
" Huff,,, Mas akuu capek." keluh Fatma dengan wajah memelas nya. Seharian dia ikut mencari Aisyah dan Shelvia sesuai kata Ikhsan kemarin, mumpung hari minggu juga, sih. " Mas istirahat dulu napa, perut ku juga udah keroncongan. "
Ikhsan menarik senyum di barengi dengan geleng-geleng kepala beberapa kali, Bukannya tadi Fatma yang ngeyel sendiri ingin ikut dan sekarang dia juga yang ngeluh. " ya sudah yuk kita cari makan. kacian sama cacing nya pasti udah mulai guling-guling minta makan " gurau Ikhsan.
" Ja-jadi Mas hanya kasian sama cacing ku doang,! terus aku.? kesal Fatma heboh. " tega kali kau akang. " Fatma cemberut, bersedekap dada dan membuang muka.
" nggak lah Neng, Akang lebih kasian sama...? Fatma langsung membalikan wajah nya senang, Ikhsan lebih kasian padanya dari pada cacing peliharaan nya, Fatma tersenyum sumringah namun sedetik kemudian.? " sama cacing nya, Hahaha,,!! tawa Ikhsan dan membuat Wajah Fatma kembali tertekuk.
" Akang Ja-ha-ra,, ja-hatttt,,, " merajuk Fatma, melenggang lebih dahulu masuk di warung pinggir jalan.
" Fatma,,, tunggu,,!! Ikhsan menyusul dengan berlari, senang sekali menggoda Fatma. apalagi wajah cemberut Fatma sungguh indah jika di abadikan.
Sementara Akhsan dan Kairi yang baru turun dari mobil terlihat kebingungan kenapa Fatma dan Ikhsan turun dari mobil namun terjawab sudah saat melihat keduanya masuk ke warung, ya pasti karena kelaparan lah. " Mas, aku juga lapar,! merengek Kairi.
" Ya sudah yuk susul mereka. " Akhsan menggandeng tangan Kairi dan berjalan beriringan masuk ke dalam Warung, menyusul Fatma dan Ikhsan yang sudah terlebih dahulu masuk dan sudah duduk dengan rapi menunggu pesanan datang.
" Kak Kairi,, sini,!! " teriak Fatma heboh melihat Kairi yang masuk bersama Akhsan. " Tuh Mas, contoh Bang Akhsan, istrinya itu di gandeng bukan di acuhin. nggak takut di gondol sama dedemit,? protes Fatma sekenanya.
Mulut Ikhsan menganga, matanya membulat lebar. Sedangkan Akhsan dan Kairi tersenyum mendengar kata-kata Fatma yang terasa datar namun nyelekit.
" astaga, tadi situ yang ninggalin kenapa jadi aku yang salah. sabar Ikhsan, sabar. Istri mu kan memang ratu eror jadi biarin ajalah dia mau mengatakan apapun.? menjerit Ikhsan dalam hati.
Akhsan dan Kairi sudah bergabung duduk di sana setelah mereka memesan makanan untuk mereka berdua.
" Mas, apa tidak ada petunjuk apa gitu yang mungkin di tinggalkan sama Aisyah. ya mungkin ada apa lah yang mungkin bisa menjadi titik terang untuk mencari mereka.? tanya Kairi bingung. seandainya ada kan lebih mudah untuk mencari mereka kan.
Akhsan dan Ikhsan termenung sejenak, seperti nya tak ada barang yang bisa memudahkan pencarian mereka sih. apalagi Aisyah dan Shelvia pergi ya pergi aja tanpa mengatakan apapun.
" ayolah ingat-ingat, pasti adalah. " saut Fatma.
" Sepertinya ada deh, tapi apa ya.? bingung Ikhsan dan Akhsan hanya mengangguk runtut.
" mungkin kalian pernah menemukan apa gitu di kamar Aisyah,? celetuk Fatma acuh.
Mata Akhsan dan Ikhsan membulat jari telunjuknya keangkat ke atas dan saling menyatu satu sama lain. " Ahaaaa... " suara mereka barengan dengan wajah yang berbinar, " tapi masak iya sih.? itu kan hanya permainan Aisyah saja. " sambung Ikhsan lesu.
__ADS_1
" emang apaan.?
" hanya dua kertas yang Aisyah tinggalkan. yang pertama tulisan ,, Semoga beruntung,,
dan yang kedua,, Peta harta karun,,. hanya itu saja. " terang Akhsan.
" Peta harta karun.? apa kalian sudah melihat nya dengan teliti.? tanya Kairi dan Keduanya hanya menggeleng. " kita harus selidiki peta itu mungkin itu salah satu petunjuk yang Aisyah tinggalkan. "
" semoga saja benar." jawab kedua nya.
Makan yang mereka pesan telah datang dengan cepat mereka mulai memakannya, mereka ingin sekali kembali pulang dan mengambil peta itu dari laci kamar Aisyah di mana Akhsan menyimpan nya.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Kak Faisal, tumben nggak ke toko buku,? biasanya kalau minggu pasti pergi ke sana.? Hasan ikut duduk di bangku dimana Faisal berada. duduk bersantai di salah satu pohon mangga yang ada di belakang rumah dan sudah bertahun-tahun pula hidup nya " Kak Faisal kebapa.?
