Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
88. Penyerangan


__ADS_3

Tik tik tik.....


Terdengar jentikan bolpoin di dalam ruangan Akhsan yang begitu besar. Ya Akhsan tengah duduk di sana dengan melamun dan juga tangan yang tak berhenti menggerakkan bolpoin di atas mejanya. Otaknya terus berjalan dengan kebingungan yang terasa menyiksa dirinya.


" Seandainya kita datang ke kediaman Marco dan memaksa membawa Opa Joe, itu sama saja kita mengibarkan bendera perang pada Marco, karena Abang yakin Marco tak akan diam begitu saja setelah kita berhasil membawa Opa. Namun kalau tidak bagaimana kita bisa membawa Opa. Ckk... sungguh sangat membingungkan. " Akhsan menatap kosong ke arah Ikhsan yang juga di sana, Akhsan begitu sangat pusing akan hal itu. mungkin yang Akhsan katakan itu benar, dan masalah nya Akhsan dan Ikhsan mau semuanya selesai dengan baik dan tak ada pertumpahan darah.


Sama seperti Akhsan, Ikhsan pun sama dia juga begitu sangat pusing. " Ikhsan juga bingung Bang. ini sungguh sangat rumit, seandainya Ikhsan tak menganggap Marco sebagai saudara yang harus di sadarkan, pastilah akan Ikhsan ledakan tuh rumah beserta penghuni nya. Geram lama-lama Ikhsan Bang. "


" Awas aja kamu berani lakukan itu. Abang yang akan ledakan otak mu, dek. " ancam Akhsan kesal.


" Ya elah Bang, gitu amat sama adek sendiri. udah nggak sayang.?


" diam kamu,! bukannya mencari solusi malah menambah pusing saja, dasar. " omel Akhsan dengan dongkol.


Ikhsan berjalan mendekat. beralih duduk di hadapan Akhsan dan berkata dengan jarak yang begitu dekat " Bang. menurut Abang ada orang yang ada dibelakang Marco nggak sih. maksudnya, orang yang mengendalikan dia,? kita kan tau Marco itu orang nya juga cerdas. iya kali dia segitu dendam nya dengan keluarga kita, padahal dia sendiri yang melihat kejadian itu, yakin dia juga bisa berfikir siapa yang salah, iya nggak sih.?


Sekejap Akhsan terdiam dan berfikir dengan keras, iya juga sih. " mana Abang tau.? tapi sepertinya tak pernah ada yang mencurigakan dengan orang-orang yang terdekat dengan Marco. "


" ya, mungkin kita nggak tau, bisa jadikan. kalau dia nggak punya Sekutu mana mungkin dia begitu berani. "


" kamu benar juga sih. kita selidiki ini mulai dari sekarang, kalau beneran ada orang yang mengendalikan Marco berarti orang itulah yang harus di musnahkan, " jawab Akhsan begitu yakin.


" Hmm.. " jawab Ikhsan singkat dan mengangguk dengan cepat pula.


Hari yang sudah sore membuat mereka harus segera pulang. Ikhsan yang berada di perusahaan Akhsan saat itu pun karena baru saja dengan meeting mereka. Jadi sekarang mereka bisa pulang bersama meskipun dengan mobil yang berbeda.


Tak seperti biasa Fatma dan Kairi yang selalu ikut, hari ini mereka sudah pulang lebih dulu dan itu pastinya dengan di antar mereka lebih dulu sebelum mereka meeting.


Kebiasaan mereka berdua kalau lagi pulang bersama, mereka pasti akan selalu mengambil jalan pintas yang lebih cepat dan jauh dari kata kemacetan kota yang sering terjadi di pagi dan sore hari.


Mobil melaju dengan beriringan. Akhsan lebih dahulu sementara Ikhsan ada di belakang nya. Ikhsan menyalip dan mensejajarkan mobil nya dengan Akhsan dan matanya tak henti-hentinya menatap kaca yang ada di dalam memperlihatkan kondisi di belakang mereka


" Bang, cepatlah sepertinya ada yang mencari masalah dengan kita. lihatlah ada tiga mobil dan beberapa orang di sana yang mengejar kita" teriak Ikhsan memberitahu.


Akhsan melihat hal yang sama dengan Ikhsan. ternyata perkataan Ikhsan benar ada yang tengah mengejar nya sekarang. " mari kita buat mereka lelah." jawab Akhsan.


Untung saja jalan itu adalah jalan satu arah jadi mereka berdua bisa menjalankan mobilnya beriringan dan tak membiarkan orang yang mengejarnya bisa mendahului nya.


