
Happy Reading..
_________
Fatma begitu panik, dua juga khawatir melihat Khairi yang tak sadarkan diri. Fatma berkali-kali teriak memanggil asisten rumah tangga Khairi hingga akhir mereka semuanya datang.
"Astaghfirullah, Bu! "
"Cepat siapkan mobil, kita harus bawa kak Khairi ke rumah sakit! " Perintah Fatma.
"Baik, Bu! " Satu asisten berlari keluar mungkin dia akan memanggil penjaga untuk membantu mengangkat Khairi.
Dan benar saja, setelah beberapa saat ada dua penjaga dan satu sopir yang datang, "Cepat angkat kak Khairi! Kita ke rumah sakit sekarang juga! " Pinta Fatma.
"Baik, Bu! "
Tubuh Khairi langsung di angkat dan di bawa menuju ke mobil yang sudah di siapkan
"Bi, tolong kabari Kak Akhsan, surya ke rumah sakit sekarang! " Fatma langsung berlari menyusul Khairi.
"Baik, Bu! " Jawabnya patuh, lalu mengambil ponselnya yang ada di kantong celemek yang dia kenakan.
__
"Bagaimana, Ar? Apa semuanya sudah siap?" tanya Akhsan pada Ardi sangat asisten.
"Sudah, Pak! Semuanya sudah di persiapan dengan baik." jawab Ardi.
"Hem, " Akhsan mengangguk dia juga langsung beranjak dari kursi kebesarannya. Baru dua langkah dia kembali lagi karena ponselnya ketinggalan.
Baru saja ponselnya ada di tangan bunyi dering dari ponsel itu bersuara. Akhsan melihatnya lalu mengangkatnya tanpa ragu, "Assalamu'alaikum, Bik. Ada apa? "
"𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘛𝘶𝘢𝘯! 𝘐𝘵𝘶 𝘛𝘶𝘢𝘯, 𝘪𝘵𝘶..., 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘉𝘶 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢. "
"Astaghfirullah hal 'azim, baik saya akan ke rumah sakit sekarang juga. " Ponsel langsung di matikan oleh Akhsan.
"Ardi, saya harus ke rumah sakit. Tolong urus semuanya! " Akhsan langsung berlari setelah berpesan pada Ardi.
__ADS_1
"Tapi, Pak! "
Teriakan Ardi sudah tak ada artinya lagi, Akhsan terus berlari meninggalkan tempat itu dan semua pekerjaannya.
____
"Yang kuat ya, Kak. Kak Khairi pasti akan baik-baik saja," Ucap Fatma yang begitu khawatir. Langkahnya terus mengikuti kemana brangkar yang membawa Khairi pergi.
"Maaf, mbak tidak boleh ikut masuk. Lebih baik Mbak menunggu di sini, " ucap seorang perawat.
"Tapi, Sus! Saya harus menemani kakak saya, "
"Maaf Mbak, tidak bisa, " Perlahan-lahan pintu tertutup membuat Fatma semakin ketakutan.
Fatma terus mondar-mandir, matanya sesekali menoleh ke arah masuk dan sesekali akan berpindah ke pintu ruangan Khairi.
"Ya Allah, selamatkan Kak Khairi juga anaknya," Wajah Fatma mendongak dia benar-benar berharap pada Tuhan akan menyelamatkan keduanya.
"Fatma!"
"Sebenarnya apa yang terjadi, Fatma. Kenapa Khairi bisa jatuh?"
"Fatma juga tidak tau jelasnya, Kak. Tadi Kak Khairi hanya pamit ke kamar mandi dan setelah beberapa saat kak Khairi berteriak pas aku datang ternyata Kak Khairi sudah pingsan." terang Fatma.
"Siapa keluarga dari pasien?" Seorang dokter keluar memandangi Akhsan juga Fatma bergantian.
Akhsan langsung berlari mendekati dokter tersebut, "Saya suaminya, Dok! Bagaimana keadaan istri dan anak kami, Dok? " tanya Akhsan khawatir.
"Begini, Pak. Ada masalah dalam kehamilan istri anda, untuk menyelamatkan keduanya kita harus melakukan operasi sekarang juga. Dengan artian, istri anda harus melahirkan sekarang," jelas Dokter.
