Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
96. Peta peninggalan


__ADS_3

Mobil sport merah berhenti di sebuah bangunan besar, Sang pengemudi turun menampakkan wajah marah yang begitu menyeramkan. Semua pengawal benar-benar takut mereka semua bergidik ngeri melihat aura mencekam yang di bawa.


" Di mana dia.! Tanyanya, tangan nya terkepal sempurna dengan sorot mata tajam yang menatap pengawal.


" Di - di ruangan biasanya tuan " jawab nya terbata-bata dengan wajah menunduk takut. siapapun akan takut padanya dia adalah salah satu penguasa dari ketiga penguasa di geng itu siapa lagi kalau bukan Marko.


Kaki jenjang nya melangkah dengan cepat, entah amarah apa yang ia bawa dari luar sana, mungkin ada sangkut pautnya dari kematian Aisyah dan juga Shelvia mungkin.


Brakkkk,,,,


Tanpa aba-aba dan rasa bimbang sedikitpun Marko membuka pintu dengan kakinya, menendang nya dan langsung terbuka dengan lebar.


Satu laki-laki di dalam yang sedang bersantai ria langsung terperanjat dari duduknya. dua bola mata saling bertabrakan bertemu satu sama lain. " Apa yang kamu lakukan Marko,,!! tanyanya keras, laki-laki yang masih komplit dengan setelan jas warna hitam itu menatap Marko dengan tak bersahabat dan penuh heran.


Marko berjalan mendekat, mencengkram kerah laki-laki itu dengan kedua tangannya, matanya kian tajam menatap bengis laki-laki itu. " apa yang kamu lakukan Younes,!! ya laki-laki itu adalah Younes, pengusaha yang kemarin berhasil bekerja sama dengan perusahaan Akhsan, " kenapa kau membunuh nya, kenapa,,!!


Mulut Younes tersungging sebelah, meskipun menahan lehernya yang terasa sedikit tercekik namun dia masih bisa menahan nya. " aku,,!! bukannya kamu juga ikut andil dalam hal ini, Marko. dan bukan aku saja. "


" Bedebah,,!! Marko begitu terbawa emosi, mungkin benar dia juga bersalah karena ikut andil dalam rencana itu tapi tidak dengan adanya korban, apalagi itu adalah gadis kecil nya yang tak bisa dia lupakan. " Bugh... " Marko menghajar dengan begitu bringas Younes. dia tak mau jika dia juga harus menyandang gelar pembunuh seperti yang ada di kepala Younes.


" Kurang ajar,,!! mau cari mati,,!! Younes kembali berdiri tegak setelah tubuh nya terhuyung ke belakang dan terkena dengan meja, " Bugh,, " Younes tak mau kalah dia juga bisa melawan tak mau dia kalah dalam hal apapun termasuk dengan Marko rekan nya sendiri.


Adu pukul terjadi di tempat itu. keduanya gak ada yang mau kalah dan terus memukul satu sama lain, semuanya harus terselesaikan dengan kekerasan dan mungkin akan puas jika salah satu di antara mereka ada yang tak berdaya.


" Ingat ini baik-baik Marko, kamu berhutang banyak dengan kami. jika kau berani melawan kau akan hancur, kau akan hancur,,!! tegas Younes sadis. mengancam akan kehancuran Marko yang menjadi kelemahan Marko.


" Gue tidak perduli, " ternyata kali ini berbeda Marko yang biasanya takut kehilangan segalanya sudah mulai tak memperdulikan kehancurannya sendiri, apa mungkin dia mulai menyadari kesalahannya.? "ambil saja yang telah aku dapatkan dari kalian,!! aku tak perduli lagi dengan uang haram yang kalian hasilkan, aku nggak perduli. "


Marko melenggang keluar, dengan wajah yang begitu banyak lebam dan juga luka robek di ujung bibir nya yang mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


" Marko,,!! kau akan menyesal, kau akan menyesalinya,,!! teriak Younes namun tak lagi di indahkan oleh Marko yang sudah masa bodoh dengan nasib perusahaan nya. toh dia masih punya bekas peninggalan kedua orang tuanya yang terbengkalai yang tidak dia urus sama sekali.


Dengan mobilnya yang tadi Marko pergi dari sana. dengan sedikit rasa lega telah melampiaskan segala amarah nya dengan Younes yang sama terluka seperti dirinya. " aku tak perduli dengan ancaman kalian, tidak perduli. "


Hari semakin larut, Marko terus berputar-putar jalanan kota dan berhenti di sebuah parkiran Clup malam yang begitu ramai. Mungkin dengan sedikit minum akan menghilangkan rasa bersalah nya dengan gadis kecil nya. dunia Marko benar-benar sudah hancur setelah hati Marko tumbuh dendam yang kian hari kian di pupuk hingga subur oleh Younes dan satu rekan nya lagi.


Hati Marko benar-benar telah tertutup kabut hitam yang susah untuk di kendalikan, " Mas,!! satu botol wine. "'teriak Marko menaikan satu jarinya ke atas.


Marko sudah terbiasa dengan minuman haram itu satu atau dua tak akan bisa membuat nya hilang kendali dan mabuk. itu hanya terasa menenangkan saja untuk nya., " makasih " satu botol sudah di tangan, Marko langsung meminum nya tanpa menggunakan gelas akan lebih nikmat kalau dengan wadah nya langsung katanya.


" Satu lagi Mas, " satu botol sudah habis Marko pun masih kurang. hingga dia benar-benar menghabiskan dua botol dan benar saja dia tidak akan mabuk hanya dengan dua botol saja.


