Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
56.Pasar minggu


__ADS_3

Akhsan berjalan di belakang Kairi dengan tangan mendorong troli yang hampir penuh dengan belanjaan yang di pilih Kairi. Ya, mereka berdua hanya berbelanja di hari minggu ini tak ada niatan untuk jalan-jalan ke tempat yang indah ataupun romantis melainkan di supermarket saja untuk belanja kebutuhan sehari-hari.


Semua jenis makanan ringan, semua jenis sembako, buah-buahan, dan sayur mayur sudah berada di troli hanya tinggal beberapa bumbu saja yang masih kurang. Catatan yang di berikan oleh Keisha begitu banyak hingga troli sudah hampir penuh saja namun belanja belum usai.


" Kairi, kapan selesai nya.? tanya Akhsan tak sabar. tak biasanya dia menemani belanja. dan sekarang harus menemani Kairi belanja, sungguh menyebalkan mungkin bagi beberapa laki-laki yang tak menyukai kegiatan itu. " cepatlah Kairi, aku sudah lapar. "


Kairi menoleh dan tersenyum. " sebentar Mas, ini hanya tinggal satu lagi, " jawab Kairi lembut.


Akhsan menarik senyum dengan terpaksa. perutnya sedari tadi sudah keroncongan namun belanja ini belum juga usai.


" kenapa bisa sama, ini yang mana,? bingung Kairi membedakan dua barang yang ada di kedua tangan nya. Meskipun Kairi sudah bisa masak namun nyatanya dia masih kesusahan membedakan mana lada dan mana ketumbar. bentuknya sama hanya besar dan kecilnya saja yang berbeda. Tapi di supermarket ini lada dan Ketumbar besarnya sama. " ini yang mana.?


Akhsan ikut bingung melihat Kairi yang kebingungan, Kairi saja tidak tau apalagi Akhsan dia kan taunya hanya makan saja tak pernah mengurusi soal bumbu dapur. " beli aja semuanya.


" tapi Mas,ketumbar masih banyak di rumah, Mas. " jawab Kairi, " ini yang mana, astaga ternyata aku sangat bodoh. " Kairi geleng-geleng kepala mengatai dirinya sendiri sebagai orang bodoh.


Akhsan menepuk jidatnya sendiri jika berlanjut lama lagi Akhsan pasti akan mati kelaparan setelah itu. Akhsan mengambil kedua barang di tangan Kairi dan menaruhnya di troli. " kita beli semua, jangan protes dan jangan debat. " ucap Akhsan tegas dan langsung berjalan.


" Mas,,!! Kairi berlari mengejar Akhsan.


Troli berhenti di kasir dan siap untuk di total dan mereka bisa langsung mencari makan. " Mas, kok beli semua sih.? teriak Kairi membuat semua menoleh menatapnya.


Akhsan diam tak menjawab Kairi atau kalau tidak mereka berdua akan malu karena tak bisa membedakan mana lada dan ketumbar, "'sudah lah Kairi, kamu nurut aja ya, " rayu Akhsan dengan suara lembut.


Kairi begitu kesal. bukanya membantu mendapatkan jawaban dari kebingungan nya Akhsan malah mengambil jalan pintas dan membeli keduanya. " terserah Mas deh. " jawab Kairi kesal.


Kairi berjalan meninggalkan Akhsan dengan setumpuk belanjaannya hanya gara-gara lada dan ketumbar saja membuat Kairi kesal.


Akhsan menggeleng kepala. kekesalan Kairi hanya karena barang sepele membuat Akhsan harus bisa merayunya sekarang untuk mencairkan kemarahan Kairi.


" sepertinya aku juga harus belajar mengetahui jenis-jenis bumbu kalau tidak mungkin aku akan terus di diamkan karena tak tau apapun. Akhsan kau harus jago dalam hal apapun jangan hanya jago di bisnis saja, Akhsan Akhsan. " gerutu Akhsan.


Mobil mulai melaju meninggalkan supermarket berkali-kali Akhsan menatap Kairi namun Kairi selalu memalingkan wajahnya. " Kairi sayang aku minta maaf ya, please. Ok, kita akan belajar bersama-sama nanti sama Mama tapi sekarang kamu jangan marah ya. aku tak bisa melihat kamu seperti ini, dan aku juga tak tahan kamu mendiamkan ku. " ucap Akhsan.


" Kairi pleaseee,,, sebagai permintaan maaf ku aku akan menuruti apapun yang kamu mau, sekarang kamu mau apa.? tanya Akhsan.


" benarkah,.? Kairi menyeringai.


" iya,,! apapun. "


" Kairi mau pergi ke pasar minggu di sebelah kampus. " jawab Kairi.


