
Haris segera pergi dari tempat itu untuk menemui Aryabima yang masih berada didalam goa terlarang itu, untuk membicarakan mengenai soal Nadhira yang tadi pagi ia dengar dari mulut para masyarakat sekitar tempat itu yang membincangkan tentang hilangnya beberapa orang yang telah mengejar Nadhira sebelumnya.
Haris segera masuk kedalam goa itu dengan perasaan yang entah apa yang sedang ia rasakan saat ini, cepat atau lambat kabar itu pasti akan mencapai telinga anggota Gengcobra ataupun Surya Jayantara, jika hal itu sampai terjadi maka Rifki pasti akan ikut serta mendengarnya.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan dengan kabar itu? Jika Rifki sampai mendengarnya, dia pasti akan sangat kecewa dengan kita, Ayah tau sendirikan sikap Rifki itu seperti apa? Mungkin dia akan semakin membenci Ayahnya, aku tidak mau itu terjadi lagi Ayah" Keluh Haris.
"Tenanglah Nak, pasti ada cara untuk mengatasi hal itu, dan kita harus mencari cara itu secepat mungkin agar kabar itu tidak sampai kepada Rifki, aku akan mendatangi markas Gengcobra untuk memberitahu mereka bahwa kabar ini jangan sampai Rifki mendengarnya" Ucap Aryabima mencoba untuk menenangkan kekesalan Haris.
"Iya Ayah".
Aryabima segera bergegas menuju ketempat dimana lokasi Gengcobra berada, ketika dirinya sudah berada dijarak beberapa meter dari markas tersebut pintu gerbang markas itu segera dibuka oleh anak buahnya untuk membiarkan Aryabima masuk kedalamnya.
Mereka begitu terkejut ketika melihat kedatangan dari Aryabima ditempat itu, tidak seperti biasanya karena ekspresi Aryabima seakan akan telah terjadi sesuatu dengan seriusnya sehingga dirinya mendatangi markas tersebut.
"Kumpulkan semua anggota Gengcobra!!" Perintah Aryabima dengan suara lantangnya.
"Baik Tuan Besar" Ucap mereka yang mendengar perintah tersebut dan langsung melaksanakannya.
Aryabima segera menuju keruang pertemuan yang ada didalam markas besar Gengcobra tersebut diikuti oleh beberapa orang anak buah dibelakangnya, mereka begitu terkejut ketika mendengar suara Aryabima yang meninggi karena selama ini Aryabima tidak pernah berkata begitu keras seperti hari ini.
Aryabima kembali memimpin anggota Gengcobra selama Rifki belum kembali dari kuliahnya, Aryabima segera memasuki ruangan tersebut dan duduk di kursinya diikuti oleh seluruh anggota Gengcobra kecuali beberapa orang yang sedang menjaga gerbang markas tersebut.
"Kalian pasti tau apa maksud kedatanganku kemari bukan?" Tanya Aryabima kepada semuanya.
"Maaf Tuan Besar kami tidak tau" Jawab Reno dan disusul oleh lainnya.
"Maaf Tuan Besar kami juga tidak tau".
Brak ...
"Apa kalian sudah mendengar kabar tentang kejadian semalam itu?" Ucap Aryabima dengan memukul meja yang ada didepannya saat ini.
Seketika mereka memejamkan mata ketika melihat kemarahan dari Aryabima, entah kenapa kali ini Aryabima sangat sulit untuk mengontrol emosinya sendiri ketika menyangkut seorang wanita yang disukai oleh cucunya.
Seluruh anggota Gengcobra yang sudah berkumpul ditempat itu sontak begitu terkejut ketika melihat tatapan dari Aryabima yang mampu mengintimidasi setiap orang yang berada didalamnya, tidak seperti biasanya kali ini Aryabima seakan akan telah habis kesabarannya menghadapi masalah yang datang.
"Iya Tuan, kami sudah mendengarnya pagi ini, banyak orang yang sedang membicarakan hal itu saat ini" Ucap Reno dengan tegasnya tanpa rasa takut sedikitpun dengan tatapan merasa yakin bahwa memang dirinya sudah mengetahui tujuan Aryabima datang kemarkas Gengcobra saat ini.
Didalam hati kecilnya, Reno merasa kebingungan dengan sikap dari Aryabima, karena pagi ini dirinya mendapatkan sebuah kabar yang sangat mengejutkan mungkin kabar inilah yang dimaksud oleh Aryabima sehingga Reno merasa begitu yakinnya untuk menjawab ucapan dari Aryabima.
"Kabar apa yang mereka maksudkan itu, sial. Aku bangun kesiangan kali ini dan ketinggalan berita yang sangat menghebohkan seperti itu" Batin Bayu.
