
Happy Reading.,.
_________________
Akhsan dan Ikhsan kini keduanya tengah berjalan beriringan, keduanya pergi bersamaku menuju perusahaan Marco karena urusan pekerjaan. Mereka akan melakukan kerjasama dengan Marco dan itu sesuai dengan rencana mereka yang sewaktu kecil dulu.
Mereka ingin membangun semua Vila di puncak, tempat yang masih sejuk dan belum terlalu tercemar akan polusi seperti di kota.
Seandainya selisih paham tidak pernah terjadi mungkin Vila itu sudah berdiri kokoh sampai sekarang, tapi itulah ujian untuk mereka yang akhirnya sekarang sudah bisa terselesaikan dan berakhir dengan indah.
" Apa Pak Marco ada? " tanya Akhsan kepada sekertaris Marco yang kebetulan tengah melintas.
Sekertaris perempuan cantik itu berhenti, menunduk hormat kepada mereka berdua.
" pak Marco sudah menunggu sejak tadi, pak. Mari saya antar " jawab nya dan langsung mengantarkan mereka berdua untuk ke ruangan Marco.
Tak jauh kaki melangkah mereka sudah sampai di depan ruangan Marco, mereka menunggu sejenak di luar sedangkan sekertaris tadi masuk terlebih dahulu untuk mengatakan kedatangan Met kepada Marco.
Beberapa saat mereka menunggu Sekertaris tadi keluar, dia kembali tersenyum ramah dan mempersilahkan Akhsan dan Ikhsan untuk masuk dan menemui Marco.
Sambutan hangat Marco berikan pada keduanya. Mereka hanya datang sendiri-sendiri tidak ada sekertaris ataupun asisten yang biasanya akan selalu ikut kemanapun mereka pergi.
" selamat datang kawan " sapa Marco dengan sumringah.
" Assalamu'alaikum, bro " sapa Akhsan dan juga Ikhsan.
Mereka saking berjabat tangan dan setelah itu Marco mengarahkan keduanya untuk duduk di sofa yang begitu luas di tempat itu, dan berharap keduanya akan merasa nyaman dan betah berlama-lama di sana.
🌾🌾🌾🌾🌾
Tok... tok... tok...
" Assalamu'alaikum! Fatma! " sapa Kairi sembari terus mengetuk pintu rumah Fatma.
Kairi datang bersama dengan Aira saat ini, dengan di antar oleh supir yang di suruh oleh Akhsan. Mereka berdua masih terus berdiri di depan pintu dan lagi-lagi mereka mengetuk nya berharap Fatma atau asisten rumah tangga nya akan segera membukakan nya.
" tok tok tok..
" Kak! kak Fatma... Assalamu'alaikum! " ucap Aira dengan nada yang sedikit tinggi.
Perlahan pintu terbuka dari dalam, kedatangan mereka berdua di sambut ramah oleh Bi Siti asisten rumah tangga nya Fatma dan juga Ikhsan.
" Wa'alaikumsalam, mari non masuk. " ucapnya dengan begitu ramah sembari membungkuk tubuhnya dan mengayunkan tangannya mengajak mereka berdua masuk.
" iya, makasih, Bi " jawab Kairi.
Kairi dan juga Aira langsung masuk setelah pintu terbuka dengan sangat lebar, keduanya duduk menunggu di ruang tengah sesuai yang di minta oleh Bi Siti pada mereka berdua.
" Sepertinya Nyonya sedang mandi, akan saya panggil kan, semoga sudah selesai " ucap Bi Siti lagi-lagi dengan suara yang sangat ramah dan begitu sangat sopan.
" baik, Bi. " jawab Kairi dan juga Aira bersamaan.
Bi Siti pun berlalu pergi berjalan menaiki tangga untuk ke lantai dua, ya karena kamar Fatma ada di pantai dua.
Kairi dan juga Aira masih terus mengedarkan pandangan mereka, menjelajahi setiap sudut ruangan yang begitu indah, rapi dan juga sangat mewah. Kairi tersenyum dia sangat bahagia karena sebentar lagi dia juga akan tinggal di rumahnya sendiri sama seperti Fatma.
Kairi datang ke sana bukan tanpa alasan, tapi dia datang untuk memastikan rumah nya sudah bisa di tempati atau belum, Akhsan dan Ikhsan memang memesan rumah dalam satu komplek bahkan rumah mereka bersebelahan jadi Kairi ke tempat Fatma terlebih dahulu meminta Fatma untuk menemani dirinya.
" Rumah nya bagus ya, Kak " puji Aira.
Kairi mengangguk, rumah itu memang sangat bagus. Rumah yang sangat besar, Rapi dan juga sangat indah di pandang , siapapun yang masuk pasti akan sangat terkesan dengan rumah itu.
Sedangkan Bi Siti sudah sampai di kamar Fatma sekarang. Bi Siti mengetuk pintu lalu dia masuk. Di lihatnya Fatma yang masih berada aku di depan meja rias nya dan tengah menyisir rambutnya yang masih basah.
