Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Kisah Pangeran Kian 2


__ADS_3

Dengan rasa penasarannya membuat Kuswanto segera bergegas mendatangi tempat dimana para penduduk berlarian menjauh sebelumnya, dengan hati hati dirinya melangkah untuk masuk kedalam hutan belantara itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?". Ucap Kuswanto yang merasa terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.


Tak beberapa lama Kuswanto berjalan, Kuswanto dapat melihat beberapa tubuh manusia yang terbaring diatas rerumputan, Kuswanto segera mendekat kesalah satu tubuh yang paling dekat untuk memeriksanya.


Setiap tubuh yang diperiksa olehnya, hasilnya masih tetap sama yakni sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan bahkan seluruh darah yang ada ditubuh mereka sudah dihisap habis entah oleh siapa pikiran Kuswanto teringat tentang Ratu iblis yang dikatakan oleh para penduduk sebelumnya.


Tak beberapa lama kemudian akhirnya Kuswanto menemukan sosok seorang gadis kecil yang tengah berada ditengah tengah hutan yang begitu lebat, gadis itu berpakaian serba hitam begitupun dengan celak matanya yang sangat gelap.


Kuswanto mendatangi gadis tersebut ketika jarak keduanya sudah mendekat Kuswanto dapat melihat bahwa pupil mata dari gadis kecil itu nampak menyala merah pekat karena pengaruh dari iblis yang telah menguasainya, akan tetapi ketika mata gadis itu melihat sosok manusia didekatnya tiba tiba gadis itu menyerangnya dengan ganasnya.


"Nak!! Apa yang kamu lakukan". Teriak Kuswanto yang tiba tiba diserang seperti itu.


Serangan itu cukup merepotkan Kuswanto karena tubuh Nimas yang begitu kuat daripada tubuh orang dewasa akan tetapi karena kekuatan spiritual milik Kuswanto membuat Kuswanto mampu menghadapi kekuatan yang ditimbulkan dari dalam tubuh Nimas.


"Kenapa anak ini bisa sekuat ini? Lebih kuat daripada orang dewasa". Ucap Kuswanto sambil menghindari setiap serangan yang diberikan oleh gadis kecil yang ada dihadapannya saat ini.


Kuswanto dapat merasakan bahwa anak tersebut dibawa alam sadarnya karena kekuatan yang terlalu besar masuk kedalam tubuhnya sehingga membuat jiwanya tidak mampu untuk menahannya, sehingga dirinya menggila seperti itu.


"Nak sadar! Kendalikan dirimu! Jangan sampai hal itu mampu menguasaimu sepenuhnya!". Teriak Kuswanto kepada gadis kecil itu.


Kuswanto segera mengarahkan tangannya kepada gadis kecil itu dan mencoba untuk menetralisir kekuatan yang masuk kedalam tubuh gadis itu sehingga membuat gadis itu terbaring tidak sadarkan diri diatas rerumputan.


Kuswanto sama sekali tidak menyangka bahwa Ratu iblis yang ditakuti oleh penduduk desa itu hanya seorang gadis kecil yang masih berusia yang sama dengan usia anaknya yakni Panji akan tetapi memiliki kekuatan seperti orang dewasa pada umumnya.


"Nak bangun".


Kuswanto mencoba menepuk nepuk pipi anak itu dengan pelan, agar anak itu terbangun dari pingsannya, akan tetapi setelah sekian lama menunggu kesadarannya, anak itu tak kunjung sadar jua sehingga membuat Kuswanto segera mengangkat tubuh anak itu menuju ke gubuknya.


"Mas siapa anak ini?". Tanya Rahayu ketika melihat Kuswanto berjalan kearahnya sambil menggendong seorang gadis kecil.


"Dek sebaiknya bawa masuk dulu, anak ini telah menyerap kekuatan yang melebihi kemampuannya untuk menyerap, aku hanya takut anak ini tidak bisa terselamatkan jika lama lama seperti ini". Ucap Kuswanto sambil mengangkat anak itu untuk masuk kedalam rumahnya.


"Iya Mas, aku akan menguapkan tempat tidurnya dulu". Ucap Rahayu.


Rahayu segera membersihkan tempat tidur yang akan digunakan oleh Kuswanto untuk menidurkan gadis kecil itu didalam gubuknya, Kuswanto dan Rahayu memandangi anak kecil yang tertidur pulas dihadapannya itu


"Mas, apa yang terjadi dengan anak ini?". Tanya Rahayu yang sedari tadi mulai penasaran dengan jawaban dari suaminya itu.


