
Akhsan menggandeng tangan Kairi masuk ke dalam perusahaan nya dengan bahagia. dulu dia hanya bisa melihat Kairi saja saat masuk dan sekarang dia bisa menggandeng nya dan memberikan Kairi gelas sebagai Nyonya bos di sana. haah sangat membahagiakan.
Semua karyawan menunduk menyambut kedatangan mereka berdua dengan hormat. Banyak di antara mereka yang masih merasa kalau itu adalah sebuah mimpi buruk bagi mereka, bagaimana bisa seorang OB yang kerjaan nya tak lebih bagus dari mereka semua dan sekarang telah menjadi istri bos dari mereka yang harus di hormati penuh.
Akhsan tersenyum simpul melihat Kairi yang menunduk tak percaya diri bersanding dengan nya di depan para karyawan lain. Dia sangat malu dan takut akan kata-kata buruk yang mungkin akan dia dapatkan jikalau tak ada Akhsan di samping nya. " kamu kenapa.? Hmm... " tanya Akhsan setelah mereka berdua masuk ke dalam lift dan hanya ada mereka berdua di sana.
Kairi terhenyak. " a-aku..? Hmm,,, nggak apa-apa kok. " ucapnya bohong dan sangat gugup.
Akhsan kembali tersenyum dan semakin mengeratkan tangan Kairi di lengan nya sekarang. " baiklah, anggap saja aku percaya dengan yang kamu katakan. tapi kalau aku nggak percaya maka kamu harus menjelaskan nya. " ucap Akhsan jelas.
Kairi mendongak menatap Akhsan dengan khawatir. apakah suaminya tengah marah sekarang karena dia tak mau jujur padanya.?
" Mas,, Hmm,,? sebenarnya aku takut ada yang mengatakan tentang aku yang tidak-tidak. " ucap Kairi dengan wajah menunduk.
" hufff,,,, dengar ya Kairi, selama ada aku akan aku pastikan tak akan pernah mendengarkan hal buruk tentang mu. Aku tak akan pernah membiarkan sepatah katapun yang menyakitimu keluar dari mulut mereka semua, mengerti. " terang Akhsan.
Kairi mengangguk ngilu. Bahkan sampai sekarang dia tanya berlindung pada seorang Akhsan saja tanpa bisa menghadapi kenyataan jika semua itu akan terjadi padanya. " Hmm, "
Klink...
lift terbuka mereka berdua pun telah sampai di lantai paling atas, lantai yang hanya para tertinggi yang berada di sana terutama Akhsan. Akhsan tetap saja menggandeng Kairi hingga ke ruangan nya. menyuruh Kairi duduk di sofa tanpa membiarkan Kairi melakukan apapun.
Akhsan telah berjanji akan menjadikan Kairi sebagai ratunya dan sekarang hal itu terjadi, tak mungkin kan Akhsan akan membiarkan Kairi bekerja sebagai OB lagi. " duduklah yang baik dan jangan melakukan apapun. tugas mu di sini hanya menemaniku bukan untuk bekerja, oke. " ucap Akhsan membelai lembut pipi Kairi lalu beranjak untuk ke kursi kebesaran nya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang sudah menanti.
" tapi Mas, ? aku sangat bosan. " ucap Kairi.
" sudah lah. atau kamu bisa ke tempat Sukma kalau kamu mau, asalkan kamu tak melakukan apapun yang akan membuat kamu kelelahan. " ucap Akhsan.
" baiklah, aku akan ke tempat Sukma " Kairi menyeringai bahagia dan segera beranjak menuju ke tempat Sukma berada.
"aku ganggu nggak ya kalau ke tempat Sukma.? batin Kairi bingung. meskipun sangat ingin tapi Kairi tak mau sampai menghambat pekerjaan Sukma itu tak akan baik kan.
Sudah sampai di tempat Sukma Kairi kembali berbalik setelah melihat Sukma tengah fokus dengan komputer yang ada di depannya. " aku tak bisa membantunya seenggaknya aku juga tak mengganggu Sukma mengerjakan semua pekerjaannya. " gumam Kairi begitu lirih.
" Kairi,,!! panggil Sukma yang tak sengaja menoleh dan melihat Kairi yang sudah berbalik dan ingin pergi tanpa menyapa Sukma terlebih dahulu.
Kairi membalikkan badan meringis kikuk pada Sukma dan berjalan mendekati Sukma ragu.
" Hehehe, Sukma. " meringis Kairi.
" Apa setelah menjadi istri bos sekarang kamu melupakan ku,? kau sungguh keterlaluan Kairi. kau begitu kejam padaku. " kesal Sukma.
