
Kairi begitu kebingungan mencari pekerjaan, sudah beberapa tempat dia datangi namun satu pun tak ada yang membutuhkan pegawai baru.
dengan terus mondar-mandir kesana kemari Kairi terus melangkahkan kakinya. setapak demi setapak dia harus terus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan
" mbak Kairi ya..!! ucap Ardi yang sengaja dia buat berpapasan dengan Kairi.
" iya tuan, " jawab Kairi.
" mbak Kairi kenapa disini, bukannya mbak Kairi seharusnya sekarang bekerja di toko bunga ya." tanya Ardi basa-basi.
" hemm..? saya.. saya sudah tidak bekerja lagi di sana tuan dan sekarang saya sedang mencari pekerjaan baru, tapi udah keliling-keliling belum juga saya mendapatkan pekerjaan. " terang Kairi.
" Hhmm..? oh iya di tempat saya bekerja ada lowongan mbak menjadi OB apa mbak Kairi mau. " tawar Ardi
" mau tuan, kerja apapun yang penting halal tidak masalah. " jawab Kairi antusias.
" baiklah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang ikut saya, "
" tunggu tuan.!
" Yah, kenapa.?
" tapi saya tidak bisa bekerja seharian full, saya masih ada kuliah di jam siang. " terang Fatma
" oh itu,, seperti nya nggak masalah, mari. " ajak Ardi
dengan mengendarai mobil Ardi membawa Kairi ke perusahaan Akhsan, ya karena Kairi akan bekerja di sana sesuai dengan keinginan dari Akhsan sendiri.
" bukannya ini perusahaan, AIS Grup ya tuan. " tanya Kairi setelah turun dari mobil dan melihat gedung yang menjulang tinggi.
Ardi tersenyum melihat wajah yang penuh kekaguman dari Kairi. " imut sekali. " gumam Ardi
" tuan mengatakan sesuatu.? tanya Kairi karena samar-samar dia mendengar Ardi mengatakan sesuatu namun tidak jelas di telinga nya.
" tidak, mari masuk Mbak. " ajak Ardi dan mendahului Kairi berjalan masuk.
mata yang penuh dengan kekaguman begitu tak ada hentinya dari Kairi, matanya terus menggerilya semua penjuru yang bisa di jangkau oleh matanya.
" perusahaan yang sangat besar. " gumam Kairi.
setelah mengurus segalanya Kairi bisa bekerja hari itu juga, dan sesuai kesepakatan Kairi akan bekerja dari pagi hingga siang, dan siang sampai sore dia akan kuliah, dan setelah kuliah dia akan kembali lagi ke sana hingga maghrib tiba. dan tentunya dengan gaji yang jauh lebih banyak dari gaji di Toko bunga, yaitu tiga kali lipat nya dari sana.
dengan seragam khusus OB yang berwarna biru Kairi mengantarkan minum kesemua para karyawan. dengan begitu hati-hati Kairi memberikan minum itu dan berharap tak melakukan kesalahan sedikit pun yang akan membuat dia malu.
" ini mbak minum nya" ucap Kairi saat berada di meja Sukma.
Sukma menoleh, dia sangat terpukau dengan wajah yang dimiliki Kairi seandainya dia laki-laki mungkin dia akan jatuh cinta pada pandangan pertama.
" mbak baru ya. " tanya Sukma.
" iya mbak, saya baru hari ini bekerja. " jawab Kairi sopan.
" pantesan saya belum pernah melihat kamu. oh ya, saya Sukma, kamu.?
" saya Kairi mbak, ini minum nya," ucap Kairi.
" makasih Kairi.
" iya mbak sama-sama. " jawab Kairi.
Kairi kembali ke dapur kantor dan sudah di tunggu yang lain di sana.
" Kairi,!
" ya..
" kata pak Ardi kamu di minta untuk mengantarkan kopi ini ke ruang CEO. "
" tapi mas.. " jawab Kairi ragu.
" sudah sana cepat, kalau tidak kamu bisa di pecat hari ini juga, mau.?
