
" Assalamu'alaikum..!! Oma, Opa..!! teriak Aisyah langkahnya di percepat saat sudah memasuki pendopo dari kedua orang yang ia panggil barusan.
Matanya ditutup rapat, mulutnya meringis tak jelas, wajahnya di sembunyikan di dalam kedua tangannya setelah melihat Oma Opa nya menutup telinga dan menatapnya dengan tajam. Anak ini selalu saja berteriak saat masuk ke sana tak ada rasa takut atau pun sungkan sedikit pun.
Aisyah berjalan mengendap-endap seperti akan mencuri di sana dengan tangan yang masih di wajahnya dan dia biarkan terbuka sedikit untuk dia bisa melihat jalan. Aisyah duduk di sisi sang Oma yang tengah geleng-geleng kepala dengan mata tajam terus menatapnya.
" Oma jangan melihat Aisyah seperti itu hati Aisyah sangat sakit, Oma. " keluh Aisyah lemah." lagian mata Oma nanti bisa copot kalau lama-lama seperti itu. Dan Aisyah nggak mau disalahkan loh ya. " ucapnya dengan polos.
Tasya terasa tengah mengaca pada dirinya sendiri saat dia berhadapan dengan gadis kecil ini.Saat masih kecil dia sama persis tak ada sedikit pun yang menyimpang pada cucunya yang satu ini. Tak ada rasa takut selalu ceplas-ceplos saat bicara selalu banyak ide yang cemerlang dan semua yang ada di sekitarnya harus menurut dengan kehendaknya.
" terus Oma harus bagaimana sayang. apa seperti ini. " Tasya menarik telinga Aisyah sedikit keras sontak Aisyah langsung memegangi telinganya yang masih tertempel oleh tangan Tasya.
" Oma Oma lepaskan telinga Aisyah. Nanti kalau telinga Aisyah rusak nggak ada yang jual, nggak ada di tempat barang antik juga Oma. Aww aww...! Oma.. lepasin.! Opa tolongin Aisyah Oma menganiaya ku, Opa bicara dong jangan diem aja. Opa lagi sariawan ya atau lagi sakit gigi nanti Aisyah beliin obat deh tapi tolongin Aisyah dulu.! teriak Aisyah minta pertolongan.
Bukannya melepaskan Tasya malah semakin mengeratkan tangan nya membuat telinga Aisyah semakin merah dan Aisyah terus mengeluh kesakitan " ayo minta maaf.!
" Aisyah kan nggak salah Oma, kenapa harus minta maaf. "jawabnya dengan berani.
" oh berani menjawab ya. Ayo cepat minta maaf sama Oma dan Opa. Gara-gara suara kamu yang kayak toa barusan membuat telinga Oma dan Opa mau pecah. Kalau telinga Oma dan Opa rusak gimana kan nggak ada yang jual dan nggak ada di tempat barang antik juga kan, ayo minta maaf. " kekeh Tasya.
" ish Oma ini. Kalau telinga Oma dan Opa mau rusak tunggu Aisyah bisa membuat telinga cadangan yang bisa permanen dulu.! Aisyah kan cerdas pasti aisyah bisa menciptakan hal-hal yang mustahil kalau sudah besar nanti. " bela Aisyah.
" seberapa banyak sih nih anak me-fotokopi ku semoga saja dia tidak ganas sepertiku bisa berbahaya kalau benar seperti itu. " batin Tasya khawatir.
" Oma..!! teriak Aisyah
" sudah lah Bunda lepaskan dia, kasian. " ucap Fahmi.
Senyum Aisyah merekah mendengar bala bantuan yang datang untuk nya. Hatinya begitu berbunga-bunga melihat wajah Fahmi yang sudah menua namun masih terlihat sangat tampan. " Opa ter the best pokoknya. Aisyah sayang sayang sama Opa. Oma lepasin.!! teriak Aisyah dan Tasya malah makin melotot. Nyali Aisyah menciut wajah nya menunduk matanya tak lagi berani menatap Tasya yang mulai naik pitam. " maaf Oma, Aisyah minta maaf. "
" anak pintar. " ucap Tasya dengan lembut berhiaskan senyum bangga untuk Aisyah. Tangan nya mengelus puncak kepala Aisyah dan langsung merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapannya. " Oma juga minta maaf ya. "
" iya Oma. Tapi seharusnya Oma tidak seperti itu. Aisyah kan takut. " ucap Aisyah.
" kamu nggak boleh menjadi penakut sayang. Kamu harus menjadi orang pemberani supaya tak akan ada yang menindas mu di masa depan. Dan kamu juga harus bisa belajar menghadapi masalah seorang diri dan memecahkan nya dengan cara yang baik ok. " ujar Tasya menasehati.