" Hmm,,, tidak tidak,,!! bukan maksudku seperti itu Sukma, aku hanya tak mau mengganggu mu, pekerjaan mu pasti sangat banyak kan. Aku takut sampai kamu kewalahan dengan pekerjaan mu nanti " jawab Kairi menyesal.
Baru saja beberapa saat mereka berbincang. ponsel Kairi berbunyi dan tertera nama Hasan di sana. " bentar ya, aku angkat telfon dulu. " ucap Kairi pada Sukma dan di angguki oleh nya.
" Assalamu'alaikum,," sapa Kairi lembut.
" Wa'alaikumsalam, kak. bapak kak. " ucap Hasan gelisah dan terkesan buru-buru.
Kairi langsung panik dan khawatir. " bapak kenapa dek.! tanya Kairi dengan keras membuat Sukma yang mendengar nya langsung menoleh ke arah Kairi dan penasaran.
" bapak Kak, bapak pingsan. " ucap Hasan tersedu.
__ADS_1
" astaghfirullah, kakak akan cepat pulang kamu tunggu kakak.!! Kairi tergesa-gesa menutup telfon nya dan berlari keluar dari perusahaan tanpa pamit terlebih dahulu pada Akhsan karena saking paniknya.
" Kairi,,,!! teriak Sukma namun tak lagi di Jawab oleh Kairi yang sudah sangat jauh. " astaga. aku harus bilang sama pak Akhsan sekarang. Kairi pasti sangat membutuhkan pak Akhsan. " Sukma berjalan dengan cepat pergi ke ruangan Akhsan untuk memberi tau nya tentang Kairi sekarang.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Kairi turun dari angkot dengan tergesa-gesa, berlari untuk sampai ke rumahnya untuk mengetahui keadaan Jandi dan membawanya ke rumah sakit secepatnya.
" bapak harus baik-baik saja. bapak harus kuat." gumam Kairi dengan terus berlari dengan sangat cepat hingga terengah-engah.
Kaki Kairi lemas seketika saat masuk ke dalam rumah, begitu banyak orang di sana. Hasan terus menangis di sebelah tubuh Jandi yang sudah terbujur dengan tangan bersedekap dan sudah tertutup kain batik sampai di atas dada.
" bapak,,, " lirih Kairi.
Kairi berjalan dengan gontai menghampiri Jandi yang sudah tak lagi bernafas dan matanya sudah terpejam sempurna. Air mata Kairi tak dapat terbendung lagi begitu deras mengalir seiring dengan kepergian Jandi yang meninggalkan nya untuk selamanya.
Kairi terduduk di sebelah Jandi menggoyangkan tubuh Jandi berharap bisa membuat nya terbangun namun itu tak akan mungkin karena Jandi telah berpulang ke pangkuan sang Illahi.
" bapak,,!! bapak bangun, bapak pasti akan sembuh. bapak telah berjanji kan pada Kairi akan selalu menemani Kairi, bapak bangun. " ucap Kairi menangis semakin menjadi.
" bapak bangun,,!! teriak Kairi
Kairi memeluk Jandi dan terus menggoyahkan tubuh jandi dengan kuat namun jandi tetap saja tak membuka matanya. Air mata Kairi terus mengalir dengan begitu deras. baru kemarin malam dia dan Akhsan berencana akan membawa Jandi ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan namun Tuhan berkehendak lain dan mengambil Jandi dari Kairi.
" Bapak,, "
" kak, kakak yang sabar ya, Kakak harus kuat " ucap Hasan merangkul Kairi kedalam pelukan nya.
" Hasan, bapak meninggalkan kita. bapak telah pergi. Bapak,,!! teriak Kairi histeris.
" sudah Kak, kakak jangan seperti ini. Bapak akan sedih jika kakak seperti ini. " ucap Hasan yang terus membuat Kairi merasa tenang.
" Hasan. Bapak Hasan, bapak telah pergi. " Kairi semakin tersedu hingga tak mampu lagi bersuara.
" ba- pa-k,,,, " suara Kairi melemah dan hilang di dalam pelukan sang bapak.
" Kak, kakak bangun,,!! teriak Hasan.
Kairi tak sadarkan diri membuat Hasan semakin panik. Hasan terus berteriak membangun kan Kairi namun tak bisa membangun kan Kairi. " Kakak,,!! teriak Hasan.
Akhsan yang di beri tahu oleh Sukma langsung menyusul Kairi namun Kairi sudah lebih dahulu naik angkot dan Akhsan mengejarnya meskipun jarak nya sangat jauh.
Akhsan berlari masuk ke kediaman Jandi, Akhsan berteriak saat melihat Kairi yang sudah tak sadarkan diri di atas tubuh Jandi yang sudah terbujur. " Kairi,,!! teriak Akhsan " Astaghfirullah Kairi bangun. " Akhsan semakin panik.