"Dia adalah Ratu iblis yang ditakuti oleh seluruh penduduk, karena kekuatan yang dia serap begitu besar sehingga membuatnya kehilangan kesadarannya sampai saat ini".


"Lalu apa yang akan kamu lakukan terhadap anak ini Mas?".


"Aku akan menyerap kekuatannya itu agar resiko yang ditimbulkan dari kekuatan itu dapat berkurang".


"Jangan Mas!".


"Jangan khawatir Dek, aku akan baik baik saja, percayalah kepadaku".


"Tapi Mas....".


"Aku harus segera menolong anak ini sebelum semuanya terlambat dan akan mendapatkan penyesalan diakhir nanti".


"Baiklah Mas, tapi dirimu harus janji kepadaku bahwa dirimu akan baik baik saja".


Kuswanto mengangguk kepada istrinya dan langsung duduk bersila disamping gadis kecil itu untuk mencoba menetralkan kekuatan yang masuk kedalam tubuh mungilnya itu.


Setelah bersila cukup lama akhirnya Kuswanto mampu menetralkan kekuatan yang dimiliki oleh gadis itu meskipun dengan cara mengambil kekuatan itu karena Kuswanto mengetahui bahwa kekuatan yang sangat besar itu berasal dari goa tempat dirinya menyembunyikan keris pusaka xingsi.


Kuswanto memegangi dadanya dengan eratnya karena merasakan sesuatu yang bergejolak didalamnya akibat dari kekuatan dari gadis kecil itu.

__ADS_1


"Ada apa Mas?". Tanya Rahayu dengan paniknya ketika melihat wajah suaminya yang seakan akan seperti kesakitan itu.


Ada setetes darah segar keluar dari mulut Kuswanto, ketika merasakan itu, Kuswanto segera mengusapi ujung bibirnya dengan menggunakan ibu jarinya dengan sesegera mungkin.


Gejolak yang ada didalam tubuhnya tercipta karena kekuatan khodam dalam dirinya dan kekuatan yang ditimbulkan oleh Nimas sedang berbenturan sehingga menyebabkan luka dalam yang telah lama Kuswanto alami mulai kambuh kembali.


"Darimana asal kekuatan ini, kenapa kekuatan ini menyerang roh dan ragaku tetapi juga menguatkan tubuhku, siapa anak ini?". Batin Kuswanto menjerit.


Meskipun dirinya terluka karena kekuatan tersebut akan tetapi dirinya mencoba untuk bersikap biasa saja agar istrinya tidak terlalu menghawatirkannya.


Dengan memejamkan matanya Kuswanto dapat melihat beberapa kejadian yang terjadi didesa Mawar Merah mengenai pembantaian itu dan juga keserakahan penduduk desa tersebut untuk mendapatkan harta berharga yang belum tentu ada itu.


"Ayah kenapa?". Tanya seorang pemuda kecil yang tiba tiba mendekat kearah Kuswanto dan memegangi tangan Kuswanto yang tengah menyentuh dadanya.


"Ayah ngak apa apa Nak".


Tiba tiba tangan pemuda kecil itu tersentak saat memegangi tangan Ayahnya terlalu lama, dirinya merasakan seperti sebuah sengatan listrik yang mengalir begitu cepat kedalam tubuhnya.


"Kamu kenapa Nak?". Tanya Kuswanto ketika melihat anaknya tiba tiba tersentak saat memegangi tangan Ayahnya.


"Ngak apa apa Ayah, tapi siapa anak ini Ayah? Kenapa Ayah membawanya kerumah kita dengan keadaan tertidur seperti ini".


"Tertidur?". Bego Kuswanto ketika mendengar ucapan dari anaknya.


"Iya Ayah, dirinya sudah tertidur begitu lama dan hampir 3 tahun ini dia tertidur, dia seperti ini sejak dirinya masih berusia 7 tahun, dan sekarang dia masuk keusia 10 tahun sama sepertiku".


"Bagaimana kamu bisa tau Nak?". Kuswanto merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh anaknya itu.


"Aku bisa melihat jiwanya sedang tertidur saat ini, tapi ada sosok lain yang membuat tubuhnya terbangun".


