
FLASHBACK.....
" Paman, siapa mereka,? kenapa mereka terus saja berkeliaran di luar sana.? apa mereka ada niatan yang tidak baik " Aisyah dan Shelvia menatap layar lebar di hadapan nya, yang menunjukkan orang-orang yang terus mondar-mandir di luar tak jauh dari bangunan itu.
" apakah mereka tengah merencanakan sesuatu .? bingung Shelvia juga.
Aisyah menaikan bahu tak tau sedangkan paman yang mereka ajak bicara masih fokus dengan layar di depannya. " mereka selalu di sana sejak beberapa hari ini Nona, bahkan mereka bergantian untuk mengawasi tempat ini. mungkin memang mereka punya niatan buruk tapi entah itu belum bisa di pastikan "'jawab nya.
" apa paman nggak mencari tau? ucap Shelvia. mendapatkan persetujuan Aisyah dari anggukan kepala nya.
" Sudah Nona, tapi tetap saja nihil kita tak bisa mendapatkan apapun. hanya saja salah satu dari kami mendapatkan ini. " sebuah pin yang sama seperti yang Aisyah temukan waktu itu yang terjatuh dari Akhsan, Pin ular berkepala tiga.
" Ini.? Aisyah mengingat dengan keras, benda itu tidak asing di Kepala nya, dia sudah pernah menemukan nya bahkan masih menyimpan nya. " kemarin aku mendapatkan nya dari Abang Akhsan ya. tapi mereka bukan orang-orang nya abang Akhsan kan? tanya Aisyah bingung.
paman itu menggeleng tidak. entah mereka dari kelompok mana belum ada yang tau bahkan Akhsan sendiri pun belum tau pasti siapa pemimpin nya, hanya Marco saja lah yang Akhsan ketahui dan juga Younes tapi tidak tau siapa satunya lagi.
" Bukan Nona, mereka bukan dari Abang Anda. bahkan kemarin Abang Anda meminta semua senjata di pindah kah dia markas mereka. " terangnya.
" Markas,? jadi Abang Akhsan dan Ikhsan juga punya markas sendiri.? pekik Aisyah tak percaya. dia kira hanya dialah yang mempunyai tempat seperti itu tapi nyatanya Akhsan dan Ikhsan juga memilikinya. " paman tau di mana markas Abang.?
" Tidak Nona" , jawabnya seperti menyesal.
" ok lah tak apa-apa besok-besok pasti akan tau juga. " jawab nya pasrah.
Tiga orang dewasa dan juga dua gadis seusia Aisyah dan Shelvia memaksa untuk masuk ke bangunan itu. entah apa yang mereka bawa tapi mereka nampak mencurigakan.
" siapa mereka? bingung Aisyah dan Shelvia bersamaan.
Aisyah membunyikan tombol bel mengadakan semua orang harus berkumpul di ruangan itu. dan benar saja tak butuh waktu lama semua orang sudah ada di sana.
Kelima orang itu sudah berhasil masuk dari pintu utama dan langsung terdengar suara dering begitu keras, seakan mengatakan bahwa mereka membawa ancaman untuk semua penghuni bangunan itu.
Mungkin mereka bisa saja menghentikan orang-orang itu tapi bagaimana kalau yang mereka bawa akan langsung meledak di hadapan mereka semua.
" ambil semua barang berharga kalian..!! pinta Shelvia dengan cepat.
Semua kembali keluar dengan tergesa-gesa. mengambil semua yang mereka ingin selamat kan. " cepat cepat,,!! teriak Shelvia.
__ADS_1
Di saat semuanya tergesa-gesa keluar masuk di saat itu pin Shelvia terjatuh dan juga kebetulan tadi saat mau wudhu Aisyah dan Shelvia juga melepaskan gelang dan juga kalung mereka dan menaruh nya di luar ruangan itu.
Semua telah berkumpul di ruangan itu. pintu mereka kunci dari dalam dan saat itu bersamaan dengan kelima orang itu sudah masuk dan meletakan barang-barang yang mereka bawa di tempat yang berbeda-beda.
Dan saat itu kedua gadis yang tengah menaruh di depan ruangan itu menemukan pin Shelvia yang terbuat dari emas dan memakai nya di baju. sedangkan yang satunya menemukan gelang sekaligus kalung milik Aisyah dan Shelvia.
Di ruangan yang terkunci itu lah terdapat jalan rahasia untuk bisa keluar dari sana. satu persatu dari mereka keluar melalui ruang bawah tanah yang tersembunyi yang tak semua orang mengetahuinya bahkan ada di antara penjaga di sana ada yang belum tau juga.
" Cepat paman, cepat,,!! teriak Aisyah antusias. " ternyata itulah tujuan mereka untuk menghancurkan tempat ini. Oma, maafkan Aisyah tidak bisa menyelamatkan tempat ini. tapi Aisyah janji akan berusaha menyelamatkan semua orang yang tinggal di sini. " gumam Aisyah.
Karena begitu panik Aisyah dan Shelvia melupakan tas mereka yang berisikan sekua identitas mereka dan juga termasuk ponsel juga.
Bummmm....
Bummm......
Ledakan begitu keras dan seketika menghancurkan bangunan besar itu. Untungnya Aisyah, Shelvia dan juga para orang-orang nya sudah keluar dari sana melewati jalan rahasia jadi tak ada yang tau kalau mereka semua masih selamat begitu pula dengan para musuh.
