Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
83. Terpesona


__ADS_3

" Dek seperti nya kita harus melakukan sesuatu secepatnya. Oma ingin sekali bertemu dengan Opa Joe, dan kita harus secepatnya kan menemukan mereka." ucap Akhsan.


Akhsan dan Ikhsan tengah duduk bersantai di rumah saja. seandainya saja ada istri-istri mereka mungkin keadaan nggak sesunyi saat itu.


"'abang benar. kira harus secepatnya membawa Opa Joe untuk bertemu dengan Oma. Ikhsan sangat kasian sama Oma Bang, sudah bertahun-tahun mereka tak bertemu, seperti nya Oma sudah sangat tak sabar bertemu dengan Opa Joe." jawab Ikhsan.


Sesekali mereka menyeruput teh buatan mereka sendiri dan juga menikmati cemilan yang di buat Kairi dan Fatma tadi pagi sebelum mereka berangkat ke mol untuk belanja.


Beberapa kali notifikasi di ponsel mereka berdua datang. melaporkan pengeluaran uang yang tak sedikit jumlah nya. Mereka berdua hanya bisa menggeleng mengerti pelaku utama dari semua uang yang di keluarkan dari kartu-kartu pemberian mereka untuk istri-istri mereka, Aisyah lah dalang dari semua itu bukan.


" Bang, sepertinya kita harus berpikir berulang-ulang kali sebelum mengizinkan Aisyah belanja dengan istri kita. lihatlah baru juga beberapa menit saja sudah 25 juta mereka habiskan. Bagaimana kalau sampai satu hari,? tekor alias bangkrut kita Bang, " ucap Ikhsan.


" kamu itu kayak baru kenal beberapa hari saja dengan Aisyah. dia kan memang seperti itu anaknya, tak bisa sedikit saja menghamburkan uang punya kita. Ya semoga saja apa yang ia belanjakan kali ini adalah hal yang berguna " jawab Akhsan penuh harap-harap cemas.


" bukannya begitu Bang, tapia Ikhsan hanya nggak percaya saja gadis sekecil dia ternyata boros juga. " Ikhsan kembali geleng-geleng kepala di kala mengingat siapa adiknya itu.


" ya itu lah, Aisyah si pipi bakpao milik kita. Hahaha,,!! tawa Akhsan keras dan di sambung juga dengan tawa Ikhsan yang tak kalah keras.


" Hahaha...!!!!


Ikhsan kembali dengan teh yang berada di tangan nya, hampir saja cangkir itu menyentuh bibir nya namun entah kenapa tangan Ikhsan tiba-tiba terasa kebas dan gelas itu terjatuh di lantai hingga pecah. " Astaghfirullah,, " terkejut Ikhsan dan Akhsan bersamaan.


Iku tertegun sesaat. tiba-tiba pikiran nya tidak enak seperti tengah mendapatkan filing buruk yang membuat hatinya tiba-tiba gusar. " ada apa ini,? kenapa aku tiba-tiba tidak enak begini.? bingung Ikhsan.


Akhsan menatap heran dengan Ikhsan saat ini. Akhsan menepuk bahu Ikhsan perlahan dan mengejutkan nya hingga Ikhsan langsung menoleh pada Akhsan " kenapa.? apa ada masalah.? tanya Akhsan.


" entahlah Bang, tiba-tiba pikiran ku tak enak. kenapa mereka belum juga pulang sih Bang, atau jangan-jangan terjadi sesuatu pada mereka. Bang kita harus segera menyusul mereka sekarang. perasaan ku benar-benar tidak enak. " Ikhsan beranjak dan secepatnya dia pergi dari sana dengan gelisah.


" baiklah kamu tenang dulu sekarang kita akan jemput mereka sekarang. " Akhsan mengelus pundak Ikhsan lagi dan memberikan pengertian padanya untuk lebih tenang.


" cepatlah Bang, "


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Langkah Marco yang semakin dekat dengan Fatma dan Aira membuat tubuh mereka menjadi semakin menggigil karena ketakutan.


Sementara Marco yang telah mengetahui mereka berdua sedari tadi hanya terus memamerkan wajah datarnya dan memberikan kode-kode rahasia kepada para anak buah nya.


Kaki jenjang Marco berdiri tepat di hadapan ketiga perempuan yang tengah duduk dan terus menunduk penuh ketakutan begitu pula dengan Kairi yang sudah tau akan semua yang terjadi pada Fatma termasuk siapa orang yang telah melakukan itu.


" lama tak berjumpa Nyonya Ikhsan dan juga Nyonya Akhsan juga calon istri ku tersayang. kenapa kalian terus menunduk apa kalian tak mau menyambut ku " ucap Marco dengan penuh kebahagiaan bisa melihat gadis cantik yang selalu menguras pikiran nya.


Aira terus memeluk Fatma dengan takut sementara Kairi juga memeluk mereka berdua dengan begitu kuat dan penuh waspada. " kakak, Aira sangat takut. " peluh ketakutan bercucuran dari setiap pori-pori Aira dan juga Fatma. mereka berdua benar-benar ketakutan.


