Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
242. Sakit


__ADS_3

Happy Reading...


_______


Belum juga Santi dan Mirna sampai di kelas, dalam kelas itu sudah sangat ramai. Banyak murid-murid dari kelas lain juga datang ke sana. Semua seperti orang tengah melabrak Fatma.


Semua berseru mencemooh Fatma. Fatma memang sudah di ketahui dekat dengan Ikhsan tapi sekarang dia malah dekat dengan Rico.


Sekolah yang tadi adem ayem kini begitu gaduh dan sangat ramai karena foto-foto Fatma juga Rico yang tersebar luas, bahkan bukan hanya di mading saja tapi juga di beberapa tempat lain yang bisa langsung di lihat oleh para murid.


Sebenarnya tak masalah sih bagi Fatma mau dekat dengan siapapun karena mereka juga belum tau statusnya, beda kalau semua orang tau statusnya sebagai istri Ikhsan namun dia dekat dengan Rico, itu bisa di bilang sebagai perselingkuhan.


Masalah yang sebenarnya kecil kenapa harus di besar-besarkan, dan kenapa juga bisa seperti ini, siapa yang menjadi profokator hingga masalah itu menjadi ramai begini.


Fatma tak banyak bicara, dia terlihat tenang karena dia tau itu hanya fitnah dari orang yang ingin menjatuhkannya. Dan Fatma juga tau siapa orangnya.


Bukan hanya Fatma saja yang ada di sana, tapi Rico juga ada. Keduanya juga sangat tenang.


"Huu..., dasar playgirl! nggak puas gebetin guru sekarang gebetin teman sendiri. Dasar nggak punya muka! " seru salah satu murid. Suaranya terdengar sangat kasar tapi tak membuat Fatma terpancing, dia tetap tenang.


"Huu..., iya! dasar wanita genit! " imbuh yang lainnya.


Fatma tetap bodo amat, dia tak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang-orang. Lagian dia juga tak melakukan apa yang di katakan oleh semuanya.


"Miss! Rico! kalian berdua di panggil Kepala sekolah. Kalian harus ke sana sekarang juga," satu teman sekelas mereka datang dengan nafas yang terengah-engah.


"Kalian berdua harus cepat datang, kalau tidak kalian akan di hukum! " imbuhnya lagi.


"Gara-gara nenek sihir tadi nih, benar-benar menyebalkan!" gerutu Rico, "yuk Miss! tapi Miss beneran sudah nggak pusing kan?" tanya Rico khawatir karena wajah Fatma juga masih terlihat sangat pucat.


"Tidak apa-apa, aku masih kuat," Fatma beranjak, keduanya langsung berjalan melewati murid-murid yang menatap tak suka ke arah mereka berdua.


"Huuu....! " sorak mereka.


"Bodo, wekk... " Fatma menoleh sejenak menjulurkan lidahnya panjang pada mereka semua. Biarkan mereka tambah membencinya, lagian setelah lulu juga tidak akan bertemu juga kan.


Ruang kepala sekolah sudah ada di depan mata mereka berdua, tak ada keraguan untuk mereka tetap masuk. Rico maupun Fatma yakin kepala sekolah akan yakin setelah mereka menjelaskan semua kejadiannya.


"Assalamu'alaikum, pak," Keduanya masuk dengan beriringan, Fatma lebih dulu masuk dan di ikuti oleh Rico.


"Wa'alaikumsalam," jawab kepala sekolah dengan dingin.


Tatapan dari kepala sekolah begitu sadis pada mereka berdua, kepala sekolah juga sudah siap mengintimidasi mereka.


"Duduk! " pinta kepala sekolah. Fatma juga Rico langsung nurut dan duduk di kursi depannya.

__ADS_1


"Jelaskan, apa ini! " beberapa foto di jatuhkan ke meja oleh kepala sekolah setelah keduanya duduk.


Begitu cepat foto-foto itu menyebar pelakunya benar-benar luar biasa gesitnya, dalam hitungan beberapa menit saja semua sudah tau bahkan kepala sekolah juga sudah mengetahuinya bahkan juga sudah mendapat foto-fotonya.


"Ujian tinggal satu bulan lagi, dan kalian malah bikin keonaran seperti ini. Oke kalau mau melakukan apapun terserah setelah lulus nanti, tapi jangan sekarang! bukan hanya sekolah saja yang di cap buruk, tapi apa kalian juga tak memikirkan masa depan kalian berdua? kalau sampai kalian tidak lulus apa kalian tidak akan menyesal, hah!! "


Keduanya masih diam mendengarkan.


"Saya heran dengan anak muda sekarang. Tidak bisa berfikir dulu sebelum melakukan apapun, yang penting mereka menyukainya mereka akan selalu melakukannya. Begitu juga dengan kalian. Kalian itu kakak kelas untuk mereka semua, kalian harus memberikan contoh yang baik untuk mereka, bukan malah seperti ini," ucapnya lagi.


Rico menoleh ke arah Fatma, dan wajahnya semakin pucat bahkan sesekali Fatma memejamkan matanya mungkin dia sangat pusing.


"Begini, Pak. Sebenarnya... "


"Saya belum selesai bicara, kenapa kamu menyela perkataan ku?" kesal pak kepala sekolah.