Dua wanita penghibur yang berpakaian seksi menghampiri Marko merayunya dengan terus bergelayut manja di lengan Marko. tapi itu tak akan mempengaruhi apapun Marko sedang tidak ingin melakukan itu.


Marko mengusir kedua dengan sadis mendorong mereka hingga hampir terjatuh " pergi,,!! sentaknya. Marko berjalan keluar meninggalkan tempat itu. dan kembali dengan mobilnya yang setia menunggu.


🌾🌾🌾🌾🌾


Semua santri pun juga tak mau ketinggalan semua ikut andil dalam doa bersama. Semuanya nampak sedang beberes sekarang melipat tikar yang baru saja terpakai.


" Dek. aku ingin bicara setelah ini." Ucap Akhsan serius. membuat Ikhsan mengernyit heran, sebenarnya apa yang ingin Akhsan bicarakan padanya kenapa tidak langsung saja. Mungkin ini adalah hal rahasia yang tak boleh di dengar siapapun kecuali mereka berdua. " di kamar Aisyah " sambung Akhsan membuat Ikhsan semakin bingung.


Ada apa dengan kamar Aisyah, dan kenapa harus di sana mereka bicara kenapa tidak di tempat lain" kenapa di sana Bang.? bohong Ikhsan tidak bingung dia benar-benar di buat bingung oleh Akhsan.


" Nanti kau akan tau. " jawab Akhsan enteng.


Benar saja setelah semuanya beres Akhsan dan Ikhsan masuk diam-diam di kamar Aisyah namun mereka sudah terlebih dahulu bilang pada Kairi dan juga Fatma jadi tak akan ada yang mencari nya " ada apa Bang? Ikhsan begitu tak sabaran akan keinginan tahuan nya.


Sebenarnya ini masih terlalu cepat untuk di bicarakan mengingat baru dua hari saja Aisyah pergi, tapi Akhsan sudah benar-benar penasaran dengan isi map yang Aisyah berikan khusus untuk mereka berdua. " ini dari Aisyah " Akhsan menunjukkan map itu pada Ikhsan dan mereka berdua pun duduk berhadapan. " ini Aisyah yang memberikan nya sehari sebelum dia pergi, tapi dia tidak langsung memberikan nya, hanya memberikan pesan saja untuk mengambilnya di sini. "

__ADS_1


Ikhsan semakin bingung , dan mengambil map itu dari tangan Ikhsan " boleh Ikhsan buka Bang" tanya Ikhsan dan Akhsan hanya mengangguk dan menunggu apa yang akan keluar dari dalam map itu.


" Semoga beruntung,? Ikhsan membaca kertas utama dan itulah yang dapat ia baca. mungkin kah ini hanya permainan yang lagi-lagi Aisyah mainkan untuk mereka berdua. semoga beruntung maksudnya apa coba. " Bang, ! ini nggak salah, semoga beruntung,? maksudnya apa ini.!


Akhsan pun sama heran nya seperti Ikhsan, apakah Aisyah mengerjai mereka lagi.? Astaga.


" coba lihat map nya. " Akhsan mengambil map dari Ikhsan dan ternyata masih ada satu lembar lagi. " peta harta karun.? " Astaga Akhsan hampir gila karena memikirkan isi map tersebut ternyata hanya tulisan semoga beruntung dan yang keduanya adalah peta harta karun.


Seandainya Aisyah masih ada pastilah dia akan habis oleh kedua Abang nya. dan akan di bejek-bejek tuh kepala Aisyah hingga botak. "astaga Aisyah, iya kali kita harus ngurusin peta tak berfaedah kayak begini, adik loh Bang bener-bener kelewatan " oceh Ikhsan.


" dia adik loh juga " jawab Akhsan, sedetik kemudian keduanya ketawa bersamaan dengan begitu girang seolah mainan itu begitu lucu bagi keduanya dan berhasil membuat mereka berdua tertawa. Namun itu tak berangsur lama dan keduanya kembali kicep dan diam dengan penyesalan nya yang kembali datang.


" Seandainya Aisyah masih ada ya Bang " semburat kesedihan kembali hadir di wajah Ikhsan, sekarang mereka hanya bisa berandai-andai dengan tak ada kepastian.


" sudah lah dek. jangan terlalu berandai-andai, takut ada setan yang akan menjerumuskan hati kita. kita harus belajar ikhlas, Aisyah sudah tenang di sana. sedangkan kita,? kita masih menunggu giliran yang entah kapan waktu itu akan datang kan. " jawab Akhsan.


Ikhsan mengangguk mengiyakan, benar saja Aisyah sudah tenang di sana tak lagi perlu di tangisi dan sekarang hanya bagaimana mereka mencari keadilan untuk Aisyah dan juga Shelvia.


Akhsan dan Ikhsan kembali memasukkan dua lembar kertas yang membuat mereka tertawa tadi dan kembali menyimpan nya di laci tanpa melihat dengan jelas isi dan letak bundaran merah dan hijau yang ada di tengah-tengah peta itu.


Sebenarnya ada sebuah rahasia di peta itu hanya saja keduanya tak melihat dengan teliti. menganggap itu hanya permainan Aisyah saja dan bukan hal yang berarti.


Keduanya kembali keluar dan bergegas ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat, toh malam semakin kadut juga.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Haduh Aisyah, kau ini. .. πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ


Semoga beruntung,, wkwkwk.... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Dan apa itu, peta harta karun..? astaga..., πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2