" tidak tidak..!! baik saya akan mengantarkan nya ke sana sekarang. ", jawab Kairi.
dengan langkah ragu Kairi membawa nampan berisikan gelas berisi kopi untuk Akhsan. Kairi benar-benar gugup dan takut, ini adalah pertama kali dia akan berhadapan langsung dengan CEO. meskipun semua mengatakan CEO nya baik namun Kairi tetap merasa takut.
" tok... tok... tok...
" Assalamu'alaikum.. " sapa Kairi
" Wa'alaikumsalam. " jawab Akhsan.
Taraaaa..!!
sebuah kejutan yang di berikan oleh Ardi hari ini, dia belum mengatakan pada Akhsan bahwa Kairi sudah bekerja di perusahaan nya, dan sekarang langsung di suguhkan wajah cantik Kairi yang sangat gugup dan memucat karena takut.
" kurang ajar kamu Ardi, kau benar-benar mau membuat aku jantungan." masuk. " ucap Akhsan di buat se normal mungkin.
" Ba- baik tuan " jawab Kairi menunduk takut sembari berjalan menghampiri meja Akhsan.
" i-ini kopi pesanan tuan. "
__ADS_1
" makasih,, taruh saja di sana. " ucap Akhsan dan menunjukkan meja di depan sofa untuk Kairi menaruh gelas kopi nya Akhsan. sedangkan Akhsan kembali sibuk dengan laptopnya, dan sebenarnya itu sebagai cara Akhsan menghilangkan rasa gugup nya.
" saya permisi tuan. " ucap Kairi setelah menaruh kopi untuk Akhsan.
" Hmm... " jawab Akhsan singkat.
" Fuhhh...!! Akhsan mengeluarkan nafas panjang setelah kepergian Kairi . jantung nya tak henti-hentinya berdisko di dalam sana.
" awas kau Ardi, kau telah membuat jantung ku bekerja lebih cepat, awas kau. " gumam Akhsan.
" haciihh.
" Eitss seperti nya aku sedang terkena flu. " ucap Ardi dari seberang.
πΎπΎπΎπΎπΎ
" Santi..!!!
hadir pak.
" Rico..!!
" Hadir
" Mirna..!!
"'hadir juga..
.....
....
...
" Fatma Amelia..!!
" tidak hadir lagi Pak. " jawab Mirna
" tidak hadir.?
" iya Pak. mungkin dia lagi ada urusan keluarga Pak. " teriak Rico.
" boleh saya minta alamat rumah nya. "
" buat apa Pak, mau ngapelin miss Fatma. " gurau Santi.
" sudah jangan banyak tanya, cepat berikan.. " pinta Ikhsan
dengan segera Santi menulis alamat Fatma dan memberikan nya pada Ikhsan. bagaimana tidak khawatir, sudah tiga hari Fatma tak berangkat sekolah sejak terakhir dia memberikan coklat kepingan itu pada Ikhsan.
" maksudnya.?
" ya jadian mungkin.!! hahaha..!! gurau Rico.
" berisik, cepat buka paket nya halaman 56 dan kerjakan sekarang juga, satu jam harus sudah ada di meja saya, jelas.!
" jelas pak..!! jawab semuanya serentak.
dengan terus membuka buku Ikhsan terus memikirkan Fatma, entah apa yang terjadi namun semua itu membuat Ikhsan kehilangan fokus nya.
" sial..
ya mungkin sesial itu juga Fatma yang terus berbaring lemas di atas kasur lipat nya. sudah tiga hari ini dia terus di rumah dan hanya tiduran dan tak melakukan apapun.
kakinya masih sangat sakit untuk berjalan sedangkan luka di tangan nya pun juga belum kering. dan itu semua karena tabrakan itu.