" jangan khawatir dia tak akan bisa melakukan apapun di tengah keramaian seperti sekarang." ucap Fatma.


" tapi kak.?


" sudah sudah, kalian harus tenang. " Kairi terus berusaha.


Beberapa orang bertubuh kekar datang dan langsung berdiri di belakang Marco. Semua siap untuk menerima arahan apapun dari Marco.


" bawa mereka. " tegas Marco dan mereka bertiga langsung ketakutan.


" Kak,, Aira sangat takut. "


Dor,, Dor....

__ADS_1


Dua kali ledakan terjadi. Asap putih langsung mengepul tempat itu memenuhi semua tempat sehingga membuat Semua orang lari kocar-kacir melarikan diri menyelamatkan mereka sendiri yang mengira itu adalah sebuah bahaya.


Ketiga anak buah Marco tetap berhasil membawa ketiga perempuan yang menjadi sasaran empuk mereka dan membawa mereka dengan memanggul nya selayaknya karung beras dengan kepala mereka yang di tutup dengan karung hitam. sementara Marco terus tertawa terbahak-bahak karena begitu bahagia. " Hahaha,,, akhirnya aku berhasil juga mendapat mereka bertiga sekaligus, hahaha,,,!!!. Tawanya tak ada kecurigaan apapun dan masa bodoh dengan asap putih yang masih ada di sana.


Dengan tergesa-gesa ketiga nya di bawa dan di masukkan ke dalam mobil. mereka harus secepatnya di bawa pergi dari sana sebelum Akhsan juga Ikhsan berhasil melihatnya.


" Hahaha,,,!! bukan hanya satu saja yang aku dapatkan tapi langsung mereka bertiga, akhirnya kehancuran mereka sudah dekat sekarang. Hahaha...!!


Bersamaan dengan kebahagiaan yang di dapatkan oleh Marco di situ dua pasang mata menatapnya dan langsung syok mendengar perkataan Marco. Apalagi mobil yang membawa istri mereka sudah berjalan lebih dahulu dan sudah sangat jauh.


" Dek.., apa aku tak salah dengar.?


" tidak Bang, sepertinya ini adalah sangat nyata kenapa aku merasa gelisah sedari tadi dan ini lah alasannya. sekarang kita harus bagaimana Bang. " Ikhsan semakin gusar dan penuh gelisah.


" kita bergerak secepatnya sekarang. "


Marco pergi dari hadapan mereka dengan mobil sport hitamnya. menjalankan nya dengan kecepatan tinggi mengejar semua anak buah nya yang membawa ketiga perempuan nya.


" Sekarang,. kejar dia. "'


Akhsan dan Ikhsan tergesa-gesa masuk ke mobil nya dan mulai melajukan nya.


Ckitttt....


Mobil mereka berdua terhenti karena ada mobil yang menghadangnya begitu saja. Dan hampir tertabrak mobil yang di kendarai oleh Akhsan.


Akhsan dan Ikhsan turun dari mobilnya dengan begitu kesal mereka berdua tak ingin terjadi apapun dengan istri mereka tak mungkin dia biarkan begitu saja kan.


Wajah kesal dan juga mata melotot dari keduanya langsung di sambut dengan cengiran khas dari Aisyah dan juga Shelvia. dan itu menambah kesal kedua nya. " kenapa kalian seperti ini. apa kalian mau terjadi apa-apa dengan istri Abang, minggir.. " sentak Akhsan kasar.


" apa maksudmu Aisyah. kedua kakak ipar mu di bawa orang tadi dan sekarang kamu bilang tidak usah mengejarnya.? dimana otakmu Aisyah apa ada di dengkul " Ikhsan benar-benar tersudut dalam emosi sekarang.


" aduh Abang Ikhsan yang super duper tampan, mana ada otak di dalam dengkul. mana bisa berpikir kalau begitu , otak Aisyah ada di kepala Abang, dan selalu ada di sini. " Aisyah menuding Kepala nya dengan satu jarinya memperjelas bahwa letak otak nya ada di sana.


" omong kosong kamu Aisyah, cepat minggir..!! sentak Ikhsan dan mengibaskan tangannya.


" ok lah, oke. kalau masih tetap kekeh. Pak Jon minggir. " pinta Aisyah dan mobil pun mundur.


Akhsan dan Ikhsan kembali lagi naik ke mobilnya dan mobil siap berjalan, namun kembali terhenti saat ada dua perempuan yang berdiri memunggungi mobil mereka. " hey minggir,,,!! teriak Akhsan tak sabar.


Akhsan dan Ikhsan benar-benar tak mengenali siapa mereka karena baju yang ia kenakan sangat berbeda dari saat mereka berangkat tadi. kedua perempuan itu berbalik badan dan meringis manis menatap suami mereka masing-masing yang tengah berada di dalam mode amarah tinggi.


Akhsan dan Ikhsan turun dari mobil mata mereka tak berkedip sama sekali menatap istri-istri mereka yang terlihat berbeda dengan gamis yang indah hijab syar'i dan juga wajah mereka yang begitu terlihat cerah dan begitu cantik.


