
Wahai laki laki jika kalian mencintai seorang gadis maka cintailah karena Allah, jika lelaki mencintai seorang gadis mereka akan menjaganya bukan malah merusaknya, ibarat sebuah bunga ditaman jika kita menyukainya maka kita akan mencabutnya akan tetapi jika kita mencintai bunga tersebut maka kita akan merawatnya, memberinya pupuk dan menyiraminya dengan rutin.
Wahai perempuan, jika kalian mencintai seorang katakanlah, atau diam dan doakanlah agar dia menjadi jodohmu, dan jangan biarkan orang yang kamu cintai tersebut mengajakmu pacaran dan bahkan sampai merenggut kehormatanmu dengan mudahnya, seberapapun kau mencintainya jangan sampai menunduk dihadapannya, harga diri seorang wanita jauh lebih berharga, ingat Allah akan menggantinya dengan yang lebih sempurna.
Lelaki yang benar benar mencintaimu dia tidak akan mengajakmu berpacaran dan bahkan melibatkanmu dalam sebuah zina, justru mereka akan mendatangi rumahmu dan meminta restu dari orang tuamu untuk menikahimu.
Jadilah matahari yang mampu membuat seluruh lelaki menundukkan kepala didepanmu, jangan menjadi seperti rembulan yang mampu dipandangi oleh banyak orang.
Angkat kepalamu wahai wanita, jangan biarkan mahkotamu jatuh begitu saja dihadapan seorang lelaki yang hanya ingin memuaskan nafsunya saja tanpa mau menikahimu.
Jika Allah sudah berkehendak tidak akan ada siapapun yang bisa menghalanginya, seperti yang dialami oleh Anis, meskipun Anis berusaha untuk memimum obat obatan yang mampu mencegah kehamilan akan tetapi Allah telah menurunkan sebuah janin dirahimnya yang tumbuh dengan sehatnya.
Meskipun berulang ulang kali dirinya mencoba untuk menggugurkannya akan tetapi usahanya itu sama sekali tidak berhasil melakukannya, justru semakin hari janinnya semakin sehat dan membuat perutnya sedikit membesar.
Orang yang sedang hamil dilarang untuk menikah maupun bercerai oleh agama, karena disaat sedang hamil pernikahan ataupun perceraian yang ia lakukan sama sekali tidak sah dimata Tuhannya, begitupun dengan pernikahan ketika wanita masih berada di masa iddahnya.
Masa Iddah di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain yang bertujuan untuk menjaga hubungan darah suaminya.
Sore ini Bella menjenguk kekamar Anis karena Anis sudah lama tidak bermain dengannya dan sudah lama tidak mengunjungi kamarnya biasanya Anis akan bolak balik masuk kedalam kamar Bella akan tetapi belakangan ini Anis jarang menemuinya, Bella adalah sahabat dekat Anis sejak Anis masuk kedalam Surya Jayantara dan bertemu dengan Bella.
"Nis kamu ngak apa apa kan? Apa kamu sakit? Mau aku panggilkan petugas medis?". Tanya Bella setelah menemukan Anis sedang terbaring diatas ranjangnya.
Di Surya Jayantara telah disediakan beberapa anggota medis untuk memeriksa kesehatan anak anak yang ada didalamnya, agar mereka tidak perlu berlarian menuju kerumah sakit ketika dalam keadaan darurat.
"Ngak usah Bel, aku ngak apa apa kok". Jawab Anis dengan raut wajah yang dibuat tersenyum kearah Bella.
Tiba tiba Anis mengeluarkan sebuah wadah dari bawah ranjangnya dengan cepat, setelah itu Anis termuntah muntah diatas wadah tersebut.
Huek.... Huek...
"Nis kamu kenapa? Apa kamu masuk angin? Aku buatkan minuman hangat dulu ya".
Bella segera berlari keluar dari kamar Anis menuju kedapur untuk membuatkan Anis minuman hangat bela mengira bahwa Anis tengah masuk angin sehingga dirinya berinisiatif untuk membuatkan Anis minuman hangat untuknya.
Setelah sekian lama meninggalkan Anis dikamar, Bella kembali lagi dengan membawakan teh hangat untuk Anis dan beberapa cemilan dan juga peralatan untuk kerokan agar masuk angin Anis segera reda.
"Kamu sebenarnya kenapa sih Nis? Dipanggilkan pihak medis ngak mau, muntah muntah terus". Ucap Bella sambil membantu Anis untuk meminum teh buatannya.
"Jangan bilang kesiapa siapa ya Bel".
"Ada apa? Kenapa aku tidak boleh bilang kepada orang orang?".
