
Seorang laki-laki paru baya tengah marah-marah dengan melempar semua barang-barang yang ada di depannya.
Wajahnya babak belur, begitu banyak luka lebam karena habis di hajar oleh seseorang, pinggir bibir nya sedikit mengeluarkan darah namun sudah mulai kering, siapa lagi kalau bukan Fans.
Prankkk,,!!!!
" Arrrggghhh,,!!!
teriak nya dengan frustasi.
Wajah dan matanya kian memerah karena di penuhi dengan amarah yang semakin memuncak. Hatinya begitu berapi-api kelakuannya sudah seperti orang kesetanan yang tak pandang apapun dan melemparkan nya untuk di hancurkan.
Bugh,,,!!
tangannya berkali-kali memukul tembok setelah semua barang-barang yang ada di depannya habis dan sudah hancur lebur berserakan di lantai ber keramik putih.
" semua ini gara-gara bocah itu, gara-gara dia aku kehilangan semua kesempatan untuk kaya raya dan sekarang nyawaku yang menjadi taruhan nya jika aku tak berhasil menemukan Aira, Arrrggghhh,,,!! ucapnya dengan satu tangan masih menempel di tembok berwarna coklat muda yang sudah tertempel darah dari tangannya.
" Airaaaa,,,!!! bugh, "
mata hati Fans benar-benar sudah tertutup akan harta yang akan dia dapatkan setelah berhasil menyerahkan Aira pada orang yang begitu kaya. Deretan kekayaan sudah berjejer rapi di pikiran nya sebelum dia kehilangan Aira dan sekarang semua itu sirna dan tergantikan dengan sebujur nyawa yang di bunuh dengan sadis dan begitu banyak luka dan bayangan itu adalah bayangan nyawanya untuk beberapa hari ke depan.
Berhari-hari dia berusaha mencari Aira namun tak dia temukan bahkan dia sudah mengerahkan semua bala tentara nya namun tak kunjung di temukan. Hanya rumah dan keberadaan pria tampan yang membawa Aira lah yang sudah di ketahui keberadaan nya namun Aira, gadis kecil itu seperti bilang di telan bumi sama sekali tak bisa di lihat dan di ketahui keberadaannya.
" Aira,,!!!
Arrrggghhh,,,!!!
" Astaga, apa yang kamu lakukan mas, " pekik wanita juga paru baya mungkin hanya berkisar dua tahun saja usianya.
Wanita itu menutup mulutnya matanya molotot ke sembarangan arah melihat semua barang-barang yang selama ini dia kumpulkan dan begitu dia sayang sudah hancur tak berbentuk lagi di lantai.
Wanita itu berlari dengan tergopoh-gopoh mendekati Fans yang masih di kuasai dengan amarahnya. dengan berjinjit akhirnya kaki itu sampai di depan suaminya dan menyentuh bahu Fans sedangkan matanya masih melihat semuanya yang tengah hancur." Mas sebenarnya ada apa ini.? kenapa kau menghancurkan barang-barang kesukaan ku.?
Bibir Fans terangkat sebelah dengan matanya menatap benci istri nya yang hanya memikirkan barang-barang nya yang sudah dia hancur kan, " kau lebih memilih barang-barang itu ketimbang suami mu sendiri Sila,! kau ini wanita yang terbuat dari apa, batu.?. Hahh,,!! Fans tak habis pikir dengan Sila istri nya.
Sila mengernyit siapa yang tak memikirkan suaminya yang sudah dua puluh tahun ini menemani hidupnya, meskipun dia selalu saja memarahinya dan selalu jarang menafkahi nya tapi seenggaknya dia selalu menemaninya dalam berbagai masalah.
" siapa yang tak memikirkan mu, Mas. Aku hanya heran kenapa kau menghancurkan semua ini. lihatlah semua ini, ini aku yang kumpulkan dan aku yang membelinya dengan uang jerit payah ku sendiri. " jawab Sila dengan nada tinggi. Tangannya menunjuk semuanya yang sudah hancur.
