Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
160.Apakah kau mengetahuinya?


__ADS_3

Akhsan dan Ikhsan begitu serius membicarakan tentang keamanan semua keluarga nya, Dan mereka sudah putuskan akan memerintahkan satu orang untuk mengawasi setiap anggota keluarga nya.


Mereka pun juga memberikan benda-benda yang sederhana, sebuah cincin atau gelang yang ternyata mereka taruh GPS di dalamnya, supaya mereka bisa memantau keberadaan semuanya.


Akhsan dan Ikhsan memerintahkan orang untuk mengawasi para istri mereka dengan diam dan tentunya dari jarak yang jauh. Karena mereka berdua tak ingin Fatma dan juga Kairi tak bisa leluasa apalagi merasa malu nantinya karena terus di ikuti oleh para bodyguard.


Ikhsan dan juga Akhsan kini menjadi lebih waspada, mereka tak ingin sampai kecolongan lagi.


Bukan hanya para istri mereka yang ada di bawah pengawasan orang-orang suruhan mereka, melainkan para keluarga besar pun mendapatkan hal yang sama.


Fatma berjalan seorang diri masuk ke area sekolah nya setelah Ikhsan menurunkan nya di tempat yang biasa. Fatma mengayunkan kakinya dengan begitu semangat, Fatma menoleh dan langsung menyingkir dari jalannya saat dia melihat mobil Ikhsan masuk dan mendekat.


Fatma mengamati dengan serius bahkan dia melihat dengan sangat jelas suaminya yang tersenyum menggoda di dalam mobil. Mata Fatma pun membulat dan mulutnya menganga saking tak habis pikir.


" Astaga " lirihnya sembari menggelengkan kepadanya.


Wajah masam Fatma terasa sangat lucu di mata Ikhsan membuat nya tertawa geli.


Brakk....


Ikhsan yang tak fokus dan malah melihat Fatma terus harus berujung dengan mobilnya menyenggol mobil yang baru saja parkir di sana.


" Astaghfirullah!! " terkejut Ikhsan dengan mata yang membulat mengamati mobil yang bersenggolan dengan mobilnya.


Fatma pun melihat kejadian itu, dia terus melihat mobil itu yang sedikit benyok. " habislah kau suamiku, kau harus bertanggung jawab " gumam Fatma.


Ikhsan cepat keluar, dia berlari melihat mobil nya dan mobil itu. " Astaghfirullah.. " Ikhsan melihat Fatma yang masih terus melihat nya. Mata Ikhsan seakan mengadili Fatma dan seolah menyalahkan nya. "semua ini gara-gara kamu, coba kamu tidak begitu imut pagi ini semua ini tidak akan terjadi " gerutunya dalam hati.


Melihat itu membuat Fatma terkikik. " Jangan salahkan orang lain dengan kesalahan sendiri. Hem.. " Fatma tersenyum sinis.


" Astaga.. mobil ku! " pekik seorang wanita muda dengan setelan jas hitam dan juga rok hitam selutut dan di padukan dengan kemeja berwarna putih.


Wanita itu keluar dari mobilnya membawa tas selempang dan juga tas laptop nya. Matanya membulat melihat mobilnya yang penyok karena perbuatan Ikhsan.


Mata Ikhsan dan wanita itu saling bertemu, Mata yang merasa bersalah dari Ikhsan namun di balas dengan mata penuh kekesalan dari wanita itu, wanita yang terlihat sangat cantik yang sepertinya usianya pun di bawah Ikhsan.


" Maaf Bu. Saya benar-benar tidak sengaja " ucap Ikhsan benar-benar menyesal dan terus berusaha meminta maaf pada wanita itu.


Tak akan pernah habis atau hilang pesona dari seorang Ikhsan untuk semua para kaum Hawa, begitu pula dengan wanita itu. Baru pertama kali melihat Ikhsan saat ini kini matanya terus menatapnya penuh kekaguman. "astaga... tampan sekali" batinnya.


