
" Assalamu'alaikum,, " suaranya lembut dengan nada genit yang di buat-buat siapa lagi kalau bukan Nara yang sedang berpapasan dengan Akhsan di lorong kampus.
Akhsan menarik sedikit bibir nya untuk tersenyum sebagai balasan untuk sapaan dari Nara. Meski itu bukan sambutan yang Akhsan ingin kan namun Akhsan tetap harus bisa berperilaku dengan baik pada mahasiswa nya.
" Wa'alaikumsalam, Nara. " Jawab Akhsan juga dengan lembut namun dengan nada yang biasa saja.
Menatap wajah rupawan Akhsan membuat Nara Seakan-akan mau mengeluarkan air liur nya sendiri, Akhsan benar-benar telah mengambil hati Nara dan meracuni Nara untuk bisa memiliki nya. " bapak tampan sekali, Aku adalah penggemar pertama pak Akhsan. " Ucap nya tanpa takut atau malu di depan Akhsan bahkan di depan mahasiswa lain yang lalu lalang berjalan di sana.
" Hmm,, " Jawab Akhsan sekilas. Akhsan bergegas pergi tak mau sampai Kairi akan melihat nya dan akan menjadi salah paham untuk mereka berdua nanti. " Maaf Nara saya harus pergi. " ucap Akhsan.
" tapi pak,?
" Apa ada masalah.? tanya balik Akhsan.
Nara menggeleng. bukan masalah besar yang berarti sih melainkan kegembiraan Nara yang tak mau berhenti untuk melihat Akhsan dari matanya. " tidak kok pak. tak ada masalah apapun " jawab Nara.
" ya sudah saya harus pergi, Assalamu'alaikum." pamit Akhsan berjalan meninggalkan Nara yang seketika menekuk wajah nya dengan kesal.
" Pak,,!! Nara hendak mengejar Akhsan.
" Nara,,!! teriak seorang dari belakang membuat Nara menghentikan langkah untuk mengejar Akhsan. " Nara kamu mau kemana.? tanya orang itu yang tak lain adalah Kairi.
Nara berbalik dengan malas. Dia ingin sekali mengejar Akhsan berusaha mengambil hati Akhsan dengan cepat ya meskipun dia sendiri belum tau akan di terima atau tidak namun apa salahnya kan berusaha lagian di kampus juga belum ada kabar apapun kalau Akhsan sudah memiliki kekasihkekasih apalagi telah menikah." Aku,,? nggak kok, hanya mau ke sana saja. " ucap Nara mencari alasan. Nara tau benar kalau Kairi juga sangat menyukai Akhsan jadi dia tidak ingin Kairi tau dan akan mempersulit jalannya untuk mendapatkan Akhsan nantinya.
Kairi tersenyum dengan terpaksa. senyum yang dia buat semanis mungkin di hadapan Nara. Dari jauh Kairi sempat melihat Nara dan Akhsan berbicara dengan melihat expresi wajah Nara, Kairi sudah bisa menebak kalau Nara ada rasa pada Akhsan suaminya. " ya udah yuk ke sananya barengan, kebetulan aku juga mau ke perpus dan arah kita juga sejalan kan. " ucap Kairi.
Nara mengangguk dan mulai berjalan di sebelah Kairi dengan hati yang menggerutu.
" kenapa kau harus datang sih Kairi, kau datang di saat yang tidak tepat. Kau sangat mengganggu jalanku , jika kau juga suka sama pak Akhsan kita bisa kan bersaing dengan cara yang baik. " gerutunya.
Cemburu. pasti lah Kairi cemburu, siapa yang tidak terbakar hatinya melihat suaminya di gandrungi oleh sahabat nya sendiri. dalam hati Kairi dia juga sangat takut kalau suatu saat Akhsan akan berpaling bagaimana pun jika di banding kan Kairi tak ada apa-apa nya dari pada Nara. Nara gadis yang cantik kaya pintar dan masih banyak yang lebih baik dari pada dirinya siapa yang tidak akan terpana melihat semua yang Nara miliki.
Di ujung jalan Nara dan Kairi berpisah, Nara akan ke kelas katanya ada tugas yang belum selesai. Sedangkan Kairi kembali berbalik arah setelah Nara benar-benar sudah pergi.
Kairi melangkah dengan cepat berjalan seorang diri menyusuri lorong untuk ke ruangan Akhsan. " Assalamu'alaikum. " ucapnya dengan pelan mendorong handle pintu perlahan dan matanya memastikan apakah ada orang di sana kecuali Akhsan atau bahkan Akhsan tak ada di tempat.?
Kairi masuk meskipun tak ada jawaban dari Akhsan, sepertinya Akhsan memang tak ada di sana entah dia sudah menuju kelas untuk mengajar atau mungkin dia tengah pergi kemana Kairi tak tau.
Mata Kairi memastikan ke semua arah namun Akhsan seperti nya memang tak ada. Dengan wajah kecewa Kairi ingin kembali keluar namun di saat Kairi hendak membuka pintu ternyata Akhsan keluar dari bawah meja ternyata Akhsan tengah mencari bolpoin nya yang terjatuh.