" sampai kapan aku akan terus tidur seperti ini, bagaimana aku akan makan kalau terus tidur dan tak melakukan apapun, dagangan ku bisa habis aku makan kalau aku tak kunjung sembuh. " gumam Fatma
" sudah lah nikmati saja apa yang ada saat ini, jika aku harus terus tidur kenapa aku harus mengeluh, mungkin sakit ini sebagai pengurangan dosa yang telah singgah di dalam diri ku. " gumam Fatma lagi
Fatma benar-benar tak mau ambil pusing dengan keadaan nya sekarang. meskipun dia ada rasa takut untuk kedepannya setelah sembuh namun biarkan semua itu berjalan sebagaimana semestinya.
jika memang tak lagi bisa berjualan ya biarkan saja mungkin semua itu sudah menjadi nasib nya. dan dia harus kembali dengan tukang mulung seperti sebelumnya.
hingga jam dua siang Fatma tak melakukan apapun dia hanya terus berbaring, dan dia bangun dari tidurnya saat dia menjalankan sholat dzuhur tadi.
tak jauh dari rumah Fatma, Ikhsan terus mondar-mandir mencari alamat yang di berikan oleh Santi padanya. Ikhsan benar-benar bingung, di sana hanya ada satu rumah dan satu gubuk kecil yang tak layak untuk di tempati bahkan Ikhsan mengira bahwa gubuk itu mungkin salah satu dari kandang milik warga di sana.
tok.. tok.. tok...
" Assalamu'alaikum..! sapa Ikhsan.
Ikhsan mengetuk pintu di rumah sebelah Fatma tinggal dan seperti nya Ikhsan benar-benar mengira itu adalah rumah Fatma karena itu sesuai dengan alamat yang di berikan.
" Wa'alaikumsalam.. " jawab Seorang sembari membuka pintu " maaf Anda siapa ya, dan cari siapa "
" perkenalkan, nama saya Ikhsan bu, saya mau mencari Fatma, apa Fatma ada. " tanya Ikhsan.
" oh Dek Fatma, sepertinya dia ada di rumah, mari saya antar kan. " ajak ibu itu dan mendahului jalan untuk menunjukkan di mana rumah Fatma yang Ikhsan cari.
"jadi ini bukan rumah Fatma, kirain ini rumah Fatma dan itu ibunya, ternyata aku salah " batin Ikhsan.
__ADS_1
" loh kenapa kesini, ini kan kandang bukan rumah.? batin Ikhsan semakin bingung melihat ibu itu mengajak Ikhsan untuk ke rumah yang ia kira sebuah kandang.
" ini tempat tinggal dek Fatma, nak.silahkan masuk maaf saya harus segera kembali karena saya sedang memasak takut gosong " ibu itu berlalu pergi setelah sampai
" benarkah ini sebuah rumah, kenapa seperti kandang kambing. " bingung Ikhsan
" Assalamu'alaikum..!! teriak Ikhsan, tak mungkin Ikhsan mengetuk pintu, karena pintu nya hanya terbuat dari kardus saja.
" Wa'alaikumsalam..!! sebentar..!! teriak Fatma dari dalam. Fatma harus buru-buru memakai hijab nya sebelum dia keluar
" itu kan suara Fatma, jadi gubuk ini..?? ini tempat tinggal Fatma..Ya Allah... "
" Wa'alaikum-salam.. " jawab Fatma tersendat saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumah nya dengan tatapan iba." pak Ikhsan.!!
" Fatma. beneran kamu tinggal di sini.? tanya Ikhsan
" i-iya pak. " jawab Fatma malu
bagaimana tidak Ikhsan adalah guru pertama yang mengetahui betapa buruknya keadaan tempat tinggal Fatma.
" Astaghfirullah Fatma, kenapa kamu tidak pernah cerita, " ucap Ikhsan
" maaf Pak, tapi saya rasa itu tidak pantas, lagian saya juga tidak mau hidup menanggung hutang budi dengan orang lain. " jawab Fatma.
" tapi Fatma, apa kamu baik-baik saja tinggal di tempat seperti ini. "
" saya pasti baik-baik saja Pak, ada Allah yang selalu memastikan aku selalu baik-baik saja " jawab Fatma ngilu.
" boleh saya masuk. " tanya Ikhsan
belum juga mendapatkan jawaban dari Fatma, Ikhsan sudah masuk begitu saja di gubuk Fatma.
mata Ikhsan benar-benar tak mampu menahan gejolak air mata yang mau keluar, dia benar-benar kasian melihat keadaan di dalam rumah Fatma.
kasur yang baru saja Fatma tempati tadi dan masih terasa panas karena tubuh Fatma, mata Ikhsan tak henti-hentinya melihat betapa dan betapa keadaan rumah Fatma.