"Bukan seperti itu, pak. Saya akan jelaskan sekarang juga. Begini ya pak............. "


Begitu panjang yang Rico jelaskan, akhirnya kepala sekolah mengerti dan percaya pada mereka berdua, apalagi melihat Fatma yang terlihat semakin pucat membuat kepala sekolah percaya kalau Rico dan Fatma tak ada hubungan apapun.


"Kalau begitu saya minta maaf. Tak seharusnya saya hanya melihat dari foto saja." ucap kepala sekolah dengan menyesal.


"Tidak apa-apa, Pak. Kami juga minta maaf karena secara tidak langsung kami yang membuat kegaduhan ini terjadi. Apa sekarang kami sudah boleh pergi? oh iya, Pak. Sepertinya teman saya ini juga tidak bisa mengikuti pelajaran lagi. Kalau di perbolehkan saya ingin mengantarkan pulang dan setelah itu saya akan kembali, saya janji sebelum masuk saya sudah kembali," ucap Rico minta izin.


"Baiklah, dia terlihat sangat pucat. Cepatlah, setelah itu kamu harus tetap kembali," jawab kepala sekolah dengan yakin.


_____


Ikhsan benar-benar datang ke sekolah, dia sangat mengkhawatirkan Fatma takut kalau terjadi masalah besar padanya.


Ikhsan sangat buru-buru untuk masuk dan saat dia sampai di depan kelas Fatma dia malah berpapasan dengan Suci.


"Ada apa, Pak? apa Pak Ikhsan mencari seseorang?" tanya Suci basa-basi. Suci tau kalau Ikhsan mencari Fatma.


"Di mana Fatma," tanya Ikhsan langsung.


"Kenapa, Pak. Pak Ikhsan nyariin Fatma, pasti pak Ikhsan sudah dengar kan berita terkini." ucap Suci.


"Iya, terus?" Ikhsan mengernyit.


"Dia bukan gadis baik-baik, Pak. Baru saja Pak Ikhsan tidak berangkat sehari saja dia sudah main serong dengan pria lain, bagaimana kalau Pak Ikhsan tidak pernah datang lagi?" ucap Suci yang berusaha untuk menjelekkan Fatma.


"Mungkin Bu Susi benar, sekarang dimana Fatma?" tanya Ikhsan.


"Fatma pulang, sepertinya juga di oleh Rico," jawab Suci.

__ADS_1


Tak menjawab lagi Ikhsan langsung berlari, dia kembali ke parkiran untuk segera pulang menemui Fatma. Entah apa yang terjadi padanya sampai-sampai Fatma harus pulang di saat istirahat pertama.


"𝘔𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘬 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯. 𝘋𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢, " batin Suci.


_____


"Terima kasih ya, Ric." Fatma turun dari motor Rico, kepalanya semakin pusing sekarang.


"Sama-sama, Miss. Lebih baik Miss istirahat deh, jangan melakukan apapun dulu. Hemm..., selamat ya, Miss.. " Rico tersenyum mengatakan itu.


"Selamat, untuk?" Fatma mengernyit.


"Selamat saja, sudah cepat masuk dan istirahat. Aku harus kembali ke sekolah, assalamu'alaikum.. " ucap Rico.


"Wa'alaikumsalam... " jawab Fatma.


Fatma bingung dengan maksud Rico mengucapkan selamat, untuk apa coba. Fatma masuk rumah dengan sempoyongan namun dia tetap masuk dengan pelan.


"Assalamu'alaikum, " ucapnya pelan.


Tak ada yang menjawab mungkin semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka Masing-masing. Fatma berjalan menuju kamar, dia masuk, melepaskan sepatu, menaruh tasnya dan langsung merubuhkan tubuhnya di kasur tanpa mengganti seragam.


Tak butuh waktu lama Fatma sudah terlelap, dia tidur nyenyak.


"Assalamu'alaikum... " Ikhsan masuk ke kamar dengan pelan, dia langsung melihat istrinya yang sudah terlelap.


Ikhsan berjalan mendekat, duduk di sebelah Fatma. Wajah Fatma terlihat sangat pucat membuat Ikhsan bingung, Ikhsan menyentuh keningnya dan ternyata sangat panas.


"Mas Ikhsan, maafkan Fatma ya. Rico hanya menolongku saja kok, tidak ada hal lain,"


"Fatma, sayang! " panggil Ikhsan dan ternyata Fatma hanya ngigau.


"Aku percaya kamu tidak melakukan itu, Fatma."


Ikhsan kembali keluar dan masuk lagi setelah beberapa saat. Tangannya membawa mangkuk dan sapu tangannya. Ikhsan mengompres Fatma dengan pelan.


"Cepat sembuh ya, Sayang. Jangan lama-lama sakitnya," ucapnya.


Ikhsan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Fatma membuka baju dan memeluk Fatma dengan erat, kata orang dengan cara seperti itu panasnya akan berpindah dan Ikhsan percaya itu, "kamu akan cepat sembuh," ucapnya.


Begitu erat Ikhsan memeluk Fatma hingga panas dari Fatma benar-benar terasa masuk ke dalam tubuhnya, membuat Ikhsan juga ikut berkeringat. Semakin lama Ikhsan juga ikut ngantuk hingga akhirnya dia juga ikut tertidur dengan memeluk Fatma.


___


Bersambung...

__ADS_1


______


__ADS_2