Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
147.Rumah baru


__ADS_3

" Emangnya kenapa kita harus pindah sih, Mas" omel Fatma sembari memasukkan barang-barang nya ke dalam koper.


Melihat wajah istrinya yang terus tertekuk dan juga mulut yang terus mengomel, Ikhsan mendekati nya menarik istrinya ke dalam pangkuan nya, membelai lembut dan memainkan rambut Fatma dengan pelan.


" apa kamu tidak suka kalau tinggal di rumah sendiri,? Mas ada rezeki, dan Mas sudah memutuskan untuk membeli rumah untuk kita tinggali beserta calon anak-anak kita nanti. " jawab Ikhsan.


" tapi Mas, kenapa harus semendadak ini sih, kenapa tidak kemarin-kemarin Mas bilang sama Fatma, kan Fatma bisa beberes dari kemarin. " ucapnya dengan mulut manyun.


" jadi hanya karena itu kamu ngomel,? " tanya Ikhsan dan Fatma mengangguk perlahan. " kalau begitu kamu duduk dengan manis di sini dan lihatlah bos ini bekerja " Ikhsan mengangkat Fatma dan mendudukkan bokong Fatma ke ranjang.


" hm " bingung Fatma.


Dengan gerakan cepat Ikhsan memasukkan semua barang-barang nya dan milik Fatma ke dalam koper, Ikhsan terus melarang Fatma yang ingin membantunya dan meminta Fatma sebagai penonton saja.


" Mas,, apa Fatma beneran tidak boleh bantu. "


" ti-dak,, kamu duduklah yang manis. Mas tidak mau kamu kelelahan nantinya dan menyalahkan Mas " jawab Ikhsan.


" ye..!! itu kan juga karena Mas penyebabnya "


" hehehe,, " Ikhsan terkekeh.


Satu jam Ikhsan beres-beres dan semuanya sudah masuk ke dalam koper miliknya dan juga Fatma.


Dengan semangat Ikhsan menarik dua koper itu keluar dari kamar nya dan berhenti di ruang tamu. Sementara Fatma terus membuntuti Ikhsan dengan wajah yang tertekuk tak semangat.


" Ma, Pa, Ikhsan pamit ya. " ucap Ikhsan.


Rayyan dan juga Keisha berdiri dari duduknya menatap kedua nya dengan penuh harap.


" apa semuanya tidak bisa di pertimbangkan lagi, Ikhsan. Kenapa harus pindah rumah?, di bukannya di sini kalian sudah sangat bahagia juga. " ucap Keisha.


Orang tua mana yang tak sedih melihat anak-anak pergi dari rumah, ya meskipun mereka pergi untuk ke rumah nya sendiri sih, tapi itu tetap akan menjadi kesedihan bagi setiap orang tua.


Apalagi Ikhsan begitu mendadak mengatakan nya, semalam Ikhsan pamit ingin pindah dan paginya dia langsung pindah beneran bagaimana tidak sedih.?


" Iya, Ikhsan. kenapa kalian tidak tetap di sini saja sih? " imbuh Rayyan.


" maaf Ma, pa. Ikhsan hanya ingin mandiri saja. Doakan Ikhsan dan Fatma bisa bahagia dan cukup seperti Mama dan Papa " jawab Ikhsan.


" pasti, Ikhsan.Doa Mama akan selalu menyertai anak-anak Mama" jawab Keisha.


Ikhsan dan Fatma mengalami semua termasuk Tasya dan juga Fahmi yang duduk di sana.


" Assalamu'alaikum Oma, Opa " ucapnya.


" Wa'alaikumsalam, sering-seringlah jenguk orang tua kalian. jangan mentang-mentang ada rumah baru yang lebih nyaman kamu melupakan orang tuamu " nasehat dari Tasya.


" tidak Oma. Ikhsan dan Fatma akan sering datang " jawab nya.

__ADS_1


Pelukan hangat Tasya dan Keisha berikan pada Fatma, menantu kecilnya ini sungguh telah menambah kesempurnaan hidup mereka.


" jaga diri baik-baik, Nak. dan jaga suamimu baik-baik juga " ucap Tasya.


" pasti Oma, Fatma bakal menjaganya 24 jam." jawab Fatma sembari tersenyum.


" kamu ada-ada saja. "


Ikhsan berhenti di depan Akhsan yang berdiri di depan pintu menubruk nya dengan cepat.


" semoga berhasil ya, Bang. " bisik Ikhsan.


" Hmm.. pasti. " Akhsan mengangguk.


Fatma pun juga berpamitan dengan Kairi dan juga Aira, memeluknya dan juga meninggalkan senyum nya untuk keduanya.


Sejatinya Akhsan yang ingin pindah terlebih dahulu, namun melihat Kairi yang tengah hamil dia tidak mau mengambil resiko dan membahayakan Kairi dan juga calon anak mereka.


" Assalamu'alaikum,,!!


