
" Tunggu,,!"
Orang itu yang tidak lain adalah Rico kembali menarik hijab Aisyah dan membuat nya semakin kesal " bisa lepasin nggak sih! saya nggak kenal sama anda, mungkin anda salah orang! ucap Aisyah berusaha melepaskan hijab nya dari tangan Rico meski tak menyentuh tangannya.
" kamu Aisyah kan? tanyanya dan Aisyah terhenyak kaget dari mana orang di hadapan nya itu bisa mengenal nya " benarkan.? tanyanya memastikan.
" bukan urusanmu siapa saya! sinis Aisyah.
" Aisyah, buruan nanti telat kita!! teriak Shelvia yang sudah duduk manis di dalam taksi. " Aisyah,,!!
Aisyah menoleh sebentar ke arah Shelvia dan kembali lagi menatap Rico. " maaf ya Bang, Mas atau kakak atau siapa deh. saya nggak kenal sama anda jadi saya minta jangan halangi saya, saya banyu urusan " Aisyah kembali ingin masuk ke takut namun lagi-lagi hijab nya di tarik Rico. " lepas,,!! Teriak Aisyah sembari menoleh dan langsung menatap tajam kearah Rico.
Perlahan Rico melepaskan tangan nya dari hijab Aisyah, membiarkan Aisyah masuk ke mobil hingga menutup mobilnya. " heyy saya hanya mau tanya,,,!!
" jalan pak," ucap Aisyah membuat Rico menghentikan kata-kata nya.
Mobil pun benar-benar berjalan dan pergi dari hadapan Rico. " heyy,,,!! saya hanya mau tanya apa kamu benar-benar adiknya pak Ikhsan,,!!! teriaknya tapi sudah tak di gubris oleh Aisyah.
Aisyah dan Shelvia hanya melihat Rico yang melambaikan tangan nya lewat kaca yang ad di dalam taksi, Aisyah berwajah datar bodo amat sedangkan Shelvia dahinya mengkerut bingung.
" dia siapa? tanya Shelvia bingung dan kembali melihat Rico dengan menoleh ke belakang.
" tau " Aisyah mengangkat bahunya, dia benar-benar tidak tau apa lagi mengenal nya, bahkan Aisyah juga bingung bagaimana laki-laki itu bisa mengenal Aisyah. " salah orang kali kak " ucapnya acuh.
" O " jawab Shelvia hanya ber- O saja hingga bibir nya berbentuk bulat.
" Tunggu,,!! teriak Rico terus melambaikan tangan pada taksi yang sudah semakin jauh bahkan hanya tunggu belakang nya saja yang terlihat.
" tak aku kira, adik pak Ikhsan lebih mengerikan di bandingkan kakak nya. " gumam Rico yang akhirnya pasrah untuk tidak teriak lagi, untuk apa teriak menghabiskan suaranya kalau yang di panggil taj menggubris sama sekali.
" Rico " panggil Ikhsan menyentuh bahu Rico dan sontak membuat nya membalikkan badan, memastikan siapa yang datang." kamu bicara cari siapa? tanyanya.
Rico geleng-geleng kepala pusing rasanya tadi berhadapan dengan adiknya sekarang ada dua abang nya sekaligus, " Pak, adik Bapak itu lidahnya pedes amat ya, sini aja nanya baik-baik di judesin, apalagi raut wajah nya itu. cantiknya tersapu bersih sama judes binti juteknya " adu Rico dengan kesal.
__ADS_1
" Adik,? beo Akhsan dan Ikhsan bersamaan, matanya langsung melotot pada Rico yang hanya cengengesan karena mengira dia salah telah menghina adik dari gurunya sendiri.
" maksudnya? bingung Ikhsan, terus menara Rico dengan terus menelisik menunggu akan jawaban dari Rico " adik yang mana maksudmu? tanya Ikhsan lagi.
" ya elah pak, emang pak Ikhsan punya adik perempuan berapa, satu kan? siapa tuh namanya,,? Hm... Aisyah, ya Aisyah dia cantik dih tapi mulutnya MasyaAllah menakutkan "terang Rico yang bergidik ngeri.
" kamu lihat Aisyah? Akhsan berjalan dua langkah lebih dekat, membuat Rico beralih menatap Akhsan sembari mengangguk " dimana?
" kenapa pak,? kayak orang terkejut gitu. Aisyah udah pulang kan? pastilah udah, " ucap Rico yang tanya sendiri dan dua jawab sendiri.
" BELUM,,!!! kompak keduanya.
" Serasi amat, tapi nggak usah pakai ngegas gitu lah pak, nggak takut meledak, "
" kamu beneran lihat Aisyah,? terus dia sama siapa? dia ngapain disini? dia baik-baik saja kan? tanya Ikhsan.