" apa,! pasar minggu.? di sana pasti sangat ramai dan pasti akan sangat sesak dan panas,"


baiklah, kereta kencana siap melaju mengantarkan sang permaisuri ke pasar minggu. pegangan yang kuat permaisuri Akhsan. " ucap Akhsan.


"'hahaha,,!! Mas ada-ada saja. " Kairi tertawa bahagia dengan ocehan Akhsan.


Lega sudah hati Akhsan kembali melihat tawa Kairi yang begitu indah. Akhsan ikut tertawa dengan Kairi yang semakin keras.


Jalan-jalan di bawah terik matahari yang panas bukanlah kebiasaan Akhsan dia sangat pusing, ikut bergabung di dalam keramaian dan juga karena matahari yang semakin tambah panas.

__ADS_1


Kairi begitu antusias berjalan-jalan di sana dengan Akhsan terus membuntuti nya. Kairi membeli sebuah topi bulat dan di pakaiannya pada Akhsan, " Hahaha,,!! lucu sekali. "" ucap Kairi girang.


Akhsan hanya tersenyum kecut melihat beberapa pilihan Kairi dan yang langsung dipakai kan padanya. seandainya tidak cinta dan sayang pasti lah Kairi sudah di tinggal kabur oleh Akhsan. "ah sungguh-sungguh menyebalkan.Aku lebih suka bekerja seharian di kantor daripada harus seperti ini. menemani istri belanja ternyata tidak lah enak." batin Akhsan.


Satu persatu lapak Kairi datangi, entah untuk membeli ataupun hanya sekedar melihat-lihat saja. Kebahagiaan ternyata sangat mudah dan sederhana untuk seorang Kairi hanya dengan berjalan-jalan di tempat yang sederhana saja bisa membuat nya sangat bahagia tak membutuhkan tempat yang indah dan romantis untuk membuat nya bahagia.


Akhsan mengambil topi yang sama namun lebih kecil dan ia Pakaikan pada Kairi supaya tak kepanasan. Bahkan semakin lama Akhsan semakin ikut menikmati tempat itu dan bersenang-senang dengan Kairi.


Tawa dengan keras Kairi dan Akhsan bersama-sama setelah mereka berdua bermain dengan barang-barang yang mereka anggap lucu. Kairi mengambil sebuah topeng dan memakaikan nya pada Akhsan.


" Arghh.. " ucap Akhsan seolah menakuti Kairi.


" Hahaha,,!! Kairi tertawa.


dan giliran Akhsan mengambil kumis palsu dan memakaikan nya pada Kairi, " hahaha.. "" giliran Akhsan yang tertawa.


Kedua nya mengambil beberapa pose foto di sana dengan menggunakan ponsel Akhsan. kenangan yang harus di abadikan dan akan menjadi cerita di masa depan.


" Kairi aku lapar, " rengek Akhsan memegangi perutnya yang benar-benar sudah kosong.


Mata Kairi menjelajahi semua lapak mencari makanan apa yang Cocok untuk mereka berdua. " itu tuh enak, Batagor Bang Mamat. " ucap Kairi.


Akhsan melihat arah jari Kairi yang menunjuk ke sebuah lapak, Akhsan mengernyitkan mata. batagor.? mungkinkah Akhsan akan makan batagor. Makanan yang belum pernah dia coba sebelumnya. " kita mau makan itu. "


Kairi mengangguk dengan cepat dengan senyum yang tak ketinggalan juga. " iya,!! itu enak kok Mas, batagor Bang Mamat sangat the best. " Kairi mengacungkan jempol nya tinggi.


" benarkah.?


" baik neng, siap. " jawab Bang mamat.


Akhsan terus menatap Kairi yang tengah kegirangan dengan jalan-jalan sederhana ini. membuat istri nya senang itu ternyata sangat mudah tak harus mengeluarkan banyak uang dan menyewa tempat-tempat yang mahal hanya datang di tempat seperti ini saja bisa membuat nya begitu bahagia.


Mata Akhsan beralih kepada begitu banyak nya orang-orang yang lalu lalang di sana dan begitu banyak lapak yang ramai akan pembeli. bukankah ini bisa menjadi referensi usaha yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sangat menguntungkan. Akhsan akan memikirkan baik-baik untuk keinginan nya ini. usaha yang sederhana namun akan sangat luar biasa keuntungannya.


" nih neng pesanan nya. " dua piring penuh sudah tersaji di depan Kairi dan Akhsan.


Akhsan dan Kairi menoleh pada bang mamat dan berterima sebelum memakannya " makasih Bang. " ucap Kairi sopan.


" iya neng, selamat menikmati, " jawab Bang mamat lalu pergi.


" ayo Mas di coba enak loh, aku yakin Mas akan ketagihan terus jika sudah makan di sini. " ucap Kairi dan langsung memasukkan satu sendok penuh ke dalam mulut nya.


