
Pagi yang indah telah datang. Matahari mulai tersenyum menyinari seluruh alam dan memberikan kehidupan dan kehangatan untuk semua mahluk hidup.
Kedua Cogan kembar tengah pusing memikirkan perkataan Aisyah semalam. Bagaimana kalau yang di katakan itu benar, bagaimana kalau beneran ada yang mau mengambil gadisnya dari mereka. Satu lagi yang membuat mereka semakin merasa di pusingkan, darimana Aisyah tau akan semuanya padahal mereka berdua masih menutup rapat kebenaran tentang Fatma maupun Kairi tapi darimana Aisyah sampai tau.?
" Bang. Kira-kira yang di katakan Aisyah itu benar nggak ya.? kok aku jadi merasa takut gini sih. Dan darimana juga Aisyah tau semua rahasia itu. Jangan bilang kita punya adik yang punya indera ke-enam, atau mungkin dia sudah menjadi detektif bocil kali. " ucap Ikhsan bingung.
Akhsan duduk di sisi Ikhsan sembari membenarkan dasi nya. "Aku juga bingung dek. Tapi aku rasa kita juga harus mempertimbangkan ide dari Aisyah. Bisa jadi yang di katakan nya itu benar kan.!
Ikhsan manggut-manggut mengerti. Sepertinya dia juga harus mengikuti saran dari Adik bontotnya meskipun terasa buru-buru tapi nggak masalah kan, daripada mereka beneran kehilangan gadisnya yang di sebut langka oleh Aisyah.
"Oh iya Bang.! bagaimana kalau kita dahului melamar mereka. Kita akan lebih malu kan kalau sampai Aisyah benar-benar melamar mereka lebih dahulu. " ucap Ikhsan dengan semangat.
" Iya sih.! Tapi beneran kamu siap untuk puasa satu setengah tahun. Aku yang nggak rela ya kalau sampai kamu membuat Fatma hamil selama masih sekolah. " ancam Akhsan.
Ikhsan berfikir dengan sangat keras. Iya juga sih.! meskipun dia sudah menikah dia juga belum bisa menyentuhnya. Apa Ikhsan akan kuat selama itu. jika tak tinggal bersama mungkin dia kuat tapi tidak baikkan suami istri tinggal di rumah yang berbeda.
" Hmm..? tau lah Bang.Bagi Ikhsan sekarang, aku nggak mau kehilangan dia saja. Aku juga ingin melindungi dan membahagiakan dia. " terang Ikhsan dengan yakin.
" Baiklah kalau kamu sudah mantap. Hari ini kita berusaha bersama semoga sukses. Sambut kebahagiaan untuk masa depan. " semangat Akhsan.
" Siap..!!
" Yes misi ku berhasil. Selamat datang kakak ipar. Setelah ini ada kejutan yang akan membuat kalian jantungan sebelum kalian bahagia. Ujian dari adik paling cantik akan segera di mulai, persiapkan jantung, hati dan pikiran kalian. Seberapa besar sih cinta kalian untuk kedua kakak ipar ku, Ishh sudah tak sabar aku melihat wajah tegang dari mereka berdua."
gumam Aisyah yang ternyata tengah menguping dari balik pintu.
Belum juga telinga nya terlepas dari pintu telinga satunya sudah ditarik dengan kuat oleh seseorang dengan sangat kuat. Aisyah langsung memegangi tangan yang tertempel di telinga nya dan mencoba melepaskan nya. " Awww..!! sakit..!! keluh Aisyah kesakitan. Belum juga sembuh karena Tasya semalam ini sudah ditambah lagi.
Matanya melirik kesamping tubuhnya sedikit berputar dan terlihat lah siapa yang melakukan itu. Aisyah meringis giginya yang putih terlihat begitu saja. " Hehehe Mama. " meringis Aisyah tanpa rasa berdosa.
" Apa yang kamu lakukan, nguping.? ucap Keisha tegas.
" Nggak kok Ma. ini hanya...? tadi Aisyah mau jatuh ya mau jatuh. " ucap Aisyah mencari alasan.
