
Libur sekolah telah usai, Fatma terlihat begitu semangat menata dan memasukkan perlengkapan sekolah nya ke dalam tas.
" hari baru, kelas baru, suasana baru, dan... harapan juga harus baru.! " serunya dengan wajah yang sumringah dan tak henti-hentinya memamerkan senyum yang begitu manis pada pantulan dirinya sendiri yang ada di dalam cermin.
Selesai dengan perlengkapan nya sendiri Fatma beralih menyiapkan segala keperluan nya Ikhsan, mulai dari semua berkas yang semalam Ikhsan kerjakan dan juga laptopnya yang harus di kemas ke dalam tas khusus.
Fatma menepuk-nepuk telapak tangannya setelah selesai dengan semua pekerjaan nya, dia begitu bahagia melihat semuanya telah beres.
Ikhsan yang baru keluar dari kamar mandi terlihat mengerutkan dahi melihat wajah Fatma yang begitu berbinar terang.
" ada apa? " tanya Ikhsan seraya berjalan mendekat.
Fatma sudah terbiasa sekarang dengan kebiasaan Ikhsan saat keluar dari kamar mandi, Ikhsan pasti hanya akan melilitkan handuk saja di perutnya. Dan tangannya terus aktif mengeringkan rambut nya dengan handuk yang lain.
Fatma menoleh dan semakin mempermanis senyuman nya di hadapan suami nya yang terlihat bingung. " sebentar,! " Fatma mengacungkan jari telunjuk nya ke atas menahan Ikhsan untuk tidak lagi bertanya-tanya. Fatma berlari kecil ke arah almari dan memilihkan baju untuk Ikhsan pakai ke sekolah.
Ikhsan menggelengkan kepala dengan perlahan, dia tau apa yang akan istri nya itu lakukan.
Fatma kembali berlari ke arah Ikhsan setelah menemukan baju yang pantas untuk Ikhsan kenakan, aura yang cerah pun semakin nyata di wajah Fatma.
Fatma menyodorkan baju yang harus di kenakan Ikhsan saat ini." Mas pakai ini ya. " ucapnya dan setelah itu Fatma menyatukan tangannya ke depan tubuh nya dan menggoyahkan nya seperti anak kecil.
Ikhsan terkekeh geli melihat Fatma, namun dia sangat bahagia. " Fatma ku ternyata benar-benar belajar menjadi istri yang sholehah" ucap Ikhsan.
" Iya dong, kan ridho Allah ada pada ridho suami! jadi Fatma harus mencari ridho suami dulu untuk mendapatkan ridho Allah. " jawab Fatma lantang.
Ikhsan manggut-manggut membenarkan, petuah yang dua hari lalu Ikhsan katakan ternyata kini langsung di praktekan oleh Fatma. " benarkah kamu mau mencari ridho suami? " tanya Ikhsan dengan maksud yang terselubuk.
Fatma mengangguk dengan cepat, perempuan mana yang tidak ingin mendapatkan Ridho suami, apa lagi mendapatkan iming-iming Surga sebagai jaminan nya pasti lah akan semangat kan.
" mau mau..! " jawab Fatma semangat.
" Hm.? " Ikhsan berfikir sejenak sebelum dia berhasil mengatakan apa yang terpendam di lubuk hatinya. " kalau begitu, kamu pakai-in juga dong baju Mas. pasti ridho Mas menjadi double untuk mu. " ucap ikhsan dengan menahan tawa, karena setelah kata itu keluar pasti celotehan Fatma juga akan keluar.
Mata Fatma melotot tajam ke arah Ikhsan, raut wajah nya pun kian berubah-ubah, mulut nya menganga begitu lebar bahkan kedua tangan nya langsung berkacak pinggang. " yee,,!! itu mah mau nya Mas yang mencari kesempatan dalam ketidakberdayaan. yang ada bukan hanya ridho suami yang Fatma dapat kan, tapi juga omelan dari wali kelas baru pun juga Fatma dapat. Karena Fatma yakin jika Fatma nurut dengan yang satu itu, Fatma tau benar ujungnya bakal sampai mana. " celoteh Fatma.
__ADS_1
" emang sampai mana? " tanya Ikhsan iseng.
" yang pasti bukan sampai sekolah lagi hari ini. tapi sampai kasur.! Fatma lagi ngaku kalah kalau itu, takut di banting sama, Mas. Lagian Fatma juga lagi mau fokus ngejar mimpi indah." jawab Fatma.
" oh,, mimpi indah,, " Ikhsan kembali manggut-manggut, Ikhsan berjalan semakin mendekati Fatma menarik lengan Fatma dan membuat tubuh Fatma yang sudah terbalut dengan seragam terpaksa menempel sempurna dengan tubuh Ikhsan yang masih sedikit basah. " emang nya kalau dengan ku bukan mimpi indah ya,, apa lagi yang seperti semalam, apa itu kurang indah.? kalau begitu bagaimana kalau hari ini aku ajarkan hal yang lebih indah lagi. " senyum menggoda Ikhsan keluarkan.
