Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
perampok yang dirampok


__ADS_3

Karena instingnya yang mengatakan bahwa Amanda sedang berada dalam bahaya membuat Nadhira segera mengikutinya dan masuk kedalam mobil angkutan umum itu, Nadhira memilih duduk dibangku paling belakang untuk mengawasi Amanda dari kejauhan agar Amanda tidak mencurigai bahwa Nadhira sedang mengikutinya.


Nadhira dapat melihat bahwa beberapa pria itu bukanlah pria baik baik, pakaiannya layaknya seperti seorang pereman jalanan.


Nadhira mengamati situasi sekitarnya dan ia melihat bahwa sopir angkot tersebut sedang disandera oleh para lelaki itu, yang Nadhira ketahui mereka adalah sekelompok perampok yang akan merampok didalam mobil itu, dan kebetulan sekali saat itu Nadhira berada disana.


Dan untung saja saat itu Nadhira telah menyiapkan sebuah tabung silinder kecil pemberian dari Rifki yang selalu ia bawa kemanapun ia akan pergi, Rifki juga mengajarinya bagaimana cara menggunakannya dan Rifki juga mengajari beberapa gerakan kepada Nadhira untuk beladiri ketika Nadhira berada di situasi mendadak seperti saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan?". Guman Nadhira pelan, sehingga mereka yang sibuk dengan menggoda Amanda tidak mendengar gumanan Nadhira.


Melihat Amanda yang akan dilecehkan oleh para pria itu membuat Nadhira segera bangkit dari duduknya untuk menahan mereka, sebenarnya bukan kekuatan Nadhira yang membuat Jon terpental keluar dari angkot melainkan karena bantuan Nimas yang mengeluarkannya dari angkot dengan tiba tiba.


Tanpa Nadhira sadari bahwa dirinya juga ikut terlempar keluar karena salah satu dari pria itu yang membuatnya keluar, Nadhira melakukan salto kedepan agar dirinya tidak terluka ketika jatuh dari mobil itu, Rifki juga telah mengajarkan banyak kepada Nadhira ketika Nadhira mengalami situasi mendesak seperti saat ini.


Ketika melihat Amanda yang tengah ditahan oleh pria tersebut membuat Nadhira ingin sekali marah, tetapi Nimas selalu mengingatkannya agar tidak terpancing dalam hal seperti itu, sehingga dengan santainya Nadhira mengabaikan Amanda.


Ketika melihat Nadhira melepaskan masker dan juga topinya, perampok dan juga sopir tersebut begitu terkejut ketika mengetahui bahwa sosok misterius itu adalah seorang gadis, para perampok itu hampir saja mengumpat kepada sosok misterius itu, mereka merasa gagal menjadi perampok karena berhasil dikalahkan oleh seorang gadis.


"A.. Adek adalah perempuan?". Tanya sopir angkot tersebut dengan gelagapan.


"Iya pak". Jawab Nadhira santai sambil mengembalikan tongkat itu menjadi bentuk silinder seperti semula dan memasukkannya kedalam saku jaketnya.


"Ba.. bagaimana bisa!!". Ucap Jon dengan kagetnya.


"Hah? Bukankah kau sendiri juga sudah mengetahui bahwa aku seorang perempuan?". Tanya Nadhira heran mendengar perkataan Jon.


"Ta.. tapi itu hanya dugaan".


"Jalan pak, aku akan membantu mengawasi mereka sampai dikantor polisi".


Dengan santai Nadhira segera masuk kedalam mobil tersebut dan duduk dibagian dimana biasanya kernet tempati, sang sopir yang mendengar ucapan Nadhira segera masuk kedalam mobilnya dan melakukannya untuk menuju kekantor polisi.


Nadhira menikmati udara dingin malam itu dengan senangnya, meskipun tangan mereka diikat tetapi tidak dengan mulut mereka, mereka terus saja berbicara mengenai Nadhira agar Nadhira melepaskan mereka dan tidak akan membawanya menuju kekantor polisi.


