
Semua para siswa tengah berkumpul menjadi satu di lapangan sekolah mereka tengah menunggu pengumuman siapa pemenang cerdas cermat yang di adakan kemarin.
semua tampak antusias menunggu dengan tidak sabar. " semoga saja kebanggaan kita ini menjadi pemenang nya. " ucap Mirna matanya tak lepas dari wajah Fatma yang juga sangat gugup dan tegang.
" Mir. kenapa tubuhku seperti lemas begini. lihatlah aku gemeteran. " ucap Fatma yang benar-benar terlihat gemetar di mata Mirna.
mata Mirna membulat bagaimana bisa miss yang dia kenal paling eror dan bar-bar sekelas bisa se grogi itu menghadapi saat ini. sungguh terlihat lucu hingga Mirna akhirnya tak bisa menahan tawa. " hahaha..!! tawa Mirna keras dan seketika menutup mulutnya. " Ups..
" tenang tenang.!! teriak kepala sekolah.
semua mata tertuju pada Mirna dan Fatma membuat keduanya langsung tersenyum kikuk. "hehehe..!! meringis keduanya.
acara berlangsung satu persatu pemenang mendapatkan piala dan juga medali serta uang tunai untuk menunjang keberhasilan mereka,semua tampak bahagia. mereka bersorak-sorai melihat andalan mereka maju dan mendapatkan penghargaan itu.
hingga waktu hampir selesai namun nama Fatma tak di panggil untuk maju. " apa aku tak masuk tiga besar sekaligus? " gumam Fatma kecewa.
dari kejauhan sepasang mata menatap sinis dan penuh benci pada Fatma namun terlihat bibir nya menyunggingkan senyum sinis yang menyakitkan.
" kau dan kelas mu akan di permalukan, tengik. kau salah telah berurusan dengan ku seandainya kamu menerimaku mungkin aku akan berbaik hati padamu tapi tidak kau tak pantas mendapatkan semuanya termasuk kemenangan ini, kau benar-benar tak pantas. " batin Iqbal.
" hahaha kau akan di permalukan sekarang, tengik. tunggu aja detik-detik menegangkan itu dan kehancuran mu dan kelas mu. kau akan malu dan tak akan mampu menampakkan wajah mu di sini lagi. Hmm.. "
" alhamdulillah acara sudah selesai. selamat untuk para pemenang pertahankan prestasi kalian. dan bagi yang belum mendapatkan kemenangan tetap tingkatkan belajar kalian semoga tahun depan kalian bisa juga mendapat prestasi ini." ucap pak kepala sekolah.
Fatma tertunduk lesu. semuanya terasa sangat sia-sia belajar nya selama satu minggu penuh terasa tak ada arti. bukan karena itu saja yang membuat Fatma sedih melainkan kekecewaan karena tak bisa menjadi apa yang di mau oleh semua teman-teman nya dan juga Ikhsan tentunya.
" hey Gadis kere.! kenapa wajahnya ditekuk gitu sedih karena kalah. sudah aku bilang kan kelas mu tak akan pernah bisa menjadi pemenang. jangankan menang meningkat saja itu sangat mustahil. " ejek salah satu murid yang menjadi pemenang utama.
" huuu..!! kelas kalau memang bodoh itu akan tetap bodoh selamanya. seharusnya kelas kalian itu tidak usah ikut berpartisipasi dalam acara ini. sekarang malu juga kan. " saut yang lain.
" huuu..!!!teriak semua serentak.
Fatma beserta teman-teman nya hanya bisa diam dan pasrah mungkin memang benar kelas mereka memang tak pernah pantas mendapatkan prestasi satu saja. kelasnya memang bodoh dan juga sangat terbelakang bahkan mereka semua Sadar bahwa selama ini mereka tak pernah serius dalam belajar dan selalu saja seenaknya.
" diam loh pada. kita dan kelas kita memang bodoh tapi seenggaknya kita masih punya otak untuk bisa berfikir kita tak akan mungkin menghina orang lain yang lemah. katanya cerdas pintar tapi ternyata otaknya nggak guna." bela Mirna sinis.
