Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
64.Perut karet


__ADS_3

" Dek,,!! teriak Ikhsan sembari berlari ke arah Aisyah yang terus mondar-mandir bak setrika di depan pintu UGD di mana Faisal sedang di tangani saat ini.


Aisyah menoleh melihat abang dan kakak ipar nya yang sudah lari ke arah nya. Aisyah berjalan mendekati mereka berusaha dengan wajah khawatir dan sangat takut, keadaan Faisal yang sangat parah lah yang membuat Aisyah takut bukan main " Bang, Bang Faisal, "'ucap Aisyah dengan tangis yang tertahan di kelopak matanya yang tak mampu keluar dari sana.


Ikhsan memegang kedua baju Aisyah menatap mata Aisyah dan meminta penjelasan padanya " Sebenarnya apa yang terjadi dek, ? kenapa Bang Faisal bisa sampai masuk rumah sakit, apa Bang Faisal kecelakaan atau,,,?


" Bang Faisal di keroyok preman Bang, Bang Aisyah takut luka Bang Faisal sangat parah " ucap Aisyah begitu mengkhawatirkan Faisal terlihat dari raut wajahnya dan juga suaranya yang sedikit gemetar.


Ikhsan memeluk Aisyah membuat nya tenang dan berharap bisa menghilangkan semua ketakutan yang ada pada Aisyah saat ini.


" sebenarnya apa yang terjadi, aku yakin ini tidak kebetulan saja pasti memang ada yang berniat menyakiti Faisal tapi siapa? dan apa alasannya. secepatnya aku harus mencari tau dan harus cepat bertindak jangan sampai ini terjadi lagi pada yang lain. aku tak mau sampai ada yang terluka lagi di keluarga ku. " Ikhsan hanya mampu membatin dan terus memeluk Aisyah yang sekarang sudah sedikit tenang.


" Dek, apa ini ada hubungannya dengan Bang Faisal yang menyelamatkan Aira. " ucap Fatma memberanikan diri mulai menyinggung soal masalah Aira. pikiran Fatma benar-benar tak bisa tertahan lagi karena setau Fatma Faisal hanya ada masalah dengan ayah angkat dari Aira.


Aisyah melepaskan pelukan nya dari Ikhsan dan mereka berdua langsung menatap Fatma yang terus meminta penjelasan dari Aisyah, pikiran nya belum tenang jika dia belum mengetahui dengan pasti apa penyebab dari sakit nya Faisal.


"'saya tidak tau Kak, karena saat Aisyah datang Bang Faisal hampir di bawa oleh para preman. dan Aisyah memanggil masa untuk menolong Bang Faisal " ucap Aisyah yang setengah nya terdapat kebohongan nya.


" kenapa kamu bisa sampai di tempat Bang Faisal berada bukan nya kamu pergi sama Shelvia.? tanya Ikhsan menyelidiki.


" tadinya emang seperti itu Bang, tapi Aisyah naik ojek karena kata Kak Shelvia mobilnya mogok jadi Aisyah harus datang dengan ojek " Lagi-lagi Aisyah harus berbohong. tak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya kalau dia memang mengikuti Faisal karena telah mempunyai firasat buruk saat Faisal pergi.


" ya sudah sekarang kamu duduk, kamu pasti sangat syok dan takut kan. Ikhsan menuntun Aisyah dan duduk di bangku tunggu di samping ruang UGD.


" kenapa aku merasa ada yang di sembunyikan oleh Aisyah. apa dia mengetahui sesuatu yang tak boleh aku mengetahui nya. dirimu sangat misterius Aisyah tapi Abang tak mau tinggal diam Abang harus tau apa yang kamu sembunyikan dari Abang. dan jika benar yang di tanyakan Fatma kalau yang mengeroyok Faisal adalah suruhan dari ayah angkat Aira aku sendiri yang harus turun tangan aku tak mau melibatkan siapapun dalam masalah ini termasuk Faisal sekaligus, Fatma dan adiknya telah menjadi tanggung jawab ku aku harus melindungi mereka dari semua bahaya "


Fatma duduk di sebelah Aisyah dan menggantikan Ikhsan merangkul Aisyah dan memberikan nya kenyamanan, " kamu tenang ya dek. Bang Faisal pasti akan baik-baik saja " ucap Fatma lirih.