Sedangkan Nadhira sama sekali tidak mendengarkan mereka, tak beberapa lama kemudian hp Nadhira berdering pertanda ada telfon masuk kedalam hpnya, Nadhira segera mengecek hpnya disana tertera sebuah kata, yakni nama Rifki hal itu membuat Nadhira segera mengangkat telfonnya.


Tringg..... Tringg.....


"Hallo Rif? Ada apa?". Tanya Nadhira.


"Kamu dimana Dhira?". Jawab seseorang dari balik telfon. "Suara apa itu?". Tanya Rifki ketika ia mendengar beberapa orang meminta untuk dilepaskan.


"Ah ini, lagi naik angkot menuju kekantor polisi".


"Kekantor polisi? Ngapain?".


"Kenalan dong sama pak polisinya, kali aja ada yang jomblo". Jawab Nadhira sambil menahan tawanya.


"Jangan aneh aneh ya Dhira".


"Ngak ngak Rif, cepat datang kekantor polisi sekarang, nanti aku jelaskan kepadamu setelah kita bertemu". Nadhira juga mengatakan kepada alamat kantor polisi yang akan mereka datangi kepada Rifki.


Tut.. tut...


Rifki segera mematikan telfonnya dan sesegera mungkin mendatangi tempat itu untuk menyusul Nadhira, setelah telfonnya mati Nadhira segera memasukkan hpnya kedalam saku celananya.

__ADS_1


Nadhira memandangi wajah para perampok itu, sambil melipat tangannya didepan dadanya, sementara sopir angkot tersebut begitu lega ketika Nadhira ikut bersama untuk membawa para perampok itu.


Sebenarnya sebelum kedatangan Nadhira dan juga Amanda, para perampok itu telah menahan sopir angkot tersebut dengan diam diam, ketika mereka melihat seorang gadis yang tengah menghentikan laju kendaraan itu, mereka segera menurunkan pisaunya dan menyuruh sopir tersebut untuk berhenti didepan gadis yang mereka maksud.


Tanpa sengaja Amanda telah masuk kedalam sebuah angkot yang telah dirampok, hal itu membuat Nadhira ikut serta untuk masuk kedalam, awalnya sopir tersebut begitu khawatir dengan adanya gadis yang berada didalam angkotnya.


Tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa, dan bahkan untuk soal beladiri dirinya tidak akan mampu untuk menandingi mereka bertiga, melihat seorang gadis yang hendak diper***a, ia ingin sekali membantu gadis itu tetapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena ancaman dari salah satu perampok itu yang tengah menempelkan pisau dilehernya.


Hingga akhirnya ia begitu terkejut ketika sosok misterius yang duduk diangkotnya tersebut mulai bertindak, dan mampu menendang keluar salah satu dari perampok itu, ia mengira bahwa sosok misterius itu akan kalah ditangan para perampok tetapi perkiraan itu ternyata salah, justru kebalikannya.


Perkelahian antara mereka begitu sengit sehingga membuat orang misterius itu kelelahan tetapi orang itu sama sekali tidak menunjukkan kelelahannya kepada musuh yang dihadapinya saat itu karena hal itu akan mampu membuat para perampok itu mengetahui kelemahannya.


"Pak, aku sarankan setelah ini jangan narik angkot dimalam hari, aku takut kejadian seperti ini akan terulang lagi". Ucap Nadhira kepada sopir tersebut.


"Iya dek, lain kali bapak tidak akan narik malam malam seperti ini, meskipun penghasilan bapak tidak seberapa dimalam ini". Ucap sopir yang merasa putus asa karena hasil yang ia dapatkan semuanya telah diambil oleh perampok itu.


"Kalo masalah itu bapak ngak perlu khawatir".


Nadhira menoleh kearah para preman itu sambil memegang dagunya menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya seakan akan memikirkan sesuatu, para preman yang ditatap seperti itu segera menoleh pada diri mereka masing masing entah apa yang sedang dipikirkan oleh Nadhira saat ini.


"Apa yang akan kau lakukan?". Tanya Jon yang tampak khawatir.


"Tenanglah, bukan sesuatu yang buruk juga". Jawab Nadhira dengan entengnya.


