Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
08.Sukma


__ADS_3

" meeting telah selesai. silahkan kalian kembali ke tempat kalian masing-masing dan kerjakan semua ya aku perintahkan. " ucap Akhsan dengan tegas.


meeting yang telah di pimpin oleh Akhsan sendiri kini baru saja usai, dengan sebuah hasil yang baik dan tentunya akan membuat perusahaan lebih baik untuk kedepannya, Amin.


" baik Pak Terima kami permisi " jawab salah satu karyawan mewakili dari semuanya.


Akhsan mengangguk pelan namun pasti sembari menutup dan mengumpulkan berkas-berkas hasil dari meeting pagi ini.


semua keluar kecuali dengan Akhsan dan juga asisten Akhsan, Ardi. dia masih setia menunggu Akhsan di sana katanya akan ada yang di katakan oleh Akhsan.


" Ardi tolong cari tau siapa wanita ini, dan aku ingin mengetahui identitas yang sedetail-detail nya, oke. " pinta Akhsan dengan memberikan sebuah foto wanita yang membawa bunga kemarin.


Ardi menerima foto dengan ragu, bagaimana dia akan mendapatkan berita tentang wanita itu ? dia tidak pernah melihat nya sekali pun dan juga mengetahui namanya, itu akan lebih sulit daripada menang tender yang besar. " Ck..


Ardi berdecak di dalam hati.


" tugas apa ini.? kemarin bilang nggak boleh ada wanita yang mendekati nya dan sekarang di minta mencari seorang wanita, Pak Akhsan , apa kau sedang jatuh cinta. "


" baik pak, akan saya laksanakan " jawab Ardi dengan tegas meskipun ragu di hati nya.


" bagus, pergilah. " pinta Akhsan


Ardi menunduk hormat sebelum benar-benar pergi dari hadapan Akhsan dan secepatnya mencari tau siapa wanita yang ada di dalam foto tersebut, "cantik." puji Ardi sekilas saat melihat nya


Akhsan menumpu dagunya dengan kedua tangan, memikirkan tentang wanita itu yang sedari kemarin selalu bermain-main di dalam pikiran nya, inikah yang di namakan cinta,?


" apakah aku benar-benar sudah mulai gila.? Tanya Akhsan pada diri sendiri.


Akhsan geleng-geleng kepala tak percaya " aku tidak gila, ini hanya sekedar mengagumi saja. lagian aku tak mungkin bisa jatuh cinta hanya karena kesan pertama yang baik kan.? bisa jadi dia sudah punya kekasih, atau mungkin tunangan " gumam Akhsan


Akhsan berdiri dan keluar dari ruang meeting dan pergi keruangan nya sendiri. Akhsan melepaskan jas hitamnya dan menaruhnya di kursi kemudian dia keluar untuk melihat-lihat para karyawan nya bekerja.


Brukkk....


seorang gadis terjatuh dan kertas-kertas berterbangan di hadapan Akhsan. tabrakan yang sedikit keras karena gadis itu tengah buru-buru karena mungkin terlalu berat yang dia bawa jadi dia ingin secepatnya sampai di tempat tujuan.


" Aww... " pekik gadis itu dengan menahan rasa sakit di bagian belakang


" astaga kenapa aku begitu ceroboh. bisa-bisa aku dipecat di jari pertama kerja " gumam gadis itu dan mulai memunguti satu persatu kertas itu.


" kalau jalan hati-hati dong.! apa kamu tidak lihat ada orang yang sedang membawa beban berat " gerutu gadis itu dengan sekali melirik ke arah Akhsan


Akhsan mengeluarkan nafas panjang. gadis ini benar-benar tak bisa introspeksi diri dia yang menabrak tapi dia juga yang menyalahkan orang lain.


" bantuin dong.!! jangan berdiri terus. apa kamu nggak kasian, bagaimana kalau sampai ketahuan bos dan aku di pecat karena ini " ucap gadis itu dengan keras.