Akhsan melepaskan Kairi dari tubuh Jandi dan membawanya ke tubuhnya menepuk-nepuk pipi Kairi untuk membuat nya terbangun " Kairi, bangun Kairi, bangun,,!! teriak Akhsan panik.
" Kak, tolongin Kak Kairi, kak. " ucap Hasan khawatir.
" kamu tenang ya, Kak Kairi hanya syok. Kak Kairi pasti akan baik-baik saja kamu tenang ya." ucap Akhsan.
dengan kepanikan dan khawatir Akhsan mengangkat Kairi dan membawa ke kamar milik Kairi. menaruhnya di sana dan terus berusaha membangun kan Kairi. " Kairi, bangun sayang bangun. " ucap Akhsan.
Akhsan mengambil ponsel nya dan mengabari semua keluarga nya atas berpulangnya Jandi pada sang Pencipta dan setelah itu kembali beralih pada Kairi yang masih tak sadar.
__ADS_1
Setelah lama berusaha akhirnya Kairi terbangun menatap Akhsan yang terus di sana menemaninya. " Mas, bapak nggak apa-apa kan. " ucap Kairi.
Akhsan memeluk Kairi menenangkan nya namun Kairi kembali lagi dengan kesedihan nya menangis sejadi-jadinya di pelukan Akhsan. " kamu harus kuat, Kairi. Bapak akan sedih jika kamu seperti ini. kamu harus kuat ya"
"Mas, bapak Mas. bapak meninggal kan ku sendiri, bapak telah pergi. "
" kamu tidak sendiri, ada aku yang akan selalu bersamamu. dan kamu juga punya Hasan yang harus kamu perhatikan, kamu tidak sendiri Kairi. ", Akhsan terus memeluk Kairi dengan hangat.
" hiks hiks hiks,,, bapak.. ""
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Gundukan tanah yang masih basah terdapat begitu banyak bunga yang menghiasi makam Jandi di sebuah tempat pemakaman terdekat dari rumah Jandi.
Semua keluarga besar Akhsan ada di sana mengantarkan Jandi ke peristirahatan terakhir nya dan memberikan kekuatan untuk Kairi dan juga Hasan yang telah di tinggalkan.
" Kak Kairi yang sabar ya. " ucap Fatma memeluk Kairi dari samping.
Kairi mengangguk dan terus diam, Kairi berjongkok di dekat makam itu menabur kan bunga di gundukan tanah di mana Jandi di makamkan. Air mata nya masih tak mau berhenti matanya begitu merah dan terlihat sangat bengkak karena terus menangis.
Semuanya merasa sedih dengan keadaan Kairi sekarang. Kehilangan orang yang paling dia sayang pastilah akan sangat menyedihkan bagi siapapun begitu juga dengan Kairi.
" Bapak,, " Lagi-lagi Kairi menangis.
" kamu yang sabar Nak, semua ini sudah menjadi kehendak-Nya. " ucap Keisha.
Keisha menggantikan Fatma memeluk Kairi mengelus kepala menantunya yang sudah seperti anaknya sendiri. " Ma, Bapak meninggalkan Kairi, Ma" lirih Kairi hampir tak lagi terdengar suaranya sangat serak bahkan hampir hilang.
" kamu harus kuat, ada kami semua yang menjadi keluarga mu. kamu harus sabar ya. bapak akan bahagia jika kamu Bahagia. " ucap Keisha terus membuat Kairi tenang.
" Ma,, "
" Stt,,, sudah sudah,, "
Satu persatu memberikan kekuatan untuk Kairi dan Hasan, dan satu persatu juga mereka pulang meninggalkan makam,
Kairi masih sangat enggan untuk pergi. dia benar-benar masih tak mau pergi dari sana tak mau meninggalkan Jandi yang sudah tak lagi dapat dia lihat.
Akhsan semakin khawatir melihat Kairi yang tak henti-hentinya bersedih dan terus menangis bahkan suara Kairi sudah gak lagi terdengar.
" Kairi kita pulang yuk, ini sudah Sore. " ajak Akhsan namun Kairi hanya menggeleng. " Kairi, besok kita kesini lagi Ok. " ucap Akhsan.
Akhsan merangkul bahu Kairi menuntunnya untuk berjalan sampai ke mobil dengan perlahan-lahan, Baru saja akan masuk ke mobil Kairi kembali tak sadarkan diri membuat Akhsan semakin panik dan bingung.
" Kairi,,!!!
" kakak,,!! teriak Hasan.
Akhsan mengangkat Kairi memasukkan ke mobil dan sudah ada Hasan di dalam yang akan menjaga Kairi hingga sampai rumah.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Haduh sedikit ya, Author nggak kuat nulis nya. ππππ
__ADS_1