Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
112.Harus tau


__ADS_3

Tok tok tok...


Pintu di ketuk begitu keras untuk membuat si empu rumah mendengar nya. " Assalamu'alaikum,,!! teriak Ikhsan sembari tangan nya kembali mengetuk pintu dengan tak sabaran.


" Assalamu'alaikum,,!! sambung Akhsan juga, membantu Ikhsan untuk membuat pemilik rumah untuk bisa secepatnya keluar.


Akhsan juga Ikhsan sudah sangat yak sabar ingin bertemu dengan adik kandung bya dan juga adik sepupu nya yang sudah hampir satu tiga minggu tak pulang dan bahkan yang lain percaya kalau keduanya tak akan pernah pulang karena sudah berpulang ke pangkuan sang Illahi.


" Assalamu'alaikum,,! teriak nya lagi dan lagi. namun tak mereka lihat ada tanda-tanda akan ada yang keluar dari rumah itu. Hanya suara tawa orang yang begitu banyak di dalam.


" Bang, seperti nya mereka tidak dengar deh" Ikhsan menatap Akhsan dengan lesu, sudah beberapa kali dia teriak menyerukan salam namun tak ada satupun yang keluar, lagian biasanya rumah Marco itu selalu ramai dengan pengawal yang berjaga di setiap sudut namun hari ini sungguh tidak biasa.


Akhsan juga sangat bingung tak mungkin mereka akan masuk begitu saja meskipun pintu nya tak terkunci. Mereka juga punya etika yang baik untuk bertamu kan?


Tok tok tok....


" Assalamu'alaikum,,!! teriak Akhsan sekali lagi berharap ada yang keluar menyambut kedatangan nya.


Mobil Sport merah, berhenti di depan rumah itu membunyikan klakson dengan sangat keras saat sang pengemudi melihat ada Akhsan juga Ikhsan di depan rumah nya.


Keduanya terjengkit kaget reflek membalikkan badan dan memandang Sang tuan rumah yang sudah memberikan tatapan tak mengenakan untuk mereka berdua" gimana nih Bang? bingung Ikhsan.


Akhsan hanya menoleh sebentar ke arah Ikhsan dan kembali lagi ke arah Marco yang sudah turun dari mobil dan berjalan mendekati mereka berdua seperti orang yang ingin melahap mereka berdua hidup-hidup.


Mata Marco menatap bengis keduanya, jari jemarinya terkepal sempurna dengan langkah cepat.


"Apa yang kalian lakukan disini! " sungut Marco, hatinya lagi-lagi di kuasai dengan amarahnya yang sempat layu dari hatinya namun sekarang kembali tumbuh subur " pergi kalian dari rumah saya,!! imbuh Marco mengusir mereka berdua dengan begitu sadis.


" maaf Marco, kami hanya mau bicara sebentar dengan mu" ucap Akhsan sabar.


" Pergi!! bentak Marco tangan nya menuding ke arah pintu masuk komplek yang terlihat sangat jelas di matanya. " Pergi saya bilang, Pergi,,!!


" Tapi Marco, kami hanya....


" pergi,,!! teriak nya lagi menghentikan kata-kata Ikhsan yang dia keluarkan dan penuh harap untuk dia bisa bertanya pada Marco, tapi semua itu tak akan mudah karena Marco yak akan membiarkan itu semuanya.


" Marco, kami hanya mau bertanya padamu! please, beri kami kesempatan! kekeuh Ikhsan dengan nada bicara yang kian meninggi.


Amarah Marco semakin menggebu-gebu memadati hatinya, jangan kan untuk bicara dengan keturunan Rayyan itu. sekedar melihat nya saja Marco tak sudi. " pergi,!! teriak nya.


Akhsan juga Ikhsan belum juga beranjak dari tempat nya, mereka masih menginginkan untuk bisa bertanya langsung dengan Marco apakah Kedua adiknya yang mereka cari ada di sana atau tidak.


" saya mohon Marco, berikan kamu kesempatan"'ucap Akhsan yang masih terus berharap.


