
Mobil Ikhsan sampai di depan sekolah Fatma. Keadaan sudah sangat sepi, tak ada satupun orang yang terlihat di sana. Ikhsan terus celingukan mencari keberadaan Istrinya yang sama sekali tak terlihat.
" Fatma dimana? " bingung Ikhsan. Ikhsan turun dari mobil. Berjalan mendekati gerbang yang ternyata masih bisa di buka itu artinya masih ada orang di dalam.
Ikhsan berjalan masuk ke area sekolah mencari-cari seseorang yang mungkin masih ad di sana dan bisa di tanya. Mata Ikhsan melihat ada penjaga sekolah yang sedang mengunci satu persatu kelas. Ikhsan pun berjalan dengan cepat mendekatinya.
" Assalamu'alaikum pak. " sapa Ikhsan pelan.
Penjaga itu menoleh, dan tersenyum sebelum akhirnya menjawab salam dari Ikhsan. " Wa'alaikumsalam..eh.
Pak Ikhsan. Ada apa pak? apa ada barang-barang bapak yang ketinggalan?" tanya penjaga yang sudah tau pasti kalau Ikhsan juga guru di sekolah itu.
Ikhsan menggeleng. " tidak. Sayang hanya mau tanya, apa semua murid sudah pulang pak? atau mungkin masih ada yang di dalam di perpus mungkin atau di mana? " tanya Ikhsan menyelidiki.
Penjaga itu terdiam sejenak. Mengingat semua tempat yang sudah dia datangi dan dia kunci, namun dari semua ruangan tidak ada satupun siswa yang masih ada di sana. " sudah tidak ada kok pak, semuanya sudah pulang. Apa pak Ikhsan mencari seseorang?" tanya nya lagi.
" oh gitu ya pak. kalau begitu saya permisi, Assalamu'alaikum. " pamit Ikhsan dengan cepat
" wa'alaikumsalam. " jawab penjaga. Penjaga itu merasa terheran-heran tak biasa Ikhsan akan datang di waktu setelah pulang sekolah hanya untuk mencari seorang siswa saja yang entah siapa yang dia cari, yang jelas penjaga iri sama sekali tak mengetahuinya. " Hm.. entahlah. " gumam penjaga memecah kebingungan nya sendiri.
Ikhsan berlari masuk kedalam mobilnya dengan gelisah. Ikhsan mengambil ponsel nya mencoba terus menerus menghubungi Fatma namun sama sekali tidak di angkat nya padahal tersambung. " Fatma sedang ngapain sih? sampai nggak mengangkat ponsel ku. "
" coba aku lihat di mana letak keberadaan nya sekarang. " ucap Ikhsan.
Namun belum juga Ikhsan berhasil membuka GPS untuk melacak keberadaan Fatma sekarang, Ponsel Ikhsan lebih dahulu berbunyi." Kring.... Kring...
Ikhsan mengernyit melihat siapa yang menghubungi nya. " Rico? ngapain nih anak. atau jangan-jangan Fatma bersama Rico sekarang.?" gumam Ikhsan.
Ikhsan langsung mengangkat ponselnya menempelkan nya ke telinga nya sebelah kanan. " Assalamu'alaikum.. ada.... "
Ucapan Ikhsan terhenti karena Rico sudah q lebih dahulu nyerocos terus. " Hm? "
" Pak, gawat. Miss Fatma di culik. ini saya sedang mengejar penculik nya. Bapak bergegas ke sini dengan cepat ini mobilnya terus melaju ke tempat padat pemukim. cepat pak..!! " tut tut tut...
__ADS_1
ponsel terputus sepihak seperti nya Rico yang memutuskan nya.
" hallo! hallo! Rico, Rico!! " panggil Ikhsan namun nihil sudah tak ada lagi jawaban dari Rico.
Ikhsan dengan cepat menghubungi Arlan untuk segera menyusul nya untuk menyelamatkan Fatma." Arlan, cepat bawa beberapa orang ke padat pemukiman. lacak keberadaan Fatma secepatnya.sekarang, cepatlah!!". perintah Ikhsan. Sementara Ikhsan langsung melaju dengan pesat setelah memberitahu Arlan.
" Siapa yang berani melakukan ini. Jika asa setitik saja yang terluka dari Fatma maka kalian akan habis di tangan ku sendiri. " ucap Ikhsan yang langsung di penuhi dengan amarah nya. " apa Marco? tapi itu tidak mungkin. Marco sudah berubah. lalu? "
πΎπΎπΎπΎπΎ
Di sebuah toko Buah Kairi tengah memilih-milih buah segar di sana. Di temani oleh Aira. Biasanya Kairi akan pergi dengan Fatma tapi sekarang tak akan mungkin bisa lagi. " Kak, kakak mau beli apa lagi? " tanya Aira yang ikut memilih dan memasukkan buah apel di dalam kantong plastik.