" makasih Kak, " jawab Aisyah pelan.


Rayyan dan Keisha datang dengan nafas tak beraturan mereka begitu ngos-ngosan karena berlari dari parkiran untuk segera mengetahui keadaan Faisal. " Aisyah apa yang terjadi dengan Bang Faisal " tanya Keisha yang begitu khawatir.


Ikhsan yang menoleh dan dialah yang berniat menjelaskan apa yang tadi di jelaskan oleh Aisyah, Ikhsan takut Aisyah masih terlalu syok karena harus menyaksikan itu seorang diri " Ma. Biar Ikhsan yang jelaskan, kata Aisyah Faisal di keroyok oleh preman.................."terang Ikhsan memulai menjelaskan dari awal hingga akhir sama persis dengan yang Aisyah katakan.


" astaghfirullah "' Keisha menutup mulutnya menangis tersedu-sedu di pelukan Rayyan yang berusaha lebih tenang. " Pa, Mama takut "


" Mama tenang, Faisal pasti akan baik-baik saja, tenanglah " Rayyan harus bisa menenangkan Keisha meski dia sendiri juga sangat khawatir.


Tak lama pintu terbuka dan brangkar pun keluar menampakkan Faisal yang masih tak sadar kan diri dan begitu banyak lebam yang menghiasi wajahnya yang putih dan di ikuti oleh dokter yang sangat mereka kenal. " Aunty, gimana keadaan Faisal " tanya Ikhsan dengan cepat menghampiri dokter yang sekarang malah tersenyum pada mereka semua.


" Aunty dokter, gimana keadaan Abang Faisal " tanya Aisyah tak sabaran berdiri dengan cepat berjalan mendekati dokter dengan mata mata yang kian tajam.


" Dek gimana keadaan Faisal " tanya Rayyan pada dokter tersebut yang tak lain adalah adik dari Rayyan, Airin dokter kepala di rumah sakit Natas Hospital yang menggantikan Tasya di sana. " Dek"


" Tak perlu di khawatirkan, Faisal baik-baik saja itu hanya luka memar akibat pukulan yang keras. saya sudah memberikan obat andalan supaya dia cepat pulih " ucap Airin.


" Aunty, tapi tadi Bang Faisal muntah darah, ? apa itu tidak apa-apa? tanya Aisyah menjelaskan.


" tidak apa-apa sayang, Abang baik-baik saja. sekarang Aisyah boleh menjenguk nya. " ucap Airin lembut sembari membelai wajah Aisyah.


" benarkah "


" Hmm"


" makasih Aunty,,!! Aisyah lari lebih dulu meninggalkan semua orang dengan begitu semangat dia sangat khawatir akan keadaan Faisal.

__ADS_1


" makasih dek. "


" Sama-sama Kak, ini sudah tugas ku. "'Airin tersenyum simpul.


🌾🌾🌾🌾🌾


" loh,,!! Hasan dimana semua orang,? apa mereka sudah pulang dan tidak pamit dulu sama kakak " tanya Akhsan yang keluar dari kamar Kairi.


Hasan yang tengah melamun terhenyak kaget karena suara Akhsan. dia pun langsung menoleh " tadi Kak Ikhsan mendapatkan kabar kalau Kak Faisal masuk rumah sakit, kak. jadi mereka semua buru-buru ke sana dan tak mau menggangu kakak jadi mereka hanya pamit sama Hasan " terang Hasan.


" Faisal masuk rumah sakit,? kenapa.?


" kurang tau sih Kak, tadi samar-samar Hasan dengar katanya Kak Faisal di keroyok preman " ucap Hasan menjelaskan apa yang tadi dia dengar.


" astaghfirullah, ujian apa lagi ini. " Akhsan memijit pelipis nya pusing. dia belum bisa membuat Kairi mengembalikan senyum nya dan sekarang masalah baru bertambah lagi datang pada keluarga nya. " ya Allah kuat kan keluarga hamba dalam menjalani semua ujian yang Engkau berikan. " doa Akhsan sungguh-sungguh.