" udah lah Mir. nggak usah di ladenin" ucap Fatma.
" huuu..!! kalah aja belagu. "
" huuu.!!
semua menghina Fatma dan semua teman sekelas nya semuanya hanya diam tak mampu menjawab sepatah katapun semua merasa sangat kecewa dengan hasil dari Fatma namun itu tetap tak membuat mereka meninggalkan Fatma seorang diri.
" tenang tenang..!! teriak Pak kepala sekolah dengan melambaikan tangannya keatas.
" huuu.!!
Ikhsan yang berdiri bersama guru-guru lain menatap Fatma dengan tatapan tak bisa diartikan lagi entah itu kecewa atau bagaimana namun sepertinya itu bukan tatapan seperti itu ada rasa bangga di tatapan itu. "kamu akan mendapatkan nya Fatma. kamu akan mendapatkan semua kerja keras kamu. " batin Ikhsan.
" acaranya sudah selesai, dan sekarang kembalilah ke tempat kalian masing-masing. " pinta kepala sekolah.
" baik Pak.!!
" tunggu..!! teriak Ikhsan dan melangkah maju dan berdiri berjajar dengan Pak kepala sekolah.
semuanya menghentikan langkah mereka begitu juga dengan para guru dan kepala sekolah. Pak kepala sekolah menatap heran pada Ikhsan ada apa ini.?kenapa Ikhsan terlihat sangat serius kali ini.
" ada apa pak.? tanya Pak kepala sekolah
" sebentar pak. ada sesuatu yang mau saya tunjukkan. " ucap Ikhsan." Rico.!! teriak Ikhsan sembari melambaikan tangan memanggil Rico.
" ada apa ini.? drama apa yang akan mereka pertunjukan. buang-buang waktu saja. cuih..!! batin Iqbal kesal.
__ADS_1
" ini Pak. " Rico menyodorkan sebuah map yang ia bawa sedari tadi pada Ikhsan.Ikhsan pun menerimanya nya dan memberikan pada kepala sekolah saat itu juga.
" apa ini Pak.? bingung Pak kepala sekolah sembari tangan menerima map dari Ikhsan.
" Bapak bisa melihat nya sendiri. "
perlahan-lahan Kepala sekolah membuka map itu terdapat lembar jawaban atas nama Fatma dan juga foto-foto seorang laki-laki yang tengah mengendap-endap dan mengambil lembar jawaban milik Fatma dari ruang guru. " apa maksudnya ini Pak.?
" dengan itu semua saya yakin Bapak bisa mengerti akan Jawaban dari pertanyaan Bapak. kelas saya memang paling bodoh dan terbelakang tapi kami tak akan mungkin bisa melakukan hal itu untuk kelas lain. dan yang jelas kami tak akan mungkin menyabotase hasil dari murid yang lain. " terang Ikhsan tegas.
" sabotase.? bingung semua beserta para guru dan para murid.
semuanya berbisik-bisik pada orang di sekitarnya mana mungkin di sekolah itu ada murid yang tega melakukan itu pada yang lain. bukankah semua murid di sana sudah terkenal dengan sifatnya yang baik.?
" Siapa yang berani melakukan ini hahh.!!
meskipun di sana sudah terdapat beberapa foto namun itu tak berarti bisa menentukan dengan jelas siapa pelakunya karena wajah orang itu tertutup rapat.
" Bu Viona.! koreksi jawaban Fatma, cepat. "! perintah kepala sekolah dengan sedikit teriak.
semuanya menunggu dengan tak sabar akan hasil yang sebenarnya yang akan Fatma dapatkan. entah itu akan menjadi hasil yang baik atau mungkin sebaliknya tapi itu tetap tak akan mempengaruhi rasa yang di miliki Ikhsan pada Fatma.
" huhh sial kenapa semua ini bisa terjadi sih. bukannya lembar jawaban itu sudah aku buang.? tapi kenapa bisa kembali pada mereka sih. aku benar-benar bodoh, seharusnya aku menghancurkannya waktu itu, sial sial sial. "
Tangan Iqbal mengepal erat dia benar-benar telah gagal melakukan itu pada Fatma jalan untuk mempermalukan Fatma telah hancur sudah karena kecerobohannya sendiri.