" Hm...? Mangga muda itu kayaknya enak deh. tolong kamu pilih satu kilo ya. " jawab Kairi seraya tersenyum ramah pada Aira.
Aira tersenyum. Aira sangat bahagia meskipun sudah tidak lagi tinggal dengan Fatma namun Aira terasa mendapatkan gantinya yaitu Kairi yang juga sangat sayang pada Aira.
" Assalamu'alaikum kak. udah selesai belum belanjanya.? " tanya Hasan yang datang menyusul mereka.
" Wa'alaikumsalam, eh Hasan. Udah pulang sekolah nya.? " tanya balik Kairi.
Kairi menyadari tatapan mata adiknya itu pada Aira. Apa mungkin ada rasa di hari Hasan pada Aira? tapi apa iya?. Kairi terus berangan-angan seorang diri dan belum berani bertanya pada Hasan. " Hasan," panggil Kairi namun Hasan seperti nya sedang melamun menatap Aira. " Hasan!! " panggil Kairi sekali lagi dan kali ini lebih keras.
Hasan tersentak. Hasan gelagapan saat Kairi tiba-tiba memanggilnya dengan suara keras, seolah-olah Hasan tengah kepergok mencuri pandang untuk Aira. " Ya.. udah selesai belanjanya, Kak? " tanya Hasan mengalihkan.
" Tinggal bayar, setelah virus kita pulang. " jawab Kairi. Kairi mendekat, berdiri tepat di samping Hasan dan berjinjit untuk membisikkan sesuatu pada adiknya. " jaga matamu, Hasan. Jangan sampai kelamaan nanti zina mata. " ucap Kairi lalu pergi begitu saja meninggalkan senyum meledek kepada adiknya.
" apa sih, Kak.!" kesal Hasan.
" Hahaha! udah kakak lihat semuanya kok. tenang saja akan aman pada kakak. " ucap Kairi yang terus tersenyum.
Aira yang mendengar namun tidak tau hal yang pasti dia hanya diam saja tak mau berkomentar sepatah katapun.
"Seandainya saja aku tidak pernah mengatakan sebuah kata janji, Kak. Mungkin aku akan mengatakan nya langsung bahwa aku memang memiliki rasa pada nya. namun semua itu sudah tak bisa lagi. aku harus membuang rasa ini sejauh-jauhnya dan memendamnya sedalam-dalamnya. " batin Hasan nelangsa.
__ADS_1
Kairi berjalan lebih dahulu membawa dua kantong plastik untuk di antar ke penjual untuk di timbang. Namun belum juga sampai, ada orang laki-laki yang berlari dari kejauhan dan dengan sengaja menabrak Kairi hingga dua kantong plastik itu terjatuh dan semua buah nya berserakan.
Untung saja Hasan yang ada di belakang nya, yang dengan sigap langsung menangkap tubuh Kairi yang mau jatuh, kalau tidak ada Hasan mungkin Kairi sudah terjatuh sekarang seperti semua buah yang baru beberapa menit dia pilih.
" Woi!! " jangan lari!! " teriak Hasan sembari membantu Kairi berdiri dengan tegak.
Hasan hampir saja mengejar orang yang menabrak Kairi dan terus berlari itu namun di larang oleh Kairi, " tidak usah di kejar, Hasan. Mungkin dia sedang buru-buru dan tidak melihat. " ujar Kairi.
" tapi kak. Orang kayak gitu harus di kasih tau kalau dia melakukan kesalahan. kalau tidak besok-besok mungkin dia akan melakukan hal yang sama orang lain, " jawab Hasan yang seperti bya tak sependapat dengan Kairi yang sudah langsung memaafkan orang itu langsung.
" sudah, Hasan. jangan di perpanjang lagi, nggak enak di lihat banyak orang. " rayu Kairi dengan mengelus pundak Hasan untuk meredakan amarah nya.
" Hm. " jawab Hasan dengan kesal yang tertahan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
YUK YUK SEMUANYA..
KEPOIN JUGA CERITA AUTHOR YANG MASIH ANGET BANGET YA..
CERITA YANG MUNGKIN KALIAN TUNGGU-TUNGGU SIAPA LAGI KALAU BUKAN CERITA NYA...
FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
YUK KEPOIN DAN KASIH DUKUNG YANG BANYAK JUGA YA..
πππππππ
INILAH CERITA DARI FAR.. YUK CAPCUS DI BACA, DAN DI KOMEN YA... JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA DAN MASUKIN FAVORIT JUGA YA..
TERIMA KASIH
__ADS_1
ππππππππ