Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
113.Gula kapas


__ADS_3

Wajah-wajah lelah terlihat begitu sangat jelas di wajah Akhsan juga Ikhsan. keduanya turun dari mobil dengan langkah gontai tak semangat pastinya.


Lagi-lagi mereka gagal dan belum bisa menemukan Aisyah maupun shelvia yang mereka yakini benar-benar masih hidup sekarang.


" Assalamu'alaikum," sapanya lesu masuk ke pendopo nya dan langsung duduk di sofa dengan tak semangat.


" Wa'alaikumsalam,, " Kairi dan Fatma keluar dari persembunyian mereka, mendekati suami masing-masing dan mencium punggung tangan keduanya.


Fatma dan Kairi duduk di sebelah suami masing-masing menatap wajah nya dan langsung paham. " belum ketemu juga Mas? tanya Kairi dan Akhsan hanya bisa mengangguk.


" bener-bener kedua anak itu bikin semua orang kalang kabut karena terus mencari mereka, gara-gara mereka juga aku di marahin tadi sama Rico di sekolah " sungut Fatma.


Ketiganya langsung menoleh kearah Fatma yang terlihat menekuk wajah nya karena kesal. apalagi Ikhsan matanya langsung terbelalak mendengar istri cang ci men nya di marahi orang. " bilang apa dia? " tanya Ikhsan penasaran.


" hehehe,,, lebih tepatnya protes karena tingkah Aisyah sih. " meringis Fatma " oh ya Mas, aku saranin ya, Mas lebih baik minta tolong sama Rico, aku yakin dia sebenarnya tau di mana Aisyah dan Shelvia" usul Fatma.


" maksudmu?


" Udah lah Mas, percaya deh sama Fatma." ucap Fatma yakin. Rico mempunyai keahlian yang tidak dimiliki orang sembarangan orang tak menutup kemungkinan dia juga tau kan dimana keberadaan Aisyah dan Shelvia juga.


" akan Mas pertimbangkan" jawab Ikhsan seraya berfikir, bagaimana bisa Fatma seyakin itu pada Rico? tapi emang benar sih Rico adalah orang pertama yang melihat mereka berdua dan juga Rico yang selalu bertemu mereka meskipun tanpa sengaja.


" Hmm., " terlihat Kairi menjauhkan hidungnya saat mencium aroma tak sedap dari keringat Akhsan bahkan Kairi juga memundurkan posisi duduk nya " Mas bau banget sih, mandi dulu gih! " Kairi menutup hidungnya tak tahan


" Bau,,? beo ketiga nya berbunyi.


Tiga pasang mata langsung menatap Kairi yang masih enggan untuk membuka hidungnya dan jangan lupakan jarak nya dengan Akhsan yang semula menempel sekarang terlihat sangat jauh membuat mereka bertiga mengernyit bingung.


" emang aku bau?" Tanya Akhsan pada dirinya sendiri dan mengendus tubuh nya dengan mengangkat kedua tangan nya juga" biasa aja?" imbuhnya, mungkin memang sedikit bau karena keringat tapi parfum yang Akhsan gunakan masih bisa menutupi bau di badannya sih.


"hidung kamu pasti salah deh" Akhsan memajukan duduknya dan mendekati Kairi, mengangkat lagi tangan nya dan meminta Kairi untuk mengulangi mencium aroma tubuh nya


" coba ulangi lagi! masih wangi kok"


" Mas!! " Kairi lebih menjauh dari Akhsan dan pindah duduk di sofa yang lain. " Mas mandi dulu! Mas bau banget Kairi nggak kuat mau muntah nih" keluh Kairi.


Akhsan cengo, menatap Kairi, Fatma dan Ikhsan bergantian. Iya kali dia bau badan hingga masuk ke hidung orang lain? apa lagi Kairi? dia yang tak pernah memprotes apapun dari Akhsan sekarang malah menjadi orang pertama yang membuat Akhsan seperti orang yang begitu jorok.