Fans memutar tubuhnya menghadap Sila dengan senyuman sinis kearah istri nya" jerit payah kamu,? apakah aku tak salah dengar. Semua ini adalah hasil kerja anak tak tau di untung itu dia yg kerja mati-matian untuk kita dan kau gunakan uangnya untuk kesenangan mu sendiri. Hmm,, hebat sekali kau mengarang cerita. " bibir Fans menyungging
" Apa kau tau Sila, gara-gara anak sialan itu hidup kita berdua ada di ujung tanduk. kalau kita tak segera menemukan dia mungkin dalam beberapa hari lagi kita sudah akan terbujur tanpa nyawa, ngerti. " sambung Fans dan berdecak setelah itu.
" apa yang kamu katakan Mas,!! maksudnya tuan kejam itu akan membunuh kita jika kita gagal menyerahkan Aira padanya, " Pekik Sila yang mulai merinding ketakutan.
Fans mengangguk dengan cepat dengan wajah datarnya " iya. dan hanya dalam waktu satu minggu saja kita harus berhasil menyerahkan Aira padanya. entah di mana bocah itu. "'Fans mengacak rambut nya dengan gelisah.
" lagian kamu sih Mas, kamu keterlaluan menyiksa anak itu hingga ada orang yang berhasil membawa nya kabur. " ucap Sila menyalahkan.
Fans kembali berbalik pada Sila dan mencengkram bahu Sila dengan kuat. " kau menyalahkan ku, hahh.! bukankah kamu juga patut di salahkan akan hal ini di mana otak waras mu, hahh.!! bentak Fans kasar.
Fans beralih mendorong Sila hingga terpojok di tembok mencekik leher putih Sila dengan kuat.
" beraninya kau menyalahkan ku. " geram Fans dengan mata yang kian merah.
Sila begitu kelabakan akan rasa sakit yang semakin tak terkendali nafas nya semakin habis di dalam paru-paru nya bahkan hidungnya begitu susah untuk mengambil oksigen yang di sediakan Tuhan dengan gratis.
"'Ma-maaf Mas. ", ucap nya lemah dan tersendat-sendat.
__ADS_1
" Sekali lagi kau salah bicara. maka aku sendiri yang akan membunuhmu, camkan itu. " tukas Fans dengan satu tangan menunjuk ke wajah Sila dengan wajah marah nya.
Fans melepaskan leher Sila dengan kasar dan menjatuhkan Sila hingga dia terjatuh di lantai dengan keadaan duduk. Fans langsung pergi meninggalkan Sila saat itu juga dengan sejuta amarah yang ia bawa.
Sila berhasil mengambil oksigen yang sempat habis di dalam paru-paru nya. Tangan nya memijat-mijat lehernya yang terasa sakit karena perbuatan suaminya sendiri. "'semua ini gara-gara kamu Aira. lihat saja setelah aku menemukan mu, kamu tak akan bisa selamat dari ku "
Entah dendam apa yang membuat sepasang suami-istri itu begitu membenci Aira bahkan mereka akan menghabisi Aira jika berhasil di temukan.
" Airaaa,,!!! teriak Sila.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
" Hmm,,!! sepertinya makan malam kali ini sangat enak. " Ikhsan menarik kursi dan duduk di sana, matanya tak lepas dengan berbagai macam makanan yang di masak oleh Fatma, Kairi dan di bantu oleh Keisha sebagai mentor mereka yang mengajarkan beberapa menu.
" kamu benar dek. sepertinya istri-istri kita sudah mulai jago untuk memanjakan lidah kita. Hmm,, sepertinya kita akan mulai gemuk setelah hari ini. " saut Akhsan.
" apa kamu tahu Akhsan, Ikhsan,! bahkan Mama sangat kewalahan untuk mengajari mereka. mereka sangat cepat belajar dan alhasil semua menu inilah yang mereka masak. " ucap Keisha dengan senyum bangga memiliki menantu yang akan bisa menggantikan nya untuk memanjakan anak kembar nya.
Fatma dan Kairi begitu tersipu mendengar pujian-pujian yang di lemparkan dari suami mereka beserta mertuanya. mereka sangat beruntung dengan kehangatan ini.
Kairi mengambilnya makan untuk Akhsan terlebih dahulu setelah itu untuk nya sendiri dan bergantian Fatma yang melakukan hal yang sama untuk Suaminya, Ikhsan.
" Ma,, apa setelah tua aku juga tidak di ladeni lagi seperti si kembar. " rengek Rayyan dengan memelas.
" Astaghfirullah Pa, kan udah mama ambilin. masih iri aja sama anak-anaknya. emang Papa mau apa lagi.? " tanya Keisha bingung.