Kuswanto segera memeriksa anaknya tersebut, ia merasakan bahwa kekuatan yang telah masuk kedalam tubuh anaknya telah membangunkan jiwa garis keturunannya sehingga anaknya dapat melihat jiwa seseorang meskipun mereka adalah sebangsa jin dan yang lainnya.


"Nak, jangan sampai ada yang mengetahui tentang kekuatanmu, dan jangan katakan hal apapun tentang dirimu yang dapat melihat jiwa seseorang". Ucap Kuswanto dengan khawatirnya kepada anaknya.


"Energi spiritual yang ada pada anak ini tiba tiba masuk kedalam tubuh Panji sehingga khodam penjaga yang menjaga dirinya terbangun, kita harus merahasiakan hal ini jika tidak hal itu akan membuat Panji dalam masalah yang sangat besar".


"Aku tidak mengerti apa yang Ayah katakan". Ucap Panji kecil dengan polosnya.


"Belum saatnya kamu mengerti Nak, untuk saat ini yang harus kamu lakukan hanyalah menjaga rahasia ini agar tidak ada siapapun yang mengetahuinya bahwa dirimu memiliki khodam ganda".


"Apa itu khodam ganda?".


"Khodam ganda adalah hal yang begitu langka, tidak ada siapapun yang memiliki khodam seperti itu, bukan hanya dilindungi oleh satu khodam akan tetapi pemilik khodam ganda akan dilindungi oleh kedua khodamnya".


Kuswanto menjelaskan mengenai khodam ganda kepada anaknya itu dengan nada yang mudah dimengerti oleh anak anak, akan tetapi dengan kepintaran yang dimiliki oleh Panji membuat Panji dengan mudah mengingatnya.


"Lalu kenapa gadis ini Ayah bawa kemari? Dan kenapa dia bisa tertidur seperti ini?".


"Ayah juga tidak tau Nak, Ayah menemukan dia sudah seperti ini, jika Ayah tidak membawanya pulang bagaimana kalau ada hewan buas yang memangsanya?". Tanya Kuswanto sambil mengangkat tubuh anaknya dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Ayah benar, diluar sana kan banyak binatang buas, Panji sering melihatnya ketika berburu kelinci". Ucap Panji membenarkan perkataan Ayahnya.


Usia Panji dan Nimas hanya berselisih beberapa hari saja karena ketika Panji lahir kedunia ini, Nimas sudah dilahirkan terlebih dahulu dan setelah hari kelahirannya seluruh keluarganya dibunuh dengan begitu kejinya.


Setelah sekian lama menunggu ditempat itu akhirnya Nimas tersadarkan jua, akan tetapi setelah dirinya sadar, Nimas langsung termuntahkan darah segar.


"Kau sudah sadar Nak". Ucap Kuswanto setelah melihat pergerakan dari tubuh gadis yang ia tolong.


Nimas begitu terkejut ketika dirinya membuka matanya, dirinya menemukan bahwa dirinya sudah berada disebuah gubuk, dan disampingnya terdapat seseorang yang sama sekali tidak dirinya kenal sebelumnya dengan keadaan tangan dan kakinya sudah tidak mampu untuk bergerak.


"Dimana aku? Kenapa aku tidak bisa bergerak?". Ucap Nimas kecil dengan paniknya.

__ADS_1


"Maafkan aku karena sudah mengunci sarafmu agar dirimu tidak bergerak, jika emosimu sudah tenang aku akan melepaskan kuncian itu".


"Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan kepadaku! Lepaskan aku sekarang atau aku akan membunuhmu!". Ucap Nimas kecil dengan marah.


"Coba saja kalau bisa! Aku ingin tau seberapa kuatnya dirimu untuk bisa terlepas dari kuncian sarafku".


"Lepaskan!".


Nimas begitu sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh orang yang sama sekali tidak dirinya kenal itu, melihat kemarahan diwajah anak gadis itu membuat Kuswanto pergi meninggalkannya akan tetapi Panji tetap berdiam diri ditempat itu sambil menatap kearah gadis yang sedang terbaring tidak berdaya diatas ranjang karena apa yang telah dilakukan oleh Ayahnya.


"Tenang saja teman, dengarkan apa kata Ayahku, kau tidak akan terluka disini". Ucap Panji kecil yang ikut menunggu Nimas sadar dan menganggap Nimas adalah teman barunya.


"Siapa kamu! Apa maumu!". Bentak Nimas kecil kepada Panji yang berada didekatnya.