Faisal mengeluarkan nafas beratnya, " nggak apa-apa Hasan, aku hanya lagi sedih aja. dalam satu bulan lagi aku harus pergi ke negeri orang, ya meskipun hanya untuk menuntut ilmu, tapi kenapa rasanya begitu sedih ya.? jawab Faisal dengan wajah yang nampak lesu tak bersemangat.
Hasan ikut merasakan kesedihan itu. bagaimana pun kau dari orang-orang yang kita sayangi itu sangat berat tapi mau bagaimana lagi. bahkan sekarang Hasan saja sudah tak bisa melihat kedua orang tuanya pasti dia lebih sedih kan dari pada Faisal " kakak harus tetap semangat lah. ini kan demi masa depan Kak Faisal juga. " ucap Hasan menenangkan.
" Hasan tau Kak, tapi Kak Faisal lebih beruntung kan daripada Hasan, Kak Faisal masih memiliki semuanya sedangkan Hasan hanya memiliki kak Kairi saja, jadi Kak Faisal nggak boleh sedih kan " ucap Hasan.
Hasan menoleh ke arah Faisal karena tak kunjung mendapatkan jawaban, tapi ternyata Faisal sedang memperhatikan seseorang yang tengah tersenyum di depan sama dengan teman-teman nya.
Hasan tersenyum, mungkin dia lah salah satu alasan yang membuat Faisal sedih, yaitu Aira.
" Aku akan menjaganya untuk Kak Faisal " ucap Hasan mengikuti arah mata Faisal menatap Aira.
" Maksudmu.? Faisal terhenyak bingung menatap Hasan yang memandang Aira dengan senyum,
" iya,! menjaga Aira demi kak Faisal " jawab Hasan yakin., Aira adalah salah satu alasan yang membuat Kak Faisal sedih kan,? " tanya Hasan.
" Tidak.! jawab Faisal tegas.
Mulut mungkin bisa berbohong tapi tatapan mata yang tumbuh dari hati tak akan mungkin bisa di ingkari. Dan tatapan Faisal untuk Aira bukan hanya sebatas tatapan semata tapi tatapan dari hati yang mengharapkan sesuatu untuk Aira, yaitu CINTA.
__ADS_1
Hasan tersenyum simpul, menepuk pundak Faisal sebelum beranjak dan pergi dari sana.
" percayalah Kak, Dia akan baik-baik saja selama kakak pergi aku akan menjaga nya untuk Kak Faisal " ujar Hasan seketika pergi dari hadapan Faisal yang masih mencerna kata-kata Hasan barusan.
Faisal ikut beranjak setelah termenung sejenak menatap Aira yang terus mengumbar senyum pada teman-teman nya. entah yang di katakan Hasan benar atau tidak yang pasti Faisal memang berat untuk pergi dan tak mau jauh dari gadis di depan sana.
Mobil terparkir di depan pendopo di saat Faisal sudah berjalan di sana. melihat kedua abang nya dan juga dua kakak ipar nya yang keluar dengan buru-buru. " ada apa mereka.? bingung Faisal.
Faisal berjalan cepat menghampiri mereka berempat bertanya kenapa semuanya nampak tergesa-gesa untuk seger masuk. " Bang, ada apa.? tanya Faisal seketika di hadapan kedua abang nya.
" nggak apa-apa Faisal, bentar Abang buru-buru. " Akhsan menepuk pundak Faisal dan tersenyum padanya. " Abang masuk dulu. "
Ikhsan pun tersenyum pada Faisal, menepuk pundak seperti Akhsan lalu menyusul Akhsan dengan cepat. begitu pula dengan Fatma dan Kairi yang langsung berlari mengejar mereka berdua.
Ada yang aneh dan tak biasa. Faisal pun menyusul mereka, ikut masuk dan ternyata mereka berempat masuk ke kamar Aisyah, " kenapa ke kamar Aisyah. ? Faisal semakin di buat bingung.
Laci sudah terbuka oleh Akhsan, tangan nya mengambil map yang masih setia di sana " ini dia. " ucapnya. Akhsan duduk di ranjang Aisyah dan di susul oleh Ikhsan, sementara Fatma dan Kairi berdiri di depan nya.
" Itu apa Bang.? tanya Faisal bingung.
Semuanya menoleh kearah Faisal, " ini baru mau di cari tau dek " jawab Kairi mewakili.
Semua nampak tak sabar ingin melihat peta yang ada di map tersebut, mungkinkah ada sebuah petunjuk disana tentang keberadaan Aisyah dan Shelvia.
Lingkaran merah dan hijau begitu jelas terlihat di titik yang sangat membingungkan untuk Akhsan dan Ikhsan.
" ini...? bingung Akhsan jarinya menunjuk lingkaran hijau yang terpampang nyata di depan mata nya.
" Bukankah ini..???
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kira-kira dimana kah mereka berdua.?
__ADS_1