" satu aja belum jawab, udah langsung empat pertanyaan, pak pak. begini ya pak. saya beneran lihat adik Bapak si Aisyah dan dia juga bersama dengan gadis yang Bapak perlihatkan fotonya waktu itu, dan seperti nya mereka sedang berbelanja karena banyak bawaan mereka terus,,? seperti nya dia juga baik-baik saja karena sudah bisa marah, udah semuanya terjawab semoga nggak ada kurang nya " tutur Rico panjang.
" suwer deh pak, Rico tidak bohong " Rico menaikan kedua jarinya dan membentuk huruf V bertanda dia benar-benar tidak bohong.
" terus mereka kemana,?
" mereka udah pergi pak, dengan taksi tadi, "
" taksi,? Rico mengangguk " warnanya? tanya Ikhsan terkesan buru-buru.
" ya warna putih lah "
" Bang kita kejar mereka " Ikhsan buru-buru, rasanya ingin sekali terbang untuk cepat menemukan Aisyah dan Shelvia " Rico makasih" ucapnya sebelum pergi.
" Makar Rico " tak kalah Akhsan " Assalamu'alaikum.. "
" Wa'alaikumsalam, "'jawab Rico dan menatap punggung keduanya yang sudah berlari menuju mobil mereka. " benarkah Aisyah dan Shelvia itu kabur dari rumah? apa mereka sedang ada masalah. huffff,,,, Aisyah Aisyah,, cantik-cantik tapi jutek amat " keluhnya memprotes sifat Aisyah.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾
" Assalamu'alaikum,,! teriak Aisyah dan Shelvia sembari kaki nya melangkah masuk di kediaman Marco setelah dari pasar dan singgah ke tempat rahasia nya sebentar. " banyak orang tapi yang jawab kagak ada, Woiii... kalian minta mulut dan telinga nya tertutup selamanya.!! teriak nya begitu sadis.
" Kalian punya mulut kan untuk jawab salam,!! atau benar-benar mau tuh mulut di tutup selamanya!! saut Shelvia ikutan.
" Wa'alaikumsalam, " Joe tersenyum sembari berjalan mendekati keduanya dengan bantuan tongkat. " kalian udah pulang, yuk duduk di dekat Opa " Joe melewati keduanya dan duduk di sofa.
" iya Opa " Aisyah dan Shelvia begitu antusias duduk menengahi Joe yang berada di tengah-tengah mereka berdua.
Kedatangan Aisyah dan Shelvia membuat Joe menjadi sedikit terhibur dan bisa senyum setiap hari meskipun Joe sendiri belum tau siapa sebenarnya mereka berdua, tapi terkadang kenalan mereka berdua selalu mengingatkan dengan Tasya,
" Putri dan Via tidak capek? setiap hari harus teriak terus pada semua orang yang ada disini? tanya Joe pada mereka berdua sembari kedua tangan nya merangkul mereka. " Hm " lanjut nya dengan menarik senyum dan menatap keduanya bergantian.
" Nggak kok Opa, kan menjawab salam itu hukum nya wajib, jadi Putri hanya tidak mau aja mereka semua berdosa. kan mereka semuanya juga seorang muslim jadi apa susahnya sih untuk menjawab salam doang, iya kan Kak" jawab Aisyah memajukan wajah nya menatap Shelvia.
" iya Opa, mereka harus pada di biasakan. lagian akan membawa pengaruh baik juga kan.Di dalam salam kan terkandung doa juga di dalamnya, kan " ucap Shelvia.
Hati Joe begitu bahagia, rumah nya yang indah itu tapi lama sekali tak terdengar suara pujian untuk Allah, jangankan mereka membaca dan mempelajari Al'quran? salam dan menjawab salam saja sudah tak lagi Joe dengar sebelum kedatangan Aisyah dan Shelvia.
Dan sekarang dengan kedatangan mereka berdua hati Joe lebih terasa tentram karena mereka selalu saja melantunkan ayat-ayat Allah di hadapan Joe, dan terkadang mereka juga selalu memberikan petuah-petuah untuk semuanya meskipun tidak secara langsung, seperti mereka menegur lalu memberikan nasehat kecil yang langsung mengarah pada ilmu agama.
" Terima kasih ya. kalian berdua emang sangat Baik " ucap Joe begitu bahagia. " apa Opa boleh memiliki kalian begitu terus "? tanya nya. dan langsung di angguki mereka berdua
" kita juga cucu Opa kok " jawab nya serentak.
" kita adalah cucu Opa, sampai kapan pun akan selalu begitu, meskipun gak ada setetes darah yang Opa yang mengalir di tubuh kami, tapi kami tetap lah cucu Opa " batin Shelvia.
Keduanya pun membalas pelukan Joe dengan kebahagiaan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1