" iya Oma. " jawab Aisyah patuh.
__ADS_1
" Aisyah kamu kenapa kesini.? kamu nggak belajar, lagian ini udah malam juga nggak tidur.? tanya Fahmi heran.
Aisyah melepaskan tangan nya di tubuh Tasya matanya beralih pada Fahmi yang tengah menatapnya seperti sedang menginterogasi nya. " lah itu Opa. Aisyah kesini karena mau bicara soal Abang kembar. "jawab Aisyah dengan mimik wajah yang semangat.
" Abang kembar.? memang mereka kenapa.?
Fahmi dan Tasya tampak serius memperhatikan gadis kecil ini. Wajahnya begitu serius apa mungkin ada hal yang lebih serius sehingga membuat nya datang.
" begini ya Oma Opa...
" Assalamu'alaikum..!! salam dari kedua pria yang tengah di bicarakan oleh Aisyah dan membuat nya menghentikan kata-kata lalu menatap keduanya dengan kesal.
" Abang kenapa sih ikutan kesini.? mau halangi Aisyah supaya tidak bicara pada Oma dan Opa.? tapi tidak ya, kalian nggak akan bisa menghalangi Aisyah sekarang. Tekat Aisyah udah bulut nggak lonjong lagi. " ucap Aisyah sinis.
Akhsan dan Ikhsan duduk di kedua sisi Fahmi, keduanya pun langsung menyenderkan punggung nya di sofa. " bicara ya tinggal bicara ,! siapa juga yang menghalangi mu. Kamu kan kesayangan Oma dan Opa pasti akan di dengarkan. Lagian kita hanya mau denger aja apa pendapat Oma dan Opa. " jawab Ikhsan.
Fahmi dan Tasya semakin bingung hal apa yang membuat mereka menjadi saling sinis seperti ini. Tak seperti biasanya mereka selalu akur meskipun beda pendapat tapi sekarang seperti Tom Jerry yang terus berkelahi. " sebenarnya ada masalah apa sih?. " tanya Fahmi pelan.
" bukan masalah Opa tapi untuk menyelesaikan masalah. Kedua Abang ku ini dia sudah punya pacar dan mereka sering berdua-duaan di kantor jadi ide dari Aisyah kenapa mereka nggak di nikah kan saja Oma Opa, kan supaya tidak terjadi fitnah dan juga menimbulkan dosa, begitu Opa. " terang Aisyah dengan sangat jelas.
" Akhsan, Ikhsan.! jelaskan sama Opa sekarang juga, apa yang dikatakan Aisyah itu benar. ? selidik Fahmi.
Mulut keduanya langsung terasa kelu suaranya terasa tertahan di tenggorokan tak mampu untuk keluar. " Hmm...?
Mata Aisyah melotot terang pada kedua abangnya bagaimana pun juga semua harus selesai saat itu juga keputusan harus segera di ambil sebelum terjadi masalah untuk kedepannya. " ayo bicara.! katanya kalian pemberani kenapa nyali kalian menciut begitu di hadapan Opa masak kalah sama Aisyah. " ejek Aisyah.
Bukannya kehilangan nyali Aisyah melainkan mereka bingung harus mengawali nya dari mana.? diam loh bakpao.! bikin kacau saja. Lagian siapa juga yang kehilangan nyali. " sinis Ikhsan.
" makanya cepetan bicara.!!
" nih anak abang sate juga nanti. Awas saja beraninya melawan ku tunggu aja pembalasan Abang. " batin Ikhsan kesal.
" tuh kan pada nggak berani bicara."
" berani.! " ketus Akhsan. Akhsan mengambil nafas panjang dan mengeluarkan nya perlahan.
" begini Opa, lebih tepat nya bukan pacar sih tapi hanya teman dekat.Kan Opa sendiri yang bilang nggak boleh pacaran makanya kami hanya berteman dulu setelah waktunya sudah tepat kamu pasti akan mengkhitbah nya. " terang Akhsan.
__ADS_1
"kalau Ikhsan.? Fahmi beralih menatap Ikhsan dan meminta penjelasan.
" sama Opa. Ikhsan juga tidak pacaran lagian dia juga masih sekolah mana bisa Ikhsan menikahinya saat dia masih sekolah. ", terang Ikhsan.
Aisyah memukuli pahanya karena jengkel seperti nya saran nya tak di hiraukan sama sekali. Wajahnya pun berkali-kali di tekuk " Oma..!! ayolah jangan biarkan mereka berbuat dosa lagi. Mereka bilang seperti itu tapi besoknya mereka pasti akan berduaan di kantor kalau sampai ada ya ngelihat nya apa nggak akan jadi masalah.! Aisyah bergelayut manja di lengan Tasya.