Akhsan memejamkan matanya dia harus lebih bersabar menghadapi karyawan yang tak tau diri menurut nya. " baiklah. " jawab Akhsan


Akhsan ikut serta memunguti kertas-kertas yang ada di sana hingga selesai dan memberikan nya pada gadis itu


" kenapa alergi ku juga tak kambuh dihadapan gadis ini, sebenarnya apa yang terjadi padaku. apa alergi ku memang sudah mulai hilang "batin Akhsan.


" makasih, besok-besok lebih hati-hati kalau jalan. " ucap gadis itu sembari menatap Akhsan yang tengah melamun


" hello..!! gadis itu melambaikan tangannya di depan wajah Akhsan dan mengejutkan lamunan Akhsan.


" apa kamu mengatakan sesuatu " bingung Akhsan


gadis itu mengernyitkan dahinya pria di depannya benar-benar tak mendengarkan kata-katanya barusan " makasih.!! ucap gadis itu dengan ketus


" kamu anak baru di sini.? tanya Akhsan


" iya.! jawab gadis itu dengan dingin.


" apa kamu kenal dengan bos di sini.?


" tidak.!


" nama kamu siapa.? tanya Akhsan.


" Sukma.!


Akhsan manggut-manggut. gadis yang lucu kadang banyak bicara kadang irit bicaranya, kadang angkuh kadang dingin.


Sukma pergi begitu saja meninggalkan Akhsan yang masih berfikir tentang karakter gadis di depannya itu, benar-benar membuat Akhsan bingung dengan perubahan sifat yang begitu cepat.


Akhsan tersadar dia menoleh dan ternyata gadis itu sudah tak lagi di hadapan nya bahkan Akhsan tak tau gadis itu pergi ke arah mana.


" sudah lah nggak penting juga " gumam Akhsan dan melanjutkan perjalanan nya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Di restoran yang sangat mewah dan besar Akhsan duduk seorang diri. menunggu kedatangan Ikhsan untuk mereka makan siang bersama.

__ADS_1


" gue buang ke laut tuh anak kalau sampai lima menit tidak datang. " gerutu Akhsan.


menunggu adalah kerjaan yang sangat membosankan apalagi yang di tunggu tidak jelas datang atau tidak.


berkali-kali Akhsan menghubungi Ikhsan namun juga tak nyambung. nyambung sekali saja langsung mati, " telfon nya juga butuh dimasukin bengkel tuh milik Ikhsan, sekalian di ganti dengan oli yang baru " gerutu Akhsan.


" la la la la la.....


Ikhsan datang dengan berdendang dengan memutar-mutar kunci mobil nya di jari telunjuk nya.


" Assalamu'alaikum babang tampan.! ucap Ikhsan dan menyerobot duduk di sebelah Akhsan.


Akhsan mendengus kesal sembari menjawab salam dari Ikhsan dengan tak semangat


" Wa'alaikumsalam..! jawab Akhsan malas.


melihat wajah betek Akhsan, Ikhsan malah tersenyum dan menggoda nya dengan berita yang sebelumnya tengah di cari oleh Akhsan lewat Ardi.


" Abang. tadi aku bertemu dengan seorang gadis cantik banget, dan juga membawa bunga yang indaahhhhh buangeett... " Ucap Ikhsan.


" siapa.?


" siapa ya.? gebetan Abang mungkin.! jawab Ikhsan.


pletakk..!!


" gue belum punya gebetan kampret.!! ketus Akhsan


tangan Ikhsan langsung memegangi Kepalanya yang terasa sangat sakit karena perbuatan dari Akhsan barusan.


" Aww... Abang kenapa sih seneng banget menganiaya ku, aku kan sangat lemah Bang bagaimana kalau aku pingsan karena sakit " ucap Ikhsan polos.


" pingsan.? sakit.?


" iya Bang, sakit hati. hahaha..!! tawa Ikhsan menggelegar.


" Bang dia cantik banget ya Bang, wangi lagi, bunganya maksud Ikhsan. hahaha.!! lanjut Ikhsan.