" pengawal!! pengawal!!! teriak Marco dengan sangat keras, dan seketika beberapa pengawal muncul dari arah sampai rumah " usir mereka berdua! dan pastikan jangan sampai mereka menginjakkan kakinya di sini lagi, paham.!! perintah Marco.


" Baik tuan " jawab anak buah nya patuh.


Tangan Akhsan juga Ikhsan langsung di pegang oleh orang suruhan Marco dan langsung di paksa untuk keluar dari komplek tersebut.


" Marco!! kami hanya mau bertanya, Marco!! teriak Ikhsan.

__ADS_1


" kami mohon Marco!! saut Akhsan menambahi namun tak di indahkan oleh Marco yang masih terbawa emosi.


Akhsan dan Ikhsan bisa saja melawan semuanya tapi tidak akan mereka lakukan karena mereka cukup tau mereka ada di lingkungan siapa, jika mereka berdua gegabah bisa jadi mereka sendiri yang akan terkena imbas nya dan tentunya akan berakibat tak baik untuk Aisyah dan Shelvia jika mereka berdua memang ada di sana.


clik...


Pintu terbuka dari dalam menampakkan wajah Farel yang. " Abang baru pulang? tanya Farel namun gak di jawab oleh Farel dan malah berjalan masuk ke rumah bya dengan wajah kesal.


Farel menoleh sebentar ke arah Marco yang sudah semakin jauh, " aneh" ucapnya.


Farel berjalan keluar dari rumah itu. dan langsung melihat Akhsan juga Ikhsan yang masih di paksa keluar oleh orang suruhan Marco " mereka siapa? Farel mengernyit bingung, dan berlari mengejar Akhsan juga Ikhsan. " hentikan!! teriak Farel.


Orang yang jumlahnya empat orang itu menoleh dan melepaskan tangan Akhsan juga Ikhsan setelah melihat siapa yang menghentikan mereka " maaf tuan " ucapnya menyesal.


" Hm " Farel mengangguk" kembalilah, dan jalan kan semua pekerjaan kalian " perintah Farel,


Semua mengangguk dan pergi setelah menunduk hormat pada Farel.


" Maaf, kedua abang ini siapa ya.? kok bisa mereka mengusir kalian berdua? bingung Farel.


" Saya Akhsan, dan dia adalah kembaran saya Ikhsan, " jawab Akhsan memperkenalkan diri.


" Saya Farel " mereka pun berjabat tangan dan saling berkenalan. " Akhsan juga Ikhsan? sepertinya tidak asing? oh iya! Opa sering cerita tentang nama itu" ucap Farel setelah tersadar.


" Opa? " beo kedua nya bersamaan.


" iya, Opa! opa saya maksudnya "


" Opa Joe. " jawab Farel jelas.


Akhsan juga Ikhsan terkejut, berarti pria muda di hadapan nya adalah adiknya Marco yang selama ini hanya mereka dengar saja tampa pernah bertemu?


Akhsan langsung memeluk Farel membuat nya bingung dengan gerakan Akhsan yang tiba-tiba


" Maaf, Abang siapa ya sebenarnya? bingung Farel.


" Akhsan melepaskan pelukan nya dari Farel memegangi bahu Farel dan menatap semua wajah nya penuh haru" apa kamu benar-benar adiknya Marco?" Farel mengangguk " apa kamu benar-benar cucunya Opa Joe,? dan apakah kamu pernah mendengar nama putri yang selalu opa Joe ceritakan? tanya Akhsan dan Farel hanya bisa mengangguk karena semua itu benar.


" Be-berarti kalian,,? Farel pun sama terharunya dan mengambil alih memeluk Akhsan dan Ikhsan di tengah-tengah mereka berdua " Abang Akhsan dan abang Ikhsan " panggil Farel.


Farel melepaskan pelukan nya dan terlihat ada dua tetes air mata nya yang masih melekat di pipi nya, " terus abang kenapa kesini? apa abang Marco membuat kesalahan? tanya Farel bingung.


" Tapi? apa kamu akan menceritakan semua ini pada Abang Marco mu? tanya Ikhsan.


Farel kembali mengernyit, kenapa jika dia cerita dengan Marco apa ada masalah? " emang kenapa Bang?


" kamu tau kan hubungan kami dengan abang mu?