" Bu. Saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja melakukannya "'ucap Ikhsan dan berhasil membuyarkan lamunan wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu langsung salah tingkah, bahkan dia berbicara dengan gagap saat itu. " i-iya, ti-tidak apa-apa " ucapnya dengan gagap namun matanya tak pernah lepas dari wajah Ikhsan yang begitu menawan baginya.


Ikhsan begitu berterima kasih karena kesalahan nya sama sekali tidak di permasalahkan. " Terima kasih Bu. " ucap Ikhsan.


Wanita itu tersenyum, mengulurkan tangannya kepada Ikhsan untuk berkenalan pada Ikhsan. " perkenalkan, saya Suci. Saya guru baru di sini. " ucapnya.


Ikhsan tersenyum namun dia tetap mengabaikan uluran tangan dari Suci. " Saya Ikhsan " jawab Ikhsan dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.


Senyum Ikhsan yang begitu manis menumbuhkan kecemburuan yang begitu besar di hari wanita yang sedari tadi melihat pergerakan mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Fatma.


Fatma begitu kesal dia menekuk wajah nya, menghentakkan kakinya dan meremat jari-jari tangannya yang saling bertaut jadi satu. "'ishh... dasar genit. Awas nanti sampai rumah. "'ucapnya kesal.


Seketika Ikhsan menyebut saat dia melihat wajah Fatma sekarang, sepertinya dia telah membuat masalah untuk nya. " Astaghfirullah.. gawat nih. " gumam Ikhsan.


Suci pun ikut melihat Fatma sama seperti Ikhsan, Suci mengernyit namun bibir nya langsung menyungging acuh. " Pak. Hmm.. Bisakah nanti kita makan siang bersama? " tawar Suci pada Ikhsan dan itu akan semakin membuat Fatma marah.


" awas aja kalau di terima, nanti Mas Ikhsan tidur di luar " batin Fatma kesal.


Fatma memalingkan wajahnya dan langsung membalikkan badannya juga, Fatma pergi dari sana meninggalkan Ikhsan dan Suci yang masih bersama.


" ini akan jadi masalah " Maaf Bu,, saya nggak bisa. Saya pamit, permisi " Ikhsan segera berlari dan menjauh sejauh-jauhnya dari Suci untuk menghindarkan masalah untuk dirinya dan juga Fatma nantinya.


" Sepertinya Mas Ikhsan benar-benar telah melupakan ku. " gumam Suci dengan sedih.


🌾🌾🌾🌾🌾


Di samping Akhsan juga ingin memastikan keselamatan Kairi sendiri namun Akhsan juga bertugas di sana sebagai Dosen.


Kairi begitu senang saat ini, akhirnya dia bisa melihat Dan bertemu dengan Nara yang sudah lama tak dapat dia jumpai di manapun.


Sama seperti Kairi yang di antar oleh Akhsan suaminya, kini Nara juga sama di antar oleh Marco.


Akhsan dan Marco berbincang sebentar di pertemuannya kali ini. Semakin lama hubungan mereka mulai kembali lagi menjadi hangat seperti dulu lagi.


Sebenarnya Akhsan ingin sekali bertanya tentang Bryan dan juga Younes pada Marco. Karena meskipun kini Marco tak lagi berhubungan dengan mereka namun Marco sangat mengenalnya.


Diamnya dan keraguan Akhsan dapat terbaca oleh Marco yang masih di hadapan nya, memancing segudang tanya di benak Marco yang penasaran ingin juga bertanya.


" sebenarnya ada apa dengan Akhsan.? " batin Marco bingung.


Sementara Kairi dadan juga Nara kini sedang melepaskan kerinduan mereka dan saling bergurau, bercerita pengalaman perihal kehamilan mereka.