" Coba hidung ku waras tidak " Ikhsan maju dan mengendus tubuh Akhsan dengan tiba-tiba " Hahaha,,!! Kak Kairi bener, Abang Akhsan bau. Bukan hanya bau badan melainkan bau air comberan, hahaha,,!! ledek Ikhsan iseng.


Akhsan melotot terang. Ikhsan benar-benar keterlaluan karena mengejeknya jelas-jelas dia tak sebau itu, " Seperti nya kamu butuh ke rumah sakit deh, Ikhsan." sinis Akhsan.


" Rumah sakit tidak ada yang mau menerima ku Bang," jawab Ikhsan enteng lalu beralih menatap Fatma,merangkul Fatma dan mengajak nya untuk beranjak dan pergi ke kamar nya" kamar yuk Fatma, kamu harus mandiin aku biar wangi " gurau nya.


Giliran Fatma yang melotot. mandiin Ikhsan? astaga,, kayak mandiin bayi tua dong. Fatma geram dan reflek mencubit perut Ikhsan dan membuat nya meringis. " Ihh..!!


" Aw aw..!! kenapa kau menganiaya ku? aku kan hanya ingin kamu mandiin aku dan aku jadi wangi. aku kan nggak mau juga nanti kamu bilang aku bau bisa luntur ketampanan seorang Ikhsan. "


" masih mau lagi, iya?" tantang Fatma, seketika membuat Ikhsan terdiam dan menunduk dengan wajah masam. " udah gede juga " imbuhnya.


" hiks hiks hiks,, atma jahat,, " rengek Ikhsan menirukan anak kecil yang sedang merajuk.


" jangan mudah tertipu Fatma! palingan dia hanya mau merepotkan mu saja. seharusnya jangan hanya di cubit, sekalian kamu lipat dan di kurung di almari, beres dah tuh. " sinis Akhsan.


Ikhsan kembali menoleh, melirik Akhsan yang terlihat tersenyum kecil dengan menundukkan wajah nya. " emang aku baju apa! kesal Ikhsan dan kembali mengeratkan rangkulan nya pada Fatma. " yuk Sayang ku Fatma, mandiin aku ya" ucapnya dan bergegas jalan menuju kamar nya.


" Dasar nggak waras! " tak habis pikir Akhsan dengan tingkah kembarannya yang mulai kumat.


Akhsan melirik ke Kairi yang masih setia menutup hidungnya. " Kairi, apa aku beneran bau? tanyanya lesu dan Kairi mengangguk cepat. " bagaimana kalau kamu aja yang mandiin aku? kan kalau perempuan yang mandiin kan bersih " ucap Akhsan meniru Ikhsan barusan yang merengek pada istri nya.


" Jangan ikut-ikutan Bang!! cari cara sendiri dong, nggak modal banget,,!! teriak Ikhsan dari kamar nya dan menyembulkan wajahnya di pintu yang terbuka sedikit.


Akhsan kesal, melotot ke arah Ikhsan yang kembali meledek nya. " awas kau ya,!! " Akhsan hanya mampu membatin kembaran nya.


" ya sudah, Mas mandi sendiri. " Akhsan beranjak " Hm? tolong buatin minuman hangat ya, aku takut membeku nanti"

__ADS_1


" Hmm " Kairi hanya berdehem saja dan segera pergi ke dapur karena sudah tak tahan dengan bau Akhsan.


" apakah aku sebau itu?" lagi-lagi Akhsan hanya bisa kebingungan. " udahlah mandi yang bersih dan menunggu minuman hangat yang Kairi buatkan " Akhsan pun pergi seorang diri ke kamar untuk bersih-bersih menghilangkan bau yang Kairi katakan entah bau apa yang Kairi maksud.


🌾🌾🌾🌾🌾


Gemuruh wahana di pasar malam begitu memadati telinga siapa pun yang datang, namun tak menjadi masalah semua itu terbayar dengan kemeriahan di dalamnya.


