Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
39.Abang jerapah


__ADS_3

Sepeda motor putih berhenti di salah satu toko buku yang begitu sangat besar. Toko buku yang memiliki lima lantai itu sungguh di gemari dari anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang tua pun juga selalu ke sana. Bermacam-macam buku semua ada di tempat itu jadi tak salah juga toko itu bisa terkenal dari kalangan orang biasa hingga para orang-orang elit.


Laki-laki remaja turun dari motornya, melepaskan helm dan menaruhnya di tempat dia duduk tadi. Kakinya melangkah dengan cepat masuk ke Toko dengan tas yang ada di punggung nya.


" Semoga saja di sini beneran ada. " Gumam remaja itu.


Baru saja memasuki pintu mata sudah di suguhkan pajangan buku-buku. Dari buku sekolah, kitab-kitab yang biasa di pesantren, Buku tentang bisnis bahkan buku untuk membimbing para emak-emak untuk mengasah tangan mereka pun juga ada.


Remaja yang baru pulang dari sekolah dan langsung mampir di toko tersebut mencari buku yang di saran kan oleh guru nya dan juga mencari kitab yang ingin dia pelajari lebih dalam lagi. Siapa lagi kalau bukan Faisal, adik dari si kembar dan juga abang dari Aisyah si pipi bakpao.


Setelah beberapa saat di lantai satu Faisal pergi ke lantai tiga di sanalah dia akan mendapatkan kitab yang ia cari dan ia tuju sedari rumah tadi pagi.


Alhamdulillah. Setelah berputar-putar di lantai tiga Faisal mendapatkan yang dia inginkan , Faisal pun bergegas untuk turun lagi dan membayar semua buku yang akan dia beli.


Paper back berwarna coklat berisikan buku-buku dan Kitab-kitab pun sudah Faisal terima dan uang pun juga sudah ia bayarkan. Faisal adalah anak yang paling berbeda dari saudara nya, dia lebih pendiam, dingin dan juga kutu buku, tapi bukan berarti Faisal berkacamata tebal karena itu.


Faisal kembali ke parkiran dan menaiki motornya untuk segera pulang. baru saja akan memakai helm telinga Faisal mendengarkan jeritan seorang gadis kecil dan rintihan kesakitan setelah itu. Mata Faisal langsung mencari dari mana asal suara tersebut menjelajahi semua penjuru dan berhenti setelah melihat gadis kecil berambut panjang tengah di hajar habis-habisan oleh seorang laki-laki yang mungkin usianya hampir sama dengan Papa Faisal.


" Astaghfirullah.. " lirih Faisal.


Hatinya begitu trenyuh terasa ikut merasakan sakit seperti yang di derita gadis itu. Gadis yang mungkin usianya dua tahunan lebih tua dari Aisyah. Siapakah gadis itu, apa kesalahannya hingga dia mendapatkan perlakuan yang tak baik bahkan sangat tak pantas.


Faisal bukanlah orang yang suka kepo akan urusan orang lain urusan nya lebih penting dan lebih berharga dari pada mengurusi orang lain apalagi dia tak mengenalnya. Namun sisi kemanusiaan Faisal berteriak untuk menolong gadis itu.


Faisal mengurungkan niatnya untuk pergi saat itu dan kembali turun dari motornya untuk menolong gadis itu. Faisal terus berlari tak menghiraukan apapun lagi bahkan tak sadar bahwa kunci motornya masih setia menempel di motornya.


" Dasar anak nggak tau di untung. Sia-sia aku memungut mu dari jalan kalau kamu tak bisa membuat ku dan istriku senang.Harusnya kamu itu sadar diri siapa kamu dan adik kamu itu kalian itu berbeda kamu hanyalah anak yang aku bawa dari jalan yang tak mempunyai status yang jelas. " ucap laki-laki tersebut.


" maaf Pak, Aira minta maaf. " jawab gadis itu dengan terus berderai air mata.


" Maaf maaf apa dengan kata maaf saja kamu bisa membuat kami senang, tidak.di dunia ini semuanya tidak ada yang gratis Aira. kamu ikut berapa tahun dengan kami dan kamu juga harus mengganti semua yang telah kamu berikan padamu.Sekarang pulang..!!