"Kabar? Kabar apa? Kenapa aku lupa soal itu" Batin Vano menjerit.
Aryabima sudah menebaknya bahwa anggota Gengcobra pasti langsung mendengar kabar yang beredar pagi ini dengan sangat cepatnya, kabar sekecil apapun itu pasti didengar oleh anggota Gengcobra apalagi hal sebesar ini, anggota Gengcobra pasti sudah mengetahui soal ini.
"Bagus! Kau pasti sudah tau maksud dari kedatangan ku kali ini bukan?".
Reno mengangguk, "Iya Tuan, Tuan pasti khawatir kalau Tuan Muda sampai mendengar kabar ini, karena Tuan Muda sangat mencintai Nadhira, tapi Tuan tenang saja, kami akan menutup kabar ini rapat rapat agar Tuan Muda tidak mendengarnya".
"Ya Tuhan, apakah jawabanku memang benar soal masalah ini? Jika salah mampuslah diriku" Batin Reno menjerit mendengar jawabannya sendiri.
"Aku pegang ucapanmu itu! Jika sampai Rifki mendengarnya maka kau yang akan menanggung semuanya Reno! Aku sangat percaya kepada dirimu, jangan sampai kau merusak kepercayaanku Reno".
__ADS_1
Dengan tegasnya Reno berkata lantang, "Iya Tuan Besar, saya siap menanggung semua konsekuensi dari ucapan saya, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar kabar itu tidak sampai kepada Tuan Muda Rifki".
"Jika sampai Rifki mendengarnya, hukuman apa yang pantas untuk kau dapatkan dariku?" Tanya Aryabima.
"Saya siap memberikan nyawaku pada Tuan Besar karena kecerobohan saya, hukuman apapun yang Tuan berikan saya akan terima dengan sepenuh hati meskipun dengan mengorbankan nyawa saya sendiri agar Tuan percaya kepada saya".
"Kau yang mengatakannya sendiri, jika kau gagal maka jangan salahkan aku jika memberimu hukuman yang sangat berat nantinya".
"Baik Tuan Besar".
Reno adalah anak buahnya yang paling dapat dipercayai karena ketegasannya dan juga tanggung jawabnya yang membuat Aryabima sangat bangga memiliki Reno sebagai anak buah kepercayaannya. Reno selalu dapat menebak apa kemauan dari Aryabima dan selalu bertindak dengan hati hati agar tidak membuat Aryabima marah.
"Bungkam semua media yang memberitakan tentang Nadhira yang telah menggunakan ilmu gaib, jika masih ada yang berani membahasnya maka dia harus berhadapan denganku, untuk semuanya jika ada yang berani melanggar perintahku bersiap siaplah kalian menerima hukuman yang berat dariku" Pinta Aryabima kepada anggota Gengcobra.
"Baik Tuan Besar, kami mengerti apa yang harus kami lakukan" Ucap mereka serempak.
Aryabima merasa puas mendengar ucapan mereka yang begitu setia kepada dirinya, bahkan ada yang mau mengorbankan nyawanya untuk dirinya, Aryabima merasa bangga dengan anggota Gengcobra yang telah ia didik itu.
Aryabima segera meninggalkan ruangan tersebut untuk kembali ketempat dimana dirinya bersembunyi selama ini, ketika bayangan dari Aryabima susah tidak terlihat lagi dari markas itu seluruh anak buahnya menjatuhkan diri dengan menghela nafas lega karena kepergian dari Aryabima.
"Haaa.... Ku pikir riwayat kita akan tamat sekarang, aku tidak pernah melihat Tuan Besar marah sedemikian rupanya".
"Kau benar, melihatnya marah seperti itu membuatku merinding apalagi dengan tatapannya yang sangat tajam itu tadi".
"Ternyata Tuhan masih sayang kepada kita".
"Bukan riwayat kalian yang akan tamat disini, tapi nyawaku yang dipertaruhkan, jika kalian berani bertindak sembarangan tanpa sepengetahuan diriku maka bersiaplah untuk berhadapan dengan pedangku nantinya" Ucap Reno dengan tegasnya.
Bukan soal mudah untuk menyembunyikan apapun dari Rifki, apalagi berita itu sudah menyebar dimana mana, meskipun bukan dari anggota Gengcobra masih ada banyak orang yang mulutnya tidak pernah bisa berhenti berbicara bahkan tembok pun dapat mendengarnya dengan sangat jelas.