Flashback******
Iqbal mengendap-endap masuk kedalam ruang guru dengan wajah yang dia tutup sempurna dan matanya pun tertutup dengan kaca mata hitam membuatnya tak akan ada yang mengenalnya jika sekilas melihat.
dengan terus tengak-tengok Iqbal terus berjalan hingga dia berhenti di meja salah satu guru yang terdapat semua jawaban dari cerdas cermat yang baru selesai berlangsung. semua nampak mudah Iqbal lakukan mengambil dan mengganti kertas Fatma dari sana, tak ada satupun yang melihat nya karena saat itu adalah waktu istirahat kedua, banyak yang sedang di kantin dan juga ada yang di mushola.
" berhasil. kau akan malu Tengik. " gumam Iqbal lirih.
" Fatma.?sepertinya orang itu mau menjatuhkan Fatma, syukur lah aku melihat nya kalau tidak entah apa yang akan terjadi esok. " gumam Orang itu yang tak lain adalah Ikhsan. " tapi siapa orang itu.? " mata Ikhsan terus melihat punggung orang itu yang tak tau dia siapa.
" pak Ikhsan.!! panggil Rico dengan keras dan berlari ke arah nya. " bapak sedang apa.? tuh makan Siang nya sudah datang dan semua tengah menunggu Bapak untuk makan. " ucap Rico yang masih terengah-engah.
mata Rico menatap kertas yang di pegang oleh Ikhsan dan mengambil nya begitu saja. " ini apa pak.? Fatma Amelia.? ini kan lembar jawaban milik Fatma di acara cerdas cermat, pak. kenapa ini bisa bersama bapak.? bingung Rico.
" ada seseorang yang yang ingin menyabotase hasil dari Fatma, Ric. apa kamu bisa menolong ku. " tanya Ikhsan .
" Sabotase.? siapa pak. tega bener tuh orang. apa yang bisa saya bantu pak. demi kelas kita saya mah siap.! jawab Rico yakin.
" begini......
..........
........, mengerti.!
" siap pak. "
" sekarang kita ke kantin semua pasti sudah menunggu. tapi ingat Ric, jangan sampai ada yang tau masalah ini sebelum pengumuman tiba. mungkin kita akan tau siapa dalang dari perbuatan ini.!
" Sip..
Normal*******
Dengan wajah yang tegang Fatma dan teman-teman sekelasnya menunggu kedatangan Bu Viona. dan setelah beberapa menit mereka tunggu pun tiba dengan beberapa kertas jawaban dari Fatma.
" ya Allah jangan kau buat aku mati berdiri. aku belum siap. " lirih Fatma.
" Hmm..? miss emang bisa ya mati sambil berdiri yang ada orang kalau mati itu ambruk bukan berdiri. " saut Mirna.
__ADS_1
" iya loh miss. baru tau orang mati berdiri. " tak ketinggalan Santi membuat Fatma terus menoleh bergantian ke arah keduanya.
" ishh..! kalian ini kenapa sih nggak bisa pinter sedikit saja. ishh..!! kesal Fatma.
" yeee. situ aja bodoh kita pasti ikutan lah. kalau situ pintar dan cerdas kita pasti juga akan ikutan juga, iya kan Mir. " ucap Santi.
" Ho'oh.!
" ihhh.. gue gibeng juga kalian. " tangan Fatma naik beberapa senti selayaknya benar-benar ingin melakukan apa yang ia katakan barusan.
" maaf miss, gitu aja sewot. cepet tua loh. " ucap Mirna sedang Santi hanya mengangguk.
" stt. diam.!
semua jawaban dari Fatma sudah berada di tangan pak kepala sekolah. dengan teliti dan akhirnya tak percaya matanya terus melihat nilai Fatma dan beralih menatap Ikhsan yang berdiri di samping nya.