Pipi Fatma sudah berubah menjadi sangat merah dan terasa sangat panas, antara malu dan juga kesal karena waktu yang terus berjalan.
" Hm..? kalau nggak jawab berarti mau. " celetuk Ikhsan. sembari tangannya mulai usil meraba-raba tubuh Fatma yang tertutup.
Fatma menelan ludah nya dengan susah payah, matanya di paksa menatap wajah Ikhsan yang terus mengeluarkan godaan untuk nya. "astaga,, bisa-bisa basah nih bawah. astaghfirullah,, ampuni aku ya Allah, aku tau menolak itu dosa. tapi mencari ilmu itu juga wajib kan. jadi Fatma harus pilih di antara dua yang sama-sama wajib,hadeuh,,,, pusing akuu.." batin Fatma.
" Fatma,, " lirih Ikhsan dengan suara serak.
" astaga,, Lama-lama beneran basah nih. aku harus kabur sebelum Mas Ikhsan beneran khilaf, bisa di depak aku dari kelas nanti kalau sampai terlambat, gimana caranya ya,,? mikir mikir..! " Pikir Fatma yang mulai bergerilya.
Melihat Fatma yang malah melamun membangkitkan keisengan Ikhsan, Ikhsan mendekatkan wajah nya pada wajah Fatma, menyatukan bibir nya dan menggigit nya kecil.
" Aww,,!!" jerit Fatma yang sontak saja tersadar. " Mas,,!! kok di gigit sih, sakit. " protes Fatma.
" Masss,,,!!! "
" Mas tau kali Fatma sayang. ini hari pertama kamu masuk sekolah tidak mungkin Mas akan mengacaukan nya, tidak. " ucap Ikhsan menegaskan.
Wajah Fatma semakin memerah, dia sangat malu karena sempat berpikir kalau Ikhsan ingin memintanya lagi. " Astaghfirullahalazim,, otakku terkena virus apa ini.? " batin Fatma bingung.
Ikhsan melepaskan Fatma dengan keadaan yang terus terkekeh geli, dia begitu senang menggoda Fatma, apalagi setiap melihat ekspresi Fatma, sungguh menyenangkan.
" jangan mikir macam-macam, kalau sampai basah aku nggak mau tanggung jawab loh ya. " seru Ikhsan dan meninggalkan Fatma.
Rasanya ingin tertawa tapi Fatma merasa jengkel, mau marah-marah tapi dia malu karena perkataan Ikhsan benar adanya. " ya Allah,, jangan kau buat suamiku ikutan eror seperti ku, cukup aku saja yang kehilangan otak karena eror ku. " doa Fatma.
" Amin,,!! " jawab Ikhsan lantang sembari menyembulkan wajahnya dari balik ruang ganti dan kemudian di sambung dengan tawa yang melengking,, " hahaha..!!
" Mass,,,!! " teriak Fatma melayangkan protes.
__ADS_1
*******
Mobil Ikhsan terus melaju dengan cepat, waktu yang hanya tinggal lima belas menit harus di manfaatkan sebaik mungkin supaya dirinya dan juga Fatma tidak terlambat ke sekolah.
" gara-gara Mas sih pakai isengin Fatma segala, jadi kesiangan kan kita " protes Fatma.
" tenang Fatma sayang ku. kita tidak akan telat, lihat saja bagaimana suamimu ini memecahkan masalah " jawab Ikhsan.
" ini bukan masalah Mas," seru Fatma tak habis pikir.
" sudah tenang saja, kita tidak akan terlambat "
Ikhsan semakin melajukan mobilnya dengan cepat, " lima menit lagi " ucapnya yang spontan saat melihat arloji bulat di atas dasbor mobil nya.
" aduh bagaimana ini " Fatma begitu gusar.
" tenang, serahkan pada ahlinya".
Detik-detik terakhir pintu gerbang sekolah di tutup dan Ikhsan belum sampai di sana.
" itu dia " wajah Ikhsan berbinar melihat penjaga sekolah yang perlahan-lahan menarik gerbang untuk menutup nya.
" pegangan yang kuat " ucap Ikhsan tanpa pikir dan protes lagi Fatma menurut saja. " tiga,dua, satu..
Wushhh....
Laju mobil Ikhsan yang pesat berhasil menembus gerbang yang hampir saja tertutup. " Alhamdulillah " seru Ikhsan dan Fatma lega sembari mengeluarkan nafas panjang mereka.
" Besok jang lagi ya, Mas. Fatma takut kena skors. " ucap Fatma.
" siap Nyonya Ikhsan. " jawab Ikhsan dengan tangan nya terangkat memberikan hormat pada Fatma di keningnya.
" dasar, " Fatma tersenyum geli.
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