Bagaimana Tasya bisa memberikan pengertian pada cucunya yang selalu ngeyel itu. Semua yang ia mau pasti harus terjadi sesuai kata-kata nya meskipun Tasya sendiri tau filing Aisyah lebih kuat dari filing nya namun semua itu harus di pikirkan secara matang. " sayang kamu tenang ya, biar nanti Oma dan Opa yang memikirkan nya kamu nggak usah ikutan pusing sama urusan orang dewasa lebih baik kamu belajar atau istirahat sekarang. " ucap Tasya menasehati.
" nggak bisa gitu dong Oma. Kalian para orang dewasa selalu saja lambat berpikir. Semuanya selalu saja bilang tenang-tenang tapi setelah semua nya ke ambil sama orang lain baru nangis-nangis kayak anak kecil. Nggak bisa ya pokoknya besok aisyah akan melamarkan Kak kairi sama kak Fatma untuk mereka berdua" tangan Aisyah menunjuk pada kedua abang nya yang pusing dengan tekat Aisyah.
"astaghfirullah kenapa aku merasa Aisyah sama persis dengan bunda begini sih bahkan Aisyah lebih ngeri dari bunda. Kalau begini pasti apa yang ia katakan akan terjadi dengan nyata besok. Anak ini selalu saja bertindak sesuai apa yang muncul dari dalam otaknya. " batin Fahmi.
" astaga sepertinya aku butuh pasung buat ngurung nih anak. Jangan sampai dia beneran pergi besok. " bingung juga Akhsan.
" Aisyah sayang, bukan seperti itu maksud Oma. Semuanya harus ada proses nya nggak bisa langsung nikah begitu saja. Emang kenapa Aisyah begitu yakin kalau mereka akan diambil sama orang lain.?
" Oma.! filing Aisyah tak pernah salah. Lagian semua juga demi kebaikan, dan sebenarnya Aisyah sangat kasian sama kak Fatma Oma. Ya sekarang dia tinggal di tempat yang bagus sih dari pemberian Abang Ikhsan tapi dulu Kak Fatma tinggal hanya di gubuk kecil yang tak pantas di tempati. Dan Aisyah hanya tak tega melihat Kak Fatma selalu berjualan Cang Ci Men berkeliling kemana-mana. Aisyah hanya takut kalau sampai dia kenapa-napa Oma. " terang Aisyah sedih.
Ikhsan tercengang. Darimana Aisyah tau akan semua itu bahkan Ikhsan tak pernah mengatakan tentang Fatma sedikit pun,dari mana Aisyah tau sebanyak ini.?
" Dan untuk Kak kairi, Aisyah juga sangat kasian sama Kak kairi. Dia harus berjuang mati-matian untuk bisa mendapatkan uang untuk pengobatan bapaknya, bapaknya sakit parah Oma, dan Kak Kairi harus berjuang penuh. Dulu Kak Kairi juga pernah bekerja di toko bunga namun karena ulah Abang Akhsan dia di keluarkan dan akhirnya bekerja di perusahaan Abang. " terang Aisyah.
Ini lagi dari mana Aisyah juga tau banyak hal akan Kairi.Apa Aisyah memiliki banyak mata yang bisa melihat semua kehidupan orang lain.? atau mungkin Aisyah memiliki indera ke-enam.?
Tasya dan Fahmi begitu prihatin dengan nasib kedua gadis yang di ceritakan oleh Aisyah. Mereka berdua memiliki nasib yang sama-sama tak beruntung, dan mereka juga menderita dengan jalan yang berbeda. " Kamu sabar ya sayang, Oma akan pertimbangan ide kamu barusan. Hmm...? bagaimana kalau besok kita ketempat mereka,! ya sekedar silaturahmi lah. "
Aisyah mengangguk dengan cepat. Akhirnya idenya bisa di pertimbangan oleh sang Oma tersayang. " makasih ya Oma. Aisyah sayang banget sama Oma. " Aisyah kembali memeluk Tasya dengan sangat erat dan nafas lega pun Aisyah keluarkan.
Hanya satu yang masih menjadi tanda tanya di benak mereka semua, darimana Aisyah tau seluk beluk dari Fatma dan Kairi. Sepertinya hari-hari Aisyah sama saja seperti yang lain tak ada hal yang aneh pada Aisyah, tapi dari mana pengetahuan itu datang.? nggak mungkin kan itu datang sendri di pikiran Aisyah. Kalau pun iya nggak mungkin kan semuanya bisa benar dan tak ada satupun yang salah dari kata-kata yang Aisyah katakan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Kira-kira darimana ya Aisyah tau semua itu.? benarkah Aisyah memiliki keahlian yang sama seperti Tasya dulu.? atau mungkin Aisyah hanya mengarang cerita saja, entahlah.
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€
__ADS_1