"Apa kau mau berteman denganku? Kalau kau mau berteman denganku aku akan memperkenalkan namaku padamu, Apa kau mau?". Tanya Panji yang sama sekali tidak mempedulikan bentakan yang telah Nimas berikan kepadanya.


"Tidak! Aku tidak mau".


"Kenapa kau tidak mau berteman denganku? Tapi aku mau kok berteman denganmu, kamu sebenarnya tinggal dimana? Dan orang tuamu siapa?".


"Aku ngak tau, lepaskan aku!".


"Untuk apa aku melepaskanmu? Kamu sendiri tidak saja mau jadi temanku, kenapa aku harus membantumu sekarang untuk lepas dari kuncian saraf Ayahku". Ucap Panji kecil sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya iya aku mau berteman denganmu, tapi lepaskan aku dulu". Ucap Nimas kecil pasrah.


"Kamu janji mau berteman denganku?". Ucap Panji kecil sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Iya".


"Janji dulu".


"Bagaimana aku bisa janji, sedangkan tanganku tidak bisa digerakkan". Ucap Nimas kecil yang kembali merasa geram kepada Panji kecil.


"Ah iya aku lupa, tapi kenapa kau kembali marah seperti itu? Bukankah kita akan berteman? Sesama teman tidak baik jika saling marah seperti itu, seorang teman itu tidak boleh bertengkar".


"Aku tidak tau, aku tidak pernah punya teman". Ucap Nimas kecil yang sedikit sedih.


"Kau tidak pernah punya teman? Apa kau selalu hidup sendirian dihutan selama ini?".


Nimas kecil nampak merasa sedih ketika Panji kecil menanyakan hal itu kepadanya, selama ini Nimas tidak pernah memiliki teman sebelumnya karena hidupnya hanya bertujuan untuk balas dendam saja, atas kematian kedua orang tuanya yang telah difitnah dengan kejamnya.


Panji merasa ikut sedih ketika melihat Nimas yang mulai berdiam diri tanpa mampu menjawab pertanyaan, mungkin gadis yang didepannya sama sekali tidak pernah memiliki teman selama ini, pikir Panji yang melihat tatapan mata dari Nimas.


"Jangan sedih, kita kan berteman mulai saat ini, jadi kamu sudah punya teman, dan aku adalah temanmu". Ucap Panji kecil membujuk Nimas.


"Kamu serius mau berteman denganku? Tapi selama ini aku sudah banyak membunuh orang".


"Aku tau itu, tadi Ayahku sudah menceritakan semuanya kepadaku sebelum kamu sadar, dan aku tidak takut dengan itu, sebagai seorang lelaki sejati aku tidak takut untuk menghadapi bahaya sekalipun, tapi bagiku dirimu bukanlah suatu bahaya melainkan teman baruku mulai sekarang".


"Terima kasih". Ucap Nimas dengan mata yang berbinar binar mendengar perkataan Panji.


"Jangan katakan itu, justru aku sangat takut ketika seseorang mengatakan terima kasih kepadaku seperti itu, apalagi dengan nada serius begitu". Ucap Panji kecil sambil bergidik ngeri ketika mendengar ucapan Nimas kecil.


Panji merasa begitu karena selama ini teman temannya tidak pernah mengatakan hal seperti itu hanya karena rasa berterima kasih kepada dirinya.


Tak beberapa lama kemudian akhirnya Kuswanto kembali masuk kedalam kamar dimana Nimas terbaring tidak berdaya sambil membawakan beberapa buah buahan yang telah ia ambil dari hutan dan juga beberapa ikan panggang.


"Ayah ayah, kita sudah berteman". Ucap Panji dengan semangatnya kepada Kuswanto.


Kuswanto tersenyum begitu lembut kepada Panji dan sesekali mengusap kepala Panji dengan sayang, setelah itu Kuswanto segera duduk disamping Nimas yang tengah terbaring itu, mengarahkan tangannya kepada gadis kecil itu untuk membuka sarafnya agar gadis itu mampu menggerakkan tubuhnya lagi.

__ADS_1


Nimas merasa senang ketika merasakan bahwa tangannya dapat digerakkan kembali, akan tetapi dirinya merasakan sesuatu yang aneh didalam tubuhnya seakan akan tubuhnya terasa sedikit berat.


......Jangan lupa like dan vote ya untuk dukung Author agar makin semangat 😊 ......


__ADS_2