
Dengan jalan munduk-munduk Akhsan masuk ke dalam rumah. berharap tak ada yang melihat atau memergoki nya yang pulang kemalaman.
layaknya seorang pencuri Akhsan terus celingukan . syukur alhamdulillah saat dia tak melihat siapapun di ruang tamu dan lampu pun sudah di matikan mungkin semua penghuni sudah tidur.
" Alhamdulillah... " ucap Akhsan sembari mengelus dada. " tenang -tenang. "
Brukkk....
punggung Akhsan menabrak seseorang yang entah siapa dia, tiba-tiba Akhsan menjadi tegang dia benar-benar telah kepergok sekarang alasan apa yang akan dia katakan, semoga saja itu adalah Ikhsan bukan Mama atau Papa nya kalau tidak, habislah Akhsan sekarang.
Akhsan berbalik dengan takut dengan deretan gigi yang sudah keluar sebagai hiasan rasa gugup nya.
" hehehe... " meringis Akhsan
tak disangka dan tak terduga, Akhsan sangat terkejut dengan siapa yang menabraknya bahkan dia juga lebih terkejut lagi sama seperti Akhsan yang ternyata juga munduk-munduk seperti maling.
" Ikhsan...!!
" Abang...!!!
Pekik keduanya. ternyata Ikhsan sama saja seperti Akhsan yang terlambat pulang mereka masih sama-sama menentang tas dan juga membawa jas nya yang sudah mereka lepas kan.
" Hufff....
nafas lega mereka keluarkan bahkan mereka juga serentak mengelus dada mereka masing-masing.
" hahaha..!! astaga wajah Abang kayak maling lagi kepergok. " hahaha..!! tawa Ikhsan yang tak pikir dulu sebelum bicara bahkan tadi wajah nya lebih panik daripada Akhsan.
" Sstttt.. diam.. , jangan sampai Mama dan Papa tau, kalau tidak habis kita. " ucap Akhsan
" emang Abang dari mana? kok takut sama Papa, hayooo.... " jari-jari Ikhsan menari-nari di depan wajah Akhsan dan mengejek nya.
" terus dari mana kamu.? jam gini juga baru pulang , hayoo..!! balas Akhsan tak mau kalah
" dari mana Ya.? tau ah. Ikhsan capek mau tidur udah malam. " ucap ikhsan dengan keras
" dek...!! geram Akhsan karena suara Ikhsan yang tak bisa pelan
baru saja keduanya mau melangkah masuk telinga mereka terasa sangat sakit dan panas.
" Abang lepas telinga Ikhsan Bang. " ucap Ikhsan tak menoleh
" dek, kamu yang lepas., telinga Abang juga sakit. " jawab Akhsan
mata mereka berdua langsung terbelalak dan mulut pun menganga lebar, tangan Ikhsan masih setia dengan barang-barang begitu pula dengan Akhsan, lalu.?
mata sang elang benar-benar tengah menyala malam ini dengan kedua tangan di gunakan untuk menarik telinga mereka berdua.kedua anaknya benar-benar membuat nya naik pitam.
Akhsan dan Ikhsan menoleh dan langsung meringis dengan siapa yang dia lihat di depannya
" Hehehehe Mama.. " meringis keduanya dengan kikuk.
keahlian kedua nya benar-benar tak berfungsi di rumah, tidak seperti saat mereka kuliah mereka bebas pergi kemanapun dan pulang jam berapa pun tapi sekarang dunia mereka benar-benar telah di kengkang.
" dari mana kalian.? tanya Keisha.
" dari kantor Ma. " serentak keduanya.
" kantor kantor.. darimana kalian hahh. atau Mama tak mau melepaskan telinga kalian. " bentak Keisha.
"Hmm... Ikhsan.? ikhsan nemenin Abang cariin calon mantu buat Mama. " celetuk Ikhsan
Pletakk..
sentil Akhsan di kening Ikhsan, mulut embernya benar-benar bisa membuat nya dalam masalah besar " tidak Ma.. Akhsan yang mengantarkan Ikhsan menemui calon mantu Mama. " saut Akhsan
mata Keisha bingung menatap siapa, kedua anaknya selalu saja membuat nya meledak amarahnya karena kenakalan mereka berdua yang tak ada henti-hentinya.
" jawab yang benar Akhsan Ikhsan. " geram Keisha.