Sementara kelima orang yang di antara nya ada dua gadis itu belum sempat keluar dan tempat itu sudah meledak. Mereka tak tau kalau nyawa mereka juga akan melayang karena mereka hanya di suruh untuk menaruhnya saja dan ternyata pengendalinya ada pada orang yang ada di luar sana.
" Nona, terus sekarang Gita gimana.? tanya salah satu dari mereka.
Shelvia tersenyum, mereka berdua bukan orang yang bodoh meskipun usianya masih kecil. ada barang khusus yang mereka bawa sekali saja pencet bantuan pasti akan segera datang " tenang lah paman, tunggu aja satu sampai dua jam lagi, bantuan pasti akan datang " jawab Shelvia.
Otak Aisyah dan Shelvia ternyata benar-benar mirip seperti Tasya oma nya mereka akan menyiapkan segalanya dengan baik dan memperkirakan apa yang akan mereka lakukan dengan baik dan jitu juga.
" Ada yang masih bawa ponsel.? tanya Aisyah,
" ini Nona, " Ponsel telah di berikan dan di terima oleh Aisyah.
Dengan cepat Aisyah mengotak-atik ponsel itu dan langsung terlihat jelas keadaan di tempat markas sang Oma yang sudah hancur rata dengan tanah. " Bang Ikhsan dan Bang Akhsan,! jadi mereka ada di sana. "
Shelvia bergabung untuk melihat nya. " sekarang bagaimana, Aisyah.? tanya Shelvia.
" kita lihat saja dulu kak, setelah itu kita bisa tentukan apa yang akan kita lakukan " jawab Aisyah.
Setelah melihat cukup lama akhirnya Aisyah dan Shelvia menemukan apa yang akan mereka lakukan, meskipun itu akan membuat semua keluarga besar nya sedih dan menderita.
__ADS_1
Melihat mobil Marco yang juga melintas di sana, membuat mereka berdua yakin semua kejadian itu ada sangkut pautnya dengan Marco.
Bantuan telah datang semua bergegas pergi dari hutan dan pergi ke markas Mawar Berduri begitu juga dengan semua orang-orang yang tinggal di markas Tasya sekarang beralih ke sana.
" Pak Jon,! panggil Aisyah dan Jon seketika menoleh ke Nona nya itu." Begini pak Jon, datanglah ke rumah sakit dimana para korban di bawa, dan saya mau kamu menyabotase semua hasil tes nya, saya mau semua orang percaya kalau kedua cewek itu adalah aku dan kak Shelvia, kamu paham kan, Pak Jon. "
" Aisyah, kamu benar-benar mau melakukan itu? bagaimana dengan keluarga kita, bagaimana kalau orang tua kita jadi stress dan jatuh sakit.? tanya Shelvia khawatir.
" Kak Shelvia sayang. semua ini demi kebaikan kak, dan ini adalah misi terbesar kita Kak, untuk menemukan sebenarnya siapa pelaku utama dari kejadian ini " jawab Aisyah yakin.
" Hufff,, baiklah. tapi ini harus beres dalam waktu singkat ya. aku nggak mau membuat mereka semua jadi sakit "
" iya iya. makin sayang deh sama Kak Shelvia " Aisyah memeluk Shelvia hangat tersenyum dan menampilkan wajah imut nya di hadapan Shelvia.
Tak tega juga sebenarnya melihat srmua keluarga besar nya menangis dan bersedih. mereka begitu terpukul karena mengira kalau jenazah itu adalah anak-anak mereka.
Aisyah dan Shelvia terus bersembunyi di sekitaran makam, bahkan mereka berdua juga mendatangi langsung bersama orang-orang pelayat lainnya dengan pakaian serba hitam dan juga cadar untuk menutupi wajah mereka supaya tidak ada yang mengenalnya.
" Aisyah, aku nggak tega melihat Mama " Shelvia sedih melihat Airin yang begitu terpukul dan juga terus menangis di hadapan malam orang lain yang di kira dirinya.
" aku juga sedih sih Kak. tapi mau bagaimana lagi., mulai sekarang kita harus bekerja keras untuk menyelesaikan misi ini dengan cepat, semoga saja nggak sampai satu bulan "
" Hahh..!! satu bulan.? jangan aneh-aneh deh Syah. aku nggak akan bisa selama itu " keluh Shelvia tak habis pikir.
" ya maka dari itu. kita harus cepat selesaikan misi. "
" iya iya.! awas aja kalau sampai kelamaan, aku akan pithes kamu "
" nggak akan lah Kak, tuk kak pergi. misi harus segera di mulai. " Aisyah menggandeng lengan Shelvia dan menarik nya pergi dari makam.
Shelvia masih enggan untuk pergi, matanya masih terus menoleh ke belakang meskipun mereka sudah berjalan, tak tega melihat Mama nya yang begitu terpukul karena ulahnya dan Aisyah.
"maafin Shelvia Ma, Shelvia janji akan cepat menyelesaikan misi ini dan akan cepat pulang dan kita bisa bersatu lagi. semua ini demi kebaikan semuanya Ma, Pa. Dan juga untuk Oma. Shelvia hanya mau melihat Oma bahagia di hari tuanya bersama Opa Joe. " Batin Shelvia.
🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1