
Amanda tiba tiba datang kekamar Nadhira hanya untuk mengajak Nadhira pergi keluar dari rumah dengan diam diam dan tanpa sepengetahuan dari keluarganya.
"Temenku ngadain pesta ulang tahun malam ini, Papa tidak mengizinkan aku pergi karena sudah malam, tapi aku ingin pergi ke acara itu, plisss tolong bantu aku Kak, aku mohon".
"Baiklah aku akan meminta izin kepada Papa dulu sebelum kita berangkat".
Setelah mengatakan hal itu Nadhira segera bergegas pergi dari kamarnya untuk meminta izin kepada Rendi, akan tetapi Amanda segera mencegahnya agar Nadhira tidak berbicara kepada Rendi.
"Jangan bilang Papa Kak, aku mohon, Papa tidak akan pernah mengizinkan kita untuk pergi nantinya" Ucap Amanda sambil memelas.
"Kenapa aku tidak boleh bilang ke Papa? Bukannya Papa berhak tau tentang kemana perginya anak anaknya dimalam hari seperti ini? Apalagi kita adalah seorang gadis" Tanya Nadhira yang semakin dibuat terkejut oleh Amanda.
"Papa tidak akan mengizinkannya Kak, percumah saja Kakak bilang kepadanya saat ini, Kakak ngak perlu khawatir soal itu karena aku tadi sudah bilang Mama kok kalau aku mau keluar dengan Kakak, Mama juga sudah mengizinkannya kok jadi kita bisa pergi dengan diam diam saat ini".
"Apapun yang akan kita lakukan nantinya, Papa berhak untuk mengetahuinya Manda dan jika tidak meminta izin kepada Papa, bagaimana kalau kita kenapa kenapa dijalan? Papa pasti akan lebih cemas karena menghawatirkan anak anaknya".
"Tapi Kak, kan sudah aku katakan bahwa Papa tidak akan mengizinkannya, lagian Mama juga sudah mengetahuinya lalu kenapa harus meminta izin ke Papa lagi".
"Kenapa kamu seakan akan telah merencanakan sesuatu yang tidak aku ketahui?"
"Ya, ya aku sudah merencanakan semuanya sejak awal Kak, aku harus menghadiri pesta itu biar bagaimanapun caranya Kak, jadi ini sudah aku rencanakan sebelumnya".
Nadhira tampak tediam beberapa saat setelah mendengarkan ucapan dari Amanda, ia harus benar benar mempertimbangkan permintaan dari Amanda kali ini, mendengar Amanda terus memohon kepadanya membuatnya merasa risih dan akhirnya mengiyakan permintaan itu.
"Baiklah, kita akan pergi kalau begitu" Ucap Nadhira dengan pasrahnya.
"Asyikk.... Terima kasih Kakak" Dengan girangnya Amanda ketika Nadhira menyetujui keinginannya..
"Apa yang sedang direncanakan olehnya? Tidak biasanya dia akan mengajakku pergi seperti ini, apalagi untuk menghadiri acara pesta ulang tahun, dia bahkan tidak pernah mau mengenalku didepan banyak orang" Batin Nadhira.
"Kau harus berhati hati Dhira, aku juga merasakan hal yang sama seperti dirimu" Ucap Nimas.
"Kau benar, aku harus lebih berhati hati lagi" Jawab Nadhira.
Nadhira hanya mengangguk kepada Amanda, Nadhira segera berganti pakaian dan merias wajahnya tipis, keduanya segera bergegas pergi dari rumah itu dengan diam diam dan tanpa sepengetahuan dari keluarganya kalau mereka telah pergi.
Nadhira dan Amanda segera berjalan keluar dari rumahnya dengan diam diam agar tidak ada yang mengetahui bahwa keduanya telah pergi keluar dari rumah dimalam malam seperti ini. Amanda segera menghentikan sebuah angkutan umum yang lewat didepan rumahnya akan tetapi setelah angkot itu berhenti tiba tiba sebuah bayangan melintas diingatan Nadhira, hal itu membuat Nadhira termenung sejenak.
"Kamu kenapa Kak?" Tanya Amanda penasaran karena Nadhira tiba tiba menghentikan langkahnya tanpa dirinya ketahui.