" Kairi,!! panggil Akhsan.
Kairi kembali menoleh. matanya langsung melihat Akhsan yang berdiri dengan tangan memegang bolpoin yang baru ia ambil. Kairi kembali berjalan masuk dan duduk di sofa begitu saja dengan wajah cemberut.
Mata Akhsan menyipit, tak biasanya Kairi seperti ini apa mungkin dia ada masalah atau mungkin dia tengah menyembunyikan sesuatu pada Akhsan. Akhsan bergabung duduk di sebelah Kairi memegang tangan Kairi dan satunya menaikan dagu Kairi yang tengah menunduk lesu. " kenapa,? tanyanya yang benar-benar tidak tau apa yang tengah Kairi alami sekarang.
Kairi berbalik memunggungi Akhsan. Sebenarnya dia tak boleh sih marah dengan Akhsan begitu saja karena Akhsan juga tak melakukan kesalahan apapun pada Kairi. Tapi hati Kairi yang tersakiti sedikit sakit melihat Nara yang ingin mendekati Akhsan.
" Kairi, "
__ADS_1
Tangan Akhsan membalikkan Kairi dan mereka pun kembali berhadapan. " apa ada masalah.? tanya Akhsan bingung.
" Pak. Seandainya ada cewek yang lebih cantik, lebih pintar, kaya dari pada Kairi apa bapak akan meninggalkan Kairi.? tanya Kairi langsung pada intinya.
Akhsan mengerutkan dahi dan tersenyum kecil. sekarang Akhsan tau apa sebabnya Kairi seperti sekarang, ternyata istri nya ini tengah cemburu padanya. " apa kamu melihat aku dan Nara tadi.? tanya Akhsan.
Kairi mengangguk pelan. " Hmm.. , Kairi hanya takut Bapak akan meninggalkan ku setelah mendapatkan yang lebih sempurna daripada Kairi. " ucapnya dengan lesu.
" apa kamu tau Kairi. Jika aku memang mengharapkan yang cantik, kaya, cerdas maka aku sudah mendapatkan sejak dahulu. Tapi, bukan itu yang di cari oleh hati ku Kairi hatiku yang telah memilihmu jadi siapapun yang lebih sempurna dari mu tapi bagiku kamu lah yang paling sempurna. Tak akan ada yang lebih sempurna di mata suami selain istri nya sendiri Kairi, jadi kamu harus tenang dan jangan pernah berfikir yang macam-macam, Oke. " Akhsan tersenyum memberikan pengertian yang mudah di mengerti oleh Kairi.
" apa kamu sedang mencemburui ku, Kairi. " sambung Akhsan membuat Kairi langsung terhenyak. sedalam itukah rasa Kairi pada Akhsan hingga baru beberapa hari mereka menikah rasa cemburu itu sudah muncul dengan begitu cepat.
Kairi tertunduk dia begitu malu dengan pertanyaan Akhsan. dia sendiri saja tak tau kenapa Kairi merasa sangat kesal saat Akhsan berhadapan dengan wanita lain, mungkin kah ini yang di namakan dengan cemburu.?
" siapa yang cemburu.? aku hanya merasa sesak saja saat pak Akhsan dekat dengan Wanita lain, kan Pak Akhsan suami Kairi. " jawab Kairi dengan polos nya.
Lagi-lagi Akhsan hanya mampu tersenyum mendengar Jawaban dari Kairi, ternyata Kairi belum tau dengan benar perasaannya bahwa dia telah cemburu pada Akhsan. " Kairi.."
" Hmm.. "
" aku minta jangan panggil aku pak dong kalau kita sedang berdua begini, serasa aku bapak kamu saja, lagian nggak enak di dengerin nya. Panggil yang lain. " pinta Akhsan tegas.
" Terus Kairi harus panggil apa.?
Akhsan berfikir dengan tenang sebelum dia mengatakan apa yang muncul di otak nya. " Yang mungkin,"
" terus apa dong.?
" Hmm.. Kak. "
" tidak aku bukan kakak kamu " jawab Akhsan pura-pura merajuk.
" Abang. "
" aku bukan abang kamu juga Kairi.!
" Mas aja deh, titik tak ada koma pokoknya harus itu nggak boleh yang lain. " tegas Kairi.
Akhsan tertunduk lesu, sebenarnya dia ingin di panggil Sayang atau Yang saja karena itu panggilan yang sangat mesra menurutnya. " ya sudah deh aku ngalah " jawab Akhsan pasrah.
Melihat wajah Akhsan yang di tekuk membuat Kairi merasa geli sendiri tak biasanya wajah Akhsan selucu itu. Kairi menoel hidung Akhsan dengan jari telunjuk nya dengan tawa untuk menghibur suaminya.
Dengan gerakan cepat Akhsan menggantikan hidungnya dengan gigi nya dan jari Kairi berhasil dia gigit dengan pelan. Akhsan merasa menang dia mengedipkan matanya berkali-kali.