" beneran kok ma. " serentak
" beneran,? jadi kalian beneran menemui cewek kalian, hahh..!!
" tidak lah ma.. " jawab Akhsan
__ADS_1
" benar Ma, calon Kakak ipar cuantik Buangeeetttt Ma. besok Ikhsan kenalin ya, oh salah abang yang akan kenalin sama Mama. " ucap Ikhsan
" Ikhsan.. " geram Akhsan
pelan-pelan Ikhsan melepaskan tangan Keisha dari telinganya dan langsung lari kocar-kacir menuju kamar untuk mencari tempat persembunyian.
" Bang jangan berbohong sama Mama.. "'teriak Ikhsan sembari berlari
" Ikhsan..!! teriak Akhsan dan Keisha.
" Akhsan jelaskan sama Mama, apa benar yang di katakan Ikhsan, " ucap Keisha
" hmm... hmm...
" Pa, Papa mau ambil apa. " ucap Akhsan
Keisha pun dengan cepat menoleh ke arah mata Akhsan, dan mencari siapa yang Akhsan panggil tadi.
sadar di bohongi Keisha kembali menoleh ke arah semula dan ternyata Akhsan sudah tidak ada di sana. " astaga, Lagi-lagi aku di bohongin sama anak-anak ku sendiri. Akhsan...!! teriak Keisha.
" selamat malam Mama..!! saut Akhsan
" Awas ya kalian, besok pagi abis kalian. " kesal Keisha.
karena sudah malam dan tak mau mengganggu yang lain Keisha pun mengalah dan kembali ke kamar nya dan memikirkan apa saja yang akan dia tanyakan pada kedua anaknya untuk besok.
di dalam kamar Ikhsan terus tertawa bahagia keahlian nya benar-benar tak bisa di ragukan lagi, dia selalu bisa melindungi dirinya dari masalah apapun. namun tidak dengan Akhsan sendiri, dia terus menggerutu kesal karena Ikhsan. karena adik nya itu dia selalu ada dalam masalah seandainya dia mau pasti dia akan membalas apa yang di lakukan oleh Ikhsan tapi tidak, Akhsan tak mau ada kekacauan untuk ke depan nya.
" puas loh buat Abang kena omelan dari Mama..!! ketus Akhsan
" puas banget malahan, Bang. Hahaha... akhirnya oh akhirnya Ikhsan selamat. brukkk.. " Ikhsan menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan senang.
" brukkk..
Akhsan menyusul Ikhsan merebahkan tubuhnya di samping Ikhsan
keduanya menatap langit-langit otaknya saling berkelana dengan kejadian hari ini, kejadian yang belum pernah mereka alami dan mereka bayangkan.
" dek...,
" Hmmm...
" dari mana Abang tau. " jawab Ikhsan
brukkk...
Ikhsan kembali terjatuh di kasur karena di tarik oleh Akhsan " Banggg... "
" terus Abang pasti juga bersama Kairi kan hari ini.? tanya Ikhsan " apa alergi Abang sudah sembuh sekarang.! wah ternyata obat nya sangat mujarab hanya dengan Kairi saja bisa sembuh, ishh ishh...
Bugh....
" resek loh dek. dasar..!!
" kenapa Abang marah, aw aw... Abang akuh sedang jatuh cinta ternyata. hahaha.. " ledek Ikhsan
" apa sih..,terus gimana dengan Fatma. apa dia masih eror, apa dia sudah waras sekarang, tapi Abang rasa dia juga belum waras seperti mu, kalau dia waras sekarang kasian dia punya guru nggak ada otak kayak loh. " balas Akhsan
" enak aja, gue waras bang. dan Fatma dia juga waras mana ada murid Ikhsan yang gila ,semua waras Bang. " jawab Ikhsan tak Terima.
" murid apa murid,ngaku aja deh. mana ada murid sampai gitu belain nya, oh Abang tau, Jangan-jangan ada pihak ketiga ya " ledek Akhsan
" Bangggg....
" hahahaha... marah nih yee...!!
" resek loh Bang.. " kesal Ikhsan
rasa kantuk begitu menyerang Akhsan dan Ikhsan dan keduanya pun tidur dengan mimpi nya masing-masing dan tak ketinggalan senyum kebahagiaan dari mereka berdua. hari yang melelahkan namun juga sangat menyenangkan dan tak akan pernah terlupakan.