Wajah Rayyan berbinar terang senyum nya merekah. " mau di suapin. " ucap Rayyan dengan wajah imut.
semua mendelik menatap Rayyan tak percaya. Papa mereka masih saja narsis bermesraan di hadapan semua anak-anak. " hahaha..!! semuanya tertawa.
" ingat umur Pa, udah tua juga masih saja seperti itu nggak malu sama anak bayi ini. " celetuk Aisyah asal sembari tangannya menyuapkan nasi pada mulut nya sendiri.
kata-kata Aisyah berhasil menumbuhkan gelak tawa pada semua orang di sana, sejak kapan ada bayi yang sebesar Aisyah bagaimana mengeluarkan nya coba. dan bagaimana bisa seorang bayi udah langsung bicara dan makan sendiri, apa bayi itu keluar dari batu besar dan udah langsung besar aja.
" haha,,!! bayi dari danau sebelah Bang. " jawab Ikhsan.
" bukan Abang kembar, tapi bayi yang keluar dari istrinya rasaksa buto ijo. " celetuk Faisal yang semakin asal lagi.
Mata Keisha dan Rayyan membulat, bukankah itu artinya orang tuanya sepasang buto ijo.?
wosh,, woshhh,,, woshhhh.....
uap amarah langsung keluar dari hidung dan telinga keduanya. geram lah pasti di katai sepasang buto ijo. " Faisal.! geram Rayyan dengan menggenggam garpu dan sendok di tangan nya dengan kuat.
Tukkkk...
sedangkan Keisha langsung bertindak dengan memukul Faisal menggunakan sendok sayur yang kebetulan berada di tangan nya.
" kau mengatai Mama dan Papa buto ijo hahh,,,!! kesal Keisha.
Faisal langsung memegangi kepalanya yang sakit dan meringis menatap kedua orang tuanya yang tengah kesal. " hehehe,,, maaf Ma, Pa. Faisal nggak sengaja. tapi kalau di pikir-pikir bukan buto ijo sih tapi buto merah tuh lihat muka Mama dan Papa merah, jangan marah ya ini kan fakta. " ucap Faisal berasumsi.
" Faisal,," Rayyan semakin geram di buat nya.
sedangkan si kembar dan para istri mereka hanya tersenyum menjadi pendengar setia tanpa berniat ingin ikut juga dengan obrolan unfaedah itu.
Tapi tidak dengan Aisyah dia menekuk wajah nya kesal. Acara makan nya terganggu dengan suara kebisingan perdebatan orang tuanya dan Faisal, dan juga suara cekikikan abang kembar dan para istri mereka.
" Hmm,, bisa diam nggak.! kalau mau berdebat jangan di meja makan, berdebat dengan indah lah di lapangan atau nggak di gunung sana. " kesal Aisyah.
__ADS_1
Semua langsung terdiam menurut dan memakan makanan mereka dengan hikmah.
" baik ibu negara. " ucap bersamaan.
" udah pada tua juga, masih aja berdebat. apa nggak eman-eman sama tenaga kalian, Hmm dasar. " gerutu Aisyah.
Setelah ucapan Aisyah semua terdiam dan makan malam dengan hikmat dengan ketenangan dan kenyamanan hingga makan malam selesai. Semua bernafas lega setelah makanan habis setidaknya mereka bisa terlepas dari ibu negara yang selalu melototi mereka semua dengan begitu bengis.
Malam semakin larut semua pergi ke kamar masing-masing setelah duduk ngobrol sebentar di ruang tamu. Mata yang sudah meminta untuk di istirahatkan karena sudah seharian terbuka untuk melihat dunia.
Semua ruangan sudah tenang dan sunyi namun berbeda dengan dua kamar pasangan muda. Akhsan masih terjaga dengan kegiatan barunya sebelum tidur bercerita banyak hal dengan Kairi hingga Kairi terlelah dan akan tidur dengan sendiri nya.
Sebenarnya mereka bisa melakukan kegiatan lain dari pada itu sepasang suami-istri muda yang baru menikah pastilah mempunyai hal yang penting untuk di lakukan untuk menjadikan rumah tangga mereka semakin hangat namun itu belum bisa terjadi karena Kairi tengah kedatangan tamu bulanannya dua hari yang lalu membuat Akhsan harus semakin lama lagi untuk berpuasa.