" Pak,,!! teriak Kairi namun malah mendapatkan tatapan tajam dari Akhsan. seperti nya Kairi telah melupakan panggilan yang ia pilih sendiri barusan. " hehehe,, Mas lepas sakit " meringis Kairi.
Akhsan menyabut tangan Kairi dari giginya mengusap nya karena basah dan meniup nya yang sedikit memerah. " apa sakit.? tanya Akhsan menyesal.
Kairi menggeleng " tidak.!
__ADS_1
" untung saja hanya jarimu yang aku gigit, bagaimana kalau yang lain pasti akan sangat menyakitkan kan. " ucap Akhsan. " oh ralat,,, biasanya yang menggigit itu perempuan yang laki mah di gigit tapi kenapa yang kesakitan yang menjadi pelakunya, dan korban nya malah merasakan kenikmatan. " bingung Akhsan.
Kairi sempat bingung dengan kata-kata Akhsan. awalnya susah mencerna semua itu namun setelah dia berpikir dengan sangat keras Kairi malah langsung menunduk malu dengan wajah yang sudah memerah. " Mas Akhsan itu ngomong apa sih.? ucapnya.
Akhsan tertawa. Reaksi Kairi sungguh lucu bahkan Kairi sangat malu hanya karena Akhsan mengatakan hal itu. " ya ngomongin itu antara Penggigit dan yang di gigit. " jawab Akhsan.
Bugh...
Kairi memukul perut Akhsan dengan sedikit keras meskipun tak berarti apapun pada Akhsan namun cukup membuat Akhsan bahagia telah menggoda Kairi.
Akhsan memajukan wajah nya di samping wajah Kairi dan berbisik di sana. " Aku siap kok di gigit nanti malam.? bisik Akhsan.
mata Kairi melotot. " Hmm.. " Kairi mendorong Akhsan dengan cepat tak mau lebih lagi mendengarkan kata-kata yang lebih intim lagi dari Akhsan takut dia sendiri yang malu.
" maaf aku akan kembali ke kelas. " ucap Kairi dan secepatnya beranjak.
Akhsan memegang tangan Kairi dan menghentikan nya. Akhsan ikut beranjak dan memeluk Kairi dari belakang. " aku hanya bercanda Kairi, aku akan menunggu mu hingga kau benar-benar sudah siap untuk memberikan nya padaku " ucap Akhsan.
" Hmm.. "
Akhsan dan Kairi keluar dari sana tujuan mereka yang sama membuat mereka lebih memilih untuk jalan bersama.Akhsan membuka pintu dan Kairi keluar lebih dulu lalu Akhsan.
" Kairi,,!! pekik Nara yang ternyata juga sedang berjalan lewat sana.
Kairi begitu gugup menatap Akhsan sejenak namun Akhsan sepertinya tak merasakan apapun yang di rasakan oleh Kairi karena Akhsan lebih tenang dan tak takut apapun
" Nara, kamu ngapain kesini? tanya Kairi basa-basi.
" seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu dari ruangan pak Akhsan. apa jangan-jangan ada sesuatu ya, yang kamu sembunyikan dari ku. " tanya Nara penuh selidik.
" kita memang ada...
" aku hanya mau bertanya tugas dari Pak Akhsan saja kok, Nara. Kan aku beberapa hari nggak masuk. " jawab Kairi yang menghentikan kata-kata Akhsan yang sebenarnya mau berkata jujur pada Nara kalau mereka memang ada apa-apa.
Nara mengangguk lega. Kekhawatiran nya ternyata tak beralasan, Kairi dan Akhsan tak ada apapun jadi dia bisa tenang untuk mendekati Akhsan dan mendapatkan hatinya.
"kenapa kamu nggak jujur Kairi, aku takut Nara akan memanfaatkan semua itu. Seandainya dia tau kan mungkin dia lebih bisa berjaga jarak dari ku. ishh kau ini Kairi, " batin Akhsan.
" maaf kan aku Mas, Aku belum siap untuk mengatakan semua ini pada Nara. tapi jika udah waktunya aku akan mengatakan sendiri pada Nara. Nara adalah sahabat ku dia pasti akan mengerti kan. "
Nara dan Kairi berjalan duluan dan di ikuti Akhsan di belakang mereka. Seharusnya Kairi lebih baik jujur dengan Nara sebelum cinta Nara semakin besar pada Akhsan dan mungkin persahabatan mereka akan tetap bisa berlanjut. Namun jika semua yang di pikirkan Akhsan terjadi mungkin persahabatan mereka berdua akan hancur hanya karena memperebutkan Akhsan saja.
Tawa dan celotehan lucu Kairi dan Nara keluarkan, mereka berdua memang sahabat yang erat meskipun di hati mereka ada cinta untuk laki-laki yang sama. meski mereka juga sudah tau namun mereka tetap saja bisa bersahabat dengan baik.
" semoga persahabatan kalian akan selalu langgeng Kairi dan Nara, kalian berdua adalah wanita yang baik jangan sampai persahabatan kalian hancur di masa depan. " batin Akhsan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1