Anis sangat takut untuk mengatakannya kepada Bella karena ini adalah kesalahan terbesarnya, dan cepat atau lambat semua orang pasti akan mengetahuinya bahwa dirinya hamil diluar nikah.
Akan tetapi sahabatnya berhak untuk mengetahuinya, biar bagaimanapun dirinya juga butuh teman untuk curhat, selain Bella tidak ada lagi sahabat terbaik untuknya dan dia juga butuh orang untuk selalu menemaninya disaat dirinya terpuruk saat ini.
"Aku... Ha... Mil Bel". Jawab Anis dengan gugupnya.
"APA!!! Astaga Anis, kenapa bisa sampai seperti itu? Siapa yang telah melakukan hal itu kepadamu? Bagaimana kalau pihak yayasan tau tentang ini, kita sudah disekolahkan oleh mereka tapi kamu malah menyiayiakannya". Bella begitu terkejut ketika mendengar bahwa Anis sedang hamil.
"Aku mohon jangan beritahu siapa pun Bel, aku mohon jangan sampai ada seseorang yang mengetahuinya sekarang".
"Cepat atau lambat mereka juga pasti tau Nis, bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?".
Anis menceritakan semua yang terjadi kepadanya disaat ia bersama dengan pacarnya kepada Bella, karena hanya Bella lah yang selalu ada buat Anis selama ini, dan selalu menghibur Anis dikala Anis merasa sedih maupun senang.
"Iya aku tau, cepat atau lambat mereka pasti tau tapi Bel untuk saat ini jangan sampai ada yang tau, Bel tolong aku, aku ngak tau lagi harus seperti apa sekarang, hanya kamu yang aku punya saat ini".
"Lalu aku harus bagaimana Nis? Aku ngak tau apa yang harus aku lakukan sekarang".
"Bantu aku mengugurkan bayi ini, aku mohon Bel, aku tidak menginginkannya sama sekali".
"Astaghfirullah Nis, itu dosa dan anak itu sama sekali tidak bersalah tentang hal ini kenapa kamu harus mengugurkannya, kamu yang berbuat kamu juga harus yang bertanggung jawab juga, Nis".
"Lalu aku harus bagaimana Bel! Masa depanku sudah hancur, dan pihak Surya Jayantara pun akan mengusirku cepat atau lambat karena aku telah menorehkan kejelekan disini".
"Iya tapi tidak dengan mengugurkannya Nis, dia sama sekali tidak bersalah, kenapa kamu mau membunuhnya padhal dirinya juga belum pernah melihat indahnya dunia".
"Aku ngak tau lagi, aku sangat bingung sekarang, aku tidak tau lagi harus melangkah seperti apa hiks.. hiks.. hiks.. tolong aku Bel".
__ADS_1
Anis berusaha untuk memukul mukul perutnya agar anak yang ia kandung keguguran, ia tidak menginginkan anak itu dan ini adalah kesalahan terbesarnya yang pernah ia lakukan, ia menyesal karena telah melakukan hal menjijikkan seperti itu dengan pacarnya.
Bella mencoba menghentikan tindakannya itu, Bella tidak ingin sahabatnya itu menyakiri dirinya sendiri apalagi sampai menyangkut anak yang tidak berdosa itu, dan Bella tidak tau lagi harus berbuat apa untuk menenangkan sahabatnya itu.
Sekarang Anislah yang harus menanggungnya, ia tidak tau lagi harus bagaimana untuk menghadapi hari hari selanjutnya, cepat atau lambat perutnya juga akan membesar dan itu adalah aib baginya karena telah mengandung diluar nikah.
"Apa kamu sudah memberitahu hal ini kepada pacarmu? Minta dia tanggung jawab saja".
"Aku takut mengatakan hal itu kepadanya aku sudah mengatakannya tetapi dia marah dan tidak mempercayai perkataanku, aku takut bagaimana caranya untuk menghadapi orang orang nantinya, pliss.. beri aku solusi untuk hal ini Bel".
"Ayo kita temui pacarmu sekarang, biar bagaimanapun dia harus bertanggung jawab tentang hal ini, sebelum banyak yang tau tentang hal ini".
"Tapi Bel, aku takut".
"Biar aku yang bilang kepadanya nanti, kamu cukup ikut denganku saja".
"Tapi Bel".
"Sudahlah Nis, kan ada aku disini, kita akan bersama sama meminta pacarmu untuk tanggung jawab".
Bella segera memakaikan sebuah jaket kepada tubuh Anis dan mengajak Anis untuk pergi dari yayasan itu menuju ketempat dimana pacarnya Anis tinggal selama ini, setelah lama naik angkutan umum akhirnya keduanya sampai juga disebuah kos kosan tempat Irwan tinggal selama ini.