" Alasan.
" Kak Faisal.! tungguin Aisyah. Aisyah bareng ya ke sekolah nya.! teriak Aisyah dan melepaskan telinganya paksa dari tangan Keisha lalu lari terbirit-birit untuk mencari perlindungan.
" Hmm.. " jawab Faisal dingin.
Empat orang anak dan Empat juga karakter mereka yang berbeda membuat Keisha selalu di pusingkan akan hal itu. Kalau yang tiga laki-laki Keisha malah lebih merasa tenang tapi satu gadis bontot nya dia benar-benar di luar dugaan. Kadang dia mengatakan A tapi yang ia lakukan B membuat Keisha dan Rayyan lebih khawatir padanya daripada ketiga Abang nya.
" Semoga saja anak-anak selalu dalam lindungan-Nya. " gumam Keisha lirih.
" Ma." panggil Akhsan yang baru keluar dari kamar dan di ikuti Ikhsan di belakangnya lengkap dengan semua perlengkapan yang akan mereka bawa untuk bekerja.
Keisha menoleh dan tersenyum pada si kembar. Melihat keduanya dari bawah sampai atas. Ada yang berbeda dari mereka berdua hari ini ada yang spesial dari penampilan mereka berdua. " Kenapa kedua anak Mama ini sedikit berbeda ya hari ini.? bingung Keisha.
Keduanya saling lempar pandang ternyata Mama nya bisa membedakan nya dengan mudah penampilan mereka dari hari biasanya.
" apa sih Ma, nggak ada apa-apa kok, sungguh." ucap Akhsan.
" Kalian mau bohongin Mama.! ayo cepat cerita."
" Iya Ma tapi nggak di sini ya. Dan nanti kalau sama Papa juga. " susul Ikhsan.
Mereka sepakat membicarakan semua itu kepada kedua orang tuanya bagaimana pun juga orang tuanya harus tau karena semua tak akan terjadi tanpa restu dari keduanya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Ikhsan melangkah dengan sangat semangat memasuki kelas dengan begitu gembira. di dalam pikiran nya hanya ada Fatma dan Fatma yang tengah tersenyum manis padanya.
" Assalamu'alaikum..! salam Ikhsan dan masuk ke kelas dengan penuh wibawa.
" Wa'alaikumsalam..!! jawab semuanya serentak. Mata para murid melihat Ikhsan dengan terpukau semuanya terasa terhipnotis akan penampilan Ikhsan sekarang.
" Waww....
" Pak.!! Santi mengangkat tangan keatas dan ingin bertanya, atau mungkin lebih menyelidiki sih. " Bapak hari ini berbeda banget, mau lamaran ya pak. " ceplos nya.
" Iya Pak. Siapa gadis yang beruntung yang akan mendapatkan cinta bapak. yang pastinya bukan Mirna kan.? tapi kalau memang Mirna, Mirna siap lahir batin Pak. " susul Mirna dengan keras.
" Dasar para gadis ganjen. lihat yang bening dikit aja udah kaya cacing kepanasan, tobat wei tobat. " sinis Rico.
" Hiuu....!!! syirik amat sih loh Ric. Syirik tanda tak mampu loh ya. " jawab Santi.
Ikhsan tak menghiraukan semua suara berisik dari semua murid nya. Matanya terus mencari gadis yang ada di otaknya ini sudah siang tapi kenapa dia belum juga nongol. Apa mungkin dia sakit dan sekarang tengah menahan rasa sakit seorang diri di rumah. Pikiran Ikhsan benar-benar kacau.
" kamu di mana Fatma.?
Pelajaran terus berlangsung tanpa kehadiran Fatma ada yang aneh sih karena Fatma tak izin padanya dan tak ada satu pun teman nya yang tau apa alasan nya Fatma tidak masuk. Padahal hari ini mereka akan membicarakan tentang hadiah dari Rico yaitu jalan-jalan gratis satu kelas untuk merayakan kemenangan Fatma.