Fatma menoleh melihat Bi Siti yang berjalan semakin dekat ke arah nya.
" Nyonya, itu Non Kairi dan Non Aira sudah datang " ucap Bi Siti.
__ADS_1
" baik Bi, sebentar lagi saya selesai. Bibi turun dan buatkan mereka minum dan juga bawa beberapa cemilan untuk mereka " pinta Fatma.
" baik Nya. " jawab Bi Siti.
Bi Siti langsung kembali keluar sedangkan Fatma meneruskan urusan rambutnya yang belum selesai. Fatma mengikatnya meskipun masih basah, dan langsung mengenakan hijab sebelum dia keluar dari sana.
Fatma sangat bergegas, dia sedikit buru-buru untuk bisa sampai di tempat Kairi dan juga Aira. Meskipun belum lama sekali Fatma tak bertemu mereka berdua tapi rasanya dia tak bertemu bertahun-tahun membuat Fatma sangat ingin bertemu karena sangat merindukan mereka.
" Aira, Kak Kairi! " teriak Fatma setelah sampai di tempat itu.
Aira dan juga Kairi langsung beranjak, mereka berpelukan secara bergantian melepaskan kerinduan mereka tentunya.
" Kak, Aira sangat merindukan kakak " ucap Aira dengan wajah sedihnya.
"'kakak juga sangat merindukan mu " jawab Fatma dan sekali lagi dia merengkuh tubuh kecil sang adik.
Ketiganya berbincang sebentar dan di tengah-tengah perbincangan mereka Bi Siti datang dengan nampan yang terdapat tiga cangkir dan juga camilan.
" Fatma, jadi kan temenin aku lihat rumah? " tanya Kairi.
Fatma mengangguk, di juga sudah siap untuk menemani Kairi sekarang.
" Assalamu'alaikum..! "
Sontak mereka bertiga menoleh, mereka tersenyum sumringah melihat para suami mereka yang ternyata kembali lebih cepat dari perkiraan mereka.
" Wa'alaikumsalam, " jawab semua serentak.
Akhsan dan Ikhsan memang sengaja pulang cepat hati ini semua ini demi bisa menemani istri mereka yang ada di rumah. Seperti biasa mereka akan langsung mendapatkan salam takzim dari para istri mereka dan kali ini di tambah dengan Aira juga.
" tidak usah, Kairi. Kita lihat berdua saja. Ikhsan kan masih lelah Fatma harus menemaninya kan? " ucap Akhsan.
" baiklah kalau begitu. " jawab Kairi. " Fatma aku lihat rumah dulu ya, Mas Akhsan benar Ikhsan pasti lelah dan butuh kamu untuk menemani nya. "
" baiklah, tapi Kak Kairi nanti kesini lagi kan sebelum pulang? "
" siap itu mah "
Akhsan dan Kairi langsung pergi keluar meninggalkan mereka beserta dengan Aira.
" Bi! " teriak Ikhsan dan tak lama Bi Siti pun langsung datang ke sana. " tolong antar Aira ke kamar, dia pasti lelah! " pinta Ikhsan.
" baik Tuan " Bi Siti langsung bergegas mengantarkan Aira ke salah satu kamar yang ada di sana.
" gimana kerjaan Mas? " tanya Fatma.
" kerjaan Mas belum beres " jawab Ikhsan pura-pura berkedut membuat Fatma bingung dengan semua itu.
" kok tumben belum beres tapi Mas udah pulang! "
" ya karena kerjaan yang belum beres itu pekerjaan rumah, jadi Mas harus selesaikan di rumah kan? "
" maksudnya? " bingung Fatma. Belum juga Fatma selesai dalam kebingungan nya Ikhsan secara tiba-tiba menggendong Fatma dan mulai berjalan, membawa Fatma ke kamar mereka. " Oh, sekarang aku tau kerjaan Mas yang belum selesai. Pekerjaan ini mah tidak akan pernah selesai "
" tuh kamu tau." jawab Ikhsan.
" tapi Mas, Fatma udah mandi. "
" bagus dong, jadi kan wangi enak udah di.. " seketika Fatma langsung menutup mulut Ikhsan.
" jangan keras-keras, ada penghuni lain di sini bukan hanya kita berdua Mas " protes Fatma.Ikhsan mengangguk mengerti dan setelah itu baru Fatma melepaskan tangan nya dari mulut Ikhsan.
🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan membukakan pintu rumah mereka namun Kairi yang lebih dahulu masuk. Kairi begitu terpana dengan rumah baru yang akan menjadi rumah mereka berdua dan rumah keluarga kecil mereka.
Ruangan demi ruangan tak ada yang lolos dari pandangan Kairi, Kairi sangat menyukai tempat itu. Melihat senyum merekah dari sang istri membuat Akhsan juga sangat bahagia dan juga merasa sangat puas karena kerja keras nya akhirnya tidak sia-sia.
__ADS_1
Akhsan berjalan mendekat, memeluk Kairi dari belakang, menaruh dagunya di pundak Kairi. " bagaimana apa kamu suka " tanya Akhsan yang pastinya langsung membuat Kairi mengangguk.