"Kamu yakin ini adalah kos kosan tempat Mas Irwan tinggal selama ini Nis?". Tanya Bella sambil menatap kesekelilingnya.
"Iya aku sangat yakin, karena aku berkali kali datang kemari untuk menemuinya".
"Ya sudah ayo masuk".
Keduanya segera berjalan memasuki kos kosan tersebut, ternyata tempat itu begitu luasnya dan terdapat beberapa kamar didalamnya, Anis segera mengajak Bella untuk berhenti didepan sebuah kamar yang tidak jauh dari pintu keluar.
Tok tok tok
Bella mencoba untuk mengetuk pintu tersebut akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam, sehingga membuat Bella kebingungan ini benar kosnya atau bukan karena disini begitu sepi.
"Kamu yakin ini kamarnya Nis?". Tanya Bella dengan ragu.
"Tapi kok sepi ya dan seperti barang barang yang ada didalamnya juga sudah kosong". Ucap Bella sambil mengintip dibalik lubang kecil yang ada di jendela kamar tersebut.
"Kamu yakin Bel?". Tanya Anis dengan keheranan.
Akhirnya Anis juga ikut mengintip dibalik jendela tersebut, ia juga merasa terkejut karena barang barang yang ada didalamnya sudah bersih dan tidak ada tanda tanda bahwa kos kosan itu dihuni oleh seseorang didalamnya.
"Apa mungkin dia pergi?". Tanya Bella.
"Aku juga ngak tau Bel, lalu aku harus bagaimana sekarang? Tolong aku".
Tak beberapa lama kemudian akhirnya datanglah seorang wanita patuh baya ketempat itu, dia adalah pemilik kos kosan tersebut, kos itu adalah kos putra sehingga dirinya merasa terkejut ketika melihat ada seorang wanita yang masuk kedalam kosnya tersebut.
"Mencari siapa ya Nak?". Tanya wanita paruh baya tersebut kepada Anis dan juga Bella.
"Mas Irwannya ada Bu?". Tanya Bella kembali kepada wanita paruh baya tersebut.
"Irwan? Dia sudah tiga hari yang lalu pergi dari kos kosan ini setelah membayar lunas tempat yang ia tinggali, apa kalian temannya?".
"Iya Bu, kamu temannya, kalo boleh tau dimana rumah Irwan ya Bu?".
"Maaf Nak, Ibu juga tidak tau rumahnya dimana, emang ada apa ya Nak?".
"Jadi gini Bu, temen saya ini sedang hamil gara gara Mas Irwan, kami kemari untuk meminta dia tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan kepada teman saya Bu, apa Ibu benar benar tidak memiliki alamatnya?".
"Astaghfirullah, bener bener breng**k tuh anak, lalu kenapa kamu mau aja Nak di ajak begituan, diluar pernikahan lagi". Ucapnya sambil memijat keningnya.
Anis menangis ketika mengetahui bahwa pacarnya itu telah pergi meninggalkannya beberapa hari yang lalu seorang diri untuk menghadapi kenyataan pahit seperti ini, dirinya sangat menyesal telah mengenal sosok pemuda seperti itu sebelumnya.
"Saya menyesal Bu telah melakukannya". Ucap Anis dengan lirihnya.
"Kalo begitu kami permisi dulu ya Bu, kalau ada kabar tentang Mas Irwan tolong bertahukan kepada kami". Ucap Bella berpamitan kepada pemilik kos tersebut.
"Iya, kalian tinggal dimana?".
__ADS_1
"Kami tinggal ditempat Surya Jayantara Bu".
"Kenapa bisa anak Surya Jayantara melakukan hal memalukan seperti ini? Apa pemilik Surya Jayantara sudah mengetahui hal ini?".
"Belum Bu".
Setelah berpamitan, Bella membawa Anis kembali ketempat dimana keduanya tinggal, diperjalanan Anis terus menangis entah apa yang harus ia lakukan selanjutnya bagaimana dirinya bisa menghadapinya seorang diri seperti ini.
Tidak ada yang namanya penyesalan didepan, penyesalan selalu berada diakhir sebuah perbuatan, sekarang Anis begitu menyesalinya karena dirinya begitu bodoh dimanfaatkan oleh seorang pemuda dengan begitu mudahnya hanya dengan rayuan kata kata yang begitu indah dihati.
Anis tidak tau lagi dengan bagaimana dirinya menjalankan hidupnya untuk selanjutnya, dirinya bahkan belum pernah bekerja selama ini karena di Surya Jayantara dirinya dengan bebas diberi uang saku setiap harinya sehingga dirinya masih mampu untuk membeli jajan.