"Astaghfirullah hal 'azim... " Akhsan mengacak rambutnya kasar, waktu persalinan semestinya masih beberapa minggu lagi dan sekarang Khairi harus melahirkan anaknya, "Tapi bisa di jamin kedua akan baik-baik saja kan, Dok?"
"Kamu akan berusaha sebisa kami, Pak. Lebih baik Bapak berdoa untuk keselamatan mereka. Bagaimana, apa bapak setuju? Kalau tidak segera di operasi maka akan membahayakan keduanya," Jelas Dokter.
"Saya yakin dokter tau yang lebih baik, lakukanlah, Dok. Dan selamatkan mereka berdua. Saya mohon, Dok."
"Pasti, Pak. Itu sudah menjadi kewajiban kami," Dokter kembali masuk dan mungkin akan segera mempersiapkan segalanya untuk operasi Khairi.
__ADS_1
___
Keluarga Akhsan terus berangkat ke rumah sakit setelah di kabari oleh Fatma, semuanya sangat panik juga sangat khawatir dengan berita yang tak baik itu.
Mereka semua sudah berbondong-bondong masuk ke rumah sakit, mencari tempat di mana Akhsan juga Fatma berada, di depan ruang operasi.
"Fatma! " Ikhsan langsung menghampiri istrinya yang duduk di kursi tunggu dengan sangat khawatir.
"Mas, Kak Khairi... " Fatma langsung beranjak juga langsung memeluk Ikhsan karena sangat takut akan terjadi sesuatu pada Khairi kuga anaknya, "Fatma takut, Mas."
"Sudah, Kak Khairi pasti akan baik-baik saja," Ikhsan membalas pelukan itu, dia sangat tau bahwa Fatma sangat syok karena dia yang ada bersama dengan Khairi saat itu.
"Tapi, Fatma sangat takut, " Fatma semakin erat memeluk Ikhsan membuatnya semakin mengeratkan pelukannya juga berusaha membuat Fatma tenang.
"Akhsan," Keisha menghampiri Akhsan yang terus berdiri tak bergeming di depan pintu, dia ingin sekali masuk, melihat proses operasi itu dan menemani Khairi namun dia tidak di perbolehkan, alasannya karena para petugas medis ingin lebih fokus karena operasi ini sangatlah rentan mengingat keadaan Khairi juga bayinya yang semakin lemah.
"Ma...," Akhsan langsung memeluk sang mama, air matanya menetes karena dia begitu takut kehilangan Khairi juga anaknya yang belum sempat dia lihat.
"Kamu yang sabar, Nak. Semua pasti baik-baik saja," Keisha terus mengelus punggung Akhsan yang benar-benar tak berdaya.
"Akhsan takut, Ma," ucapnya lagi, menumpahkan semua kesedihannya di pundak Keisha.
"Ssttt..., kamu harus yakin. Istri juga anakmu pasti akan baik-baik saja," Keisha terus menenangkan Akhsan.
Masih dalam posisi memeluk Keisha, dari dalam ruangan terdengar suara tangisan bayi yang begitu keras, membuat Akhsan langsung melepaskan pelukannya. Akhsan tersenyum, dia bahagia sekarang dia sudah menjadi seorang ayah,"Ma, Akhsan sudah menjadi seorang ayah, Ma. Akhsan sudah menjadi seorang ayah! "
"Selamat, Nak. Sekarang kamu sudah menjadi ayah, selamat ya. Mama yakin semuanya pasti akan baik-baik saja," Keisha pun juga tersenyum, akhirnya mereka semua bisa mendengar suara tangisan dari bayi Khairi yang sangat mereka tunggu-tunggu kehadirannya.
"Terima kasih, Ma! " Akhsan kembali memeluk Keisha saking bahagianya, tak ada kebahagiaan yang sebesar ini, "Semoga Khairi juga baik-baik saja ya, Ma."
"Pasti, Nak. Pasti! Khairi pasti juga akan baik-baik saja," Kawan Keisha.
___
Bersambung...
_______
__ADS_1