"di keroyok preman, apakah ada hubungannya dengan ayah angkat dari Aira. kalau memang benar ini tak boleh di biarkan. ini tak boleh terjadi lagi pada yang lain ini harus di hentikan secepatnya jangan sampai ada korban lagi. aku harus membicarakan ini dengan Ikhsan dan secepatnya harus bertindak. "' batin Akhsan yang yang sama seperti Ikhsan mencurigai orang yang sama.


Akhsan terduduk di sebelah Hasan. pikiran nya sangat kacau dia sangat ingin menjenguk Faisal tapi dia juga tak bisa meninggalkan Kairi dalam keadaan yang tengah berduka seperti sekarang. Kairi akan sangat membutuhkan juga bagaimana dia bisa tega meninggalkan nya seorang diri.


" aku harus percayakan urusan Faisal dengan Ikhsan. aku yakin Ikhsan bisa menangani semua masalah di sana. aku tak bisa pergi karena aku tak mungkin meninggalkan Kairi sekarang. " batin Akhsan.


Akhsan mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku mengirimkan pesan untuk Ikhsan sekedar untuk menanyakan keadaan Faisal sekarang. meskipun dia tak bisa datang tapi seenggaknya dia bisa menanyakan nya lewat pesan dari ponsel canggih nya kan.


" Assalamu'alaikum, dek gimana keadaan Dek Faisal sekarang. dia tidak apa-apa kan? dia baik-baik saja kan.?


sekedar pesan singkat membuat Akhsan lega meski belum mendapatkan jawaban dari Ikhsan.


" mana sih, lama banget kau menjawab nya dek. apa ponsel mu juga perlu mendapatkan perawatan hingga sinyal nya tak bisa masuk ke dalam ponsel mu " gerutu Akhsan dengan sangat kesal.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Faisal membuka mata dan langsung mengadu sakit yang luar biasa. bahkan sekedar untuk bicara saja seakan susah karena ujung bibir nya ada yang robek karena pukulan yang sangat keras.


Matanya menatap semua keluarga yang berdiri mengelilingi di sekitar kasurnya dan menatap iba dengan yang di alami Faisal sekarang bahkan Keisha tak henti-hentinya mengeluarkan air mata hingga sampai tersedu-sedu.


" Ma, kenapa Mama menangis,? Faisal baik-baik saja kok, Ma. ucap Faisal tak tega melihat Mama nya yang seakan ikut merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Faisal sekarang.


Keisha duduk di bangku di sebelah Faisal memegangi tangan Faisal dan terus menciumnya. satu tangan nya membelai lembut wajah Faisal yang lebam. " ini pasti sakit kan? tanya Keisha pelan.


Faisal tersenyum kecil menutup mata sejenak dan kembali membuka nya menatap sang Mama yang begitu sangat sedih karena keadaan nya. " tidak kok Ma, hanya luka biasa nanti juga sembuh. lagian laki-laki harus kuat kan Ma, masak hanya luka seperti ini nangis nanti gak laki dong " gurau Faisal membuat Keisha tersenyum karena bualan dari Faisal yang ingin menghibur nya.


" kamu itu, udah sakit juga masih sok kuat. kamu nggak nyadar udah hampir buat Mama jantungan "?


" Jangan dong Ma, Faisal masih membutuhkan Mama, kalau Mama jantungan nanti yang akan menjewer Faisal siapa.? gurau nya lagi.


Semuanya tertawa. Faisal sungguh pintar mencair kan suasana yang begitu menyedihkan menjadi lebih hangat" ., gimana keadaan mu sekarang Dek.? tanya Ikhsan.


Faisal menoleh ke arah Ikhsan " Faisal baik-baik saja Bang. "'


" oh syukur lah. tadi kata Aisyah,,?


Mendengar kata Aisyah Faisal langsung mencari dimana keberadaan adik nya itu sebelum dia tak sadarkan diri dia masih sangat jelas melihat Aisyah yang menantang para preman dan membuat para preman itu marah.


" Bang, dimana Aisyah,? dia baik-baik saja kan Bang,? dia tidak kenapa-napa kan, Bang.? Faisal begitu sangat khawatir.