" Tau, terus.?


" kami hanya tidak mau semakin memperburuk keadaan Farel, kami mau Abang mu bisa kembali seperti dulu lagi" jawab Akhsan.

__ADS_1


" saya minta maaf ya Bang atas nama Bang Marco, saya juga menyesali keadaan ini, seandainya saja bisa pasti" Ucap Farel lesu. " terus kenapa Abang kesini? tanya nya lagi.


" Kami sedang mencari adik kami yang pergi dari rumah " ucap Ikhsan tanpa ragu, hatinya mengatakan kalau Farel adalah orang yang baik tidak seperti Abang nya, jadi Ikhsan tak akan keberatan untuk menceritakan semuanya siapa tau Farel mengetahuinya atau bisa membantunya.


" adik? maksudnya? " Farel semakin bingung.


Ikhsan mengeluarkan ponsel nya menyalakan dan membuka galeri memperlihatkan foto Aisyah dan juga Shelvia tentunya. " mereka adalah adik-adik kami " ucap Ikhsan.


Farel mengambil ponsel Ikhsan mengamati dengan sangat jelas


"*bukan kah ini putri dan Via? apa mereka pergi dari rumah karena ada masalah. apa Bang Marco mengetahui nya? tapi kenapa Abang tidak marah? atau jangan-jangan mereka berdua merahasiakan identitas nya pada Abang Marco karena mereka memiliki maksud lain? tapi apa?


" terus, apa aku harus mengatakan pada Abang Akhsan dan Ikhsan kalau mereka ada di rumah,? bagaimana kalau ada sesuatu yang ingin mereka perbuat? lebih baik aku selidiki dulu, kalau mereka memiliki niat jahat biar aku sendiri yat akan membongkar rahasia mereka berdua*. "


" Farel,! panggil Ikhsan dan membuyarkan lamunan Farel akan Aisyah dan Shelvia." kenapa? apa kamu pernah melihat nya, atau mungkin kamu mengenalnya? tanya Ikhsan.


Farel menggeleng ragu" tidak,saya tidak pernah melihat nya " jawab nya bohong "maaf kan aku ya Allah, aku telah berbohong. maaf Bang untuk saat ini aku belum bisa bilang pada Abang"


Ikhsan mengangguk lesu. kalau Farel saja tak pernah melihat nya berarti mereka berdua tidak ada di rumahnya kan.


" nama mereka siapa Bang? biar Farel bantu nyariin "


" namanya Aisyah dan Shelvia " saut Akhsan.


" O" jawab Farel sembari mengangguk pelan " Hm..? Farel boleh minta nomor Abang nggak, setelah Farel melihat mereka Farel biar bisa hubungi kalian "


" baiklah " jawab Akhsan juga Ikhsan bersamaan sembari mengeluarkan dompet dan mengambil kartu nama dari dalam nya " ini kartu nama Abang " ucap Akhsan.


" kamu juga bisa menghubungi Abang " Ikhsan pun juga sama memberikan kartu nama pada Farel.


" makasih Bang " jawab Farel sembari melihat dan membacanya sekilas lalu kembali menatap keduanya bergantian.


" kalau begitu kami pergi dulu, salam buat opa Joe " ucap Akhsan.


Farel mengangguk " iya bang, "


Akhsan juga Ikhsan pun pergi dari sana meninggalkan Farel yang masih berdiri mematung menatap punggung keduanya..


Farel tersenyum saat mereka berdua memberikan senyum perpisahan padanya,


" Assalamu'alaikum,! teriak Akhsan juga Ikhsan.


" Wa'alaikumsalam.. " jawab Farel.


Mobil yang di tumpangi Akhsan juga Ikhsan pun melaju dengan sangat cepat.


"'aku harus tau apa alasan mereka sebenarnya? jika mereka berniat jahat awas aja kalian" gumam Farel.


" untung saja aku libur satu bulan, jadi bisa mengawasi mereka berdua, " Farel melangkah menuju rumah nya, dia harus segera tau apa alasan Aisyah dan Shelvia melakukan itu, dan kenapa juga mereka harus berbohong kalau mereka tak memiliki rumah dan juga keluarga.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2