fatma tak pernah lagi bisa menghirup udara di sepanjang jalan.
langkah nya terhenti saat matanya menatap seorang laki-laki bertubuh besar dan begitu gagah memakai pakaian yang sama sekali jauh dari espektasi Fatma sebelumnya. Sebelumnya dia hanya memakai pakaian ala kadarnya kaus oblong dan juga celana jins yang semestinya tapi sekarang,? dia memakai pakaian yang sungguh membuat Fatma tak percaya. kaus oblong dan memakai kemeja kotak-kotak yang dia lipat di bagaian lengan nya celananya yang sobek di bagian kedua lutut nya dan jangan lupakan telinganya yang memakai anting-anting dan juga kalung rantai yang ada di lehernya hingga sampai ke dada dan perutnya.
__ADS_1
Fatma menatap tak berkedip orang itu. dan juga para anak buah yang berpakaian sama yang mengikutinya dari belakang. Mata Fatma mulai berkaca-kaca apakah dia benar-benar mengenal orang itu atau itu orang yang lain yang wajah nya hanya mirip dengan orang yang Fatma kenal.
"'A-ayah,,, " lirih Fatma tak mampu untuk mengeluarkan kata yang lebih keras lagi dari itu.
Fatma berjalan dengan cepat ingin sekali memastikan orang itu sebelum dia kehilangan lagi seperti saat dia melihat ibunya kemarin.
Fatma berlari tunggang langgang mendekati orang itu namun sepertinya takdir belum bisa mem pertemukan mereka. orang itu dan segerombolan anak buah nya naik ke dalam bis dan bis langsung melaju dengan begitu cepat.
" Ayah,,,, ayah,,!! teriak Fatma melambaikan tangan nya keatas berlari mengejar bis yang sudah semakin menjauh darinya.
" Ayah,,!!! Fatma masih terus berlari hingga dia berhenti karena dia terjatuh dan lutut nya berdarah karena terbentur trotoar. " ayah,,!!!
Air mata luruh di pipi Fatma membasahi nya dengan begitu cepat. " Ayah, Fatma merindukan ayah " Fatma menangis tersedu matanya terus menatap bis yang kian hilang.
" Astaghfirullah Fatma,!! apa yang kamu lakukan di sini,? kenapa kamu bisa jatuh siapa yang kamu kejar,? " tanya Kairi yang entah dari mana datang nya dan langsung menolong Fatma yang masih terduduk di trotoar.
Fatma menghapus air mata nya dengan begitu kasar menatap Kairi yang sudah di samping nya dan membantu nya untuk berdiri dan membawa Fatma untuk duduk di bangku yang di sediakan oleh pemerintah di pinggir trotoar.
"Fatma, kamu kenapa.? tanya Kairi lagi menatap lekat wajah Fatma yang merah dan matanya yang sembab.
"'Kak, tadi Fatma melihat ayah, tapi saat Fatma mau mengejarnya ayah pergi "'ucap Fatma kembali tersedu.
" Ayah,? maksudnya ayah kamu yang telah meninggalkan kamu? tanya Kairi.
Fatma mengangguk dengan begitu cepat. Sebenci apapun Fatma dia tetap lah ayah nya dia tak akan mungkin ada jika tak ada ayah dan ibunya. Apa lagi sekarang Fatma sangat membutuhkan kedua orang tuanya untuk menemani nya dari masalah yang di derita Aira adik nya. " Kak, apa Fatma memang tak pantas mendapatkan kasih sayang dari orang tua Fatma, apa Fatma memang anak yang membawa sial dan harus di buang begitu saja, apa mereka tak punya hati sedikit pun untuk merindukan Fatma dan Aira. "'ucap Fatma panjang.
Kairi begitu terenyuh dengan kata-kata Fatma, meskipun sekarang orang tuanya sudah tak ada seenggaknya dia benar-benar bisa merasakan kebahagiaan di berikan kasih sayang dari kecil hingga dewasa. tapi Fatma,? dia sangat tidak beruntung karena kasih sayang yang ia ingin kan hanya terhenti di sebatas harapan saja.
" kamu yang sabar ya. suatu saat kamu dan Aira pasti akan mendapatkan kasih sayang itu kakak sangat yakin akan hal itu. "'ucap Kairi yang langsung memeluk Fatma memberikan kehangatan untuk adik ipar nya tersebut.
" makasih Kak " jawab Fatma yang masih tak terlepas dari pelukan Kairi.
" sekarang kita pulang ini sudah sore, sebentar lagi Mas Akhsan dan Ikhsan pasti akan pulang, jangan sampai mereka sampai lebih dahulu dan kita tak bisa menyambutnya, yuk. " ajak Kairi.
Fatma mengangguk. menenangkan hatinya sebelum beranjak mengambil nafas dan mengeluarkan nya untuk mengontrol emosi nya yang telah berubah sesaat.
mereka berdua berjalan beriringan, sesekali melemparkan pandangan dan tersenyum untuk saling menguatkan. " kamu harus bisa lebih kuat Fatma, kakak tau kamu adalah gadis yang sangat kuat. kamu tidak boleh serapuh ini. jangan sampai suatu saat ada orang yang memanfaatkan kerapuhan mu. " batin Kairi dengan senyuman yang terpancar dengan cerah pada Fatma yang tengah menatap nya juga..
" Terima kasih Kak Kairi, udah selalu ada dan selalu memberikan semangat untuk Fatma. Fatma janji tak akan mengecewakan kakak, Fatma akan berusaha kuat dan tegar seperti sebelumnya. Fatma pasti bisa " batin Fatma.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1