__ADS_1


Marco melihat Nara dan juga Kairi yang sudah duduk menjauh dari mereka berdua memastikan pembicaraan nya dengan Akhsan nanti tak akan di dengar oleh mereka berdua. Setelah sudah dia pastikan Marco pun tak ingin mengulur waktu lagi, dia sangat penasaran apa sebenarnya yang ada di pikiran Akhsan kali ini.


" Akhsan, apa ada masalah.? " tanyanya memulai.


Akhsan yang hampir mengajak Marco menyusul para istri mereka menghentikan langkah nya dan kembali menoleh ke arah Marco. "'tidak.! " jawab nya dengan berbohong.


Akhsan masih sangat trauma dia harus hati-hati menceritakan semuanya apalagi dengan Marco yang sempat menjadi musuhnya beberapa lalu. Akhsan tak ingin gegabah dan berakhir dengan hal yang tidak di inginkan nantinya.


" tapi wajahmu tidak mengatakan itu. Pasti ada sesuatu yang telah membuat mu gelisah seperti ini " desak Marco.


Akhsan masih terdiam, dia menimang-nimang untuk bercerita atau tidak pada Marco dengan semua yang membuat nya gelisah.


" Aku tau, tak mudah bagimu percaya lagi dengan ku, dengan semua perbuatan ku yang begitu menyakiti kalian semuanya pasti itu akan menjadi halangan untuk kalian percaya lagi padaku. Aku tidak masalah jika itu benar! tapi jika memang masih ada kesempatan untuk ku bisa menebus semuanya maka percayalah padaku. Beri aku kesempatan itu sekali lagi " ujar Marco dengan serius namun terdapat semburat penyesalan yang begitu dalam di wajahnya.


" bukan seperti itu, Marco. hanya saja..?"


" Jangan tidur akan memaksa kamu ataupun Ikhsan untuk percaya lagi dengan ku, tapi aku yakin suatu saat kalian pasti akan membutuhkan ku. " jawab Marco dengan kecewa.


Memang tak akan mudah bisa mendapatkan kepercayaan lagi pada orang yang sudah di sakiti, begitu pula dengan Marco. Kejahatan dan kesalahannya sangat besar. Sudah di maafkan saja itu sudah untung bagi Marco, dan sekarang dia harus berjuang penuh untuk kembali mendapatkan kepercayaan yang sempat dia hancurkan sendiri.


Apa yang Marco katakan sedikit bisa menyentuh hati Akhsan, dia cukup kasihan dengan Marco. Jika dia yang berada di posisinya mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama seperti nya.


Akhsan merogoh sakunya mengeluarkan benda yang kemarin ada pada Oma nya dan di perlihatkanlah benda itu pada Marco.


" apa kamu mengenal ini? apa kamu mengetahui rahasia di balik lambang ini? " tanya Akhsan.


Akhsan berharap langkah ini tidak salah, dan dia berharap bahwa Marco benar-benar berubah sekarang, bukan hanya tobat sambel yang esok nya akan dia ulang lagi untuk menikmatinya.


Marco mengambil benda itu dari tangan Akhsan. Ya! dia sangat mengenal benda itu bahkan dia sempat menjadi salah satu anggota dari ketiga lambang itu.


" ini..? "


Marco menatap Akhsan bingung, darimana Akhsan bisa mendapatkan benda itu, padahal benda itu bukan lah sembarangan dan hanya orang-orang tertentu yang di tunjuk oleh dirinya dan sekutunya yang bisa memiliki benda itu.


" apa kamu tau? " tanya Akhsan semakin mendesak.


Sudah tak ada lagi alasan bagi Marco untuk menyembunyikan kebenaran ini. Dia ingin kepercayaan dari keluarga Akhsan dan dia juga ingin bener-bener berubah dan menjalani hidupnya dengan kedamaian. Semua harapannya tidak akan dia dapatkan kalau dia tak bisa jujur untuk sekarang. Ini adalah saat nya dia mengatakan kebenaran itu.


" aku sangat tau. " Jawab Marco dengan keyakinan yang penuh.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2