" Woiiii,,, berhenti.!! teriak orang itu.


Akhsan dan Ikhsan menyeringai sadis. menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. " tak sia-sia belajar jadi pembalap, hahaha,,!! tawa Ikhsan begitu senang.


" Dor...


Dor.....


Dua kali tembakan mereka arahkan ke ban mobil Akhsan dan Ikhsan. tapi Alhamdulillah gak berhasil mengenainya. " hahaha, cemen sekali kau. hahaha,,,!! tawa Ikhsan girang. Sementara Akhsan hanya menggeleng melihat adiknya yang mulai dengan ketidak warasannya.


" Astaghfirullah,, adek ku udah mulai nggak waras " gumam Akhsan lirih.


Dor...


Dor...


" sialan, meleset lagi. " gerutu orang itu dengan begitu kesal dan kembali melepaskan peluru yang masih penuh. " Dor... Dor....


Baru kali ini Akhsan dan Ikhsan dalam keadaan yang sangat menegangkan. harus di kejar-kejar selayaknya buronan dan terus di tembaki meskipun salalu meleset.


Tak ada ketakutan yang berarti dari Akhsan dan Ikhsan mereka begitu santai mengahadapi keadaan ini. tak masalah jika ban mobil mereka harus terkena tembak dan mereka harus berhenti. mereka bukanlah orang yang bodoh yang tak menyiapkan apapun di dalam mobilnya.


Dor....


Mobil Ikhsan tak bisa terkendali karena ternyata kali ini peluru nya tepat mengenai Ban mobil nya. " Sial.. "


Ckiiittttt....

__ADS_1


Brak.....


Mobil Ikhsan menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan, asap pun keluar dari sana. " Sial. " Ikhsan memukuli stir dengan keras.


" Ikhsan,,,!!


teriak Akhsan histeris melihat mobil adiknya yang sudah mengeluarkan asap di depan pohon. Akhsan menghentikan mobilnya mengambil beberapa senjata dan menaruhnya juga di dalam sakunya. " Ikhsan..!! Akhsan berlari dengan cepat.


Wajah khawatir dari Akhsan ternyata hanya di sambut dengan cengiran Ikhsan yang tak mengalami luka apapun. " a hehe.. " gurau Ikhsan dengan mata terus mengedip genit.


Akhsan menggeleng dan juga mengelus dada. adiknya ternyata beneran udah mulai tak waras sekarang " dasar gila..!! celetuk Akhsan.


" Hahaha,, Abang merajuk. " tawa Ikhsan dengan keras. Ikhsan mengambil senjata yang sama dengan Akhsan yang ada di dalam mobil nya dan keluar setelah itu.


Dua belas orang turun dari mobil mereka yang berjumlah tiga. Senyum menyeringai mereka semua keluar kan. dengan tangan yang masing-masing membawa senjata api yang sudah penuh dengan peluru.


" Sebaiknya kalian menyerah saja. dan ikut lah dengan kami seperti anak yang penurut. " ucap salah satu dari mereka.


" jangan harap kita mau ikut kalian, siapa kalian untuk kita. " ucap Akhsan.


Namun berbeda dengan Ikhsan, Ikhsan duduk berselonjor ria di aspal dengan wajah memelas dan tangan yang dia taruh pada kedua lututnya.


" paman boleh lah minta gendong kalau mau bawa saya. Saya sudah sangat lelah gara-gara kalian. Badan saya juga sepertinya mulai remuk karena mobil saya menabrak pohon " ucap Ikhsan begitu jelas namun dengan bibir yang mencor sana sini.


Lagi-lagi Akhsan hanya bisa menggeleng dan menghela nafas panjang, sepertinya setelah ini adiknya memang pantas dia masukkan ke RSJ saja. " astaghfirullah..


" kamu kira kamu bayi, masih minta gendong.!!


" ya, anggap saja seperti itu paman. "


Seandainya saja bos mereka tak menginginkan mereka membawa keduanya dalam keadaan hidup-hidup pastilah mereka akan senang hati melenyapkan mereka dengan peluru yang ada di di tangan mereka. " Tangkap mereka.!!


Satu per satu dari mereka maju berusaha untuk menangkap Akhsan dan Ikhsan dengan segala kemampuan mereka. Dan adu otot pun terjadi.


Sementara Ikhsan masih di tempat yang sama. dia masih enggan untuk berdiri dan melawan dengan cara duduk namun itu tetap saja tak membuat Ikhsan bisa terkalahkan, Ikhsan begitu lihai dalam urusan hajar menghajar orang.


Bugh Bugh


Bugh Bugh


Krek. ...


kletuk...