"Aku ngak apa apa, apa kau yakin kita bisa pergi dengan aman malam ini? Aku hanya takut terjadi sesuatu dengan kita nantinya, kita hanya berdua dan kita juga seorang wanita".
Nadhira mendadak merasa sangat ragu dengan apa yang akan ia lakukan saat ini, ia merasa sangat takut untuk melangkah maju, entah mengapa tiba tiba dirinya merasa ada yang aneh dari ajakan Amanda kali ini.
"Kakak tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu dengan kita kok, kita hanya pergi sebentar saja tidak lama lama, jadi Papa tidak akan mencurigai kita berdua nanti".
"Baiklah kalau begitu, ayo naik".
Nadhira segera mengajak Amanda untuk naik kedalam angkot yang telah mereka hentikan sebelumnya, Amanda hanya mengikuti langkah dari Nadhira dan dirinya segera masuk juga kedalam angkot tersebut.
"Apa yang sedang direncanakan oleh Manda, mengapa aku begitu gelisah kali ini, aku sangat berharap semoga tidak akan terjadi sesuatu kepadaku nantinya".
"Bukan kita yang akan dalam bahaya, hanya dirimu saja yang dalam bahaya Dhira, aku hanya berharap bahwa rencanaku akan berhasil kali ini, tenang saja kau pasti akan menikmati hal itu nanti tapi hanya sesaat saja" Batin Amanda.
Angkot tersebut melaju ketempat dimana tujuan mereka nantinya, ditengah tengah gelapnya malam ini, Nadhira dan Amanda pergi dari rumah dengan diam diam, Nadhira tidak tau Amanda akan membawanya pergi kemana akan tetapi dirinya hanya bisa pasrah mengikuti Amanda.
Angkot tersebut hanya memiliki dua penumpang saja yakni Nadhira dan Amanda, Nadhira merasa lega karena tidak ada orang lain yang sedang menaiki angkot tersebut karena Nadhira merasa aman dengan tidak adanya kehadiran orang orang yang sama sekali tidak ia kenali didalam angkot itu.
Memang benar angkot itu adalah angkutan umum yang siapa saja bisa menaikinya tanpa ada yang melarang, akan tetapi kehadiran orang lain didalam angkot itu apalagi angkot yang lewat malam hari seperti ini sangat menakutkan, bisa jadi mereka adalah copet atau penjahat lainnya.
__ADS_1
Tak beberapa lama kemudian keduanya sampai didepan sebuah bangunan yang cukup ramai, rata rata pengunjung yang datang adalah anak anak berusia remaja dan mendekati dewasa dengan pakaian yang seperti pakaian kurang bahan.
Kenapa bisa disebut dengan pakaian kurang bahan? Karena setiap pakaian yang mereka pakai belahan dadanya rata rata terbuka dengan lebarnya sekaligus dibagian pah*nya dapat terlihat jelas lengkuk tubuhnya tanpa ada yang menutupi.
"Club malam? Kenapa kamu mengajakku kemari Manda?" Tanya Nadhira ketika melihat tempat yang keduanya datangi saat ini.
"Pestanya diadakan didalam Kak, jadi kita harus masuk untuk menghadiri pesta itu".
"Tapi kenapa harus ditempat seperti ini? Kan masih banyak tempat tempat yang lainnya"
"Sudahlah Kak aku juga tidak tau kenapa mereka mengadakannya disini, ayo masuk, kau pasti akan menyukainya nanti, lagian tidak hanya kita berdua saja kok yang ikut dalam pesta ini, masih banyak yang lainnya juga, ya seperti temen Kakak waktu SMP dulu, dia juga ada didalam".
"Tidak Manda, sebaiknya kita pulang saja, ngak baik bagi seorang wanita mendatangi tempat seperti ini".
"Nanggung banget Kakak, kita sudah sampai disini jauh jauh, lagian apa salahnya coba sekali kali main didalam banyak juga kok gadis gadis seperti kita didalam kau tenang saja".
"Tapi Manda ini club malam, kau tau kan apa itu club malam Manda? Tempat orang orang mabuk mabukan dan itu tidak baik untuk kita".
"Iya aku tau itu, tapi sudahlah ayo masuk, kita harus menghormati orang yang telah menggundang kita".
"Tapi Manda".