Cepat atau lambat Rifki pasti akan mendengarnya dari mulut kemulut, akan tetapi untuk saat ini mereka harus berusaha keras untuk dapat menghentikan berita itu yang terus menyebar jika mereka gagal maka nyawa Reno akan menjadi taruhannya.
"Ren, aku salut denganmu, kau mampu dengan mudah menangkap maksud dari Kakek Arya" Ucap Bayu sambil menepuk pundak Reno.
"Sudah ku duga bahwa hal ini pasti akan terjadi, aku masih tidak mengerti dengan kejadian ini, kenapa bisa coba Nadhira dituduh seperti itu? Apalagi hilangnya ke sepuluh orang itu ada hubungannya dengan hilangnya Nadhira" Ucap Reno.
Reno begitu sangat pasrah dengan takdirnya saat ini, dirinya mengatakan hal itu kepada Aryabima seakan akan untuk menghentikan kemarahan dari Aryabima dan semata mata untuk menyelamatkan teman temannya dari kemarahan itu, akan tetapi justru dirinyalah yang terjebak dalam ucapannya sendiri.
"Aku dengar dengar sih Teman gaib si Rifki itu, ia perintahkan untuk menjaga Nadhira selama dirinya berada diluar negeri, mungkin saja mahluk itu yang sedang membuat masalah saat ini, kan tidak ada yang bisa melihat sosok asli dari mahluk itu sendiri bukan? Dan mahluk itu membutuhkan tumbal berupa manusia agar dirinya mau menuruti keinginan Rifki".
"Bisa jadi ucapanmu itu ada benarnya juga Bay jadi mahluk itu memang sengaja untuk mencari mangsa saat ini, jika seperti ini akan sulit bagi kita untuk menyelesaikannya, coba bayangkan jika Gengcobra ikut serta membungkam masalah ini maka mereka akan berpikir bahwa anggota Gengcobra telah bekerja sama dengan mahluk astral dan dalang dibalik hilangnya ke sepuluh orang itu" Ucap Vano.
"Kau benar Van mereka akan berpikir bahwa kita yang berada dibalik penumbalan itu dan mereka akan berpikir yang aneh aneh tentang anggota Gengcobra ini, tumben kau pintar kali ini?" Tanya Bayu ketika mendengar ucapan Vano.
"Bermusuhan dengan mahluk gaib itu susah, apalagi tidak ada Tuan Muda disini, kan hanya Tuan Muda yang bisa mengatasi hal hal yang berhubungan dengan mahluk gaib, apalagi setelah kejadian ini Nadhira juga ikut menghilang, entah kemana mahluk itu membawa Nadhira pergi, aku hanya bisa berharap semoga Nadhira baik baik saja".
Tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan dari Nadhira saat ini, karena setelah kejadian itu tidak ada yang melihat kepergian dari Nadhira yang telah dibawa oleh Haris pergi untuk disembunyikan karena luka yang dimiliki oleh Nadhira karena tidak memungkinkan untuk Nadhira melanjutkan aktivitasnya apalagi dirinya yang sedang menjadi incaran bagi orang orang sakti.
Malang sekali nasib Nadhira, kakinya sudah dipatahkan oleh orang orang yang sama sekali tidak ia kenal sebelumnya tanpa rasa kasihan sedikipun itu dan sekarang dirinya dituduh menggunakan ilmu hitam oleh orang orang sekitarnya dan menjadikan beberapa orang itu sebagai tumbalnya.
"Aku akan menemui pusat berita itu, kalian berdua pergi untuk menutup mulut orang orang itu tapi jangan mengatas namakan anggota Gengcobra" Ucap Reno.
"Heyyy... Bagaimana bisa begitu! Aku yang akan pergi kepusat informasi, kau dan Vano yang pergi untuk menutup mulut orang orang itu" Bayu memprotes tentang ucapan dari Reno.
__ADS_1
"Aku yang bertanggung jawab dalam masalah ini, jika sampai terjadi sesuatu maka nasibku yang akan menjadi taruhannya, kau paham itu!".
"Tapikan aku wakil dari Rifki, jadi tidak bisa begitu".
"Sudahlah, kenapa jadi kalian yang bertengkar sekarang! Ini bukan waktunya untuk bertengkar seperti ini! Bukannya masalah ini cepat selesai justru kalian bisa membuat masalah ini tambah besar nantinya, apa kalian ingin mendapat kemarahan dari Tuan Besar?" Ucap Vano memisahkan mereka.
"Ya Tuhan, kapan masalahku akan selesai" Teriak Bayu ketika mendengar omelan dari Vano.
"Sudah jangan banyak mengeluh, mengeluh tidak akan mengurangi beban hidupmu, justru mengeluh akan menambahnya berkali kali lipat, aku pernah dengar orang yang sering mengeluh itu umurnya cepet habis loh".