Akhsan menarik selimut dan menyelimuti mereka berdua hingga di atas dada. Akhsan mendekat dan berkata dengan lirih di depan Kairi. "kalau sekedar cium nggak apa-apa kan. " tanya Akhsan.
Kairi tersipu dan mengangguk kecil bagaimana mungkin dia akan menolak Akhsan untuk mencium nya. " Hmm..
Akhsan mencium bibir Kairi cukup lama bahkan lidah mereka berdua sudah saling bertaut di dalam sana. Keduanya melepaskan aktivitas itu setelah nafas mereka habis dan berebut oksigen setelah itu.
" terimakasih. sekarang tidur lah. "'ucap Akhsan dan beralih mencium kening Kairi.
Berbeda dengan kamar satunya Fatma tengah cekikikan karena Ikhsan terus menggelitiki nya karena Fatma tak mau memberikan ponsel nya yang terdapat foto Ikhsan yang berhasil di make over oleh Fatma.
Wajah tampan dan putih mulus Ikhsan yang tanpa bekas apapun di beri kumis dan jenggot oleh Fatma kulit nya di bikin menghitam dan di beri beberapa jerawat buatan tangan Fatma.
Ihh,, tak bisa di bayangkan betapa lucu nya wajah Ikhsan yang ada di ponsel nya sendiri.
" Fatma siniin,,!! ucap Ikhsan.
" tidak mau. ambil aja kalau bisa " tantang Fatma.
Ikhsan menggelitiki Fatma dengan cepat membuat Fatma tak berhenti ketawa. " hahaha,,.
lepasin pak, hahaha,,, "
" siniin, atau aku tak akan melepaskan mu"
" nggak, Hahaha..!! Fatma terus kekeuh menyembunyikan ponsel nya di balik punggung nya.
Ikhsan terus menggelitiki Fatma hingga Fatma tak kuat untuk duduk dan akhirnya berbaring di kasur dengan gerak yang tak karuan hingga spray nya tak lagi beraturan.
" hahaha lepas pak, lepas,, hahaha,, " teriak Fatma.
Ikhsan mengurung tubuh Fatma dengan dengan kedua tangan, membungkuk di hadapan Fatma dan menghentikan tawa Fatma dengan cepat.
" ba-bapak mau ngapain.? ucap Fatma gugup
"nggak mungkin akan terjadi sekarang kan. nggak sekarang kan" Fatma membatin.
Ikhsan menatap mata Fatma dengan lekat, hingga mata mereka saling beradu dengan tatapan yang mempunyai perkataan masing-masing.
Melihat Fatma yang sedikit gusar Ikhsan hanya mencium bibir Fatma dengan lembut dan cukup lama. namun setelah di rasa cukup Ikhsan melepaskan nya karena tak mau sampai kehilangan kendali dan melakukan itu pada Fatma tanpa izin dari Fatma.
"belum waktunya Ikhsan, kamu masih harus berpuasa cukup lama. sabar Ikhsan sabar " batin Ikhsan
tangan Ikhsan mengambil ponsel yang berada di bawah Fatma dan menaruhnya di nakas lalu menarik selimut untuk menyelimuti dirinya dan Fatma yang masih terdiam dan melihat pergerakan Ikhsan.
" tidur lah ini sudah malam kita harus bangun pagi-pagi besok , Cup.. " Ikhsan kembali mencium Fatma namun di kening nya dan memeluk perut Fatma dan ingin secepatnya memejamkan matanya.
__ADS_1
" apakah aku berdosa karena mengulur waktu untuk memberikan hak yang di miliki pak Ikhsan atas diriku. tapi kan sebelumnya sudah ada kesepakatan tapi aku tetap berdosa nggak ya kalau mengulur waktu hingga aku lulus nanti, tapi bagaimana kalau pak Ikhsan tidak tahan dan mencari kepuasan di luar sana.? biasanya kan laki-laki suka begitu kalau tak mendapatkan nya di rumah pasti akan mencari di luar sana. Ishh kenapa sekarang aku jadi takut begini sebaiknya aku mencari solusi untuk ini deh besok. " batin Fatma.
" maafkan aku pak" ucap Fatma lirih menghadap wajah Ikhsan yang sudah terpejam. Fatma pun mencium pipi Ikhsan dengan cepat . " cup... , selamat tidur My Husband.. "