Aisyah dan Shelvia begitu senang berlarian masuk dengan bergandengan tangan dan jangan lupakan Aisyah yang selalu teriak heboh dan terus menarik Shelvia.


" Putri,!! pelan dong,! teriak Shelvia.


" Kak lihatlah, itu sangat indah! teriak Aisyah antusias menunjuk bianglala yang menjulang tinggi dan terus berputar.


Sementara yang mengajak mereka berdua hanya tersenyum dan berjalan di belakang mereka berdua siapa lagi kalau bukan Farel.


" Kak!! lihatlah ada gula Kapas!! Aisyah menunjuk yang tergantung di dekat penjual nya begitu warna-warni membuat Aisyah langsung tertarik dan langsung berlari mendekatinya.


" Aisyah,!! " teriak Shelvia, sedetik kemudian dia tersadar " putri,!! ..!! teriak nya dan berlari mengejar Aisyah " astaghfirullah aku keceplosan semoga saja kak Farel tidak menyadarinya lagian dia juga sedang fokus pada hal lain"


Dugaan Shelvia salah, meskipun Farel tidak melihat nya namun dia dapat mendengar semuanya. " Aisyah, Shelvia,, sampai kapan kau akan berbohong. tapi tidak! kalian harus mengatakan nya padaku dan mengatakan semua tujuan kalian " gumam Farel.


Farel berjalan terus mengejar Aisyah dan Shelvia yang sudah antri di depan penjual gula kapas atau gulali.


" Kak Farel mau juga!? tanya Aisyah dan sedikit teriak juga.


" Tidak! " tolak Farel.


" baiklah "


Mereka bertiga duduk di bangku yang kosong dengan Aisyah dan Shelvia menikmati gula kapas sedangkan Farel hanya melihat keduanya saja.


" Kak Farel mau juga? " Aisyah menyodorkan secuil gula kapas yang ada di tangannya ke depan mulut Farel, Aisyah duduk di tengah-tengah Farel dan Shelvia jadi Aisyah lebih mudah menjangkau Farel meskipun mereka tetap berjarak sih.


" Ayo lah Kak, ini manis " rayu Aisyah " Akk!! mulut Aisyah menganga lebar menuntun Farel untuk membuka mulut nya.


"tidak putri" tolak Farel sekali lagi. dan mengubah wajah Aisyah menjadi malas " akk" Pasrah Farel dan membuka mulutnya.


Aisyah kembali tersenyum memasukkan gula kapas ke mulut Farel, " enak? tanyanya dan Farel mengangguk.


" Putri,, apa yang kamu lakukan? main suap-suap orang!! dia laki-laki loh? apa kamu udah mulai pikun? kesal Shelvia. "ingat Aisyah, siapa orang tuamu, kau akan membuat nya malu, ishh kau ini. " gerutu Shelvia membatin.


" Hehehe,, iya kak maaf. keasyikan soalnya "jawab Aisyah.


Shelvia menggeleng dan kembali menyantap gula kapas nya sementara Aisyah pun sama setelah melirik Farel sebentar.


" Aisyah, shelvia. sebenarnya apa tujuan kalian sebenarnya masuk ke rumah abang Marco? tanya Farel.


uhuk.. uhuk..


Aisyah dan Shelvia tersedak gula kapas dan keduanya pun langsung menutup mulutnya beberapa detik kemudian mereka menatap Farel yang santai namun tengah meminta penjelasan dari keduanya.


" apa tujuan kalian sebenarnya? aku tau kalian itu siapa? kalian cucu dari Oma putri kan? dan kalian juga adik abang akhsan dan Ikhsan kan? jelas Farel.


Aisyah dan Shelvia celingukan, dari mana Farel bisa tau kebenaran mereka berdua?


" katakan saja. aku tidak akan marah. tapi kalau kalian datang hanya untuk berbuat kejahatan aku sendiri yang akan usir kalian, dan akan mengatakan pada Abang Marco kalau kalian sebenarnya masih hidup. "


" jangan jangan,,! teriak keduanya bersamaan.