Nadhira segera mengeledah saku saku yang ada dibaju dan juga celana milik perampok itu untuk mengambil hak milik sopir tersebut yang telah mereka ambil dengan paksa oleh perampok itu.


Nadhira mengambil semua uang yang dimiliki oleh para perampok itu tanpa rasa bersalah sedikitpun dengan mudahnya ia melakukan itu, karena tangan dan juga kaki para perampok itu telah diikat.


"Hey itu punyaku, jangan diambil, aku memilikinya dengan susah payah".


Plakk


Plakk


"Kau gadis cantik tapi begitu galak, ini uangku kau tidak berhak untuk mengambilnya".


Plakk


"Jangan macam macam, atau kuhabisi kau nanti".


Plakk


Ketika Nadhira mengambil uang dari saku mereka dengan paksaan, mereka terus memprotes mengenai apa yang tengah dilakukan oleh Nadhira, tetapi Nadhira tidak tinggal diam, ia segera menampar mereka yang berani protes mengenai tindakan Nadhira.


Nadhira melakukan hal itu seperti tidak mempunyai salah, dengan mudahnya ia menampar mereka dengan kerasnya sehingga menimbulkan bercak merah, tetapi karena gelapnya malam membuat bercak merah itu tidak terlihat oleh Nadhira.


"Lumayan juga sih". Ucap Nadhira setelah mengetahui jumlah uang yang berhasil ia ambil dari perampok itu.


Dengan tersenyum dan juga kedua matanya berbinar binar Nadhira menatap kearah uang itu, hal apa yang dilakukan oleh Nadhira itu tidak ada bedanya dengan merampok para perampok.


"Kembalikan uang itu!!". Tegur salah satu perampok.


"Bagaimana kalo aku tidak mau? Terserah aku lah kan menurut kalian yang terkuat lah yang dapat memiliki juga kan? Kalian juga tidak memikirkan perasaan orang yang telah kalian rampok kan? Jadi sekarang disini aku adalah rampoknya, kalian diam saja!!". Ucap Nadhira tanpa mengalihkan pandangannya dari uang yang ada ditangannya.


Sopir angkot tersebut menyimpulkan bahwa gadis yang ada diangkotnya itu bukanlah gadis sembarangan, karena tidak akan ada yang bisa melakukan hal seperti itu ketika mereka sedang dirampok, lantas bagaimana bisa seorang perampok terkena rampok oleh seorang gadis yang terlihat polos.

__ADS_1


Para perampok tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan dari Nadhira, memang selama ini mereka tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang telah mereka rampok, karena mereka terlalu sibuk untuk menikmati hasil dari rampokannya.


"Enaknya ku apakan ya uang ini?". Tanya Nadhira sambil melirik para perampok. "Banyak sekali, aku tidak menduga bahwa kalian akan memiliki uang sebanyak ini".


"Puas kau!! Kau telah merebut milik kami!!". Ucap salah satu dari mereka dengan begitu marahnya.


"Merebut? Bukankah ini juga milik orang lain? Asal kalian tau, aku hanya mengikuti bagaimana cara kalian mengambil hak milik orang lain".


"Itu milik kami!! Karena itu ada disaku kami, dan kau telah merebutnya dari kami dengan paksa".


Nadhira yang mendengarkan protes mereka segera memasukkan uang tersebut kedalam saku jaketnya dengan sesegera mungkin agar menghentikan protes dari mereka.


"Sudah? Sekarang uang itu berada disakuku, jadi uang itu sekarang menjadi milikku bukan?". Tanya Nadhira dengan nada yang sedikit mengejek.


"Kau!!".


"Aku beritahu kalian ya, kalian sebentar lagi juga akan masuk ke penjara, lalu untuk apa uang ini? Uang ini bahkan tidak berguna untuk kalian juga kan? Ketika dipenjara, Aku sudah melakukan seperti apa yang selama ini kalian lakukan bukan? Jadi ya gimana lagi, uang ini adalah milikku sekarang, aku mau pake buat apa pun juga ngak masalah, toh itu juga uang uangku bukan uang kalian lagi".