Lagi-lagi Akhsan hanya berdecak dengan kesal Ikhsan sungguh keterlaluan menggoda dirinya, buktikan saja kalau Akhsan menemukan kelemahan Ikhsan pasti dia juga akan habis tanpa bisa berkata-kata.


" berisik.!! kesal Akhsan.


Lagi-lagi Ikhsan tertawa dia senang sekali bisa melakukan itu, " Bang apa Abang nggak penasaran dengan namanya, aku sudah tau siapa dia. "


" siapa.?


Ikhsan meneguk segelas minuman yang memang sudah di persiapan oleh Akhsan hingga tuntas


" haus.?


" ya iya lah Bang, mana panas gini lagi " Jawab Ikhsan.


" siapa namanya? tanya Akhsan tak sabaran.


" namanya Kairi Bang. " jawab Ikhsan.


" Kairi.? dimana kamu bertemu dengan nya.?


" emm... di bengkel tadi pagi, dan dia mengira aku adalah Abang. " jawab Ikhsan.


" emang ya orang kembar itu ada seneng nya tapi ada susah nya juga, apalagi kita nih Bang mirip banget , semua yang belum mengenal kita bisa salah mengenali gitu, semoga saja besok-besok kalau Abang udah punya pacar tidak salah mengenali kan jadi berabe tuh. " hahaha..!!


" kalau ngomong jangan yang buruk-buruk biar yang terjadi juga yang baik-baik " ucap Akhsan.


" iya Bang, maaf. terus, apa Abang tidak mau mencari dia gitu.? tanya Ikhsan.


Akhsan kenaikan bahunya dan juga menyunggingkan bibirnya " tau.?


" kenapa.? bagaimana kalau dia jodoh Abang.?


" kalau jodoh tak akan lari kemana Dek, lagian Abang juga belum ingin memiliki hubungan yang khusus dengan seorang, Abang masih mau fokus untuk perusahaan saja. " jawab Akhsan.


" iya juga sih. "


" kalau kamu.? apa udah ada gebetan di tempat mu mengajar.?


" mana ada. Ikhsan juga mau lebih fokus saja dengan kerjaan. "


" ohh...


Akhsan dan Ikhsan terus berbincang-bincang di sela-sela makan siang hingga keduanya selesai dan kembali ke tempat kerja mereka masing-masing.


baru saja masuk di kantor nya Akhsan sudah di kejutkan dengan keributan yang sangat mengganggu telinganya. Akhsan pun mencari dari mana sumber keributan itu.

__ADS_1


" Heh loh anak baru,! kalau kerja itu yang bener dong, apa kamu nggak lihat gara-gara kamu bajuku jadi kotor kan " amarah seorang sungguh di luar batas


wanita itu tengah memarahi anak baru yang membuat bajunya menjadi kotor padahal dia tidak sengaja melakukan itu namun tetap saja dia memaki nya.


" eh mbak, emang saya anak baru di sini tapi bukannya saya sudah jelaskan, bahwa itu semua bukan kesalahan saya. " Jawab anak baru itu yang ternyata adalah Sukma.


" eh udah salah pakai nyolot lagi. "


Wanita itu mengambil gelas yang ada di meja sebelah nya dan menyiramkan nya pada Sukma.


Byurrr...


Sukma menunduk dengan mata melotot tak percaya .ternyata benar apa kata teman-teman nya dulu kalau bekerja di perusahaan besar kalau anak baru pasti di lakukan semena-mena.


" mbak Valen jangan keterlaluan ya.! aku kan sudah minta maaf dan saya pun juga tidak sengaja melakukan kesalahan tadi. " ucap Sukma dengan mata yang memerah.


" helehh sok cari alasan, jelas-jelas kamu sengaja melakukan itu padaku, masih aja nggak mau ngaku " jawab Valen.