" mana mungkin.? " gumam Kepala sekolah. siapapun pasti tak akan percaya dengan hasil dari Fatma yang sangat sempurna. bahkan kepala sekolah pun tak percaya akan hal itu pasalnya kelas yang paling terbelakang dan juga murid-murid nya yang bodoh sangat mustahil mendapatkan hasil sesempurna itu.
" itu adalah hasil dari Fatma pak. kalau Bapak nggak percaya Bapak bisa melihat stempel di sebelah kanan dari kertas itu. " ucap Ikhsan. ya semua kertas jawab di beri stempel sebelum di berikan oleh para murid jadi tak akan bisa di palsukan karena stempel itu di berikan khusus dari kepala sekolah.
" anda benar pak Ikhsan. ini adalah lembar jawaban yang asli. " jawab kepala sekolah. tangan satunya juga ada lembar jawaban yang palsu jadi itu bisa di pastikan bahwa itu adalah yang asli.
semua hampir tak percaya dengan hasil dari kelas paling error di sekolah itu. murid yang sudah di cap sebagai murid paling nakal dan paling bodoh mana mungkin bisa maju begitu pesat dalam hitungan bulan saja.
akhirnya Fatma bisa juga merasakan kebahagiaan mendapatkan medali dan Piala maupun uang tunjangan dari kepala sekolah. wajah tampak terlihat cerah dan berbinar dari Fatma. senyum pun berkali-kali terukir dari mulutnya yang kecil dan indah.
"Alhamdulillah.akhirnya aku menang, Mir, San. " Fatma memeluk keduanya dengan mata yang berkaca-kaca.
" kalian semua makasih. " sambung Fatma dan semua teman-teman perempuan dikelas nya pun memeluk Fatma dengan erat dan penuh bangga.
" jangan mewek miss. nanti banjir nih sekolah. " ucap Mirna.
" nggak akan. air mata miss kan membawa berkah jadi mana mungkin banjir. " gurau Fatma.
jari Mirna menoyor kening Fatma hingga mundur beberapa senti membuat semuanya langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah miss mereka yang mengerucut.
" Mir.!!
" Hahaha..!!! tawa semuanya dan mereka kembali berpelukan.
" Fatma selamat ya. akhirnya kamu bisa berhasil. " ucap Ikhsan dan membubarkan kerumunan dari mereka yang masih berpelukan.
" Hmm. seharusnya Fatma yang mengatakan itu pada Bapak. selamat untuk keberhasilan Bapak dalam mengajar di kelas kami. maafkan kami yang selama ini selalu berulah dan membuat Bapak kesal maaf ya. " ucap Fatma dengan wajah tertunduk.
" Ssttt..., baru tau kalau ternyata miss kita punya malu juga. tuh lihat wajahnya merah kayak tomat matang. ishh... pak Ikhsan beneran hebat bisa membuat miss kita tertunduk malu. "lirih Santi yang berada di belakang Fatma.
" iya. Jangan-jangan ada lope lope lope diantara mereka berdua. semoga saja ya biar miss kita nggak jadi jomblo akut. " saut Mirna.
" ho'oh.. " semuanya manggut-manggut.
senyum bangga dan bahagia bisa dirasakan oleh Ikhsan. baru kali ini dia benar-benar bisa bahagia dan itu semua karena keberhasilan Fatma. " kita semua yang berhasil." ucap Ikhsan.
" i-iya pak. " jawab Fatma.
kebahagiaan tak berhenti di situ saja tetapi hari ini sesuai perjanjian dan kesepakatan bersama Fatma mendapatkan begitu banyak hadiah dari para teman-teman sekelasnya. semua sudah mempersiapkan jauh-jauh hari karena mereka sudah sangat yakin bahwa Fatma akan menjadi pemenang. dan akhirnya semua itu nyata.
" Terima kasih Ya Allah atas kebahagiaan ini. Terima kasih. " lirih Fatma dan menatap langit yang menjulang tinggi di sana.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
selamat ya Fatma. kesabaran pasti akan berbuah manis tetap lah berusaha dan majulah untuk masa depan yang lebih baik.
__ADS_1