"Aku harus kerumahnya nanti. Pikiran ku tidak enak pasti terjadi sesuatu padanya. "
Pelajaran akhirnya berakhir Ikhsan bertekad untuk mencari Fatma dan memastikan nya dalam keadaan baik-baik saja. Ikhsan begitu khawatir akan Fatma. Fatma yang tidak masuk sekolah tanpa adanya kabar membuat nya menjadi sangat ketakutan.
Dengan mobilnya Ikhsan terus melajukan dengan kecepatan tinggi. Bagaimana pun caranya dia harus bisa menemui Fatma sekarang atau dia akan gila karena frustasi.
Mobil berhenti di rumah Fatma yang ia berikan. Rumah nya tampak sepi. Pintu jendela semua tertutup rapat seperti nya Fatma tak ada di sana. Ikhsan berlari setelah keluar dari mobil mengetuk pintunya dengan keras dan berulang-ulang namun sama sekali tak ada jawaban.
" Kamu di mana Fatma. " ucapnya lemah.
" Astaghfirullah. Fatma kamu dimana.? Ikhsan benar-benar dibuat bingung baru saja tak melihat sehari Ikhsan sudah seperti orang gila bagaimana kalau sampai selama nya, bagaimana Ikhsan akan menjalani hidupnya.
Ikhsan kembali melajukan mobilnya dan mencari di sepanjang jalan, mungkin Fatma kembali berjualan karena kehabisan uang. tapi itu tidak mungkin sih baru kemarin dia mendapatkan uang tunjangan dari kepala sekolah jadi mana mungkin.?
Meskipun tak yakin Ikhsan tetap mencari Fatma kesemua tempat di mana Fatma selalu memarkirkan sepeda nya untuk berjualan. Hingga sore Ikhsan tak bisa menemukan Fatma dia benar-benar seperti orang gila karena penampilan yang tadi pagi berubah dengan drastis.
" kamu dimana Fatma. " Ikhsan menyandarkan punggung nya di kursi mobil. Berfikir dan terus berfikir kemana kiranya Fatma berada sekarang.
🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan terus berkeliling di kantornya.Mencari keberadaan Kairi yang tak ada di sana. semua ruangan sudah Akhsan datangi namun dia sama sekali tak menemukan nya.
" Ardi kamu tau di mana Kairi.? tanya Akhsan serius.
Ardi menunduk hormat sembari menggeleng
" tidak Pak. Sedari tadi saya tak melihat Nona Kairi di kantor. Apa mungkin tidak berangkat Pak.? tapi tak ada surat izin dari Nona Kairi. " terang Ardi.
" Kamu yakin.?
" Saya yakin Pak."
" Kembalilah bekerja, dan antarkan semua berkas ke ruangan saya. " tegas Akhsan dan Ardi mengangguk lalu pamit undur diri.
" kamu kemana Kairi.? apa kamu sakit.? atau jangan-jangan sakit Bapak kamu kambuh lagi.? Semoga saja perkiraan ku salah. Semoga kamu dan keluarga mu dalam keadaan baik-baik saja. Setelah dari sini aku akan datang ke rumah mu untuk memastikan semuanya. "
Begitu banyak pekerjaan namun di biarkan terbengkalai begitu saja oleh Akhsan. Pikirannya begitu di kuasai oleh Kairi yang tak dia lihat setengah hari ini. Bagaimana bisa bekerja dengan baik kalau dia sama sekali tak bisa konsentrasi, pasti malah akan menimbulkan masalah nantinya.
__ADS_1
Setelah siang Akhsan bergegas untuk mencari Kairi di rumahnya, mungkin ada hal yang menahannya untuk tidak berangkat ke kantor hari ini. Mobil terparkir di pinggir jalan seperti kemarin, Akhsan keluar dan berlari kecil dan mengetuk pintu rumah Kairi dengan sedikit tergesa-gesa.
Tok tok tok..
" Assalamu'alaikum..!! teriak Akhsan.