" sudah aku bilang , aku nggak sengaja. "


Plakk..


cap lima jari berhasil mendarat di wajah Sukma sebelah kiri, Valen benar-benar berani dan sengaja melakukan itu.


sontak Sukma memegangi pipinya yang terasa panas dan juga perih. " mbak Valen.!! teriak Sukma.


" ya kenapa ? mau bales ayo bales.! tantang Valen.


" mbak Valen sudah," ucap salah satu karyawan yang ingin melerai


" iya mbak Valen sudah, diakan nggak sengaja " saut satu nya lagi namun perkataan orang-orang tak di dengar sama sekali oleh Valen


baru saja Sukma mau membalas dan sudah mengangkat tangannya keatas namun tangan itu berhasil di tangkap oleh Akhsan.


" hentikan.!! bentak Akhsan.


semua yang ada di sana yang sudah mengenal Akhsan langsung menunduk hormat dan takut namun tidak dengan Sukma, matanya langsung menatap Akhsan dengan melotot


" Sukma.! apa yang kamu lakukan.!! bentak Akhsan dengan mata yang sedemikian sama dengan Sukma.


ini lagi membuat Sukma menjadi kesal, orang yang tak tau awal mula masalah nya langsung saja memarahinya dan membentak nya.


" kamu nggak usah ikut campur ya.! ucap Sukma dan berontak untuk membalas perbuatan Valen


" Sukma.!! bentak Akhsan dengan suara yang lebih tinggi.


Sukma menatap Akhsan dan Valen bergantian dan juga menatap semua orang yang ada di sana yang sedang melihat adegan itu.


" saya tau saya anak baru di sini, tapi apa harus selalu mendapatkan perilaku yang semena-mena dari kalian, kalau memang tidak suka padaku setidaknya kalian bisa bicara baik-baik jangan selalu membuat ku dalam masalah " ucap Sukma mengeluarkan unek-unek nya.


" dari masuk hingga sekarang udah delapan kali aku mendapatkan bulian, apa aku membalas, tidak kan.! tapi kenapa kalian terus saja menganggu ku, apa memang aku tak pantas bekerja di sini.!!


Air mata yang Sukma tahan sedari tadi akhirnya keluar juga bersamaan dengan kata-kata Sukma yang terus keluar dari bibirnya.


" mungkin aku bodoh, mungkin juga aku lemah jadi kalian bisa seenaknya sendiri memperlakukan ku, tapi aku juga masih punya hati yang bisa membalas apapun yang aku dapatkan dari kalian "


" aku memang orang miskin, dan aku ke sini hanya untuk bisa mendapatkan uang demi sesuap nasi untuk keluargaku bukan untuk mencari musuh bahkan saingan, kalian pikir aku bisa sebanding untuk menjadi saingan kalian, tidak.


"jadi kenapa kalian harus takut tersaingi oleh ku, apa yang kalian takutkan..!!


semuanya terdiam mendengarkan curahan hati Sukma, sedih rasanya mendengar kata-kata itu mungkin masih banyak lagi yang tidak bisa di ungkapkan oleh Sukma namun mata Sukma begitu banyak beban berat yang ia sembunyikan di dalam sana dan mungkin yang barusan dia katakan adalah sedikit dari penderitaannya.


Sukma berlari meninggalkan semuanya yang masih terdiam , begitu juga dengan Akhsan bahkan dia sendiri tak mampu menjawab sepatah kata pun dari Sukma.


dengan terus menangis Sukma masuk ke toilet dan bersembunyi di sana mengeluarkan semua penderitaannya melalui air mata nya.


" Ibu.kenapa harus begini lagi, apa kesalahan Sukma. "


" Ibu apakah aku harus bertahan atau Sukma harus keluar saja sebelum semua masalah terjadi lagi. aku tidak mau sakit lagi Bu, Sukma tidak tahan lagi. "


" hiks... hiks.. hiks...



Sukma


🌾🌾🌾🌾🌾


Vote.....


Like....


Rate....

__ADS_1


And Comment..


yang Buanyakk ya.. 😘😘😘😘😘


__ADS_2