" mana ada bikin ketagihan, kalau makan kamu mungkin akan lebih membuat aku ketagihan. " Batin Akhsan meratapi nasib yang gak kunjung bisa memakan Kairi.


" ayo Mas..!!


" iya istri ku sayang. " jawab Akhsan lembut.


Akhsan mengunyah perlahan, Hmm ternyata memang enak seperti yang di katakan oleh Kairi barusan. " enak. " ucap Akhsan singkat dan kembali mengunyah dengan lahap.


Sesendok demi sesendok akhirnya batagor sudah berpindah ke dalam perut mereka berdua. perut sudah kenyang namun belum selesai menikmati kebahagiaan di pasar minggu yang semakin ramai.

__ADS_1


Akhsan dan Kairi kembali berkeliling mencari-cari sesuatu yang mungkin menarik untuk mereka berdua. Dua gantungan kunci couple berhasil membuat mata Kairi terkesima dan langsung membelinya. " Mas beli ini ya. " tanya Kairi.


Akhsan hanya pasrah dan membiarkan Kairi mau memilih apapun dan membeli apapun yang ia ingin kan. dan Akhsan hanya menjadi Abang pembawa belanjaan saja sekarang dengan begitu banyak kantong kresek yang sudah ada di tangan nya yang terdiri dari bermacam-macam kuliner dan juga aksesoris maupun hijab yang di pilih maupun yang di pilihkan oleh Akhsan sendiri.


" Mas yang ini bagus nggak. " Kairi menunjukkan sebuah novel pada Akhsan.


Akhsan hanya mengangguk bagaimana dia bisa memberikan pendapat kalau di sendiri saja bukan penggila novel bahkan tak pernah mengenal yang namanya novel. " bagus,! mungkin. " lirih di ujungnya.


Mata Akhsan tertuju pada sebuah buku yang sangat menarik baginya. dan langsung memberikan nya pada Kairi " Keluarga sakinah." ucap Akhsan sembari memberikan nya pada Kairi.


" Keluarga Sakinah,? mas mau beli ini.? tanya Kairi bingung.


" bukan itu Kairi, maksudnya itu lebih bagus dari pada Novel yang kamu tunjukkan. faktanya pasti akan lebih mendasar buku keluarga sakinah itu dari pada novel Love itu. " terang Akhsan.


" iya juga sih, ya sudah ini saja. " Kairi putuskan menurut pada Akhsan dan membeli buku keluarga sakinah daripada pilihan nya sendiri.


Akhsan dan Kairi begitu lelah berjalan berkeliling di pasar minggu yang begitu membahagiakan. Hari yang sudah semakin siang pun membuat keduanya harus segera pulang mungkin Keisha tengah mondar-mandir menunggu belanjaan yang tak kunjung pulang.


mobil melaju meninggalkan pasar minggu. Kairi begitu senang menggeser layar ponsel Akhsan dan melihat kenangan yang mereka dokumentasikan di dalam sana.


Sesekali Kairi tersenyum saat melihat pose yang sangat lucu dari mereka berdua. " Mas, besok foto ini di cetak ya" ucap Kairi.


" mau buat apa.?


" ya Allah mas, ya buat pajangan lah masak buat penakut burung di sawah. " jawab Kairi tegas.


" Hahaha,,!! boleh juga tuh. itung-itung buat bantuin petani untuk mengusir hama dan melindungi padi mereka, hahaha..!!


" Mas,,!! kesal Kairi.


" tidak tidak, hanya bercanda Kairi. iya iya besok Mas cetak yang besar. dan kita pajang di rumah baru kita. " jawab Akhsan.


" Terima kasih Mas, " Kairi bergelayut di lengan Akhsan dan membuat Akhsan tersenyum bahagia melihat Kairi yang begitu manja padanya.


" iya sayang, asal kau bahagia kenapa tidak. "


" Hmm,. " Kairi melepaskan tangan nya dari lengan Akhsan dengan tersipu.


" tetaplah tersenyum seperti ini Kairi dan jangan pernah kau menghilangkan nya sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. tetaplah bahagia di sisiku hingga kita tua nanti dan sampai akhir di dunia ini dan kita akan bertemu di surga kelak. " ucap Akhsan dan membelai lembut pipi Kairi sembari sesekali fokus pada jalan.


" Aminnn.." jawab Kairi.


" makasih ya Mas atas kebahagiaan yang Mas berikan selama ini, dan maaf Kairi yang selalu merajuk pada Mas, maaf. "


" itu wajar sayang, asal jangan sampai yang berlebihan ya , karena akan membuat aku takut." jawab Akhsan.


" Hmm. " Kairi mengangguk.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Sesi bikin baper. wkwkwk...


__ADS_2