" tapi Pak. Aira masih harus bekerja. "


" ikut.!! laki-laki itu menarik rambut Aira dengan keras hingga Aira tak dapat menolak untuk tidak mengikuti langkah laki-laki itu" cepat.!!


" Pak, lepasin pak. Aira sakit.! Aira terus merintih menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. " pak, lepasin Aira pak. Hiks hiks hiks... " tangisan terus terdengar di sana begitu banyak orang di sana namun tak ada satu pun yang berani menolong nya dan hanya menjadi penonton saja menikmati Film kekerasan yang nyata yang di sutradarai oleh Tuhan.


" Cepat.!! laki-laki itu terus menarik rambut Aira. tak bisa di bayangkan betapa sakitnya bukan. rambut yang panjang dan masih sangat kuat di tarik begitu saja tanpa ampun.


" Pak. Lepasin pak. " tangis Aira semakin pecah. dia hanya bisa pasrah di perlakuan seperti itu entah dosa apa yang dia perbuat hingga dia harus mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi.


Dengan terus berlari Faisal bisa mengejar Aira dan bapak nya dan tentunya bisa menghentikan bapak Aira yang menjambak rambut Aira.


" Pak, lepaskan dia pak, kasian. " ucap Faisal dengan nafas yang sedikit terengah-engah.


Laki-laki yang berpakaian seperti seorang preman, Ya dia memang ketua preman di wilayah itu namanya Fans. Ketua preman yang paling di takuti di wilayah itu tak ada satupun yang berani menantangnya, karena siapa yang menantangnya akan berakhir dengan kehilangan nyawa atau mungkin akan patah tulang bahkan tak sedikit yang lumpuh.


" Siapa kamu.! berani nya menghentikan saya, dia anak saya jadi terserah saya mau ngapain dia. Bahkan jika saya mau saya lebih baik membunuh nya daripada dia tidak berguna sama sekali. " ucap Fans sinis.


Faisal mengelus dada. Mana ada orang tua yang tega membunuh anaknya sendiri, anak adalah titipan yang harus di pertanggung jawabkan di akhirat kelak. " Astaghfirullah Pak. Bapak nggak boleh seperti itu bagaimana pun anak adalah titipan yang harus di jaga dengan baik. Astaghfirullah.. " Faisal tak habis pikir.


" Diam loh. Loh itu bukan bapak saya nggak usah sok nasehati saya. Saya nggak butuh.! " ucap Fans. " ayo ikut.!! Fans kembali menjambak rambut Aira dan membuat nya kembali meringis kesakitan.


" Pak, lepaskan dia kasihan. " Faisal terus mengejar Fans dan Aira.


Aira hanya diam. Dia sudah tau betul gimana bapaknya jika sudah marah, semuanya bisa menjadi pelampiasan nya.


" Pak..!!!


Merasa sangat terganggu Fans berhenti melepaskan rambut Aira dengan kasar. Fans menekuk lengan bajunya menatap sinis penuh kebencian pada Faisal. " Oh. cari mati kau anak muda. Kau belum tau siapa saya. " Fans manggut-manggut dengan senyum mematikannya.

__ADS_1


" Bukan begitu pak. Saya hanya tidak tega Bapak memperlakukan anak bapak seperti itu. " jawab Faisal yang tak ada takut sama sekali.


" Banyak bicara kau anak muda,Rasakan ini. " Fans mulai membabi buta karena kemarahannya namun semua tak akan bisa dengan mudah karena Faisal juga memiliki ilmu bela diri yang sudah sangat mahir. Sejak kecil semua anak Rayyan memang sudah di ajarkan ilmu bela diri untuk melindungi diri sendiri dan juga untuk menolong orang yang lemah tentunya kecuali si bontot yang tak pernah mau.


Bugh bugh bugh


Baku hantam terjadi pada keduanya persaingan semakin sengit karena keduanya sama-sama kuat.Sedangkan Aira hanya berkali-kali teriak, siapa yang harus dia bela bapak nya yang selalu menganiaya atau Faisal yang tidak dia kenal sama sekali.


" Bapak udah, bapak.! teriak Aira histeris.


Fans benar-benar tak mengindahkan panggilan Aira dan terus berusaha untuk menghajar Faisal hingga tak lagi bisa melawan.