Ikhsan terduduk lesu di kasur Fatma dia benar-benar sedih melihat semua itu, terkadang dia tidak bersyukur dengan apa yang ia dapatkan saat ini, tempat tinggal yang nyaman, kasih sayang dari semua orang dan sekarang kekayaan yang benar-benar dia miliki, itu terkadang masih terasa kurang buat Ikhsan.
tapi saat melihat ini, bagaimana bisa gadis ini hidup dalam rumah seperti ini, rumah yang benar-benar tak layak untuk di tempati bahkan tak pantas di sebut dengan rumah.
menyesal rasanya Ikhsan dulu pernah meminta uang Fatma yang hanya sepuluh ribu saja baginya, tapi tidak bagi gadis ini, sepuluh ribu itu sangat sangat berharga untuk hidupnya.
" bagaimana kamu bisa hidup dalam keadaan seperti ini Fatma." ucap Ikhsan pelan
" nih pak minun dulu, tapi maaf Fatma hanya punya air putih saja dan tak punya apapun lagi untuk di makan " ucap Fatma yang menyuguhkan air putih menggunakan gelas berbahan plastik.
Fatma dan Ikhsan duduk berdampingan namun tetap dengan jarak yang lumayan, Fatma di ujung kasur dan Ikhsan pun sama di ujung kasur.
Ikhsan mengusap wajah nya kasar dia benar-benar tak habis pikir di jaman sekarang masih ada orang yang tinggal di tempat seperti ini. dan yang paling Ikhsan tak habis pikir orang itu adalah murid nya sendiri.
tak ada yang menyangka bahwa hidup Fatma se menyedihkan ini karena kecerian dan kebahagiaan yang selalu dia perlihatkan di sekolah tak menandakan bahwa Fatma mempunyai beban hidup yang begitu besar.
" apa kamu sudah makan. " tanya Ikhsan.
sedangkan Fatma hanya menggeleng, ya sejak kejadian itu Fatma tak bisa keluar jadi dia hanya makan roti saja menghabiskan roti yang seharusnya di jual.
" apa kamu mau makan.? tanya Ikhsan
Lagi-lagi Fatma menggeleng.
" kenapa.?
" Fatma tidak punya uang, pak. " jawab Fatma tertunduk lesu.
hati Ikhsan benar-benar terasa teriris melihat begitu banyak bungkus roti seribuan yang masih tergeletak di dekat galon, mungkin selama tiga hari ini gadis ini hanya memakan roti itu saja, pikir Ikhsan.
" ya sudah, sekarang kamu mau makan apa.? tanya Ikhsan
" tidak usah pak, Fatma masih kenyang kok. " tolak fatma.
" kenyang.? makan apa.?
" Hhmm.. minum air putih. "
" astaga, apa dia bisa kenyang hanya dengan air putih saja, " batin Ikhsan
" mana mungkin kamu bisa kenyang hanya dengan minum saja ayo, kita cari makan di luar."
" tapi pak..!
ucap Fatma, dia benar-benar bingung mau Terima tawaran Ikhsan atau tidak, tapi perut ya benar-benar membutuhkan asupan makanan sekarang,.
terus mengawasi keadaan rumah Fatma sampai Ikhsan tak menyadari keadaan si tuan rumah nya sendiri, Fatma yang begitu kesusahan untuk bangun dengan semua luka yang ada di kaki dan tangan nya membuat Fatma sedikit kesulitan untuk berjalan mengejar Ikhsan.
Ikhsan berbalik dan menatap Fatma, dia pun lagi-lagi terkejut dengan keadaan Fatma, Ikhsan benar-benar merutuki dirinya sendiri yang tak memperlihatkan keadaan Fatma saat ini.
dengan perlahan-lahan akhirnya Fatma sampai di mobil Ikhsan, Ikhsan pun langsung membukakan nya dan segera mengajak Fatma untuk mencari makan.
πΊπΊπΊπΊπΊ
πππππππ
__ADS_1
dukung Fatma ya. berikan semangat untuk nya.
πππππ