__ADS_1


Semua menatap bingung Faisal yang sangat khawatir pada Aisyah, pasalnya Aisyah sangat baik-baik saja tapi kenapa Faisal sampai begitu khawatir.? Aisyah baik-baik saja Dek. Emangnya kenapa,? dan sebenarnya kenapa dengan Aisyah. "


" Tadi, sebelum Faisal pingsan Faisal mendengar Aisyah menantang para preman dan juga mengatakan hal-hal yang membuat mereka marah, saya takut Aisyah kenapa-napa. sekarang di mana Aisyah Bang. "'


" Aisyah dalam keadaan baik-baik saja dek. Aisyah sedang kelaparan jadi dia pamit mau cari makan di kantin rumah sakit. kamu kan tau sendiri perut Aisyah itu sudah seperti apa.? seperti karet yang akan molor jika matanya melihat makanan enak. " terang Ikhsan.


" tuh kan seperti nya Aisyah memang menyembunyikan sesuatu dariku. tunggu saja Aisyah apa yang akan Abang lakukan kalau kamu tak bisa jujur sama Abang . apapun caranya kamu harus mengatakan semuanya. "


" enak saja, perut siapa yang seperti perut karet" ? ucap Aisyah dalam amarah tingkat tinggi. matanya menatap Ikhsan dengan kesal langkah nya terhenti di samping Keisha yang masih setia memegangi tangan Faisal.


Ikhsan memutar bola matanya asal. mencari perlindungan dari adik bontot nya yang seperti akan mengamuk sekarang karena ucapan nya barusan. " Astaga rumah sakit sebersih ini kok masih banyak nyamuk ya. " ucap Ikhsan mengalihkan pembicaraan dengan cepat dan tangan nya menepuk-nepuk angin di depan wajahnya.


Aisyah merenggut kesal, lagi-lagi Abang nya tak mengindahkan pertanyaan nya. dan malah sengaja memalingkan wajahnya dan sekarang malah berjalan dengan santai nya untuk duduk di sofa dengan tangan masih mengibas-ngibaskan angin yang katanya terdapat banyak nyamuk di sana..


" Abang,,,!! teriat Aisyah kesal.


" apa sih dek, kamu merindukan Abang? sini Abang peluk. "'ucap Ikhsan santai sembari melambaikan tangan memanggil Aisyah.


" Ihhh,,!! geram Aisyah dan berjalan cepat menghampiri Ikhsan untuk melayang kan pukulan tangan nya ya kecil " bugh,,,


" Awww,, dek apa-apaan sih sakit tau. tuh lihat langsung penyok bahu Abang.! ucap Ikhsan memperlihatkan bahunya yang tak berubah sedikit pun.


"'mana ada penyok.!


Ikhsan menarik tangan Aisyah hingga dia terjatuh di samping Ikhsan. Ikhsan mengunci leher Aisyah dengan tangan nya dan mulutnya mendekat ke telinga Aisyah. " dek, Abang tau kamu bohongin Abang soal kejadian Bang Faisal. kamu tau segalanya tapi kamu tak mau kasih tau Abang kan. kamu hutang penjelasan dengan Abang ya, Abang tunggu nanti di rumah. sampai nggak jujur awas aja apa yang bisa Abang lakukan. abang akan bikin kamu jadi sate. " ancam Ikhsan tepat di telinga Aisyah.


Mata Aisyah melotot. akankah rahasia nya harus terbongkar secepat ini.? tidak kan. Ikhsan boleh tau akan kejadian itu tapi tak boleh tau akan kelompok yang Aisyah bangun.


" Aisyah nggak bohong kok Bang. "'


" Halah nggak usah ngeles, bocil. "


" siapa yang ngeles.?


" siapa lagi kalau bukan pipi bakpao. " Ikhsan mencubit pipi Aisyah gemas.


"Abang,,!!


" Sstttt,,!! diam ini rumah sakit bukan lapangan.? tegur Rayyan jelas.


" maaf Pa. " serentak Ikhsan dan Aisyah.


" Abang sih berisik.?


" kamu tuh yang mulutnya nggak Pernah ada rem nya. butuh di bawa ke bengkel biar nggak blong terus-menerus. "" ledek Ikhsan .


" Ihhh,, " geram Aisyah dengan mata melotot.


" ingat ya, Abang tunggu penjelasan dari mu. kalau kamu bohong Abang pasti akan tau. kamu belum tau aja siapa Abang sebenarnya. "


" Abang sebenarnya,? tau lah. Abang kepo dan Abang bucin. "


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2