" Semua sudah akan persiapkan, satu minggu lagi kita pindah ke sini dan Mas juga sudah mencarikan asisten rumah tangga untuk membantu kita. Jadi kamu tidak boleh capek-capek apalagi mengurusi urusan rumah. Kamu hanya perlu memperhatikan kesehatan kamu dan anak kita dan juga memperhatikan ku " ucap Akhsan.
Lagi-lagi Kairi mengangguk, dia sangat patuh pada Akhsan karena dia sadar dia tak bisa memberikan apapun pada Akhsan kecuali hanya mematuhinya.
" sekarang kita lihat kamar utama kita, karena tempat nya di pantai dua jadi... Mas akan gendong kamu " ucap Akhsan sembari langsung mengangkat tubuh Kairi.
" Mas, aku sudah berat. Mas kan capek! " protes Kairi.
" tidak masalah sayang " jawab Akhsan dengan suara lembut.
Kairi yang sudah ada di gendongan Akhsan langsung melingkarkan tangannya di lehernya, dan terus berpegangan karena dia takut terjatuh.
Akhsan begitu hati-hati membawa Kairi, dia juga lebih waspada mana mungkin dia akan membahayakan istri dan anaknya nantinya.
Kamar yang begitu luas begitu sangat indah, dengan kasur yang sangat besar, terdapat beberapa lemari kecil, meja rias, sofa, untuk bersantai televisi lebar juga terpajang di sana. Juga terdapat kamar mandi di dalam kamar itu untuk mempermudah mereka saat ingin membersihkan diri mereka, dan juga ruangan khusus untuk mereka meletakkan semua baju-baju mereka.
Akhsan menurunkan Kairi dengan sangat pelan dan meminta Kairi untuk melihat semuanya dan langsung menanyakan apa pendapat Kairi tentang kamar mereka ini.
" bagaimana kamu suka? " tanya Akhsan lagi.
Kairi mengangguk mantap mungkin dia tak menyukai kamar itu, Kairi membalikkan tubuhnya berdiri menatap Akhsan dan juga tersenyum penuh terima kasih.
" Kairi sangat menyukainya Mas, terima kasih. " Kairi langsung menubruk memeluk Akhsan dia sangat bahagia mendapatkan semua ini.
Akhsan pun membalas pelukan itu, baginya kebahagiaan Kairi adalah kebahagiaan nya, Akhsan gak akan bahagia jika Kairi tidak puas dan juga tak bahagia.
Kecupan terus Akhsan berikan di puncak kepala Kairi, " Hemm... " ucap Akhsan dan Kairi langsung melepaskan pelukan nya dan menatap bingung ke wajah suaminya yang seolah tengah berfikir.
" Mas kenapa? " tanya Kairi.
" hemm... " Akhsan menganggukkan wajah nya sekali mengisyaratkan Kairi untuk melihat kasur yang cukup lebar. Kasur yang sudah rapi.
" kenapa dengan kasurnya? " Kairi mengikuti arah mata Akhsan tapi dia masih sangat bingung karena tak tau apa yang Akhsan maksud.
Akhsan menunduk mendekatkan wajah nya di telinga Kairi dan berbisik di sana.
" kasurnya masih baru loh, bagaimana kalau kita coba dan kita pakai sekarang. Bukankah akan lebih baik jika kita gunakan sekarang " bisik Akhsan.
Kairi menoleh dengan cepat, dia langsung tau apa yang Akhsan maksud sejarah. Kairi berjalan mundur dan Akhsan semakin maju.
" jangan sekarang Mas, a-aku... " ucap Kairi.
" aku apa, hem..? " Akhsan terus mengejar Kairi hingga dia berhenti dan terduduk di atas kasur yang Akhsan maksud.
" sudah pas, " ucap Akhsan menyeringai dan mulai melepaskan jasnya dan menaruhnya di sebelah Kairi.
" Ta-tapi Mas.. " Kairi terus celingukan, dia takut jika akan ada yang masuk saat mereka melakukan itu karena pintu kamar itu tidak di kunci oleh Akhsan.
Akhsan duduk di sebelah Kairi, meraih dagunya dan satu tangannya mulai melepaskan hijab yang Kairi kenakan. Akhsan mengecup dengan begitu lembut bibir Kairi dan Kairi pun akhirnya menerima setiap sentuhan yang Akhsan berikan padanya.
" jangan takut, hanya ada kita berdua di sini " bisik Akhsan yang seakan bisa membaca pikiran Kairi.
Peraduan cinta mereka pun terjadi di rumah barunya dan juga kasur barunya itu. Kasur yang akhirnya menjadi saksi berapa besar cinta mereka berdua dan kasih sayang dan kehangatan antara keduanya.
_____
Bersambung.....
_________________
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Selamat atas rumah barunya Akhsan dan Kairi. Akhsan dan Ikhsan memang tak akan bisa berjauhan, bahkan rumah pun harus berdampingan segala..
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1