Sesaat pintu terbuka dan Hasan yang membukakan nya. " Wa'alaikumsalam Kak. Dengan Kak Akhsan ya.? tanya Hasan.
Akhsan mengangguk dengan cepat dan sudah tak sabar untuk menanyakan keberadaan Kairi. " Hhmm.. Apa Kak Kairi ada.? tanya Akhsan.
" Kak Kairi.? bukannya Kak Kairi ke kantor ya Kak. Pagi-pagi sekali Kak Kairi sudah berangkat. " terang Hasan. " Emang Kak Kairi nggak ke kantor ya Kak.? terus Kak Kairi pergi kemana.? Hasan langsung ikutan khawatir.
" Oh gitu ya. Mungkin Kak Kairi pergi ke kampus, kalau begitu kakak pergi dulu ya. Nanti kalau ada kabar kakak beri tahu. " ucap Akhsan menenangkan Hasan.
" Iya Kak. "
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam.."
Dengan mobilnya Akhsan kembali melaju untuk ke kampus, semoga saja Kairi ada kegiatan mendadak di kampus jadi dia bisa menemukan nya di kampus.
Mobil terparkir di halaman kampus. Akhsan keluar dan terus berlari mencari keberadaan Kairi dengan sangat bingung tidak seperti biasanya Kairi seperti ini. Kairi selalu saja menghubungi nya kalau ada masalah, tapi hari ini.?
Akhsan terus mencari di setiap penjuru dan bertanya pada mahasiswa lain namun Kairi tak ada di manapun dan tak ada yang melihat nya datang ke kampus hari ini.
" Kamu kemana Kairi.? bingung Akhsan.
Akhsan mengacak rambutnya dengan kasar dia benar-benar di buat pusing akan menghilang nya Kairi secara misterius. Apa mungkin yang di katakan Aisyah kemarin malam benar, ada yang membawa pergi Kairi, Tidak tidak.! tak akan pernah Akhsan biarkan seorang pun membawa pergi Kairi. meskipun sampai ke ke ujung dunia pun akan Akhsan kejar. Kairi hanya miliknya dan akan tetap menjadi miliknya.
Akhsan kembali melajukan mobilnya dan mencari di semua titik jalan raya di kota. mungkin Kairi tengah mencari sesuatu. setiap mol Akhsan datangi dan toko-toko buku pun tak ketinggalan namun masih tetap tak menemukannya. " Kairi."
Brukkk...
Akhsan menabrak seseorang dan mereka berdua sama-sama terjatuh di tanah.
" Abang.!! pekik orang itu yang tak lain adalah Ikhsan.
" Ikhsan..!! Akhsan tak kalah terkejutnya.
mereka berdua berdiri dan saling bingung karena penampilan mereka. Akhsan dan Ikhsan saling tukar tatapan mata saling menelisik dan saling heran. " Abang kenapa.? tanya Ikhsan.
" Kairi hilang. " jawab Akhsan lemah " kamu.?
" Kok bisa barengan sih.! Fatma juga hilang Bang. Sudah sejak tadi Ikhsan keliling tapi tak menemukan nya. " jawab Ikhsan.
" Kok bisa ya.? Nggak mungkin mereka beneran hilang kan. jangan-jangan kata-kata Aisyah itu adalah sebuah mantra. kalau tidak mana mungkin mereka berdua bisa hilang secara bersamaan begini. " bingung Akhsan.
" Huss..!! Abang nggak boleh percaya sama takhayul Bang. Mungkin mereka sedang di suatu tempat yang tak kita ketahui. "
" kamu benar. Lebih baik kita cari lagi, kita berpencar dan saling menghubungi jika ada perkembangan. "'
Mereka berdua berpencar mencari keberadaan Kairi dan Fatma yang entah di mana sekarang. atau entah perbuatan siapa yang membuat keduanya seperti di telan bumi dan tak meninggalkan jejak sama sekali.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kira-kira mereka berdua pada kemana ya.
__ADS_1
Atau mungkin ada yang sengaja menyembunyikan mereka berdua.Siapakah pelakunya.?