Para perampok itu sudah tidak bisa berkata apa apa lagi dihadapan Nadhira, karena yang Nadhira lakukan saat ini begitu sangat mirip dengan mereka ketika mereka sedang merampok tetapi Nadhira melakukan hal ini dengan halus tidak seperti apa yang selama ini mereka lakukan bahkan mereka tidak akan segan segan untuk menghabisi nyawa orang yang telah mereka rampok.


"Memang benar apa yang dikatakan oleh orang orang di zaman dulu, bahwa yang cantik itu jauh lebih mematikan". Guman sopir angkot tersebut.


Nadhira yang mendengar gumanan itu hanya bisa tertawa kecil, sementara para perampok itu bergidik ngeri dan bertanya tanya orang seperti apa yang ia hadapi saat ini, dari wajahnya mereka dapat melihat bahwa gadis yang ada dihadapannya saat ini begitu polosnya seakan akan tidak pernah ikut latihan beladiri.


Tetapi kenyataannya dibalik wajah polosnya gadis itu lebih berbahaya daripada para perampok itu, ia juga hebat dalam beladiri, Jon ketika ia dilempar keluar dari mobil ia dapat merasakan bahwa kekuatan dari gadis itu cukup besar, ia tidak mengetahui bahwa itu karena bantuan dari mahluk gaib.


Tak beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai juga dikantor polisi, Nadhira segera turun dari mobil angkutan umum itu dan melaporkan para perampok itu kekantor polisi, setelah ia melaporkan mereka Rifki tiba tiba datang ketempat itu juga.


Para polisi itu segera menerima laporan dari Nadhira dan juga sopir angkot tersebut dan membawa para perampok menuju ke sel tahanan yang akan menjadi rumah bagi ketiganya.


Nadhira juga menyerahkan senjata tajam dan uang yang telah ia rampok dari para perampok itu kepada polisi tersebut sebagai barang bukti setelah itu semua selesai Nadhira juga mengatakan bahwa sopir angkot tersebut berhak untuk mendapatkan uangnya kembali karena sopir angkot itu juga dirampok oleh mereka.


Setelah semuanya selesai Nadhira segera berpamitan kepada mereka untuk pulang karena hari sudah mulai larut malam, ia tidak ingin adanya laporan yang memberitakan tentang dirinya dan sebagainya yang akan disiarkan dimedia televisi.


"Apa yang terjadi?". Tanya Rifki kepada Nadhira setelah keduanya berada didalam mobil pribadi milik Rifki.


Nadhira menjelaskan kepada Rifki mengenai apa yang ia lakukan hari ini, mulai dari Amanda yang ingin keluar dari rumah dengan diam diam, sampai ia memasuki angkutan umum yang telah dirampok tersebut dan Nadhira berkelahi dengan rampok.


"Apa kamu baik baik saja?". Tanya Rifki dengan begitu khawatirnya dengan apa yang dikatakan oleh Nadhira saat ini.


"Aku ngak papa kok Rif, maaf merepotkanmu malam malam seperti ini, dan terima kasih sudah mau datang".


"Bukan masalah, asalkan dirimu baik baik saja itu sudah cukup untukku Dhira".


Rifki segera mengantarkan Nadhira pulang kerumahnya karena hari sudah larut malam, Nadhira sampai dirumahnya sekitar pukul 12 malam, hal itu membuat Nadhira harus masuk kerumahnya dengan memanjat gerbang rumahnya.


"Makasih Rif". Ucap Nadhira dibalik gerbangnya.


"Iya, ya sudah buruan masuk sudah malam juga".


"Nanti saja, aku pengen lihat kamu pergi dulu, setelah itu baru aku masuk".


"Ngak Dhira aku ingin memastikan bahwa dirimu sudah aman sampai didalam rumahmu".


"Baiklah kalo begitu, aku pergi dulu".

__ADS_1


Nadhira segera bergegas pergi menuju cendela kamarnya dan membukanya secara perlahan setelah itu Nadhira memanjatnya dan masuk kedalam kamarnya, melihat itu Rifki segera bergegas pergi dari tempat itu karena ia sudah memastikan bahwa Nadhira telah aman.


__ADS_2