Ternyata Faisal lah yang lebih kuat meskipun tubuhnya tak besar namun kekuatan nya tak bisa di ragukan. Fans sudah tersungkur di tanah dan tak bisa lagi untuk melawan. Senyum sinis keluar dari mulut Fans saat begitu banyak bala bantuan datang, dia adalah anak buah Fans.


Aira semakin takut.Meskipun dia tak mengenal Faisal namun dia tau Faisal orang baik, tak akan ada yang berani membantu nya jika dia bener-bener bukan orang baik.


" Astaghfirullah, bagaimana ini. " bingung Faisal.


Dia tak akan mampu melawan orang sebanyak itu seorang diri, namun dia juga tak tega meninggalkan Aira, bagaimana jika dia kembali di siksa lagi atau malah lebih buruk dari itu.


Satu-satunya jalan Faisal harus membawa Aira kabur dari sana. Meskipun tak mudah namun harus tetap di coba. Faisal mendekati Aira dengan tatapan masih tertuju pada orang-orang yang datang dan hampir sampai. "astaghfirullah.. " Faisal memegang tangan Aira dan menariknya untuk mengajak kabur dari sana. " kita harus pergi sekarang. ayo cepat. "


" tapi Bapak.?


" sudah, cepat. "


Faisal dan Aira berlari tunggang langgang dengan bergandengan tangan berusaha untuk tak tertangkap orang-orang bawahan dari Fans atau kalau tidak mungkin mereka berdua akan kehilangan nyawa saat itu juga.


Kejar-kejaran terjadi Faisal kembali ke parkiran motornya namun sial, Motornya tak ada di sana ini pasti perbuatan dari orang-orang dari Fans.


" Bagaimana ini. " bingung Faisal.


" woii..!! jangan kabur.!!


Faisal menyebrang jalan dan menghadang taksi yang kebetulan sedang lewat di sana. Lega akhirnya setelah taksi berjalan dengan cepat karena permintaan Faisal.


" Hufff.. " Faisal mengatur nafas nya supaya tidak terlalu ngos-ngosan begitu juga dengan Aira. " Kamu bgt apa-apa kan.? tanya Faisal menatap wajah Aira yang babak belur karena berkali-kali di tampar oleh Fans.


" saya tidak apa-apa kok Kak. Terima kasih sudah menolong Aira. Kakak tidak apa-apa kan.? Aira melihat dengan teliti wajah Faisal dan terdapat darah segar yang keluar dari sudut bibir Faisal " Astaga Kak, kakak terluka.? bagaimana ini.? bingung Aira. Aira memberanikan diri mengusap darah Faisal dengan jari-jari nya hingga darah itu hilang dan beralih di tangan Aira.


" A- aku nggak apa-apa kok. " gugup Faisal. "Astaghfirullah. Ya Allah maafkan aku. seharusnya aku tak membiarkan gadis ini melakukan itu, maaf. " batin Faisal.


" Kakak kenapa.? tanya Aira heran melihat Faisal yang tiba-tiba gugup.


" nggak nggak apa-apa. Sebaiknya kamu ke tempat saya saja. di sana kamu akan aman, Bapak kamu tak akan mungkin bisa menemukan kamu di sana. " Saran Faisal.


" Tapi Kak.?


" nggak apa-apa. banyak orang di sana seumuran kamu, kamu pasti akan mendapatkan teman yang baik di sana. " terang Faisal.


" banyak orang, maksudnya..?


" Maaf Mas ini kemana ya.? tanya sopir.


" oh iya Pak. Kita ke Ponpes ******* , cepat ya Pak. " jawab Faisal.


" baik Mas. "


" Hmm.. boleh tau siapa nama kamu.? tanya Faisal "kalau saya Faisal.. "


" saya Aira Kak. " jawab Aira. mereka hanya berkenalan saja namun tak berjabat tangan tentunya.

__ADS_1


Mobil berhenti di depan Ponpes yang di tunjuk Faisal. Ponpes yang sangat besar dan Indah. Ternyata ini kenapa Faisal bilang banyak orang seumuran dengan Aira karena di sana terdapat santri laki-laki dan perempuan namun di gedung yang berbeda.


" Yuk masuk. " Ajak Faisal depan senyum manis nya.