"Eh lu denger dimana woi? Sejak kapan umur bisa dihabisin?".
"Dari kang Sopo Jarwo".
"Lama lama ku pitis pitis kau nih ya" Ucap Bayu dengan geramnya kepada Vano.
Ditengah tengah situasi tegangnya masih sempat sempatnya mereka untuk bercanda gurau, ketiganya segera melaksanakan tugas masing masing dan mereka juga tidak lupa untuk membawa sebagian anggota lainnya untuk ikut serta dalam misi kali ini. Reno dan beberapa anggota lainnya segera bergegas menuju kepusat informasi dan yang lainnya segera melakukan tugas mereka masing masing.
Reno mendatangi tempat pusat informasi dan memberi mereka uang suap agar mereka segera menghentikan berita berita terbaru yang telah menyebar mengenai Nadhira dan orang orang yang hilang itu agar mereka segera menghapus berita yang sempat tersebar luas itu.
Bayu dan Vano segera melakukan tugas mereka masing masing untuk mendatangi beberapa warga setempat dan memastikan bahwa kabar berita itu sudah tidak dibicarakan lagi atau mereka akan menanggung konsekuensinya ketika membicarakan berita tersebut.
Butuh waktu berhari hari untuk mendatangi warga setempat agar tidak ada lagi yang membicarakan soal Nadhira dan hilangnya beberapa orang itu, hal itu sangat melelahkan bagi anggota Gengcobra karena butuh ketegasan dalam melakukan hal itu.
*****
Satu bulan kemudian, berita itu sudah tidak lagi terdengar dimana mana karena anggota Gengcobra memperketat agar tidak ada yang membicarakan soal berita tersebut, dan mayat dari orang orang itu beberapa kali ditemukan ditepi sungai maupun danau dan mayat mayat itu ditemukan dengan cara berpencar satu sama lainnya.
Sementara itu didalam goa tempat dimana Nadhira tinggal itu Nadhira sedang belajar untuk berdiri dengan kedua kakinya dibantu oleh Haris yang terus mengawasi proses penyembuhan kaki Nadhira.
Meskipun hal itu sangat sulit bagi Nadhira akan tetapi dirinya sama sekali tidak menyerah untuk berlatih berjalan karena dirinya ingin segera pulang kerumahnya dan berlatih ilmu beladiri lagi, kabar soal Nadhira yang menggunakan ilmu hitam itu sama sekali tidak terdengar olehnya.
"Om aku sudah bisa berjalan lagi, lihatlah" Ucap Nadhira dengan gembiranya.
"Bagus Nak, semangat kamu pasti bisa berjalan lagi".
Nadhira terus berusaha untuk bisa berjalan lagi beberapa hari ini, Nadhira sama sekali tidak menyerah untuk terus mencoba dan mencoba meskipun dirinya beberapa kali terjatuh karena kakinya yang terasa begitu sakitnya.
Haris terus menyemangati Nadhira untuk tetap bangkit meskipun Nadhira beberapa kali dirinya terjatuh dan Haris langsung membantunya untuk bangkit kembali, Haris tidak pernah lelah ataupun menyerah karena kondisi yang dialami oleh Nadhira selama ini.
"Bagus Nak, kau pasti bisa"
Tiba tiba terdengar suara seorang dari luar goa itu, Nadhira segera menoleh kesumber suara dan menemukan Aryabima yang melangkah masuk kedalam goa tersebut sambil membawakan sebuah gelas yang berisi minumam untuk Nadhira.
Aryabima langsung menyuruh Nadhira untuk duduk beristirahat setelah sekian lama berlatih untuk berjalan didalam goa itu, Nadhira segera menuruti ucapan Aryabima, setelah keduanya duduk Aryabima langsung menyodorkan segelas minuman itu kepada Nadhira, Nadhira menerima dengan senangnya dan langsung meneguk minuman tersebut.
"Kek setalah aku sembuh, aku pasti akan merindukan kalian berdua, apalagi merindukan minuman yang sangat segar ini, kalian begitu baik kepadaku dan mau merawatku sampai aku sembuh".
Aryabima dan Haris tersenyum kepada Nadhira, mereka tidak menyangka bahwa sudah satu bulan Nadhira tinggal ditempat itu bersama dengan mereka, mereka begitu senang ketika ada Nadhira ditempat itu yang membuat seisi goa itu terasa begitu menyenangkan dengan suara canda tawa dari mereka bertiga.
...Jangan lupa like dan dukungannya 🥰...
...Terima kasih ...
__ADS_1