" Wa'alaikumsalam, "'


Semua mengantarkan kepergian Ikhsan xan juga Fatma. mereka begitu sedih dan sekarang rumah semakin sepi dengan kepergian tiga anaknya Rayyan. bagaimana jika Akhsan juga pergi mung rumah itu akan semakin sepi.


*****


" Mas, Mas dan Ikhsan nggak ada masalah kan.? " tanya Kairi menyelidiki.


Akhsan menggeleng dan duduk di sebelah Kairi.


" tidak ada, Sayang. kami tidak ada masalah apapun. hanya saja, Ikhsan harus pergi karena dia sedang ada tugas tertentu dan semua itu tidak akan tercapai jika dia tetap tinggal di sini " jawab Akhsan.


" maksudnya.? "


" sudah lah jangan kebanyakan mikir yang tidak penting. takut akan membuat calon anak kita ikutan pusing nanti. " Akhsan tersenyum.


" apa sih,,!! "


" beneran loh,, kan emang gitu kata dokter nya. Nggak boleh banyak mikir dan harus banyak istirahat. sekarang istirahat gih, mas mau ngecek File. "


" Mas, ini masih pagi, mana mungkin Kairi tidur. " jawab Kairi dengan manja.


" ya sudah, terserah kamu saja asalkan jangan terlalu lelah. " jawab Akhsan dan beranjak berpindah duduk di sofa, dan mulai sibuk dengan laptop nya.


Kairi termenung menatap Akhsan.


" semoga saja yang mas katakan benar. semoga Mas dan juga Ikhsan tidak sedang ada masalah "'pikir Kairi.


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Mobil Ikhsan berhenti di kompleks perumahan elit di tengah-tengah kota. Rumah bercat abu-abu di depan mata mereka menjadi pilihan Ikhsan untuk menjadi masa depan keluarga kecilnya.


Fatma turun dari mobil dengan mulut ternganga, matanya tak berkedip memandangi keindahan rumah barunya yang begitu besar dan juga sangat mewah.


" Mas, ini beneran rumah kita. " celetuk nya matanya tak pernah pindah dari keindahan dunia hadapan ya yang seperti rumah surga menurut Fatma.


Ikhsan yang tengah menurunkan koper berhenti sejenak untuk menatap Fatma. Ikhsan tersenyum, dia sungguh puas dengan pilihan nya yang ternyata sangat di sukai oleh istrinya.


" Iya, ini rumah baru kita. apa kamu suka? " tanya balik Ikhsan.


" siapa yang tidak suka dengan rumah seindah ini mas. "


Dua orang keluar dari rumah itu, satu laki-laki yang sudah berumur dan empat puluhan dan juga satu Wanita yang mungkin usianya gak jauh berbeda.


" Selamat datang, tuan, nyonya. " ucapnya dengan sopan dan membungkuk tubuh mereka. " perkenalkan saya Rani, dan dia Yono suami saya " imbuh Rani.


Ikhsan berhenti di samping Fatma setelah berhasil mengeluarkan kopernya, merangkul bahu Fatma dan sontak Fatma menatap nya yang tengah tersenyum.


"'Dia bi Rani dan pak Yono. mereka yang akan membantu kita mengurus rumah " terang Ikhsan.


" O " jawab Fatma singkat.


" bi Rani, pak Yono tolong bawa masuk barang-barang kami " perintah Ikhsan dan langsung di angguki mereka.


Rumah berlantai dua, memiliki halaman yang luas, bercat abu-abu di luar, terdapat kolam ikan kecil di depan dan juga terdapat kolam renang di bagian belakang rumah beserta ada taman kecil di sana membuat Ikhsan tergiur untuk membeli nya dan tentunya untuk bisa membahagiakan istrinya.


Puas hati Ikhsan melihat ekspresi dari Fatma yang terlihat sangat senang dengan rumah itu.


" Rumah nya bagus " celetuk Fatma.


" Istriku pasti lelah, sini aku bantu "


Ikhsan langsung menggendong tubuh Fatma dan membawanya masuk dan berkeliling ke di semua penjuru rumah barunya.


" yang terakhir,, ini adalah kamar kita "


Kamar yang begitu indah bercat putih dengan ranjang yang begitu besar dan semua komplit di sana.


" ini kamar kita? " tanya Fatma ternganga. " ini mah bisa muat lima orang ranjangnya Mas, bukan hanya berdua saja. "


" Kalau begitu kita mulai saja bikin penghuni yang ke tiga sampai ke-lima nya. " jawab Ikhsan dengan senyum jaim.


" apa sih, " Fatma memalingkan wajahnya yang sudah merah padam.


Ikhsan duduk di ranjang dengan Fatma masih berada di pangkuan nya. Ikhsan meraih daging Fatma dan menariknya untuk menatap nya. " apa kamu sudah siap? " tanya Ikhsan.


" masih satu tahun lagi Mas. " seru Fatma.


" tak masalah " jawab Ikhsan dan membaringkan tubuh Fatma di ranjang barunya dan langsung mengurungnya.

__ADS_1


" maass!!! "" teriak Fatma


🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2