Tanpa mendengarkan kata kata Nadhira, Amanda segera menarik tangan Nadhira untuk masuk kedalam club malam itu, suara bising yang ada didalam gedung itu membuat kepala Nadhira begitu pusing karena dirinya tidak pernah mendengar suara yang sangat keras seperti itu.
Lampu lampu yang berkedip kedip begitu cepatnya membuat Nadhira harus beberapa kali memejamkan matanya karena silauan dari lampu lampu tersebut, Nadhira belum terbiasa berada ditempat seperti itu, tapi Amanda mampu menyesuaikan diri dengan cepat ditempat itu.
"Tempat seperti apa ini? Berisik sekali" Gerutu Nadhira ketika baru pertama kali masuk kedalam gedung yang ia tuju itu.
"Ini diskotik, dan mereka sedang berpesta saat ini" Ucap Amanda sambil menunjuk ke beberapa orang yang tengah menari nari dibawah lampu disko.
Amanda mengajak Nadhira untuk lebih masuk kedalam club malam itu, jantung Nadhira seakan akan terus bergetar dengan hebatnya karena suara bass yang terlalu kencang sehingga membuat jantung Nadhira ikut bergetar begitu hebatnya.
"Kamu mengenalku? Siapa kamu?" Tanya Nadhira.
"Maaf, Kakakku hilang ingatan, jadi harap dimaklumi jika dia tidak mengenali kalian saat ini, sejak dia kembali dari alam gaib, dia sudah tidak mengenali keluarganya sendiri juga" Sela Amanda.
"Oh jadi dia hilang ingatan, pantas saja dia tidak mengenaliku, oh iya Dhira, aku adalah teman SMP kamu dulu, namaku Clara apa kau sudah lupa tentangku?" Ucap gadis itu.
"Manda ayo pulang, aku sudah tidak tahan mendengar suara sangat keras seperti ini" Ajak Nadhira yang terus menutupi telinganya karena suara keras itu, dan bahkan ucapan Clara pun sama sekali tidak didengarkan oleh Nadhira.
"Eh kalian baru saja tiba, kenapa harus buru buru pulang?" Tanya Clara.
Nadhira terus memegangi telinganya karena dirinya tidak sanggup lagi berada didalam gedung seperti itu, kepalanya semakin pusing karena suara yang keras dan juga lampu lampu yang berkedip begitu cepatnya seperti itu.
"Ayolah Kakak, kita nikmati dulu, kau pasti tidak pernah mencoba minuman yang ada ditempat ini kan? Bagaimana kalau kita mencicipi dulu, pasti kau akan suka nantinya" Bujuk Amanda.
Tanpa menunggu jawaban dari Nadhira, Amanda segera menarik tangan Nadhira untuk duduk disebuah kursi yang ada ditempat itu dengan beberapa pria yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya, pria itu nampak seperti seorang pria berhidung belang.
Amanda meninggalkan Nadhira sendirian dikursi itu bersama dengan seorang lelaki untuk mengambilkan Nadhira minuman yang dijual ditempat seperti itu.
"Hey cantik, mau bermain denganku? Ayolah tamani aku malam ini, nanti aku beri tips yang banyak untukmu tenang saja" Tanya pria itu yang terlihat sedikit mabuk, sambil mencoba untuk menyentuh tangan Nadhira.
"Jangan kurang ajar ya kamu!" Teriak Nadhira sambil menepis tangan nakal tersebut.
"Galak banget sih jadi cewek, tapi aku suka gayamu itu, terlihat seperti sebuah tantangan".
Lelaki itu terus mencoba untuk menyentuh tangan Nadhira dan tidak hanya itu saja mereka terus berusaha untuk dapat menyentuh area sensitif Nadhira akan tetapi Nadhira tidak tinggal diam begitu saja, dia terus berusaha untuk menepis tangan tangan itu.
"Apa yang ingin kalian lakukan! Lepaskan aku!"
__ADS_1
"Ngak ada orang baik baik yang mau datang ketempat seperti ini, jadi jangan sombong jadi cewek" Ucap pria itu sambil memegangi erat tangan Nadhira hingga telapak tangan Nadhira memutih.