Suara alarm berbunyi dengan keras namun kedua pria tampan belum juga membuka matanya mimpinya terlalu berat jika harus di tinggal kan di tengah jalan.
Aisyah yang kamar nya pas di samping nya mendengar nya dan begitu kesal kepada keduanya. buat apa menyalahkan alarm jika hanya membuat berisik saja untuk tetangganya .
dengan guling di tangan Aisyah masuk ke dalam kamar Akhsan Ikhsan dan siap untuk menghakimi pembuat alarm yang tak bertanggung jawab itu.
__ADS_1
" kebakaran.!! kebakaran..!!!.. teriak Aisyah
bugh bugh bugh...
berkali-kali guling mendarat di tubuh Akhsan dan Ikhsan, Aisyah begitu semangat melakukan kegiatan itu setiap pagi,
" Abang abang bangun..!!!!
dengan sengaja Aisyah menaruh Alarm di tengah-tengah kepala mereka dan pas di samping telinga mereka.
sontak keduanya langsung menutup telinganya rapat-rapat.
" Hahahaha makan tuh alarm..!! ketus Aisyah
adik perempuan nya benar-benar telah mengganggu mimpi mereka, mimpi yang sangat indah. Akhsan dan Ikhsan saling tatap dan seperti nya telah merencanakan sesuatu untuk adik Penggangu mereka.
Akhsan dan Ikhsan menarik tangan Aisyah hingga terjatuh di kasur mereka dan terus melancarkan rencana mereka, mereka menghajar habis Aisyah dengan terus menggelitiki Aisyah hingga tak berhenti tertawa.
" hahahaha...!!
" Abang kembar maafin Aisyah. hahahaha.. " tawa Aisyah tak ada henti-hentinya
"dasar bakpao. ayo minta maaf. " ucap Akhsan
" pipi bakpao, pipi bakpao. " susul Ikhsan
" hahahaha.. Abang kembar lepaskan.!!
" tidak akan."
" hahahaha.. Mama.!! Papa.!! Abang kembar menganiaya ku.. pa ma..!! teriak Aisyah.
" dasar tukang ngadu. " kesal Akhsan lalu melepaskan gelitikannya begitu juga dengan Ikhsan.
Akhirnya Aisyah bisa bernafas lega kedua Abang nya sangat takut hanya dengan mendengar nama Papa atau Mama saja.
Aisyah duduk dan melihat wajah kedua Abang nya yang sedang kesal. jari Aisyah terus mengganggu kedua nya dengan menusuk-nusuk pipi mereka. " ck ck ck...
Abang abang ku merajuk.. ck ck ck..
" diam..!! serentak keduanya.
" Abang abang lagi pada pms ya? pagi-pagi udah marah-marah aja, " ucap Aisyah
" pms pala mu peyang. " ketus Ikhsan
" bang jaga kata-katanya bang. nanti bisa-bisa di ledakin tuh sama Papa. " ucap Aisyah.
" kamu aja yang jagain kata-kata abang, kamu kan adik yang baik. " jawab Ikhsan
" Astaghfirullah otak Abang gue udah mulai eror nih. Bang Akhsan,! kenapa dengan otak Abang Ikhsan" tanya Aisyah heran
" oh, otak Bang Ikhsan di gadein, jadi eror tuh. makanya dek kamu hati-hati kalau tidak kamu bisa botak karena Bang Ikhsan pasti akan terus meracau tak jelas. " jawab Akhsan
" ih Abang ketahuan bohong. mana ada otak di gadein. palingan otak kalian berdua yang emang eror. " ketus Aisyah
" hahh...!!!! terkejut keduanya dengan wajah bego.
" tuh kan, kalian berdua emang pada eror pakai cari alesan di gadein. sekalian di jual Bang, otak Abang kan cerdas pasti akan laku banyak, tanggung kalau cuma di gadein. " ucap Aisyah dan berdiri dan bergegas pergi.
wajah bego keduanya kembali muncul dan tambah lucu. mata mereka saling berebut pandang menatap kepergian Aisyah.
" sejak kapan adek kita menjadi cerdas ya. " bingung Ikhsan
" iya dek, sebentar lagi kita pasti akan kalah sama Aisyah. tapi aku hanya berdoa sungguh-sungguh semoga otak Aisyah tak seperti mu dek, bisa botak palaku. " ujar Akhsan.
Bugh...
" resek loh Bang...!
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπππ
__ADS_1
" dukung terus ya.. ππππ