" Fatma,, "


" Kairi, "


Akhsan dan Ikhsan benar-benar tak percaya dia begitu terpesona dengan istri mereka yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. tak rugi mereka membiarkan Aisyah menghamburkan uang dan ternyata semua itu juga untuk membuat mereka bahagia.


Akhsan dan Ikhsan langsung berhamburan memeluk istri mereka masing-masing, hampir tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan mereka peluk sekarang bahwa mereka adalah istri nya.


" Ekhm... ekhm...


" katanya mau pergi, ya sana pergi saja. kenapa masih disini? Ucap Aisyah dengan keras, Aisyah berdiri dengan tangan bersilang dada menyandarkan tubuhnya di mobil.


Inilah keisengan yang selalu membuat Akhsan dan Ikhsan pusing. dan lagi-lagi Aisyah sukses membuat kedua Abang nya kelabakan seperti orang yang tak waras karena kehilangan kesabaran mereka.

__ADS_1


" dek,,,!! jadi ini semua.!!


Akhsan dan Ikhsan berlari mendekati Aisyah yang terus meringis.


Bukan lah hukuman yang besar yang di berikan oleh kedua Abang nya melainkan gelitikan maut yang membuat Aisyah terus tertawa dengan terbahak-bahak tiada henti.


" Hahaha,, Abang lepas,,, hahaha...


" tidak akan pernah.. ",


" Hahaha,,, Abang..!!


pluk...


pelukan hangat Akhsan dan Ikhsan berikan pada Aisyah membuat semua nya tersenyum bahagia dengan keadaan sekarang. meskipun Akhsan dan Ikhsan masih bingung bagaimana Aisyah bisa melakukan hal ini sehingga istri mereka berhasil terlepas dari Marco dan tergantikan oleh orang lain.


Flashback...


"Gawat gawat,, tuh kan benar ketakutan ku benar-benar terjadi. Kak Shelvia ada rencana? mata Aisyah terus menatap Marco. dan mengatakan semua pada Shelvia tanpa melihat lawan bicara nya.


Shelvia membisikkan sesuatu pada Aisyah wajah penuh senyum pun terpancar setelah Shelvia menarik bibir nya dari telinga Aisyah


" Mawar berduri siap beraksi. Mari kita lakukan kebenaran melepaskan yang lemah dari yang kuat, melepaskan yang tak berdaya dari yang menganiaya nya. " ucap Shelvia.


" siap., mari beraksi. Kak, apa kakak bawa semua senjata unggulan kita.?


" selalu lah Aisyah, kita mana bisa melewatkan semua itu. " semangat empat lima tumbuh begitu cepat dari mereka berdua. kehebohan akan segera dimulai.


Dor... Dor...


Dua ledakan terjadi begitu cepat di tempat itu. bukan ledakan yang menimbulkan orang kesakitan hanya saja ledakan yang membuat semua orang heboh dan terus berlarian kocar-kacir menyelamatkan diri. Dan jangan lupakan asap yang mengepul di semua tempat yang berada tepat di tempat Kairi, Fatma dan juga Aira berada.


Disaat itulah Aisyah dan Shelvia bisa menyelamatkan ketiga perempuan yang terus ketakutan di dalam asap putih yang mengepul di sana.


Di saat semua berlarian menyelamatkan diri Aisyah dan Shelvia menggantikan Fatma, Kairi dan juga Aira dengan perempuan lain. sehingga yang di bawa oleh anak buah dari Marco adalah orang lain.


Ya sebenarnya Aisyah dan Shelvia menyesal sihh.. tapi dengan ini Aisyah bisa menyelamatkan mereka. Dan yang di bawa oleh anak buah Marco bukan lah orang sembarangan mereka adalah wanita terdidik dari kelompok Aisyah dan Shelvia dan mereka akan mudah untuk bisa kabur dari Marco dengan mudah.


" Hahaha,,,!! tawa Aisyah Dan Shelvia setelah mereka di dalam mobil dan membayangkan betapa lucunya Marco saat mengetahui siapa sebenarnya yang mereka bawa. " Hahaha,,!! tawa mereka semakin keras membuat tiga perempuan yang ada di sana kebingungan dengan tingkah mereka berdua.


" kalian kenapa..? tanya Kairi bingung.


" tidak apa-apa kakak ipar, tenanglah semua dalam kendali yang baik. " jawab Shelvia.


" Oh,, " Kairi mengangguk pasrah. dan terdiam setelah itu.


Mata Aisyah menatap luar dan langsung mendapati kedua abangnya yang tengah kebingungan. Sisi jail Aisyah kembali menyala sudah lama dia tak membuat kedua Abang nya pusing. kapan lagi kalau tidak sekarang.


Aisyah mulai memberitahu apa yang harus di lakukan semuanya dan mereka harus mendukung semua kejailan yang akan di lakukan oleh Aisyah. " mulai... "


Aisyah menurunkan kaca mobil dan menyembulkan kepalanya di sana setelah mobil berhenti.


Deretan gigi yang putih Aisyah dan Shelvia tampakkan dan tentunya akan langsung menaikan amarah Akhsan dan Ikhsan saat itu kan.


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2