Aira ragu untuk turun dari mobil, bagaimana dia bisa masuk dengan keadaan nya sekarang. kepala tanpa tertutup hijab, wajah babak belur, rambut berantakan, baju hanya lengan pendek, dan rok hanya di bawah lutut saja. Aira meremas tangan nya, dia benar-benar takut untuk keluar dari mobil apa kata semua penghuni di sana.


Faisal menunduk melihat Aira dari kaca yang terbuka. Faisal tau apa yang Aira rasakan dia pasti takut dan malu." ayo. Jangan takut ada aku kan. " Ucap Faisal dengan senyum manis.


Perlahan-lahan Aira keluar dari mobil dia sangat takut apa yang akan terjadi setelah itu. baru saja beberapa langkah semua santriwati menatap Aira dengan heran. Bagaimana bisa gadis seperti Aira yang Faisal bawa pulang.


" Kak Faisal, Aira takut. " ucap Aira dengan berjalan di belakang Faisal dengan menunduk.


Faisal menoleh. Gadis ini benar-benar sangat lucu , kenapa juga dia takut dengan sesama manusia. kita hanya bisa takut pada sang Pencipta saja kan. " Sudah jangan banyak berpikir yang nggak penting. Ayo ikut aku, Akan aku kenalkan kamu pada keluarga ku."


" keluarga?


" ayo cepat. "


Aira berjalan tergesa-gesa untuk mengejar Faisal yang berjalan dengan cepat, kaki pendek nya belum bisa menyamai langkah kaki Faisal yang jenjang.


" Assalamu'alaikum.. " salam Faisal.


" Wa'alaikumsalam.. " jawab serentak semua yang tengah duduk di ruang depan, ada orang tua Faisal, Oma Opa nya dan juga adik bontot nya, sedangkan untuk Abang kembar seperti nya belum pulang dari kantornya.


Mata semuanya langsung tertuju pada Aira yang berdiri di belakang Faisal. wajahnya selalu menunduk dia sangat takut. " assalamu'alaikum. " lirih Aira.


" Wa'alaikumsalam. " serentak.


" Faisal.? panggil Rayyan bukan sekedar manggil namun tengah meminta penjelasan.


" Faisal tadi menolongnya pa. Dia sedang di hajar oleh Papa nya, Papa bisa lihat sendiri kan keadaannya. " jawab Faisal.


" lah yang di bicarakan kakak ipar dari si Abang kembar kenapa malah Bang Faisal duluan yang bawa pulang kakak ipar. Pa, apa besok pernikahannya langsung tiga mempelai sekaligus. " celetuk Aisyah dengan asal jeplak.


" Aisyah. " geram Faisal. " kenapa nggak sekalian empat mempelai sekalian. " ucap Faisal.


" satunya.?


" kamu,! siapa lagi. " jawab Faisal enteng.


" haduh abang Faisal kalau ngehalu jangan ketinggian. Aisyah ini masih anak bau kencur mana bisa menikah untuk apa coba. "


" terserah untuk apa. "


Aisyah berdiri dan menghampiri Aira yang hanya menjadi pendengar. " kakak ipar yuk ikut Aisyah. jangan lama-lama disini nanti di mangsa sama jerapah. " Aisyah merangkul Aira dan mengajak nya masuk.


Itulah julukannya Faisal dari mulut Aisyah jerapah. karena apa.? meskipun Faisal anak ketiga namun dia lebih tinggi dari Abang kembar nya jadi julukannya yang pas adalah Abang jerapah.


" oh iya Bang. " Aisyah balik badan dan semua menoleh kepada Aisyah, kira-kira kata-kata apa lagi yang akan dia keluar kan. " Kakak ipar Aisyah anter ke kamar siapa Abang ,kamar Abang.? tanya Aisyah polos.


" Aisyah.. " ucap semuanya.


" apa sih semuanya.! kan kakak ipar pulang nya sama Abang. bisa jadi kan mereka tadi mampir dulu ke KUA dan menikah tanpa sepengetahuan kita. "


" Aisyah.. " semuanya geram dengan kata-kata Aisyah barusan dan langsung melototi nya.


Mulut kalau udah lemes ya lemes sampai kapanpun. Bukan hanya Abang kembar nya saja Faisal pun pasti akan dapat giliran nya.


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Sabar ya Faisal. ini belum seberapa di bandingkan dengan apa yang di alami oleh Abang kembar. Kuat kan hatimu menghadapi adik bontot.


__ADS_2