"Lepaskan! Atau aku akan teriak"
"Teriaklah sepuas mu, meskipun kita bermain disini pun tidak ada yang mempedulikan itu, karena tidak ada orang waras disini, semuanya sudah berada dibawah kendali minuman beralkohol".
Nadhira terlihat begitu ketakutan saat ini, Nadhira tidak pernah berada didalam situasi seperti ini sebelumnya, apalagi ada beberapa pria yang juga berdatangan ke tempat dimana Nadhira berada saat ini, ini adalah kesalahannya karena mau menuruti permintaan dari Amanda.
Tubuh Nadhira bergemetaran ketika menghadapi situasi seperti ini sekarang, meskipun dia berusaha untuk memberontak akan tetapi tenaganya kalah jauh dari pria pria itu, keringat Nadhira bercucuran diikuti oleh tetesan air matanya yang terus mengalir dengan derasnya saat ini.
"Lepaskan aku! Aku mohon".
"Sepertinya kau belum terbiasa berada disini, ah biar ku bantu agar kau bisa terbiasa ditempat seperti ini, seperti saudaramu itu, ayolah bermain denganku, kau pasti akan menikmatinya nanti".
"Jangan harap kalian bisa melakukan itu kepadaku! Aku tidak akan membiarkannya".
Nadhira menyilangkan kedua tangannya berusaha untuk menutupi dadanya dari para lelaki itu yang ingin sekali menyentuhnya, Nadhira terus berteriak untuk meminta bantuan akan tetapi teriakannya itu sama sekali tidak mempedulikan oleh orang orang yang ada disekitarnya itu.
Mereka berpikir bahwa tidak ada wanita baik baik yang mau masuk ketempat seperti itu, sehingga mereka tidak mempedulikan teriakan dari Nadhira karena mereka pikir Nadhira bukanlah wanita baik baik sehingga tidak pantas untuk ditolongnya.
"Kita lihat saja, siapa yang akan kalah nantinya".
"Nimas tolong aku!!" Batin Nadhira menjerit.
Tiba tiba sebuah energi menyelimuti tubuh Nadhira dan membuat para lelaki itu sontak melepaskan pegangan tangannya dari Nadhira, mereka begitu terkejut dengan apa yang terjadi kepada diri mereka karena mereka sama sekali tidak mengerti dengan situasi yang tejadi.
"Eh apa yang kalian lakukan kepada saudaraku" Ucap Amanda sambil menaruh minuman diatas meja.
Mendengar suara Amanda membuat orang orang itu segera tersadarkan dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini, Nadhira tidak tinggal diam saja, Nadhira langsung bangkit dari tempat itu dan bersembunyi dibalik punggung Amanda karena dirinya begitu ketakutan saat ini.
"Kami hanya mengajarinya untuk bersenang senang saja, lalu apa lagi yang bisa kami lakukan?" Jawab pria itu dengan entengnya.
"Manda ayo pulang, aku tidak suka berada didalam sini lama lama" Ucap Nadhira penuh harap.
"Awas ya kalau kalian macam macam dengan saudaraku seperti itu lagi" Ancam Amanda.
"Baik baik kami tidak akan melakukannya lagi".
Amanda segera mengajak Nadhira untuk pergi dari tempat itu dan berjalan ke meja yang terlihat lebih sepi daripada meja lainnya, Amanda juga tidak lupa untuk memungut kembali minuman yang tadi ia taruh diatas meja.
Para lelaki itu hanya mampu menatap kepergian dari Amanda dan Nadhira dari tempat itu, mereka bingung dengan apa yang baru saja terjadi kepada mereka sebelum Amanda mendatangi mereka.
"Apa kau merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?" Tanya salah satu dari mereka.
"Entahlah, aku merasakan seperti tersengat arus listrik tiba tiba ketika menyentuh gadis itu".
"Sama, aku juga merasakan itu tadi, aku kira hanya aku saja yang mengalaminya ternyata kalian juga ikut mengalaminya".
"Ada yang aneh dari wanita itu, apa mungkin wanita itu memiliki khodam penjaga".
"Apa itu khodam penjaga?".
"Seperti mahluk gaib yang menjaga dirinya gitu lo".
"Ih ngeri banget, untung kita ngak kenapa kenapa".
...**Jangan lupa, coment, like dan dukungannya 🥰...
...Terima kasih**...
__ADS_1