Cepat atau lambat pisah Surya Jayantara akan segera mengisirnya karena telah menorehkan nama buruk bagi yayasan itu, disaat itu dirinya tidak tau lagi kemana dirinya akan pergi untuk melanjutkan kehidupan.
Ia sudah berusaha sebisanya untuk menggugurkan kandungan akan tetapi usahanya itu hanyalah sia sia karena Allah tidak mengizinkan anak itu untuk digugurkan begitu saja oleh Ibunya.
"Aku harus bagaimana Bel, aku tidak tau lagi harus berbuat apa, tolong bantu aku untuk menggugurkan kandungan ini". Ucap Anis dengan terisak tangis.
"Jangan digugurkan Nis, pihak yayasan pasti akan mengerti tentang situasimu ini".
"Kalau mereka tidak mau mengerti bagaimana Bel? Pada akhirnya aku juga akan diusir dari yayasan itu".
"Kamu tenang dulu ya, sejak kapan kamu hamil?".
"Hari ini sudah masuk kedua bulan Bel, aku ngak tau lagi harus bagaimana, perlahan lahan perutku juga akan membesar dan semua orang juga pasti akan tau".
"Lama juga ya Nis, kenapa ngak dari dulu kamu bilang kepacarmu?".
"Aku pernah bilang kepada dirinya kalau aku hamil, tapi dia malah menyuruhku untuk mengugurkannya dia bilang katanya anggap saja hal ini tidak pernah terjadi, begitu".
"Terus kamu jawab gimana?".
"Aku marah kepadanya, dia malah marah balik kepadaku dan mengatakan bahwa dia tidak mau lagi kenal denganku selama ada bayi dikandunganku".
"Dasar bajin**n, aku bingung harus bagaimana lagi selanjutnya, aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan Nis".
Beberapa hari kemudian, Anis sama sekali tidak merasa tenang karena perutnya yang makin membesar seiring berjalannya waktu, hal itu membuat Bella juga bingung karena hal itu.
Tanpa sengaja keduanya bertemu kembali dengan sosok Irwan yang sedang berduaan bersama seorang wanita disebuah cafe terdekat dari Surya Jayantara pada sore hari, Bella dan Anis segera mendatangi dan menampar sosok Irwan.
Plakk..
"Bajing*n kamu!". Teriak Bella dicafe tersebut dan dilihat begitu banyak orang.
"Siapa kamu? Kenapa kamu menamparku!!". Tanya Irwan dengan marahnya karena tamparan dari Bella.
"Setelah kamu melakukan hal itu kepada temanku, kau justru malah berdua duaan dengan perempuan ini disini, kau telah merusak masa depan temanku!!". Teriak Bella dengan marahnya kepada Irwan.
"Temanmu? Bahkan aku tidak kenal kalian berdua bagaimana bisa aku melakukan hal ini kepada temanmu ini ha?".
"Sayang, siapa mereka?". Tanya perempuan yang duduk bersama Irwan sebelumnya.
"Ngak tau aku, tiba tiba marah aja". Jawab Irwan dengan nada yang pura pura tidak tau.
"Kamu ngak tau setelah melakukan hal ini kepadaku? Aku ngak mau tau kamu harus tanggung jawab, aku tengah mengandung anakmu Mas". Ucap Anis menambahkannya.
"Gila kau ya, kenal aja ngak, pergi kalian dari sini, merusak moodku saja".
Tanpa basa basi Bella dengan marahnya menampar pipi Irwan lagi, Bella dikenal sebagai wanita tomboi yang menyikai kekerasan, sehingga dirinya sama sekali tidak takut dengan sosok lelaki bajin*an seperti Irwan.
Hal itu membuat Irwan emosi dan memukul Bella dengan kerasnya, sampai menciptakan sebuah noda merah dipipi Bella, hal itu membuat orang orang disekitarnya segera memutari sosok Irwan.
"Mas, jangan pakai kekerasan dong sama perempuan". Ucap seorang lelaki yang ikut berkumpul ditempat itu.
"Iya Mas, tidak sepantasnya anda melakukan hal ini kepada seorang wanita". Ucap si A menambahkan.
"KALIAN TIDAK TAU APA APA SEBAIKNYA DIAM SAJA!!" Bentak Irwan kepada semuanya.
Irwan segera menarik tangan Anis dengan kasarnya, dan membawanya pergi jauh dari keramaian, Bella yang melihat itu tidak hanya diam saja ia segera berlari untuk menyusul keduanya, sementara perempuan yang tadinya bersama dengan Irwan segera bergegas pergi dari tempat itu karena dirinya tidak ingin terlibat dalam masalah apapun.
__ADS_1