Bruk..


Perkelahian sengit semakin terpupuk subur mereka saling beradu kekuatan dengan begitu sadis. " Dasar menjengkelkan " kesal Ikhsan dan berdiri dengan cepat menendang lawan dengan kaki jenjang nya. " bosan hidup kalian, hahh,,!!


" Kamu yang bosan hidup, dasar cecunguk sialan. "


" Ehh gue cecunguk gitu.? kalian kecebong. " Ikhsan semakin geram.


" bedebah..!!


" sini maju. mau patah kaki, tangan atau mau lumpuh, ? sini.!


" kamu yang akan lumpuh, bahkan kamu tak akan bisa bicara songong lagi setelah ini.!!


" buktikan saja, siapa yang akan lumpuh " tantang Ikhsan.


Perkelahian tak berhenti begitu saja dengan mudah, sepertinya semua orang-orang itu juga sangat terlatih membuat Akhsan dan Ikhsan harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan lawan.


Bugh Bugh Bugh...


Dua orang terjatuh tersungkur di hadapan Akhsan pukulan keras nya berhasil membuat mereka jatuh.

__ADS_1


" Sialan,, "" kedua orang itu bisa kembali berdiri dan kembali menyerang Akhsan.


" keluarkan pukulan maut mu Akhsan, maka mereka akan kalah. " batin Akhsan.


Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh..


Lima pukulan untuk lima orang dan benar saja mereka langsung terkapar tak berdaya " kenapa tidak dari tadi.? buang-buang waktu saja kau Akhsan " ucap Akhsan merutuki diri nya sendiri.


Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh...


Enam pukulan untuk enam orang di hadapan Ikhsan. " Fuiihhh....!! Ikhsan menyeringai senang saat berhasil mengalahkan mereka dengan pukulan maut yang ia miliki. Ibu jari tangan nya mencolek hidung nya sendiri dengan tangan yang masih dalam posisi kuda-kuda.


Dor..... dor.... dor...


Akhsan dan Ikhsan ber lonjakan di jalan raya, menghindari tembakan dari satu orang yang masih tersisa.


Akhsan mengeluarkan satu benda yang ia miliki ia lemparkan dan mengenai orang itu langsung.


Bruk...


orang itu tersungkur tak sadarkan diri.


Akhsan memanggil anak buah nya sebelum mereka pergi, semua harus dibereskan. untung saja jalan itu sangat sepi jadi tak ada yang lain saat ini kecuali mereka.


Sepuluh menit berlalu. Para anak buah mereka datang. " maaf bos. membuat kalian menunggu lama.


" tak masalah, bereskan mereka. Bawa mereka ke markas. interogasi mereka, paham. " perintah Akhsan.


" Paham.. "


" oh ya, jangan lupakan mobil ku. bawa ke bengkel dan besok harus sudah jadi. mengerti." titah Ikhsan.


" Baik. "


" Bang, dedek yang super duper nan tampan nan baik hati ini numpang mobil abang ya. " ucap Ikhsan dengan rayuan maut nya dengan mata yang tak henti-hentinya berkedip dengan genit.


Pletakk...


" Nggak,,!! abang nggak mau ketularan nggak waras kayak kamu. Abang nggak punya obat serep. " Akhsan berjalan dengan cepat masuk ke dalam mobil nya.


" tega bener abang akuhhh... " ucap Ikhsan lemah dan tak melihat kepergian Akhsan. Sedetik kemudian. " Abang,,,,!!! sialan aku benar-benar di tinggal,, Abang,,, tunggu...!!!


Ikhsan lari terbirit-birit mengejar mobil Akhsan yang belum begitu jauh dan masih perlahan jalan nya jadi dia masih bisa mengejar dan masuk mobil Akhsan dengan cepat.


" Abang,,,,!! huff huff...


" Abang keterlaluan, mau buat Ikhsan lari maraton, hahhh..!! kesal Ikhsan dan mobil pun tetap berjalan.


Akhsan tertawa terpingkal melihat adiknya yang terus mengomel dan nafas yang memburu." ahahaha...


" Dasar Abang tak punya kasihan, tak punya adat, tak punya perasaan, tak punya simpati dan empati, tak punya...


" Pletakk...


" ayo ngomel lagi, Abang lempar kau dari mobil Abang. kalau nggak Abang masukan ke bagasi." ancam Akhsan.


Ikhsan bergidik ngeri. udah pasrah saja kalau Abang nya sudah serius seperti saat ini, lagian Ikhsan masih ingin hidup.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Acimannnnn Abang Ikhsan,,, 🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2