" baiklah kami akan cerita, tapi jangan bilang sama abang jelek ya. dan jangan kasih tau abang kembar juga. " ucap Aisyah yang memberikan syarat.


" Hm? tergantung. "


" sebenarnya...

__ADS_1


......


......


Aisyah dan Shelvia menceritakan semua tujuannya pada Farel dan kenapa mereka harus pura-pura telah tiada dan harus masuk ka rumah Marco itu semua tidak hanya sekedar untuk main-main ada tujuan tertentu pastinya.


" Apa aku bisa mempercayai nya? " tanya Farel ragu.


" Ya Allah Kak, suwer deh " Shelvia mengangkat jarinya dan membentuk huruf V bahwa mereka berdua benar-benar bertujuan baik.


" baik lah. untuk sementara aku percaya " jawab Farel.


" Aisyah ke toilet bentar ya Kak, kebelet nih" pamit Aisyah dan segera berlari karena sudah tidak tahan.


" apa perlu aku temenin.!! teriak Shelvia.


" nggak usah!! jawab Aisyah sembari berlari.


Aisyah terus berlari menuju toilet, keadaan perut nya tak dapat di ajak kompromi padahal Aisyah ingin sekali naik wahana yang selalu tadi dia lihat apa lagi kalau bukan biang lala.


Lega rasanya setelah keluar dari toilet rasanya sungguh plong. " Alhamdulillah.. "'ucapnya penuh syukur.


Baru saja Aisyah ingin kembali ke tempat Farel dan Shelvia , tiba-tiba lengan nya di tarik oleh seseorang " ehh.!! lepasin,!! teriak Aisyah berusaha berontak.


" diam! dan ikut saja nggak usah banyak protes, ngerti kan!! bentak orang itu dan mulai menarik Aisyah pergi.


" lepasin,,!! kamu pasti salah orang, lepas,!! teriak Aisyah.


" Diam!! pria itu. mengangkat jari telunjuk nya dan menunjuk pas di wajah Aisyah membuat nya langsung kicep. " jadilah anak yang baik, aku hanya mau bertanya padamu, tapi tidak di sini " ucapnya


" tapi jangan pegangan juga kan!


" Diam,!! apa kamu kira aku bodoh,? tidak! aku tau setelah aku lepaskan kamu kamu akan kabur..


🌾🌾🌾🌾🌾


" Shelvia, apa kamu tidak kasihan dengan orang tuamu? sampai kapan kalian akan membuat mereka sedih dan mengira kalian berdua sudah tiada? tanya Farel..


" tergantung lah Kak, tergantung sampai kapan misi ini akan berhasil. "


" kalau tidak berhasil?


" kan ada Kak Farel juga kan yang akan membantu ku dan Aisyah. " yakin Shelvia.


Farel mengangguk mungkin memang benar kata Shelvia, Farel juga harus membantu misi mereka berdua dan secepatnya mengubah Marco kembali seperti dulu lagi dan menghancurkan kebencian yang ada di hati Marco.


Lima belas menit berlalu namun Aisyah belum juga kembali. " mana tuh anak, hanya ke toilet aja lama sekali? ucap Shelvia yang sudah mulai tak sabar.


" kita susul aja ke sana siapa tau dia ada masalah " ucap Farel yang sama-sama khawatir nya.


Farel dan Shelvia beranjak dan bergegas menyusul Aisyah.


" dimana dia? " bingung Shelvia setelah sampai di toilet dan memeriksa di dalam nya tapi Aisyah sama sekali tidak ada.


" gimana? ada tidak? " tanya Farel yang menunggu di luar.


Shelvia menggeleng " tidak ada" jawab nya." kita berpencar aja Kak untuk mencari Aisyah, nanti hubungi Shelvia kalau udah dapat, mana ponsel Aisyah juga nggak bisa di hubungi lagi"


" oke, kita berpencar "'


Keduanya berlari berbeda arah mencari-cari keberadaan Aisyah yang entah ada di mana sekarang.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2